Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2016

PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mensosialisasikan hasil-hasil muktmar ke-33 Nahdlatul Ulama, di auditorium PBNU Selasa malam (15/12). Kegiatan tersebut dipandu Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini.

Helmy Faishal Zaini mengatakan, di dalam tas yang diberikan usai registrasi ada beberapa buku panduan tentang pesantren, penguatan Islam Nusantara, termasuk buku aturan dasar dan aturan rumah tangga (AD/ART) NU. Kita sudah cetak AD/ART hasil Muktamar Jombang. Hasil-hasil itu bisa dikaji dan dibaca, katanya.

PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah

Dalam memahamami AD/ART yang begitu tebal, yang jumlahnya beratus-ratus halaman, akan ditemui kesusahan, ketika mensosialisasikan kembali kepada para Pengurus Cabang. Nanti diajarkan bagaimana trik membaca yang mudah dan simpel, ujar alumni Pesantren Denanyar Jombang ini.

Kitab Kuning Digital

Dalam kesempatan ini, Helmy menyampaikan beberapa progam yang baik yang sudah dan sedang dikerjakan PBNU termasuk di dalamnya jaringan yang dimiliki Nahdlatul Ulama. Progam yang sudah dikerjakan diantaranya adalah pelayaran santri bela negara bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia yang diikuti seribu santri.

PBNU sedang menyusun peta persebaran pengurus NU sampai ke tingkat ranting (desa). Sehingga dalam progam persebaran akan lebih mudah untuk menentukan daerah-daerah yang menjadi skala prioritas. Untuk itu, kita perlu mendengar bagaimana kondisi wilayah-wilyah dari para pengurus yang hadir, imbuh Helmy.

Kitab Kuning Digital

Dalam sosialisasi hasil muktamar, turut hadir para pengurus harian PBNU. Di akhir dibagikan juga buku 100 Ulama serta Atlas Walisongo. (Faridur Rohman/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64322/pbnu-sosialisasikan-hasil-muktamar-kepada-pengurus-wilayah

Kitab Kuning Digital

Jumat, 16 September 2016

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

Blitar, Kitab Kuning Digital. Kabar beredarnya bakso bercampur daging babi di beberapa daerah, mendapat respon NU dan MUI di Blitar dan Tulungagung, meski di dua daerah itu belum secara nyata ditemukan bakso bercampur babi.

Kami minta pemerintah Blitar mengambil langkah antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi di Blitar," ungkap Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai, pada Kitab Kuning Digital Blitar Imam Kusnin, Selasa (18/12).

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)
Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)


Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

Pasalnya, beredarnya rumor tersebut memicu keresahan masyarakat. Pemkab atau dinas instansi terkait harus pro aktif kelapangan, yakni untuk memastikan indikasi terjadinya pencampuran daging babi kemakanan seperti bakso jangan sampai terjadi," jelas Kiai Dain.

Apalagi, sebagian besar masyarakat Blitar dan Tulungagung merupakan warga muslim. Umat Islam harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan," tambah Gus Dain panggilan akrab Kiai KH Masdain Rifai.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Hal senada juga dinyatakan oleh Ketua MUI Tulungagung, KH Mohammad Hadi Mahfudz. Menurutnya, masalah ini harus disikapi sejak dini oleh pemerintah. Dan jangan sampai memicu keresahan masyarakat.

Pada kesempatan itu Gus Dain maupun Kiai Hadi, meminta kepada pedagang daging atau makanan yang mengandung unsur daging sapi bersedia bekerjasama dengan pemerintah. Pasalnya, jika ketahuan masyarakat yang rugi adalah pedagang itu sendiri.

Kami meminta kepada pedagang tidak asal menjual produk dagingdaging haram, khususnya kepada masyarakan muslim," tambah Kiai Hadi.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41328/blitar-tulungagung-waspadai-bakso-babi

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 11 Mei 2013

IPNU-IPPNU Kaliori Agendakan Pekan Madaris

Rembang, Kitab Kuning Digital. Puluhan pelajar NU yang tergabung dalam Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (9/3) sore memperingati Hari Lahir (Harlah) IPNU-IPPNU ke-62 dan 61, di balai pertemuan Desa Purworejo Kecamatan Kaliori.

Ketua PAC IPNU Kaliori, Muhammad Lilik Wijanarko mengungkapkan, acara ini sebagai upaya hormat terhadap hari lahir Ke-62 IPNU dan Ke-61 IPPNU. "Selain acara Harlah, kami juga mengemas acara tersebut dengan Rapat Kerja Anak Cabang (Rakerancab) PAC IPNU-IPPNU Kaliori," terangnya.

IPNU-IPPNU Kaliori Agendakan Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kaliori Agendakan Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU-IPPNU Kaliori Agendakan Pekan Madaris

Para perwakilan setiap Ranting yang turut hadir dalam acara tersebut berupaya untuk menyampaikan gagasan terhadap program kerja yang akan dijalankan dalam masa khidmah 2015-2016.

Agenda terdekat, lanjut Lilik, melaksanakan "Pekan Madaris" yang akan kami laksanakan di Desa Dresi Kecamatan Kaliori pada 9-10 April depan. "Kami berharap dengan banyaknya kegiatan yang akan kami lakukan tetap membuat para kader solid dan semangat dalam berjuang," harapnya.

Kitab Kuning Digital

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Wakil I PC GP Ansor Rembang Ahmad Najih, Ketua MWCNU Kaliori KH Ali Armani , Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam, Ketua PC IPPNU Rembang Afaf Muniroh Atid, dan beberapa pengurus harian PC IPNU-IPPNU Rembang.

Kitab Kuning Digital

Ketua MWCNU Kaliori KH Ali Armani dalam sambutannya mengatakan, bagi pelajar NU harus bisa memilih siaran televisi yang tepat. Bukan hanya menikmati siarannya saja, tetapi harus bisa mengambil hikmah dari apa yang disiarkan.

"Kita sebagai warga nahdliyin bukan malah menonton MTA tv, tetapi menonton siaran Ahlussunnah wal Jamaah seperti TV9 dan Aswaja TV," pesannya.

Rangkaian acara tersebut diakhiri dengan meniup lilin dan pemotongan tumpeng oleh Ketua PAC Kaliori dan diberikan kepada Ketua PC IPNU-IPPNU Rembang. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan para peserta. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66420/ipnu-ippnu-kaliori-agendakan-pekan-madaris

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 17 Maret 2012

Ketika Nabi Berdoa di Makam

Kitab Kuning Digital - Hadist tentang dzikir yang dibaca oleh Rasulullah saat pemakaman Sa'd bin Muadz pada dasarnya adalah sebagai hadis Mutaba'ah (penguat secara eksternal) dari hadis-hadis Sahih tentang Sa'd bin Muadz yang selamat dari siksa kubur. Hadist tersebut adalah:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ، قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا إِلَى سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ حِينَ تُوُفِّيَ، قَالَ: فَلَمَّا صَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَسُوِّيَ عَلَيْهِ، سَبَّحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَبَّحْنَا طَوِيلًا، ثُمَّ كَبَّرَ فَكَبَّرْنَا، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَ سَبَّحْتَ؟ ثُمَّ كَبَّرْتَ؟ قَالَ: " لَقَدْ تَضَايَقَ عَلَى هَذَا الْعَبْدِ الصَّالِحِ قَبْرُهُ حَتَّى فَرَّجَهُ اللهُ عَنْهُ "

“Jabir bin Abdillah berkata: “Pada suatu hari kami keluar bersama Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam menuju sahabat Sa’ad bin Mu’adz ketika meninggal dunia. Setelah Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat jenazah kepadanya, ia diletakkan di pemakamannya, dan tanah diratakan di atasnya, maka Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam membaca tasbih. Kamipun membaca tasbih dalam waktu yang lama. Kemudian Nabi membaca takbir, maka kami membaca takbir. Lalu Nabi ditanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau membaca tasbih kemudian membaca takbir?” Nabi menjawab: “Kuburan hamba yang shaleh (Sa’ad bin Mu’adz) ini benar-benar menjadi sempit kepadanya, hingga Allah melapangkannya baginya.”

Ketika Nabi Berdoa di Makam - Kitab Kuning Digital
Ketika Nabi Berdoa di Makam - Kitab Kuning Digital


Ketika Nabi Berdoa di Makam

Kitab Kuning Digital

- Pendapat Ahli Hadis al-Hafidz Al-Haitsami:

ﺭﻭاﻩ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭاﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ، ﻭﻓﻴﻪ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ ﺑﻦ اﻟﺠﻤﻮﺡ ﻗﺎﻝ اﻟﺤﺴﻴﻨﻲ: ﻓﻴﻪ ﻧﻈﺮ. ﻗﻠﺖ: ﻭﻟﻢ ﺃﺟﺪ ﻣﻦ ﺫﻛﺮﻩ ﻏﻴﺮﻩ.

Kitab Kuning Digital

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad dan ath-Thabrani dalam Mu'jam Kabir. Di dalamnya terdapat Mahmud bin Muhammad bin Abd Rahman bin Amr bin al-Jamuh. Al-Husaini berkata: "Ia bermasalah". Saya (al-Haitsami) Tidak aku temukan ulama yang menyebutnya selain al-Husaini (Majma' az-Zawaid)

- Komentar Ulama Salafi Syekh Al-Albani: ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺛﻘﺎﺕ ﻏﻴﺮ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﻫﺬا , ﻓﻘﺎﻝ اﻟﺤﺴﻴﻨﻰ: " ﻓﻴﻪ ﻧﻈﺮ ". ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺤﺎﻓﻆ ﻓﻰ " اﻟﺘﻌﺠﻴﻞ ": " ﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻻ ﻣﻦ ﺗﺒﻌﻪ ".

Para perawi hadisnya terpercaya kecuali Mahmud ini. Al-Husaini berkata: "Ia bermasalah". Al-Hafidz berkata dalam at-Ta'jil: "Al-Bukhari dan lainnya tidak menyeburnya" (Irwa' al-Ghalil /166)

- Pendapat Syekh Syuaib al-Arnauth: ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺣﺴﻦ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ اﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ، ﻭﻣﺤﻤﻮﺩ- ﻭﻳﻘﺎﻝ: ﻣﺤﻤﺪ- ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺮﻭ ﻋﻨﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺭﻓﺎﻋﺔ، ﻭﻭﺛﻘﻪ ﺃﺑﻮ ﺯﺭﻋﺔ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ "اﻟﺠﺮﺡ ﻭاﻟﺘﻌﺪﻳﻞ" 7/316، ﻭﺫﻛﺮﻩ اﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ "اﻟﺜﻘﺎﺕ" 5/373.

Hadist ini riwayat Ahmad. Sanadnya Hasan, karena Ibnu Ishaq. Sementara Mahmud adalah Muhammad bin Abd Rahman, yang meriwayatkan darinya hanya Muadz bin Rifaah. Ia dinilai terpercaya oleh Abu Zurah dalam al-Jarh wa at-Ta'dil (7/316) dan Ibnu Hibban memasukkannya dalam ats-Tsiqat (5/373)

ﻭاﻟﺤﺪﻳﺚ ﻓﻲ "ﺳﻴﺮﺓ اﺑﻦ ﻫﺸﺎﻡ" ﻋﻦ اﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ 3/263. ﻭﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ (5346) ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺳﻠﻤﺔ، ﻭاﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻓﻲ "ﺇﺛﺒﺎﺕ ﻋﺬاﺏ اﻟﻘﺒﺮ" (113) ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻳﻮﻧﺲ ﺑﻦ ﺑﻜﻴﺮ، ﻛﻼﻫﻤﺎ ﻋﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ، ﺑﻬﺬا اﻹﺳﻨﺎﺩ. ﻭﺃﻭﺭﺩﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻓﻲ "اﻟﺘﺎﺭﻳﺦ اﻟﻜﺒﻴﺮ" 1/148 ﻣﺨﺘﺼﺮا: ﺩﻓﻦ ﺳﻌﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﻭﻧﺤﻦ ﻣﻊ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ.

Hadis ini terdapat dalam Sirah Ibni Histam 3/263 dari Ibnu Ishaq. Diriwayatkan oleh ath-Thabrani 5346. Oleh al-Baihaqi dalam Itsbat Adzab al-Qabri 113. Dan al-Bukhari dalam at-Tarikh al-Kabir 1/147.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini sebanyak dua kali. Pada riwayat kedua ini Syekh Syuaib menulis catatan:

ﺣﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ، ﻭﻫﺬا ﺇﺳﻨﺎﺩ ﺣﺴﻦ. ﻭﻗﺪ ﺳﻠﻒ ﺑﻬﺬا اﻹﺳﻨﺎﺩ ﺑﺮﻗﻢ (14873) ﻓﺎﻧﻈﺮﻩ.

Ini hadist sahih. Sanad hadis ini adalah Hasan. Sabadnya telah dijelaskan di no 14873. Lihatlah. Pendapat ulama saat ini yang tergabung dalam web dibawah ini menegaskan bahwa hadis di atas tidaklah dlaif:

قلت : محمد و محمود شخص واحد اضطرب الرواة في اسمه ، و هو معروف النسب ، والده و جده معدودان في الصحابة ، ذكره البخاري في (( الكبير )) (1/148 ) و سكت عنه ، و ابن حبان في (( الثقات )) ( 5/373) ، و انظر : (( تعجيل المنفعة)) ( رقم : 1010 ) ، و (( تهذيب الكمال)) (28/121) . و الذي يظهر لي في هذا الإسناد أنه صالح ، لا بأس به ، فمعاذ : لا بأس به ، و قد سمع من جابر بغير واسطة ، و لو سلمنا رجحان رواية ابن إسحاق لكانت كذلك صالحة ، لحال ابن الجموح فهو مستور الحال ، و تنزل معاذ في الرواية عنه يقويه ، و الله أعلم .

http://www.ahlalhdeeth.com/vb/archive/index.php/t-3098.html

Ma'ruf Khozin, pengasuh Kajian Hadis Bulughul Maram di Masjid al-Akbar, Surabaya

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/ketika-nabi-berdoa-di-makam.html

Senin, 13 Februari 2012

Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis

Kitab Kuning Digital - Beredar foto seorang perempuan memeluk Ahok yang sedang sedih karena kasus hukum dugaan penistaan agama. Menurut berita di Detikcom, nama perempuan tersebut adalah Nana Riwayatie, kakak angkat Ahok.

Dalam berita yang beredar di media-media online, adegan mengharukan tersebut terjadi pasca sidang. "Usai sidang, wajah Ahok pun masih tampak sedih. Kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie, sampai memeluk Ahok dari belakang dan menenangkannya," tulis Detikcom kemarin (13/12/2016).

Namun, di media sosial, ada caption yang menyebutkan kalau foto tersebut terjadi sebelum persidangan. Perempuan berjilbab merah dengan pakaian warna biru tersebut tidak menampakkan wajahnya dalam foto.

Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis - Kitab Kuning Digital
Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis - Kitab Kuning Digital


Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis

Kitab Kuning Digital

Di media-media lain pun, tidak ada foto di ruangan tersebut yang diambil dari sisi yang berbeda. Fotonya tunggal, adegan pelukan cuma ada dua yang didapatkan Kitab Kuning Digital. Ini dua foto tanpa penampakan wajah perempuan tersebut.

Foto Ahok dipeluk kakak (1) Foto Ahok dipeluk kakak (2) Kitab Kuning Digital tidak berhasil menemukan siapa sumber pertama pemilik foto Ahok dipeluk tersebut. Jawapos.com yang membuat berita tersebut hanya menyebut kalau foto itu awalnya hanya beredar di kalangan wartawan. "Melalui foto yang beredar di kalangan wartawan....", tulis Jawapos.com.

Demikian juga Poskotanews.com. Foto yang dimuat di situs tersebut hanya menyatakan, "Foto ini beredar di grup Whatsapp wartawan. Tampak seorang polisi ikut duduk di sisi lainnya dari kakak beradik itu," terang situs tersebut.

Kitab Kuning Digital

Sekelas Detikcom juga hanya membuat berita dari sumber foto yang tidak jelas. "Dari foto yang diperoleh detikcom, Selasa (13/12/2016), Ahok tampak terduduk di salah satu ruangan di gedung lama PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Wajahnya tampak sedih," begitu Detikcom mengulas.

Sementara, komentar Nana bukan diperoleh dari yang bersangkutan, tapi dari pengacara. "Kak Nana bilang 'Sabar dan tetap tenang. Semua sudah diatur Tuhan'," kata pengacara Ahok, Ronny Talapessy menirukan ucapan Nana usai sidang di gedung lama PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016)," lanjut berita di Detikcom.

Karena sumber fotonya tidak jelas itulah, kalangan Anti Ahok menyebut kalau foto tersebut hanyalah sandiwara politik untuk pencitraan Ahok di mata publik. Mereka tidak percaya jika shoot kamera foto tersebut diambil tanpa sengaja sesuai angle adegan seperti nampak dalam foto.

Bahkan ada keterangan yang menyebutkan kalau Nana, kakak Ahok adalah perempuan yang pura-pura tampil berjilbab hanya untuk beradegan foto. Nana disebut mereka datang jauh-jauh dari Amerika untuk tujuan foto nangis dengan Ahok, yang menurut mereka, diambil bukan di persidangan, bahkan sebelum sidang dilakukan. Ini pendapat anti Ahok.

Adegan foto Ahok dipeluk kakak Menurut foto di atas, Nana adalah artis sinetron yang pernah membintangi Tiga Dara Mencari Cinta (1980) dan Tomboy (1981). Ada persiapan adegan juga, "kamera, roll, action!", lengkap dengan laki-laki yang siap menshoot fotonya itu.

Foto Ahok masih di ruang foto ia dipeluk kakaknya. Kakak Ahok berfoto Di grup WhatsApp Ukhuwah Islamiyah juga ada yang berpendapat nyinyir kepada kakak Ahok tersebut. Entah karena benci Ahok atau dia kenal kakaknya, sampai ada yang memajang foto kakak Ahok sedang beradegan yang menurut mereka tidak pantas, seperti penampakan di atas. Hati-hatilah dengan foto-foto tanpa sumber jelas. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/sandiwara-ahok-dipeluk-sang-kakak-lagi-nangis.html

Kamis, 12 Januari 2012

Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat

Bahasa ibu merupakan bahasa pertama kali yang dipelajari atau digunakan seseorang. Misalnya anak Aceh atau Papua, pertama kali menggunakan yang otomatis mempelajari dalam bahasa tersebut, maka anak itu berbahasa ibu Aceh atau Papua. Anak itu kemudian disebut penutur asli bahasa itu.

Karena berbagai faktor, ketahanan bahasa ibu di berbagai daerah di Indonesia semakin terdesak oleh bahasa-bahasa lain. Mulai dari bahasa Indonesia sendiri dan bahasa asing, misalnya Inggris atau Arab. Keterdesakan itu, jika dibiarkan, lama kelamaan menyebabkan bahasa itu hilang.

Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat (Sumber Gambar : Nu Online)


Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat

Terkait bahasa ibu yang biasa diperingati tiap 21 Februari, Abdullah Alawi dari Kitab Kuning Digital berhasil mewaawancarai salah seorang budayawan dan agamawan Sunda, KH Usep Romli HM melalui surat elektronik 21 Februari lalu. Pria yang produktif nulis dan pernah aktif di IPNU dan GP Ansor tersebut mengurai prntingnya bahasa ibu, dan kerugian jika kita kehilangannya.

Kitab Kuning Digital

Pengasuh pesantren Raksa Sarakan di Cibiuk, Garut, Jawa Barat tersebut menjawab hal itu dengan dasar-dasar agama. Berikut petikannya:

Menurut Anda, bagaimana kondisi bahasa ibu secara umum di Indonesia?

Kitab Kuning Digital

Kondisi bahasa Ibu di Indonesia ada yang bertahan, ada yang mengalami kemunduran. Yang bertahan, antara lain bahasa Sunda, Jawa, Bali, dan Lampung. Itu ditunjukkan dari lahirnya karya-karya tulis dalam bahasa itu yang tiap tahun mendapat hadiah dari Yayasan Rancage, baik untuk karya sastra maupun jasa terhadap bahasa dan sastra. Hadiah Yayasan Rancage yang digagas Ajip Rosidi sudah berlangsung 25 tahun.

Bagaimana kecenderungan penggunaan bahasa ibu oleh anak muda sekarang di zaman sosial media?

Mungkin menurun. Tapi bukan bahasa ibu di daerah Indonesia saja. Konon anak-anak muda Spanyol, lebih suka menggunakan bahasa asing Inggris dan Prancis di media sosial. Sehingga Akdemi Keraajaan Spanyol menyelenggarakan berbagai lomba untuk merangsang anak-anak muda berbahasa Spaanyol di media sosiial. Khusus bahasa Sunda, lumayan masih mampu menggunakan bahasa Sunda di media sosial. Di Facebook, banyak dibuka akun berbahasa Sunda, seperti Fiksimini Basa Sunda, Pustaka Sunda, Forum Jurnalis Sunda, Guguyon, dsb.

Apa pentingnya menjaga dan melindungi bahasa ibu?

Bahasa Ibu mengandung filosofi, kearifan dan pandangan hidup masyarakat penggunanya. Untuk menjaga semua itu, baahasa ibu diperlukan hidup dan berkembang. Firman Allah dalam Q S Ar Rum ayat 22. Dan beberapa hadits yang menyangkut antum alamu bi umurid dunyakum.

Bagaimana peran pesantren, khsusnya di wilayah berbahasa Sunda dalam menjaga bahasa ibu?

Ketika lembaga pesantrren masih utuh dan murni berdasarkan prinsif tafwidz (hanya Allah yang merancang), bahasa daerah terpelihara. Hingga tahun 1960-an, santri di Tatar Sunda masih mengaji kitab dengan bahasa Jawa, karena ajengannya ngaji di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Sekarang pesantren telah berubah menajdi lembaga pendidikan umum, yang menganut prinsip tadbir (ditentukan manusia, proposal, subsidi, dlsb), bahasa daerah nyaris hilang dalam kegiatan formal.Kecuali dalam pergaulan sehari-hari yang amat terbatas.

Mungkinkah bahasa ibu itu hilang, dan bagaiamana konseuensinya dalam bahasa agama?

Selama ada yang menggunakan dan memperjuangkan, insya Allah, akan tetap ada. Jika diabaikan, ya nikmat bahasa itu dicabut oleh pemiliknya, Allah SWT. Dia tidak akan mencabut anugrah nikmat-Nya dari suatu kaum, jika kaum itu tidak mengabaikan nikmat tersebut dengan sikap kufur nikmat (tafsir Ath Thabari, Jalalain, Khozin, atas ayat 11 S.Ar Rodu Innallaha laa yughoyyiru ma bi qowmin hatta yughoyyiru ma bi anfusihim. Para mufsir andal tersebut mengkategorikan ayat ini sebagai ayat syukur wa kufur nikmat. Para ulama Orde Baru menganggap ayat ini sebagai ayaat pem bangunan).

Jika bahasa Ibu hilang, kerugian buat kita adalah kerugian yang ditimpakan Allah SWT kepada bangsa kufur nikmat. Dijerumuskan ke Negara Kebinasaan (Q,s.Ibrahim : 28). Manusia kufur nimat mendapat azab pedih (Q.s.Ibrahim : 7). Bahasa Ibu adalah nikmat Allah. Orang yang mensyukuriya dengan memelihara, memajukan, memperjuangkan kelanggengannya, akan ditingkatan nikmatnya (Q.S.Ibrahim : 7).

Bagaimana caranya menjaga bahasa ibu yang efektif?

Pergunakan di lingkungan keluarga. Anak yang mengusai bahasa ibu sejak lahir, setelah masuk sekolah akan menguasai dua bahasaa (bahasa ibu dan bahasa nasional). Pada tingkat pendidikan selanjutnya tambah bahasa asing. Jadi seorang pengguna bahasa ibu akan mampu menguasai minimal dua atau tiga bahasa. Di Kompas kemarin ada berita agar pelajaran bahasa Inggris di SD dihapus, karena tidak efektif dan efesien. Bagus. Sebab belajar sesuatu bahasa , sekalipun tingkat dasar, harus disertai pengenalan filosofi, kearifan, dan wisdom pemilik bahaasa tersebut. Tidak hanya sekadar menguasai spelling, prononcion, idiomatik dsb. Artinya harus mengubah visi dan tatacara hidup sesuai dengan bahasa yang diperlajari.

Apa peran lembaga masyarakat atau pemerintah?

Peran pemerintah memberi ruang seluas-luasnya bagi pendidikan dan pembelajaran bahasa ibu. Itu kalau pemerintah masih menghargai Bhineka Tunggal Ika. Keluarga dan masyarakat juga harus punya kesadaran akan manfaat bahasa ibu bagi ketahanan karakter generasi bangsa.

Profil singkat Usep Romli HM

Usep Romli H. M.

Wartawan, guru, sastrawan, agamawan yang menulis dalam bahasa Sunda dan Indonesia. Lahir di Limbangan, Garut, 16 April 1949. Anggota IPNU (1964-1966), GP Ansor (1966-1972), anggota penasihat Lajnah Talif wan Nasr PWNU Jawa Barat.

Karir Usep dimulai sebagai seorang guru, kemudian menggeluti dunia jurnalistik. Ia menulis di mingguan Fusi (1972), Giwangkara (1972-1976), sk Pelita (1977-1979) sk Sipatahunan (1979-1980) dan Pikiran Rakyat (1984-1991).

Usep menulis sajak dan cerpen dimuat di Kalawarta Kujang, Mangle, Hanjuang, Gondewa, Galura, dll. Sebagai seorang santri, karya-karya Usep sangat kental dengan pesantren, diantaranya Bentang Pasantren (bintang Pesantren, novel, 1983), Cuerik Santri (Tangis Santri, kumpulan Cerpen, 1985) Jiad Ajengan, (Jampi-jampi Kiai, cerpen, 1991), Percikan Hikmah (kumpulan anekdot Islam, 1999), dll.

Usep pernah mendapat penghargaan Hadiah Sastra Mangle (1977), Hadiah Penulisan Buku Depdikbud (1977), Piagam Wisata Budaya Diparda Jabar (1982) serta Hadiah Sastra LBSS (1995).

Dari (Wawancara) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50408/usep-romli-hm-jika-bahasa-ibu-hilang-itu-kufur-nikmat

Kitab Kuning Digital

Rabu, 04 Januari 2012

Abu Nawas Membuat Fitnah, Raja Melakukan Tabayun, Kita?

Kitab Kuning Digital - Syahdan, Khalifah Harun Al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa tidak mau rukuk dan sujud dalam salat.

Lebih lagi, Harun Al-Rasyid mendengar Abu Nawas mengatakan bahwa dirinya khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantunya, Abu Nawas layak dipancung karena melanggar syariat Islam dan menyebar fitnah.

Abu Nawas Membuat Fitnah, Raja Melakukan Tabayun, Kita? - Kitab Kuning Digital
Abu Nawas Membuat Fitnah, Raja Melakukan Tabayun, Kita? - Kitab Kuning Digital


Abu Nawas Membuat Fitnah, Raja Melakukan Tabayun, Kita?

Khalifah mulai terpancing. Tapi untung ada seorang pembantunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi). Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan.

Kitab Kuning Digital

"Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak rukuk dan sujud dalam salat?" tanya Khalifah ketus.

Abu Nawas menjawab dengan tenang, "Benar, Saudaraku."

Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, "Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun Al-Rasyid, adalah seorang khalifah yang suka fitnah?"

Kitab Kuning Digital

Abu Nawas menjawab, ”Benar, Saudaraku.”

Khalifah berteriak dengan suara menggelegar, "Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebarkan fitnah tentang khalifah!"

Abu Nawas tersenyum seraya berkata, "Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya kabar yang sampai padamu tidak lengkap. Kata-kataku dipelintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah."

Khalifah berkata dengan ketus, "Apa maksudmu? Jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya."

Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, "Saudaraku, aku memang berkata rukuk dan sujud tidak perlu dalam shalat, tapi dalam shalat apa? Waktu itu aku menjelaskan tata cara shalat jenazah yang memang tidak perlu rukuk dan sujud."

"Bagaimana soal aku yang suka fitnah?" tanya Khalifah.

Abu Nawas menjawab dengan senyum, "Kalau itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, Anda sangat menyukai kekayaan dan anak-anak, berarti Anda suka ’fitnah’ (ujian) itu."

Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun Al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/abu-nawas-membuat-fitnah-raja-melakukan-tabayun.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock