Minggu, 11 Oktober 2009

Ditanya Rukun Shalat Tidak Bisa Tapi Ngaku Santri Lalu Geruduk PBNU. Santri Planet Mana Akhi?

Kitab Kuning Digital - Sehari setelah beredarnya video Sekjend Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini (HFZ), gedung PBNU yang beralamat di Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, digeruduk massa yang mengaku sebagai Aliansi Santri Indonesia, Rabu (08/02/2017).

Bagi Netizen NU, santri yang turun aksi melakukan demo (tanpa kiai-nya), itu tidak lazim, apalagi demonya ke gedung PBNU yang sangat sakral bagi nahdliyyin. Tuntutan mereka sangat politis, yakni mendesak Rais Aam PBNU memberhentikan Sekertaris Jendral PBNU, HFZ.

Ditanya Rukun Shalat Tidak Bisa Tapi Ngaku Santri Lalu Geruduk PBNU. Santri Planet Mana Akhi? - Kitab Kuning Digital
Ditanya Rukun Shalat Tidak Bisa Tapi Ngaku Santri Lalu Geruduk PBNU. Santri Planet Mana Akhi? - Kitab Kuning Digital


Ditanya Rukun Shalat Tidak Bisa Tapi Ngaku Santri Lalu Geruduk PBNU. Santri Planet Mana Akhi?

Menurut mereka, HFZ terbukti terlibat dalam mendukung pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Agus Sylfi. "Kami meminta agar PBNU tidak terlibat dalam politik praktis. PBNU harus segera kembali ke khittah perjuangan," kata Rusdi TP, korlap aksi ngawur itu dalam rilisnya ke media, Rabu (08/02/2017).

Tentang siapa mereka, beberapa kalangan mengindikasikan kalau pendemo adalah santri nya Ahok atau santrinya FPI. Tapi menurut Netizen NU asli Semarang, Wibowo, dibantah. "Ahok tentu mikir kalau nyuruh demo norak ginian, FPI juga tak bakal sepekok ini, apalagi salafi yang al-eksis banget cara berpakaiannya. Intel juga tak mungkin nggabrul seperti aksi ini," ujarnya di Kantor Berita Aswaja (KBA), Jakarta, Rabu (08/02/2017).

Kitab Kuning Digital

Jika melihat potongan para pendemo, Bowo lebih sreg mengatakan kalau mereka ini kemungkinan adalah suruhan pemain baru yang membutuhkan panggung. "Zaman sekarang banyak yang nganggur dan males cari kerja," imbuhnya.

Kata Hilya, Netizen asal Solo yang ketika kejadian ada lokasi, mereka terlihat misuh-misuh, tak ada satupun pendemo perempuan yang ikut mengenakan jilbab, sebagaimana kewajiban santriwati. "Santri kok ngomong kasar," kata Hilya, di KBA juga. Menurutnya, tak ada tampang santri sedikit pun dari para pendemo itu. Bahkan layak disebut preman tak punya kerjaan. Ini foto yang diberikan Hilya kepada Kitab Kuning Digital.

Kitab Kuning Digital

Pendemo yang mengatasnamakan aliansi santri Kasihan, kata Hilya, mereka butuh pendampingan agar mendapatkan hidayah. "Kalau aksi bela ulama mah masih tepatlah mengatasnamakan santri, lha ini malah mendemo ormas Ulama, apa mereka tidak punya cara lain. Mereka hanya butuh diliput media," tambahnya.

Ungkapan kasih Hilya tersebut berawal dari status Facebook Wakil Sekjend PBNU, Ishfah A Aziz atau Alex. "Waktu saya tanya, dari pondok atau pernah mondok dimana, tidak bisa menjawab. Saya tanya, sebutkan 5 saja rukun sholat, tidak bisa menjawab. Saya tanya lagi, siapa pendiri NU, juga tidak bisa menjawab," katanya.

Ngaku santri tapi tidak bisa menjawab rukun sholat Alex bahkan menyebut massa yang demo ke PBNU adalah bayaran. Siapa sebetulnya mereka, "entahlah," kata Zain Sujai, Netizen NU asal Jakarta. "Jangankan Sekjen PBNU, lha wong Wan Sehan saja mereka seret, padahal beliau tidak mau pakai kaosnya, entah ini foto kapan dan di mana sedang saya telusuri," kata Zain sambil menujukkan foto Wan Sehan pakai kaos Agus-Sylvi, ini:

Wan Sehan saja diseret dalam kepentingan Pilkada DKI Jakarta NU kata Muqsith Ghazali dalam Facebooknya, harus santai. "Santai, santai. NU harus santai.

PBNU harus santai, (ben BANSER seng greliya maksude)," tulis Muqsiht. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/ditanya-rukun-shalat-tidak-bisa-tapi-ngaku-santri-lalu-demo-ke-pbnu.html

Situs ini merupakan dedikasi untuk negeri, sebagai kitab kuning digital. Kami selain share doa-doa, amalan, informasi, juga share download kitab kuning digital. Terimakasih.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock