Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2016

Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU

Kitab Kuning Digital - Ada saja cara-cara yang digunakan oleh Netizen NU di jagad Twitter untuk meramaikan kekonyolan muslimin cyber sebelah yang suka memancing-mancing agar situsasi politik makin yak nah.

Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU - Kitab Kuning Digital
Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU - Kitab Kuning Digital


Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU

Soal kasus Ahok yang "melecehkan" Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin pun dipanasi mereka. Mengaku pembela ulama, cyber sebelah mengajak nahdliyyin ikut turun ke jalan. Bahkan yang ada menggoreng berita dengan judul-judul provokatif mengajak perang. Duh duh duh.

Mereka yang selama ini menyerang NU dan kiai nya, yang dianggapnya tidak membela ulama, tidak membela Al-Quran karena PBNU tidak menyarankan warganya ikut aksi bela Islam berjilid-jilid itu, mendadak simpatik kepada NU. Dengan santai, satir, main-main namun kritis, Netizen NU pun meramaikan fenomena ini dengan tagar #MendadakNU di twitterland.

Mendadak NU Trending Topic di Tweetland Pantauan Kitab Kuning Digital, tagar #MendadakNU inisiasi Netizen NU jadi trending topic selama 20 jam, terhitung sejak pukul 01.00-20.00 WIB, Kamis (02/02/2017). Menelusuri cuitan yang menggunakan tagar itu pun sangat mudah. Banyak komentar dan pendapat yang bertebaran di Twitter yang dihembuskan manusia-manusia kompor untuk mengalihkan panasnya nalar kepada nahdliyyin.

"Berbagai pernyataan yang memanaskan situasi seolah mewakili warga NU, cukup ramai dalam jagad maya dan semua orang #MendadakNU. Beliau sadar bahwa banyak pihak yang akan menjadikan dirinya menjadi mesin pembakar massa yang berujung konflik. Terima kasih Pak Kiai, ulama NU kembali memperlihatkan sikap kenegarawanan yang berulang kali diuji dalam sejarah masa kritis Indonesia," kata Kang Dedi Mulyadi dalam akun twitternya.

Bahkan, ada broadcast lucu bernada satir yang disebar Netizen NU hingga viral. Ini dia:

MENG-NU

Dulu, Gus Dur, mantan Ketua PBNU, disebut buta mata buta hati,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang malah senang.

Dulu, Cak Nun, budayawan NU, disebut Kiai Gila,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang ikut nyebut gila

Dulu, Habib Qurays Shihab, partner diskusi para Kiai NU, difitnah Syiah,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang ikut nyebarin fitnahnya Jonru..

Dulu, Gus Mus, Rais Am PBNU, dibilang penyair yang sok Kiai,

Orang NU marah, yang lain diam, malah ada yang tepuk tangan.

Dulu, Yai Said, Ketua PBNU, dibilang Kiai Sesat, Kiai Anus,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang ikut-ikutan nyebut sesat dan anus.

Kini, Yai Ma'ruf, Rais Am PBNU, diragukan keahliannya,

Orang NU marah, yang lain ikut marah.

Alhamdulillah, memang benar, katanya semua akan jadi NU pada waktunya (y)

Cuma tetap ada bedanya. Antara NU lama dan NU dadakan.

Orang NU lama marahnya tetap memegang adab,

Orang NU dadakan sepertinya sudah siap saling cabut nyawa.

Karena mendadak ramai orang-orang bicara NU dan lagak membela Kiai NU, namun anti amaliyah NU macam tahlilan, manaqiban, maulidan, salah satu Netizen NU ada yang usil mengusulkan kepada PBNU agar 1 Februari dijadikan sebagai "Hari Mendadak NU". Hahaha. Ini statusnya.

Hari Mendadak NU Jika setuju usulan di atas, berarti Anda bagian dari yang merawat persatuan negeri ini. Jika malah merespon dengan nada ingin perang, apa Anda umat kompor? Begitulah. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/gaduh-1-februari-diusulkan-ke-pnu-sebagai-hari-mendadak-nu.html

Senin, 27 Juni 2016

Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal

Purworejo, Kitab Kuning Digital. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Uama (IPPNU) Kecamatan Loano, Bener, dan Kaligesing di Kabupaten Purworejo mengadakan acara Hiking Massal dengan tema "Gerakan Pungut Seribu Sampah" pada Ahad (7/9).

Kegiatan yang diikuti seratusan kader IPNU-IPPNU dari tiga kecamatan tersebut, beberapa klub pecinta alam dan pecinta musik juga bergabung. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 di halaman SD Negeri Kembaran. Pemberangkatan dipimpin langsung Komandan CBP Kabupaten Purworejo, Anies Fahmi.

Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal

Peserta dari berbagai komunitas dioplos dan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Sebelumnya panitia sudah membagikan potongan-potongan peta dengan kode khusus kepada setiap peserta. Potongan peta ini harus disatukan dengan peserta lain yang berkode sama sehingga membentuk satu peta utuh. Peserta tampak antusias menyusun peta yang akan memandu perjalanan mereka ini.

Sekitar pukul 09.30 rombongan peserta sampai di pos 1 yang bertempat di Desa Sedayu. Di Pos 1 ini setiap peserta wajib mengisi soal jalan yang berkaitan dengan kegiatan pecinta alam. Setelah Pos 1 perjalanan semakin menanjak. Beberapa peserta tampak mulai kelelahan. Apalagi jarak Pos 1 dan Pos 2 yang masuk Desa Ngargosari lumayan jauhm yakni sekitar 4 Km. Di Pos 2 panitia membagikan air mineral dan roti untuk isi ulang tenaga.

Kitab Kuning Digital

Pukul 11.30 peserta memasuki Pos 3 yang terletak di Desa Benowo, Kecamatan Bener. Di Pos 3 ini seluruh kelompok yang terpisah bergabung lagi menjadi satu untuk mengikuti seremonial dan pentas seni. Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian disusul dengan penampilan yel-yel dan pentas kekompakan dari masing-masing kelompok. Memasuki waktu dzuhur seluruh peserta Shalat Berjamaah terlebih dahulu.

Kitab Kuning Digital

Pukul 13.00 seluruh peserta berangkat bersama-sama menuju Puncak Gunung Kunir yang terletak di Desa Sikunir, Kecamatan Kaligesing. Medan terakhir ini jauh lebih sulit karena melewati jalanan tanah kecil yang sangat curam. Panitia bahkan harus menggunakan tambang untuk mempermudah peserta naik ke puncak. Di Puncak, seluruh peserta diberi waktu beristirahat dan menyantap bekal masing-masing.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembekalan dan orasi. Sekitar pukul 15.30 acara resmi ditutup dengan pemberian hadiah untuk kelompok terbaik dan foto-foto bersama di puncak gunung.

Di sela-sela acara, Ketua Panitia Anies Fahmi menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih mental dan mengenalkan jiwa mencintai alam pada kader-kader IPNU-IPPNU. "Kita bertujuan agar kader mempunyai mental yang kuat, tangguh dalam berjuang, dan bisa mencintai alam juga sesama. Selain itu kegiatan ini juga untuk mengenalkan salah satu wisata alternatif di Kabupaten Purworejo," terang Fahmi.

Sekitar pukul 16.00 seluruh peserta turun dengan diantar mobil pick up terbuka. Sampah yang berhasil dikumpulkan dibakar bersama. Hiking Massal ini total menempuh jarak 10 Km berjalan kaki dengan melalui 5 desa di 3 Kecamatan. (Muhammad Hidayatullah/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54374/pelajar-nu-3-kecamatan-purworejo-gelar-hiking-massal

Kitab Kuning Digital

Kamis, 11 Juni 2015

Mari Membunuh Indonesia dengan Jargon Rokok Membunuhmu!

Kitab Kuning Digital - Mengapa ada iklan "Rokok Membunuhmu" namun rokok masih diproduksi dan tidak ada pabrik rokok yang ditutup? Membunuh tapi tetap dibiarkan? Membunuh tapi tetap dilegalkan, apa ini pembunuhan yang legal jika benar merokok membunuh. Adakah agenda tersembunyi dari dinamika ini? Tahukah Anda bahwa balik logika kesehatan itu ada keserakahan kaum kapitalis asing yang hendak menguasai bisnis global di bidang kretek?

Mari Membunuh Indonesia dengan Jargon Rokok Membunuhmu! - Kitab Kuning Digital
Mari Membunuh Indonesia dengan Jargon Rokok Membunuhmu! - Kitab Kuning Digital


Mari Membunuh Indonesia dengan Jargon Rokok Membunuhmu!

Pertarungan politik bisnis internasional menyebabkan Indonesia kehilangan kekayaan negeri sendiri. Dulu, Indonesia pernah berjaya dengan penjualan minyak Mandar (Sulawesi Selatan), namun kini telah diluluhlantakkan dengan bombardir minyak sayur.

Isu medianya menyebutkan bahwa minyak mandar tidak baik untuk kesehatan oleh Amerika. Hal itulah yang kini juga diberlakukan pada produk rokok kretek. Lewat WHO, WTO, pemerintahan Indonesia diingatkan soal bahaya nikotin tinggi dalam rokok.

Begitu pula yang terjadi dalam komoditas lokal gula, garam, jamu dan obat herbal. Julukan pulau sejuta emas untuk pulau Selayar pun lenyap cerita. Mungkin tak banyak yang tahu kalau di daratan Sulawesi di tahun 1960-an adalah hamparan pulau kelapa yang menjadi tambang hidup rakyat.

Kelapa sering disebut emas hijau berkibar-kibar di sepanjang jazirah Sulawesi, hingga tiba badai jatuhnya harga kopra dunia di tahun 1980. Ditambah dengan derasnya kampanye perang anti kelapa, benar-benar mengubur minyak kelapa. Pada tahun 90-an, negeri Uwak Sam, Amerika, getol mengampanyekan bahaya minyak kelapa bagi kesehatan. Sebagai gantinya diperkenalkanlah minyak kedelai yang lebih bersahabat dengan kesehatan.

Indonesia yang sudah berabad-abad menggunakan minyak kelapa akhirnya takluk juga. Pelan tapi pasti minyak kelapa dijauhi, membuatnya tak laku dan industri ini pun gulung tikar. Hal yang sama terjadi pada gula. Tahun 1930-an, Indonesia produsen gula nomor dua dunia di bawah Kuba. Tapi sejak tuan International Monetary Fund (IMF) datang ke Indonesia tahun 1998, yang memaksa pemerintah melepas tata niaga, termasuk diantaranya gula, maka gula import membanjir. Sejak itu pula tamatlah industri lokal surga para semut itu.

Sementara garam pernah berjaya di tanah air sendiri pada 1990-an. Kita bahkan mengekspor ke manca negara. Tapi sejak Akzo Nobel gencar kampanye garam yodium, pabrik-pabrik garam nasional bangkrut. Jamu juga mengalami nasib tragis. Posisinya sudah kian tersudut oleh obat farmasi modern. Herbal diragukan keampuhannya. Dukungan pemerintah juga minim. Jangan kaget temulawak dipatenkan oleh anak perusahaan LG, Korea Selatan.

Lagi dan lagi, pemerintah Indonesia menggunakan kacamata kuda dengan temuan baru yang dibungkus rapi dalam baju akademis dan kesehatan.

Kampanye inte[l]nasional disambut karpet merah, sementara industri lokal yang menjadi korban kampanye tak disokong, baik dalam bentuk kredit, subsidi, tekonologi, riset, proteksi harga dan lainnya.

Sementara industri tembakau lamban tapi pasti mengikuti jejak matinya kopra, gula, garam, jamu. Tembakau kini kian tersisih peredarannya seiring dengan aneka beleid baru yang membatasinya. Tak lama setelah Soeharto jatuh, medio 1999, menyeruaklah isu perlunya pembatasan kadar kandungan tar dan nikotin.

Dengan berlindung di balik isu kesehatan, beleid pembatasan tembakau akhirnya disahkan tahun 2009. Industri rokok kretek terpukul, sementara rokok putih diuntungkan. Dengan slogan "low tar, low nicotin", rokok kretek sempoyongan, sementara rokok putih yang menggunakan tembakau Virginia masih di atas angin, padahal selama ratusan tahun rokok putih tak pernah bisa menggeser rokok kretek.

Dalam buku "Membunuh Indonesia. Konspirasi Global Penghancuran Kretek" diulas tentang adanya perang global melawan tembakau. Kampanye anti tembakau sesungguhnya bermula dari persaingan bisnis nikotin antara industri farmasi dengan industri tembakau di Amerika Serikat. Perusahaan farmasi berkepentingan menguasai nikotin sebagai bahan dasar produk Nicotine Replacement Therapy (NRT).

Di dalam negeri ada dua sisi yang bertolak belakang. Di satu sisi kebijakan anti tembakau sukses besar. PP tembakau sudah direvisi berkali-kali, puluhan perda anti tembakau, UU Kesehatan dan RPP Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif sedang digodog, kawasan dilarang merokok dibuat, iklan rokok pun tak selonggar dulu.

Sementara di sisi lain, impor tembakau meningkat tajam. Tahun 2003 sebesar 29.579 ton naik menjadi 35.171 ton di 2004. Hingga 2008 mencapai 77.302 ton. Dalam waktu lima tahun ada kenaikan 250 persen. Impor cerutu juga naik. Rata-rata kenaikan 197,5 persen per tahun. Tahun 2004 impor cerutu masih US$ 0,09 juta, di tahun 2008 naik menjadi 0,979 juta.

Philips Morris mencaplok Sampoerna (2005) dan BAT mengakuisi Bentoel (2009). Perusahaan farmasi yang menjual terapi rokok juga kian populer di Indonesia. (Industri kretek yang masih berada di tangan pihak Indonesia adalah Djarum, Gudang Garam, Djeruk dari daerah Kudus, Wismilak.)

Selamat datang penguasa rokok dunia, selamat tinggal industri rokok kretek yang megap-megap menjelang ajal kematian. Industri kretek dalam negeri yang memayungi hampir 30 juta orang yang bekerja di sektor ini.

Lambat tapi pasti rokok kretek menuju liang kematian yang sebelumnya telah ditempati kopra, gula, garam, jamu, dan puluhan lainnya.

Buktinya, iklan "Rokok Membunuhmu" hadir melalui Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012. Spirit PP tersebut menghancurkan industri kretek nasional untuk digantikan oleh rokok putih milik Phillip Morris dan BAT.

Kampanye "Rokok Membunuhmu" disponsori oleh Bloomberg Initiative, sebuah lembaga berkedudukan di Amerika Serikat. Bloomberg Initiative mengumumkan bahwa lembaga itu menyeponsori (membiayai) ilmuwan, kaum profesional, lembaga penelitian, lembaga yang mengamati produk dan kenyamanan hidup masyarakat yang membelinya, juga, termasuk, menyeponsori lembaga keagamaan, agar membuat fatwa haram atas rokok. Jadi jelas bahwa ada laku manusia yang mencerminkan keserakahan global.

Banyak pihak dipengaruhi dengan duit. Para pejabat di departemen, tingkat menteri, di bawah menteri, gubernur, bawahannya, bupati atau wali kota dan bawahan mereka, semua menjadi korban yang berbahagia karena limpahan duit yang tak sedikit jumlahya untuk masing-masing pihak. Mereka menjadi korban kecil karena harus membuat aturan dan sejumlah larangan merokok, yang mungkin tak sepenuhnya cocok dengan hati nurani.

Tapi apa artinya hati nurani di jaman edan ini dibanding duit melimpah? Para pejabat itu rela membunuh hati nurani mereka sendiri demi uang.

Rokok kretek kita sangat khas. Dan di negeri orang bule, kretek kita mengantam telak perdagangan rokok putih mereka. Kretek unggul. Dan karena itu mereka berhitung bagaimana kretek bisa mereka caplok.

Berbeda dengan penemuan Prof Sutiman Bambang Sumitro dari Pusat Penelitian Peluruhan Radikal Bebas di Malang. Setelah penelitian belasan tahun, salah satu bukti ilmiah yang ditemukan adalah asap rokok memang mengandung zat merugikan, namun tak cukup kuat sebagai penyebab kanker.

Lebih jauh lagi, teori Prof Sutiman menyatakan, rokok menyebabkan kanker kebanyakan hanya hasil pengolahan data di rumah sakit, bukan di lapangan. Jadi, asal ada pasien mengidap kanker, dan kebetulan dia merokok, serta-merta rokok lah yang dituding sebagai penyebab tunggalnya.

Variabel-variabel lain yang terkait dengan gaya hidup si pasien, semisal 'asupan' polusi asap kendaraan, konsumsi MSG, dan sebagainya, diabaikan. Metode semacam itu jelas melanggar kaidah eksperimen ilmiah.

Dengan teori baru hasil penelitian ilmuwan bangsa sendiri tersebut, menjadi cukup jelas kenapa di sekitar kita banyak perokok aktif yang tetap sehat sampai lanjut usia.

Banyak tokoh nasional yang perokok kretek tetap bugar dan produktif hingga usia senja. Sebut saja misalnya Haji Agus Salim, mantan Menteri Pendidikan Prof Fuad Hasan, penulis besar Pramoedya Ananta Toer, master menggambar Pak Tino Sidin, tokoh Muhammadiyah Prof Malik Fadjar, dan masih banyak contoh lain.

Industri rokok disasar ingin dijatuhkan karena sudah memberikan sumbangan berharga bagi struktur ekonomi Indonesia. Kekuatan industri kretek itu setidaknya karena beberapa hal. Pertama, tumbuh berkembang dan bertahan lebih dari satu abad tanpa ketergantungan modal pada negara. Kedua, menggunakan hampir 100% bahan baku dan konten lokal.

Ketiga, terintegrasi secara penuh dari hulu ke hilir dengan melibatkan tak kurang dari 30,5 juta pekerja langsung maupun tak langsung. Keempat, industri melayani 93% pasar lokal. Dengan karakter sekokoh itu, tak ayal industri kretek menjadi salah satu prototipe kemandirian ekonomi nasional.

Kekuatan inilah yang diincar neo-kolonialis gaya baru ingin menguasai industri rokok, tapi dengan mematahkan ketangguhan industri kretek Indonesia. Caranya lewat kampanye anti yang sekarang diganti dengan jargon Rokok Membunuhmu. [Kitab Kuning Digital]

Sumber Info: Buku Membunuh Indonesia. Konspirasi Global Penghancuran Kretek

Penulis: Abhisam DM, Hasriadi Ary, Miranda Harlan

Penyunting: Abhisam DM

Penerbit: Kata Kata Terbit: Desember 2011

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/mari-membunuh-indonesia-dengan-jargon-rokok-membunuhmu.html

Minggu, 28 September 2014

Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) H Arief Mudatsir Mandan meninggal dunia Senin (10/11) tadi pagi sekitar 05.45 WIB. Sahabat Arief Mudatsir dipanggil kehadirat-Nya setelah menjalani perwatan di RS OMNI Alam Sutera BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus sahabat dekat almarhum H. Arvin Hakim Thoha. Menurut Arvin, jenazah disemayamkan di Fontaineblue Residence No 81 Bumi Serpong Damai Tangerang.

Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)


Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia

Rencananya jenazah baru akan dimakamkan pada Selasa (11/10) besok pada pukul 08.00 WIB di Pemakaman Tanah Kusir Jakarta Selatan.

Kitab Kuning Digital

Dr. H. Arief Mudatsir Mandan, M.Si. lahir di Jepara pada 11 November 1956. Selain memimpin IKA-PMII menggantikan H Ahmad Bagdja, ia aktif sebagai politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Di NU, ia pernah menjadi Direktur Pengurus Pusat Lakpesdam NU dan ketua Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor. Sahabat Arif adalah Ketua Forum Indonesia Satu, salah satu lembaga kajian strategis yang menjadi tempat berkumpul para alumni PMII dan telah menghasilkan banyak karya. (A. Khoirul Anam)

Kitab Kuning Digital

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55635/innalillah-ketua-ika-pmii-meninggal-dunia

Sabtu, 16 November 2013

PWNU dan PCNU Antusias Sambut Puncak Harlah NU

Jakarta, Kitab Kuning Digital. PWNU dan PCNU di Jawa dan Lampung sangat antusias dalam menyambut puncak harlah ke-85 NU yang rencananya akan diselenggarakan di gelora Bung Karno Ahad, 17 Juli 2011 mendatang.

Wakil Ketua Panitia Harlah H Arvin Hakim Thoha menuturkan, berdasarkan konfirmasi dari berbagai daerah, mereka saat ini telah mendata warga NU yang siap berangkat ke Jakarta. Bukan hanya seputar dari Jawa Barat dan Banten yang dekat dengan Jakarta, Nahdliyyin di ujung timur pulau Jawa, yaitu di PCNU Banyuwangi telah menyediakan delapan bis ke Jakarta.

PWNU dan PCNU Antusias Sambut Puncak Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU dan PCNU Antusias Sambut Puncak Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)


PWNU dan PCNU Antusias Sambut Puncak Harlah NU

Beberapa konfirmasi kesiapan mengikuti harlah yang sudah masuk ke panitia adalah Probolinggo 3 bis, Klaten 3 bis, Tasik 20 bis, kota Bandung 31 bis, Wonosobo 5 bis, Rembang 5 bis, Malang 7 bis. Ada juga yang hanya menyiapkan satu bis seperti Tuban.

Kitab Kuning Digital

Mereka membiayai dirinya sendiri untuk segala macamnya, termasuk konsumsi dan penginapan bagi mereka yang berasal dari luar kota. PBNU hanya memfasilitasi di Gelora Bung Karno. Ini merupakan bentuk komitmen warga NU kepada jamiyyah, katanya, Selasa (5/7).

Kitab Kuning Digital

Pada puncak harlah tersebut, PBNU juga menghimbau agar jamaah yang datang menggunakan seragamnya masing-masing, baik seragam NU atau badan otonomnya seperti Muslimat dan Fatayat NU.

Dalam seksi kepanitiaan, telah dibentuk divisi khusus yang menangani pengelolaan massa yang akan datang ke gelora Bung Karno. Mereka memberi panduan dan bimbingan secara detail hal-hal teknis yang harus dilakukan agar acara berjalan dengan lancar dan tertib. Dari pengamatan Kitab Kuning Digital, tim yang berada di lt 2 PBNU ini tak henti-hentinya melakukan komunikasi via telepon untuk melakukan koordinasi untuk memastikan semuanya berjalan dengan lancar.

Diperkirakan, sekitar 120 ribu warga NU akan hadir pada puncak acara harlah yang akan dihadiri oleh presiden SBY dan diisi dengan defile Banser dan sejumlah pagelaran seni budaya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/32847/pwnu-dan-pcnu-antusias-sambut-puncak-harlah-nu

Kitab Kuning Digital

Selasa, 23 Oktober 2012

Bupati Banyumas Buka Pasar Rakyat NU

Banyumas, Kitab Kuning Digital. Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein, membuka kegiatan Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh PBNU bersama PCNU Banyumas, di Pasar Desa Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang, Sabtu (4/5).

Bupati dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh NU. Menurutnya, kegiatan tersebut membuktikan bahwa warga Nahdliyin mempunyai potensi besar dan memiliki kepedulian yang tinggi dalam pembangunan masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Banyumas, dalam bidang perekonomian khususnya untuk memberdayakan potensi lokal.

Bupati Banyumas Buka Pasar Rakyat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Banyumas Buka Pasar Rakyat NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Bupati Banyumas Buka Pasar Rakyat NU

Achmad Husein mengatakan, NU sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis agama Islam terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam memajukan umat di berbagai bidang.

Kitab Kuning Digital

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf, ketua dan pengurus PCNU Kabupaten Banyumas, kepala dinas/lemtekda Pemkab Banyumas, pimpinan unit instansi Kecamatan Ajibarang, dan kepala desa, perangkat serta tokoh masyarakat Desa Ajibarang Kulon.

Kepada para pengunjung Pasar Rakyat, Husein berpesan agar semua menjaga ketertiban. Jangan saling berebut. Agar bisa saling menghargai, saling membantu dan saling menjaga diri sehingga kegiatan yang sangat bermanfaat tersebut dapat berjalan aman, tertib dan lancar, katanya.

Kitab Kuning Digital

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44231/bupati-banyumas-buka-pasar-rakyat-nu

Minggu, 21 Oktober 2012

Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam

Bojonegoro, Kitab Kuning Digital. Dalam rangka memperingati manakib Syekh abdul Qodir Al-Jilani, pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam mengadakan doa kebangsaan dan pembacaan manaqib di Masjid Ar-Rosyid Desa Katur, Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro pada Senin (9/1).

Ketua GP Ansor Gayam Imam Hambali menyampaikan, kegiatan yang dilakukan itu adalah cerminan dan upaya untuk mengejawantahkan kaidah dasar tentang melestarikan budaya lama yang baik dan mengambil budaya baru yang lebih baik. Hal ini juga bagian bersahabat dengan tradisi bangsa.

Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam (Sumber Gambar : Nu Online)


Doa Kebangsaan di Haul Manakib GP Ansor Gayam

"Ini adalah kaidah mukhafadotu ala qodimi sholih wal akhdu ala jadidil aslah yang harus kita jadikan prinsip gerakan," ungkapnya dalam sambutan sebagaimana siaran pers yang dikirim ke Kitab Kuning Digital.

Ditambahkanya, hal ini juga sebagai bentuk cara yang santun mendoakan bangsa ini agar senantiasa terjaga dari segala hal yang memicu perpecahan dan segala jenis benih yang mengancam eksistensi NKRI.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Terlebih, menurutnya saat ini muncul banyak gerakan yang mengatasnamakan bela NKRI, tapi justru membuat pecah belah bangsa ini dan menghilangkan semangat kebinekaan.

"Mari kita deklarasikan pada dunia bahwa Ansor Gayam akan selalu ada untuk negara dan agama hingga kapan pun," tambahnya.

Pria alumni STAI Sunan Giri ini berharap agar kegiatan semacam ini senantiasa dipertahankan sebagai bentuk mempertahankan amaliah Nahdatul Ulama dan upaya menghargai perjuangan sultonul auliya Syekh Abdul Qodir Al Jilani.

"Semoga bisa istikomah setiap tahun dan semoga kita semua mendapatkan berkahnya," pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri mantan Ketua PAC Gayam Nur Chamid, jajaran Pengurus PAC GP Ansor Gayam dan seluruh ranting. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74520/doa-kebangsaan-di-haul-manakib-gp-ansor-gayam

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock