Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Maret 2017

Mulai dari Kinang Hingga Telur Kamal, Ini Filosofinya

Solo, Kitab Kuning Digital. Setiap diadakannya Tradisi Sekaten yang diadakan di Kota Surakarta, para pengunjung tentu tidak asing dengan beberapa benda sebagai berikut, yakni; kinang, pecut (cambuk), mainan gangsingan, celengan, dan telur.

Benda-benda ini, menurut Tafsir Anom K.R.T. Muhammad Muhtarom, memiliki filosofi tersendiri. Kinang misalnya, benda yang terdiri dari 5 unsur ini sebagai pembelajaran seseorang harus melaksanakan 5 rukun Islam.

Mulai dari Kinang Hingga Telur Kamal, Ini Filosofinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mulai dari Kinang Hingga Telur Kamal, Ini Filosofinya (Sumber Gambar : Nu Online)


Mulai dari Kinang Hingga Telur Kamal, Ini Filosofinya

Dalam kinang bila hanya menggunakan 3 unsur kinang maka sudah enak yang artinya bila kita mampu melaksanakan 3 rukun islam; syahadat, sholat dan puasa maka sudah baik. Sedangkan, dua unsur lainnya, zakat dan haji menjadi penyempurna, bila ada kemampuan, terang Muhtarom yang juga Ketua MWCNU Pasar Kliwon itu, Selasa (13/12).

Sementara itu, pecut memiliki makna bahwa kita harus berupaya mecut (mencambuk) hawa nafsu. Artinya mampu mengendalikan hawa nafsu, agar hidupnya selamat terarah, kata dia.

Kitab Kuning Digital

Kemudian, gangsingan yang artinya istiqamah. Ketika gangsingan diputar dengan putaran yang sangat kencang maka gerakan gangsingan akan stabil dan celengan, bermakna agar banyak menabung amal shalih.

Hidup di dunia ini pada hakikatnya permainan belaka diibaratkan dengan simbol berbagai dolanan (mainan). Ketika kita kita bisa mengambil nilai-nilai di atas maka hidup kita akan mencapai kesempurnaan maka dilambangkan dengan endok (telur) kamal, pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Kitab Kuning Digital

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73741/mulai-dari-kinang-hingga-telur-kamal-ini-filosofinya

Kitab Kuning Digital

Jumat, 23 Desember 2016

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Blitar, Kitab Kuning Digital. Pola dakwah wali Sembilan (wali songo) perlu diteladani oleh para kader dan penerus NU. Karena, pola yang dijalankan oleh para wali sederhana. Namun mengandung hikmah dan motivasi yang sangat tinggi.

Dalam berdakwah para wali ini tidak terlalu muluk-muluk dalam penyampaian. Namun, dinamis dalam pelaksanaannya," ujar Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar, KH Noer Hidaytulloh Dawami kepada NU Onlie tadi pagi (10/1), usai melakukan ziarah makam dan pendiri NU di Jatim, tadi pagi.

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)


Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Sitem dakwah para wali, lanjut Kiai Noer, tidak macem-macem. Baik pola maupun bahasanya. Sehingga masyarakat luas mudah menerima apa yang disampaikan.

Kitab Kuning Digital

Para wali itu semua hafal Quran dan hadits. Tapi mereka tidak banyak mengunakan dalil-dalil itu untuk disampaikan ke umatnya. Namun kandungannya yang dijlentrehkan berfaedah. Misalnya kenduri. Dulu kenduri itu bentuknya sesaji kepada mahluk gaib. Namun oleh wali diluruskan bahwa kenduri itu bagian dari shodaqoh. La shodaqoh itu bagian dari li dafil balak (menjauhkan dari mara bahaya)," ungkap Kiai Noer yang juga pengasuh pesantren Darur Roja Selokajang ini.

Jadi dakwahnya sangat sederhana. Namun mengena. Para wali tahu ini Jawa bukan Arab. Sehingga melalui tradisi dan buya itulah para wali bisa menyebarkan Islam di Jawa secara damai. Ini yang perlu diteladani," tambahnya.

Kitab Kuning Digital

Sebagimana diketahui, sukses pelaksanaan dan hasil dalam konfercab NU Kabupaten Blitar. Panitia konfercab, melakukan safari ziarah wali dan pendiri NU di Jatim. Acara dilaksanakan, 8-9 Januari 2013 kemarin. Ziarah yang diikuti anggota panitia berjumlah sekitar 55 orang itu mengambil rute, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Surabaya dan Jombang.

Ziarah kita mulai dari Tuban, lalu ke Lamongan, terus Gresik. Tiba di Gresik pas waktu subuh. Habis Subuhan, kita ziarah ke makam Sunan Giri. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Bangkalan untuk ziarah ke makam Syakhona Cholil. Usai dari Bangkalan, rombongan menuju ke Ampel Surabaya, jelas Masduki, ketua panitia.

Tiba di Ampel, lanjut Masduki, waktu sudah menunjukkan pukul 14.00. Padahal, rombongan masih belum ke Troloyo Mojokerto dan Tebuireng Jombang. Karena waktunya mepet, maka perjalanan dilanjutkan ke Jombang. Untuk ziarah ke makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Namun sayang, tiba di Tebuireng waktu sudah menunjukkan pukul 17.15 menit. Pintu gerbang pesarehan sudah tutup. Yak arena tutup kit abaca tahlil di depan pintu masuk di sebelah barat. Toh hal ini tidak mengurangi pahala tahlil," ujar Masduki menghibur. Setelah itu, rombongan pulang ke Blitar melalui jalur Pare dan Kediri. Tadi malam sekitar jam 22.00 kita sampai di Blitar," tambahnya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41694/pola-dakwah-wali-songo-perlu-diteladani

Kitab Kuning Digital

Jumat, 16 September 2016

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

Blitar, Kitab Kuning Digital. Kabar beredarnya bakso bercampur daging babi di beberapa daerah, mendapat respon NU dan MUI di Blitar dan Tulungagung, meski di dua daerah itu belum secara nyata ditemukan bakso bercampur babi.

Kami minta pemerintah Blitar mengambil langkah antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi di Blitar," ungkap Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai, pada Kitab Kuning Digital Blitar Imam Kusnin, Selasa (18/12).

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)
Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)


Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

Pasalnya, beredarnya rumor tersebut memicu keresahan masyarakat. Pemkab atau dinas instansi terkait harus pro aktif kelapangan, yakni untuk memastikan indikasi terjadinya pencampuran daging babi kemakanan seperti bakso jangan sampai terjadi," jelas Kiai Dain.

Apalagi, sebagian besar masyarakat Blitar dan Tulungagung merupakan warga muslim. Umat Islam harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan," tambah Gus Dain panggilan akrab Kiai KH Masdain Rifai.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Hal senada juga dinyatakan oleh Ketua MUI Tulungagung, KH Mohammad Hadi Mahfudz. Menurutnya, masalah ini harus disikapi sejak dini oleh pemerintah. Dan jangan sampai memicu keresahan masyarakat.

Pada kesempatan itu Gus Dain maupun Kiai Hadi, meminta kepada pedagang daging atau makanan yang mengandung unsur daging sapi bersedia bekerjasama dengan pemerintah. Pasalnya, jika ketahuan masyarakat yang rugi adalah pedagang itu sendiri.

Kami meminta kepada pedagang tidak asal menjual produk dagingdaging haram, khususnya kepada masyarakan muslim," tambah Kiai Hadi.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41328/blitar-tulungagung-waspadai-bakso-babi

Kitab Kuning Digital

Rabu, 03 Agustus 2016

Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat

Cirebon, Kitab Kuning Digital. Menggandeng LP Maarif NU Cirebon, pelajar NU Cirebon akan menandatangani kerja sama dengan tujuh puluh kepala sekolah sekabupaten Cirebon. Penandatangan ini merupakan upaya bersama untuk mendirikan komisariat IPNU dan IPPNU di sekolah masing-masing.

Penandatangan kesepahaman ini akan dilangsungkan pada Ahad (20/4) mendatang di STAI Bunga Bangsa Cirebon jalan Widasari III Tuparev, Cirebon.

Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat

Kecuali pendirian, mulai tahun ajaran baru 2014-2015 OSIS di lingkungan sekolah Maarif NU akan diganti menjadi PK IPNU dan PK IPPNU, kata Ketua PC IPPNU kabupaten Cirebon Putri Hidayani, Senin (14/4) malam.

Kitab Kuning Digital

Sosialisasi pendirian komisariat ini, sambung Putri, berupa pemberian lebih dari pengenalan IPNU-IPPNU untuk para kepala sekolah agar mereka memahami fungsi IPNU-IPPNU di sekolah mereka.

Sengaja kita mengundang kalangan kepala sekolah atau wakasek bidang kesiswaan, karena selama ini kendala IPNU-IPPNU Cirebon untuk mendirikan komisariat mendapat penolakan dari kepala sekolah. Mereka menilai kehadiran OSIS sudah memadai. Padahal komisariat IPNU dan IPPNU bukan sekadar untuk mewadahi kegiatan siswa semata, tegas Putri.

Kitab Kuning Digital

Di samping itu, mereka pemegang kebijakan di sekolah untuk selanjutnya menginstruksikan kepada warga sekolah agar merealisasikan pendirian komisariat di sekolah yang mereka pimpin.

Sosialisasi pendirian komisariat ini diadakan dalam rangka menindaklanjuti surat instruksi PP IPPNU dan PP LP Maarif NU terkait pendirian PK di sekolah-sekolah untuk mengembalikan IPNU-IPPNU sebagai organisasi intrapelajar NU.

Jumlah sekolah yang diundang sekitar 70 sekolah baik sekolah yang berada di bawah naungan LP Maarif NU maupun sekolah yang dikelola warga NU. (Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51431/pelajar-nu-cirebon-ganti-osis-sekolah-sekabupaten-dengan-komisariat

Kitab Kuning Digital

Senin, 27 Juni 2016

Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal

Purworejo, Kitab Kuning Digital. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Uama (IPPNU) Kecamatan Loano, Bener, dan Kaligesing di Kabupaten Purworejo mengadakan acara Hiking Massal dengan tema "Gerakan Pungut Seribu Sampah" pada Ahad (7/9).

Kegiatan yang diikuti seratusan kader IPNU-IPPNU dari tiga kecamatan tersebut, beberapa klub pecinta alam dan pecinta musik juga bergabung. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 di halaman SD Negeri Kembaran. Pemberangkatan dipimpin langsung Komandan CBP Kabupaten Purworejo, Anies Fahmi.

Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal

Peserta dari berbagai komunitas dioplos dan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Sebelumnya panitia sudah membagikan potongan-potongan peta dengan kode khusus kepada setiap peserta. Potongan peta ini harus disatukan dengan peserta lain yang berkode sama sehingga membentuk satu peta utuh. Peserta tampak antusias menyusun peta yang akan memandu perjalanan mereka ini.

Sekitar pukul 09.30 rombongan peserta sampai di pos 1 yang bertempat di Desa Sedayu. Di Pos 1 ini setiap peserta wajib mengisi soal jalan yang berkaitan dengan kegiatan pecinta alam. Setelah Pos 1 perjalanan semakin menanjak. Beberapa peserta tampak mulai kelelahan. Apalagi jarak Pos 1 dan Pos 2 yang masuk Desa Ngargosari lumayan jauhm yakni sekitar 4 Km. Di Pos 2 panitia membagikan air mineral dan roti untuk isi ulang tenaga.

Kitab Kuning Digital

Pukul 11.30 peserta memasuki Pos 3 yang terletak di Desa Benowo, Kecamatan Bener. Di Pos 3 ini seluruh kelompok yang terpisah bergabung lagi menjadi satu untuk mengikuti seremonial dan pentas seni. Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian disusul dengan penampilan yel-yel dan pentas kekompakan dari masing-masing kelompok. Memasuki waktu dzuhur seluruh peserta Shalat Berjamaah terlebih dahulu.

Kitab Kuning Digital

Pukul 13.00 seluruh peserta berangkat bersama-sama menuju Puncak Gunung Kunir yang terletak di Desa Sikunir, Kecamatan Kaligesing. Medan terakhir ini jauh lebih sulit karena melewati jalanan tanah kecil yang sangat curam. Panitia bahkan harus menggunakan tambang untuk mempermudah peserta naik ke puncak. Di Puncak, seluruh peserta diberi waktu beristirahat dan menyantap bekal masing-masing.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembekalan dan orasi. Sekitar pukul 15.30 acara resmi ditutup dengan pemberian hadiah untuk kelompok terbaik dan foto-foto bersama di puncak gunung.

Di sela-sela acara, Ketua Panitia Anies Fahmi menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih mental dan mengenalkan jiwa mencintai alam pada kader-kader IPNU-IPPNU. "Kita bertujuan agar kader mempunyai mental yang kuat, tangguh dalam berjuang, dan bisa mencintai alam juga sesama. Selain itu kegiatan ini juga untuk mengenalkan salah satu wisata alternatif di Kabupaten Purworejo," terang Fahmi.

Sekitar pukul 16.00 seluruh peserta turun dengan diantar mobil pick up terbuka. Sampah yang berhasil dikumpulkan dibakar bersama. Hiking Massal ini total menempuh jarak 10 Km berjalan kaki dengan melalui 5 desa di 3 Kecamatan. (Muhammad Hidayatullah/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54374/pelajar-nu-3-kecamatan-purworejo-gelar-hiking-massal

Kitab Kuning Digital

Minggu, 08 Mei 2016

Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella

Kudus, Kitab Kuning Digital. Departeman Keputrian IPPNU kecamatan Jati kabupaten Kudus setiap bulan mengasah keterampilan kadernya di tingkat ranting dan komisariat. Departemen ini mengadakan pelatihan membuat Selai Rosella di TPQ Maslichah, Jati Kulon, Kudus, Jumat (16/1).

Pelatihan sekali sebulan ini melatih para anggota IPPNU untuk membuat berbagai makanan dan kerajinan tangan.

Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella (Sumber Gambar : Nu Online)
Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella (Sumber Gambar : Nu Online)


Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella

Mereka menyediakan berbagai sarana untuk membuat Selai Rosella seperti meja, kompor gas, wajan, panci, dan lain sebagainya. Selain perkakas, bahan-bahan selai juga dihadrikan mulai dari bunga Rosella yang sudah kering, air, tepung Maizena, gula putih, dan vanilla pasta.

Para peserta dipersilakan mengaduk adonan yang sudah ada di atas wajan. Setelah Selai Rosella sudah jadi, mereka mencicipi hasilnya. Mereka mencicipi selai itu dengan mengoleskannya di lembaran roti tawar. Selain anggota IPPNU, sebagian peserta terdiri atas kader IPNU.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Ketua IPPNU Jati Irlina Hikmawati mengatakan, Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara membuat selai Rosella. Pelatihan ini diharapkan untuk diteruskan di tingkat ranting agar produknya segera dipasarkan sebagai pemasukan keuangan bagi ranting.

Irlina menambahkan, pelatihan ini sekurangnya memberikan bekal pengalaman kreatif bagi para calon ibu yang kini menjadi anggota IPPNU. Dengan bekal ini, mereka diharapkan mampu mengembangkan diri agar bisa membuat bermacam-macam makanan dan kerajinan tangan lainnya yang berdaya saing. (Dedi Hemanto/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57042/keputrian-ippnu-jati-latih-keterampilan-membuat-selai-rosella

Kitab Kuning Digital

Jumat, 05 Februari 2016

Lakpesdam Jombang Ajak Masyarakat Tanggap Bencana

Jombang, Kitab Kuning Digital. Lakpesdam NU Jombang mengajak masyarakat untuk siap menghadapi bencana alam. Kabupaten Jombang merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor dan angin putting beliung.

Kita harus bisa memetakan daerah yang berpotensi terjadi bencana baik bencana banjir, kekeringan atau karena angin putting beliung,ujar Ketua Lakpesdam NU Jombang, Hasbiyallah Darajat saat menggelar Rembug warga memetakan potensi bencana membangun komitmen bersama di Hotel Yusro, Kamis (20/12).

Lakpesdam Jombang Ajak Masyarakat Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Jombang Ajak Masyarakat Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)


Lakpesdam Jombang Ajak Masyarakat Tanggap Bencana

Dalam kegiatan pemetaan potensi bencana kemarin, hadir Anggota DPRD, Solihin Rusli, Sudarmawan dari BPBD , Wicaksono SP dari Bappeda, Bambang Dwijo dari Dinas PU, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertamanan, Rene Picasso Manopo Manajer Program Penguruangan Bencana dan spesialis tanggap bencana serta perwakilan ormas dan relawan tanggap bencana di kabupaten Jombang.

Kitab Kuning Digital

Sudarmawan dari BPBD mengatakan, Pemetaan Wilayah Potensi Bencana Kabupaten Jombang; menjadi sangat penting ketika kita hendak melakukan penanggulangan bencana. Peta yang ada di kami adalah peta berdasarkan kasus yang telah terjadi, dan peta ini penting untuk melakukan tindakan,ujarnya.

Senada dikatakan Wicaksono, upaya penanganan dan pengurangan risiko bencana secara kompresensif menjadi hal yang urgen, dimana hal itu sangat membutuhkan Komitmen bersama semua pihak. Semuanya harus terlibat, bukan hanya pemerintah saja, ujarnya.

Kitab Kuning Digital

Dikatakannya, dalam penanganan bencana ada pergeseran paradigma. Diantaranya adalah penanganan bencana tidak lagi berfokus pada aspek tanggap darurat, namun lebih pada keseluruhan manajemen risiko.

Perlindungan masyarakat dari ancaman bencana oleh pemerintah merupakan wujud pemenuhan hak azasi rakyat, namun bukan semata-mata kewajiban pemerintah. Penanganan bencana bukan lagi menjadi tanggung jawab Pemerintah, namun menjadi urusan bersama masyarakat, tandasnya.

Sementara itu, Bambang Dwijo dari Dinas PU, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertamanan mengatakan, fenomena seringnya terjadi bencana, baik Longsor, Banjir, Gempa, tsunami, Putting beliung, jelas menimbulkan kerugian yang besar seperti korban meninggal, hilangnya harta benda, kerusakan lingkungan permukiman beserta sarana prasarana penunjang kehidupan manusia dan aktivitasnya.

Ini menunjukkan adanya Indikasi kuat terjadinya ketidakselarasan dalam pemanfaatan ruang, yaitu antara manusia dengan kepentingan ekonominya dan alam dengan kelestarian lingkungannya, ujarnya.

Di kabupaten Jombang daerah yang rawan bencana dinataranya adalah, Bareng, Wonosalam, Mojowarno, Mojoagung, Sumobito, Kabuh, Kudu dan Plandaan daerah ini rawan bencana seperti erosi dan tanah longsor, karena faktor kemampuan tanah, terutama kemiringan tanah, curah hujan dan penutup tanah.

Beberapa daerah juga rawan bencana banjir diantaranya wilayah Mojoagung karena wilayah ini menjadi pertemuan 3 sungai yakni sungai Gunting, Catakgayam, Jiken. Banjir juga sering terjadi di Kecamatan Kesamben, Tembelang, Megaluh, Peterongan, Jombang, Bandarkedungmulyo, Sumobito, Mojoagung, Gudo, Jogoroto, Mojowarno, dan Diwek. Luas kawasan rawan banjir 1.585,72 Ha.

Disamping itu, wilayah utara sungai Brantas yang menjadi langganan banjir akibat luapan sungai Marmoyo adalah di kecamatan Plandaan, Ngusikan, Kudu dan Ploso.

Sedangkan wilayah rawan bencana akibat angin puting beliung adalah Kecamamatan Bandarkedungmulyo meliputi Desa Mojokambang Dusun. Mojotengah, Kemendung, Krembung, Wonorejo. Kecamatan Perak meliputi Desa Plosogenuk, Desa Kalangsemanding dan Desa Glagahan kemudian. Kecamatan Ngoro diantaranya Desa Genukwatu, Desa Ngoro Desa Sugihwaras, Desa Gajah, Kauman, Dusun. Genggeng, Desa. Rejoagung.. Sementara untuk Kecamatan Tembelang. bencana alam akibat angin ini ribut ini sering terjadi di Desa Gabusbanaran,. Sentul desa Pesantren.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41360/lakpesdam-jombang-ajak-masyarakat-tanggap-bencana

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock