Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2016

Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Narasi ekstrimisme begitu masif dan viral di media sosial, khususnya Twitter Konten ini sampai mampu menjadi image Islam yang seolah identik dengan kekerasan, perang, dan bom. Dasar ini adalah salah satu alasan bagi The Wahid Institute untuk menggandeng Twitter Indonesia untuk menggelar Workshop Tweet For Peace bersama puluhan aktivis media.

Menurut salah satu narasumber dari pihak Twitter Indonesia Roy Simangunsong, twitter memang dibangun berdasarkan konsep freedom of expressions atau kebebasan berekspresi para penggunanya.

Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)


Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter

Tetapi kebebasan berekspresi tetap harus menjunjung tanggung jawab dan etika. Sebab itu, Twitter sangat mendukung dalam memerangi radikalisme, tegas Roy.

Roy mengajak kepada para pengguna twitter untuk melaporkan akun-akun radikal yang berpotensi ke tindakan terorisme dengan melaporkan ke platform yang disediakan oleh Twitter yaitu dengan mengakses: support.twitter.com/forms.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Untuk mendukung gerakan radikal di media sosial, lanjut Roy, twitter juga menyediakan berbagai tools (alat) yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna. Hingga saat ini menurut Roy, tagar atau hashtag merupakan tools yang sangat efektif untuk mempopulerkan konten atau pesan damai. Selain itu, banyak tools-tools lain yang bisa dimanfaatkan.

Namun demikian, partisipasi aktif dalam menyampaikan konten dan informasi yang baik sangat penting. Karena Twitter juga sangat menekankan konten yang beretika di Twitter, tutur Roy.

Kegiatan workshop ini dihadiri oleh puluhan aktivis media dan komunitas yang aktif dalam menangkal serta memerangi radikalisme dan terorisme di dunia maya. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65655/ini-cara-melaporkan-akun-akun-radikal-di-twitter

Kitab Kuning Digital

Senin, 29 Agustus 2016

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Mataram, Kitab Kuning Digital. Pondok Pesantren Abhariyah Jerneng Asuhan Rais Syuriyah PCNU Lombok Barat TGH Ulul Azmi keluar sebagai juara Group A setelah mengungguli Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah dengan skor 2-0 di Stadion Kediri Lombok Barat, Senin (21/9).

Babak penyisihan Liga Santri Nusantara (LSN) Zona NTB sudah berjalan dua hari dengan jadwal tiga kali pertandingan setiap hari. Pagi satu kali pertandingan dan sore dua kali pertandingan.

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Jalannya pertandingan

Kemenangan Abhariyah diraih setelah Hariadi, pemain dengan nomor punggung 6 menjebol gawang Qomarul Huda dari Bagu di babak pertama.

Kitab Kuning Digital

Kemudian di babak kedua, pemain lini tengah, Lalu Zainul Hafidz dari Abhariyah melepaskan tendangan dari luar kotak penalti hingga kembali menjebol gawang lawan. Kedudukan 2-0 bertahan hingga pluit panjang berbunyi tanda pertandingan telah selesai.

Suharto, Pelatih Abhariyah menargetkan, timnya bisa meraih kemenangan pada semi final yang akan dihelat Jumat (25/9).

Kitab Kuning Digital

Guru senior Abhariyah ini juga berspesan kepada pemain asuhannya agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan bermain sportif. "Saya berpesan kepada semua pemain dan para suporter agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan tetap mejaga sportivitas," katanya. (Hadi/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62354/pesantren-abhariyah-juara-grup-a-lsn-zona-ntb

Kitab Kuning Digital

Senin, 29 Februari 2016

Masyarakat Perkotaan Sasaran Potensial Paham Radikal

Bekasi, Kitab Kuning Digital. Masyarakat dengan tingkat stres tinggi di kota-kota besar adalah sasaran potensial penyebar paham radikalisme. Guru besar ilmu pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Abuddin Nata, menyatakan itu, Ahad.

"Gerakan radikal umumnya muncul di kota-kota besar karena orangnya stres akibat aktivitas kerja, kemacetan lalu-lintas dan faktor lain," katanya.

Masyarakat Perkotaan Sasaran Potensial Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Perkotaan Sasaran Potensial Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)


Masyarakat Perkotaan Sasaran Potensial Paham Radikal

Salah satu iming-iming yang lumrah ditawarkan adalah peningkatan status dan ekonomi masyarakatnya.

"Problem politik dan ekonomi di kota besar lebih mudah dijual dalam masyarakat seperti itu. Kemudian agama hanya dijadikan alat untuk melegitimasi seolah kekeliruan itu dibenarkan oleh ajaran agama," ujarnya.

Kitab Kuning Digital

Adapun salah satu modus dari kaum radikal adalah mengambil alih Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di lingkungan masyarakat.

"Dakwah masih banyak yang menyampaikan kekerasan, seperti masjid dikuasai komunitas radikal," katanya.

Kitab Kuning Digital

Abuddin menilai, aksi teror dari kalangan radikalisme sulit untuk dideteksi dini karena pergerakannya yang tertutup. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65078/masyarakat-perkotaan-sasaran-potensial-paham-radikal

Kitab Kuning Digital

Jumat, 01 Mei 2015

Globalisasi Ekonomi Harus Disikapi Serius

Jember, Kitab Kuning Digital. Globalisasi ekonomi, sesungguhnya merupakan ancaman bagi pelaku ekonomi kerakyatan. Namun, hal itu tidak bisa dicegah. Sebab, lambat atau cepat era perdagangan bebas akan menjadi bagian sitem perdangan global.

Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah menyampaikan hal ini saat memberi pengarahan dalam acara Silaturahmi dan Turba PWNU Jawa Timur di halaman Pesantren Nuris, Antirogo, Sumbersari, Jember, Sabtu (31/5).

Globalisasi Ekonomi Harus Disikapi Serius (Sumber Gambar : Nu Online)
Globalisasi Ekonomi Harus Disikapi Serius (Sumber Gambar : Nu Online)


Globalisasi Ekonomi Harus Disikapi Serius

Menurut Kiai Mutawakkil, globalisasi ekonomi kini menjadi keniscayaan zaman yang harus disikapi dengan serius melalui kreatifitas dan terobsoan-terobosan ekonomi yang mumpuni. Coba, siapa yang bisa menolak Indonmaret, Alfamart, dan sejenisnya? Makanya kita harus kuat dan mempunyai kreasi agar pedagang-pedagang kecil yang notabene warga NU, tidak mati. Kalau sekarang, Jember punya khas makanan suwar-suwir, nanti bukan tidak mungkin ada suwar-suwir dari Barat, jelasnya.

Oleh karena itu, kata Kiai Mutawakkil, PWNU Jawa Timur menaruh perhatian khusus di bidang perekonomian umat. Melalui Lembaga Perkonomian Nahdlatul Ulama yang dipimpin Arief Affandi (mantan Walikota Surabaya), PWNU Jatim tengah menggarap semacam jaringan perdagangan dengan sistem bagi hasil berbasis ekonomi kerakyatan.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Kita polanya seperti ritel, tapi jauh lebih mementingkan ekonomi daerah, tandasnya. Ia menargetkan setiap kabupaten bisa berdiri 10 toko.

Acara kali ini adalah Turba yang ke-8 PWNU Jawa Timur. Masing-masing pertemuan dihadiri oleh maksimal 4 PCNU. Dalam kesempatan itu, hadir semua pengurus NU Jember, Kencong dan Lumajang (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52381/globalisasi-ekonomi-harus-disikapi-serius

Kamis, 28 November 2013

PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wonosobo mengadakan pertemuan perdana dengan pengurus MWCNU Wadaslintang berikut ranting-ranting NU di SMA Maarif NU Wadaslintang pada Ahad (27/9). Mereka membahas hasil-hasil putusan Muktamar Ke-33 NU awal Agustus lalu.

Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Khalim Alhafidzmenyatakan bahwa NU di Wonosobo tetap rukun dan solid. Implementasi Islam Nusantara di Wonosobo sangat tepat untuk menyikapi paham-paham radikal yang mengancam keutuhan NKRI.

PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU

Rencananya sosialisasi hasil-hasil muktamar ke-33 NU akan dilaksanakan secara berurutan dengan mendatangi setiap MWCNU dan mengundang ranting-ranting di lingkungan MWC setempat.

PCNU Wonosobo, Sekretaris PCNU Wonosobo Nurcholismenambahkan, menyambut baik penerapan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi. Dengan sistem ini, NU menjunjung tinggi maruah ulama.

Kitab Kuning Digital

Secara personal merasa sangat bangga karena embrio Ahlul Halli dicetuskan dalam Rapat Pleno PBNU tahun 2013 yang diselenggarakan di Wonosobo. Dengan demikian warga NU Wonoosbo selayaknya merasakan kebanggaan sebagai bagian dari sejarah besar NU, kata Sekretaris PCNU Wonosobo. (Red Alhafiz K)

Kitab Kuning Digital

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62513/pcnu-wonosobo-sosialisasikan-hasil-hasil-muktamar-ke-33-nu

Kitab Kuning Digital

Kamis, 28 Maret 2013

Alasan Gus Dur Menolak Naik Heli Dan Memilih Kereta Api

Kitab Kuning Digital - Suatu ketika Gus Dur berkenan menghadiri undangan di daerah Tegal. Seperti biasa, Gus Dur selalu didampingi pengawal dan sopir serta beberapa orang lain yang menemani perjalanan beliau.

Cerita perjalanan ini merupakan rangkaian dari beberapa undangan dari warga nahdliyin kepada beliau untuk menghadiri acara haul para kiai dan acara PKB di daerah yang ketika itu dipimpinnya.

Alasan Gus Dur Menolak Naik Heli Dan Memilih Kereta Api - Kitab Kuning Digital
Alasan Gus Dur Menolak Naik Heli Dan Memilih Kereta Api - Kitab Kuning Digital


Alasan Gus Dur Menolak Naik Heli Dan Memilih Kereta Api

Dari Jakarta kami ke Surabaya dan keliling ke beberapa daerah di Jawa Timur, diteruskan ke Jawa Tengah. Dari Semarang kami melanjutkan ke daerah Tegal lewat jalan darat. Memang ada pengusaha yang menawarkan helikopter untuk dipergunakan selama perjalanan oleh beliau. Namun dengan halus beliau menolaknya.

Suatu ketika aku (NH) bertanya: “Pak, itu Pak …(X)… nawarin Heli kok dipun tolak?”

GD: "Ra sah numpak Heli, nanti kita lewat jalan darat saja sekalian mampir ziarah ke makam para ulama dulu yang tidak kamu kenal. Lha wong dia nyediain Heli karena ada maunya."

Kitab Kuning Digital

NH: "Nyuwun sewu gadah kepentingan napa Pak."

Kitab Kuning Digital

GD: “O dia lagi ada masalah, sekarang belum ada apa-apa tapi nanti bakalan diusut, dan jadi rame.”

NH: “O... ngaten to?” (Dan ternyata beberapa tahun kemudian memang pengusaha tersebut tersangkut masalah).

Akhirnya, rombongan kami pun sampai di kota Tegal dan langsung menuju ke lokasi acara di sebuah desa di selatan kota Tegal. Ribuan orang sudah memadati lapangan sejak pagi untuk mendengarkan taushiyah dari Gus Dur dalam acara haul salah satu kiai pendiri pesantren di Tegal.

Seperti biasa ketika acara berlangsung saya pergi memisahkan diri dari rombongan jalan-jalan di seputar lokasi acara sambil melihat langsung kehidupan masyarakat desa.

Selesai acara haul, rombongan kami hendak kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta api dari stasiun Tegal. Hiruk pikuk pun terjadi di stasiun Tegal. Semua pejabat di Tegal ikut mengantar keberangkatan beliau, tak lupa juga kepala stasiunnya. Masyarakat yang tidak menduga kalau Gus Dur akan naik KA berebut ingin bersalaman hanya ingin "ngalap barokah", suatu hal yang biasa di masyarakat NU.

Tiba waktunya kami berangkat di gerbong eksekutif yang sudah kami pesan duduk bersama dengan para penumpang yang sudah naik terlebih dahulu dari kota-kota sebelumnya. 15 menit setelah kereta api berjalan, Gus Dur memanggil pengawal kalau mau tidur di bawah saja. Kami pun bingung, aku beranikan diri menjawab: "Pak nyuwun sewu ini di Kereta pak."

Kata beliau: "Emang kenapa kalau di kereta? Rakyat kecil kalau naik kereta itu pada tiduran di bawah, cepet ndang to digelari koran."

Aku hanya terdiam mendengar jawaban beliau. Akhirnya, kursi kami putar posisi saling berhadapan dan di lantai kami gelari selimut. Dan dengan nikmatnya beliau tidur mendengkur tanpa mempedulikan status yang melekat pada dirinya (mantan Presiden RI ).

Kami pun akhirnya duduk di lantai KA dan mungkin karena sungkan para penumpang yang duduk dekat dengan kami akhirnya pada duduk di lantai mengobrol bersama dan diantaranya ada yang menitikkan air mata karena terharu melihat kerendahan hati beliau.

Tulisan ini hanya sebagai obat rindu kepada Gus Dur. Khushushan ila hadhrati Habibina Syech KH. Abdurrahman ad-Dakhil bin Abdul Wahid Hasyim, al-Fatihah. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/alasan-gus-dur-menolak-naik-heli-dan-memilih-kereta-api.html

Sabtu, 16 Maret 2013

Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh!

Kitab Kuning Digital - Selama ini masyarakat melihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) selalu menempelkan nama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun bila ditilik nama pengurus GNPF-nya, ternyata bukanlah pengurus MUI yang sedang menjabat. Masalahnya adalah kepentingan siapa yang menunggangi dan siapa ditunggangi? Siapa yang memanfaatkan dan siapa yang dimanfaatkan?

Berpikir ke depan, sebaiknya MUI minta secara resmi agar GNPF membubarkan diri. Kepolisian negara dapat mengawal permintaan MUI ini. Paling tidak, pembubaran dapat diagendakan setelah Pilgub DKI usai. Tidak ada alasan bagi MUI yang membiarkan GNPF hidup terus-menerus. Apalagi dibuat permanen.

Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh! - Kitab Kuning Digital
Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh! - Kitab Kuning Digital


Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh!

MUI harus berani tegas dengan pembubaran ini. Bila dibiarkan, mereka akan terus bawa-bawa nama MUI untuk kepentingan dan agendanya sendiri. Tarikan kepentingan yang dalam jangka panjang dapat menyulitkan MUI sendiri di lain waktu.

Kitab Kuning Digital

Bukan tidak mungkin, GNPF bisa tumbuh menjadi anak nakal yang sulit dikendalikan oleh MUI sendiri. Apalagi GNPF sampai tumbuh dan berkembang menjadi sel-sel perlawanan yang suka membuat gaduh kerukunan antar umat beragama sampai mengaduh-aduh.

MUI juga harus tegas tidak libatkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang anti Pancasila untuk ikut dalam setiap rapat dan kegiatan yang MUI adakan. Kehadiran mereka adalah citra buruk bagi MUI. Bila hal itu dibiarkan, akan membuat kecewa:

a). Ormas pendukung berdirinya MUI (NU, Muhammadiyah, dll),

Kitab Kuning Digital

b). Penyelenggara Negara, seperti Pemerintah, MPR, DPR, MK, dll,

c). Elemen masyarakat pendukung PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, & UUD 1945) seperti Parpol, Ormas, dll.

Semua ini dimaksudkan untuk mengembalikan bangsa dan negara dalam keseimbangan hemeostasis. Terajut dan harmoni kembali setelah Gaduh Ahok. Tidak perlu terus berkembang menjadi gerakan massa aksi, apalagi sampai menjadi faktor yang dapat men-destabilisasi keamanan nasional. Bhinneka dalam keharmonisan kita damba. [Kitab Kuning Digital/ hsg]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/bubarkan-saja-gnpf-biar-tidak-mengaduh-sampai-gaduh.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock