Tampilkan postingan dengan label Duta Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duta Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2016

Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat?

---

Assalamualaikum. Kepada Yth Pengasuh Bahtsul Masail. Saya ingin bertanya, saya telah mendaftar haji dengan menyetor dana BPIH sebanyak 25 juta untuk mendapatkan nomor porsi, dan insyaAllah porsi saya tahun 2028 nanti. Yang ingin saya tanyakan apakah uang pendaftaran sebanyak 25 juta tersebut harus diikutkan dalam penghitungan zakat mal setiap tahunnya ? Mengingat keberangkatan hajinya masih 14 tahun lagi. Mohon jawabannya.

Wassalamualaikum.(Sriutami, Punduh kidul-Sidoagung Tempuran-Magelang)

Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat? (Sumber Gambar : Nu Online)


Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat?

---

Assalamualaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang kelima yang diwajibkan bagi orang yang sudah mampu. Namun pada saat seorang muslim yang dirasa sudah memenuhi persyaratannya ternyata terkendala oleh antrean yang begitu panjang untuk bisa berangkat haji. Bahkan antrean itu bisa sampai berpuluh-puluh tahun lamanya.

Untuk mendapatkan nomer antrean atau porsi maka seseorang yang berniat melaksanakan ibadah haji harus menyetor dulu sebesar dua puluh lima juta rupiah. Dan ketika akan berangkat haji maka tinggal menambah kekurangannya. Setoran tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu atau ditarik kembali kecuali yang bersangkutan meninggal dunia atau tidak bisa berangkat karena alasan kesehatan atau alasan lainnya yang sah.

Kitab Kuning Digital

Penjelasan di atas mengandaikan bahwa dana setoran haji menjadi tidak dimiliki oleh pemiliknya dengan kepemilikan yang sempurna. Sebab, dana tersebut tidak bisa ditarik atau diambil sewaktu-waktu kecuali meninggalkan dunia atau orang yang bersangkutan tidak jadi menunaikan ibadah haji karena alasan kesehatan. Padahal salah satu persyaratan harta yang wajib dizakati adalah harta yang dimiliki dengan kepemilikan yang sempurna.

Disamping itu adalah yang terkait soal nishabnya. Nishab uang disamanakan dengan nishabnya emas yaitu delapan puluh lima gram. Dengan kata lain, jika harga emas sekarang harganya 550.000 rupiah pergram, maka nishab uang itu sekitar 46.750.000 rupiah. Jumlah nishab ini dihitung dari 550.000 X 85 hasilnya adalah 46.750.000.

Kitab Kuning Digital

Zakat adalah wajib atas orang merdeka yang muslim, baligh dan berakal ketika ia memiliki harta dengan kepemilikan yang sempurna yang sudah sampai nishabnya dan telah mencapai haul (Abdul Ghani al-Ghunaimi ad-Dimasqi, al-Lubab fi Syarh al-Kitab, Bairut-Dar al-Kitab al-Arabi, tt, juz, 1, h. 98).

Berangkat dari penjelasan ini maka jawaban atas pertanyaan di atas adalah bahwa dana setoran awal BPIH sejumlah dua puluh lima juta tidak wajib dizakati karena ternyata dana tersebut begitu disetorkan tidak bisa lagi dimiliki secara sempurna.Sehingga dana sebesar dua puluh lima juta tersebut tidak bisa diikutkan dalam perhitungan zakat mal setiap tahun.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi orang-orang yang berniat menjalankan ibadah haji dan sudah menyetor dua puluh lima juta hendaknya memperbanyak sedekah agar bisa dimudahkan dalam segala urusannya, dan jangan lupa membayar kewajiban zakat mal yang lain jika memang telah terpenuhi semua ketentuannya. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamualaikum wr. wb

Mahbub Maafi Ramdlan

Dari (Bahtsul Masail) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60810/apakah-uang-pendaftaran-haji-terkena-wajib-zakat

Kitab Kuning Digital

Senin, 27 Juni 2016

Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal

Purworejo, Kitab Kuning Digital. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Uama (IPPNU) Kecamatan Loano, Bener, dan Kaligesing di Kabupaten Purworejo mengadakan acara Hiking Massal dengan tema "Gerakan Pungut Seribu Sampah" pada Ahad (7/9).

Kegiatan yang diikuti seratusan kader IPNU-IPPNU dari tiga kecamatan tersebut, beberapa klub pecinta alam dan pecinta musik juga bergabung. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 di halaman SD Negeri Kembaran. Pemberangkatan dipimpin langsung Komandan CBP Kabupaten Purworejo, Anies Fahmi.

Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal

Peserta dari berbagai komunitas dioplos dan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Sebelumnya panitia sudah membagikan potongan-potongan peta dengan kode khusus kepada setiap peserta. Potongan peta ini harus disatukan dengan peserta lain yang berkode sama sehingga membentuk satu peta utuh. Peserta tampak antusias menyusun peta yang akan memandu perjalanan mereka ini.

Sekitar pukul 09.30 rombongan peserta sampai di pos 1 yang bertempat di Desa Sedayu. Di Pos 1 ini setiap peserta wajib mengisi soal jalan yang berkaitan dengan kegiatan pecinta alam. Setelah Pos 1 perjalanan semakin menanjak. Beberapa peserta tampak mulai kelelahan. Apalagi jarak Pos 1 dan Pos 2 yang masuk Desa Ngargosari lumayan jauhm yakni sekitar 4 Km. Di Pos 2 panitia membagikan air mineral dan roti untuk isi ulang tenaga.

Kitab Kuning Digital

Pukul 11.30 peserta memasuki Pos 3 yang terletak di Desa Benowo, Kecamatan Bener. Di Pos 3 ini seluruh kelompok yang terpisah bergabung lagi menjadi satu untuk mengikuti seremonial dan pentas seni. Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian disusul dengan penampilan yel-yel dan pentas kekompakan dari masing-masing kelompok. Memasuki waktu dzuhur seluruh peserta Shalat Berjamaah terlebih dahulu.

Kitab Kuning Digital

Pukul 13.00 seluruh peserta berangkat bersama-sama menuju Puncak Gunung Kunir yang terletak di Desa Sikunir, Kecamatan Kaligesing. Medan terakhir ini jauh lebih sulit karena melewati jalanan tanah kecil yang sangat curam. Panitia bahkan harus menggunakan tambang untuk mempermudah peserta naik ke puncak. Di Puncak, seluruh peserta diberi waktu beristirahat dan menyantap bekal masing-masing.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembekalan dan orasi. Sekitar pukul 15.30 acara resmi ditutup dengan pemberian hadiah untuk kelompok terbaik dan foto-foto bersama di puncak gunung.

Di sela-sela acara, Ketua Panitia Anies Fahmi menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih mental dan mengenalkan jiwa mencintai alam pada kader-kader IPNU-IPPNU. "Kita bertujuan agar kader mempunyai mental yang kuat, tangguh dalam berjuang, dan bisa mencintai alam juga sesama. Selain itu kegiatan ini juga untuk mengenalkan salah satu wisata alternatif di Kabupaten Purworejo," terang Fahmi.

Sekitar pukul 16.00 seluruh peserta turun dengan diantar mobil pick up terbuka. Sampah yang berhasil dikumpulkan dibakar bersama. Hiking Massal ini total menempuh jarak 10 Km berjalan kaki dengan melalui 5 desa di 3 Kecamatan. (Muhammad Hidayatullah/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54374/pelajar-nu-3-kecamatan-purworejo-gelar-hiking-massal

Kitab Kuning Digital

Minggu, 03 November 2013

Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong

Kitab Kuning Digital - Orang yang selalu ngapusi, namun jaminannya surga. Itulah simbok, ibu. Saban hari harus bekerja ketekuk-tekuk hanya demi anak. Badan capek tidak karuan, kalau ditanya, itu sudah biasa! Kalau masak banyak, ia mneyisihkan lauknya untuk anak.

Pas anak pulang, ia bilang, "cepat makan sana, itu ada lauk ikan, ibu tidak begitu suka ikan soalnya," katanya menutupi sayang anak. Kalau kebetulan yang dimasak hanya sedikit, ibu mengatakan beda lagi, "cepat dimakan, kamu saja, ibu tidak lapar".

Begitu pula ketika anak sakit, ia sabar menunggu di samping anak hingga tidak tidur tengah malam. Ketika anak bangun, ibu hanya bilang, "sudah, bobok lagi sana, biar sehat, ibu belum ngantuk". Padahal, sangat lelah. Lagi-lagi menutupi karena sayang anak.

Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong - Kitab Kuning Digital
Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong - Kitab Kuning Digital


Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong

Ketika anak usai masa sekolah dan sudah berpenghasilan, simbok hanya bilang begini ketika mau dikirim duit oleh sang anak, "buat tabungan kamu saj, ibu masih nyimpan uang".

Berbohong adalah laku harian ibu. Ia menganggap anak selalu sebagai seorang bocah. Ibu selalu ingat kondisi anak, dan tidak peduli apakah anak peduli dengan keadaannya.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Ibu berbohong dan ngapusi sebab punya rasa ikhlash kepada anak. Pengorbanannya sangat mulia. Duh gusti, ampunilah segala kesalahan dan kekhilafan ibuku. Terimalah semua jenis pengorbanannya. Berilah ibu tempat paling mulia di surgamu kelak.

Bersyukurlah bagi Anda yang masih punya simbok, ibu. Selamat Hari Ibu. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/di-hari-ibu-jadi-ingat-laku-hidupnya-yang-selalu-berbohong.html

Rabu, 23 Mei 2012

Ini 6 Permasalahan Koperasi yang Perlu Dipahami

Malang,Kitab Kuning Digital

Puluhan kader GP Ansor yang merupakan utusan dari 23 PC Ansor di Jawa Timur menelaah permasalahan kelembagaan koperasi di Hotel Maxone, Kota Malang, Selasa (22/3). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sesi pelatihan manajemen koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Ini 6 Permasalahan Koperasi yang Perlu Dipahami (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 6 Permasalahan Koperasi yang Perlu Dipahami (Sumber Gambar : Nu Online)


Ini 6 Permasalahan Koperasi yang Perlu Dipahami

Owner Koperasi Warga di Kota Malang, Priyanto Budi Santoso, tampil sebagai fasilitator. Sejauh ini, kebanyakan koperasi yang ada di Jawa Timur masih melakukan transaksi dengan masyarakat umum, bukan dengan anggotanya.

Kitab Kuning Digital

Karena itu, kader-kader Ansor yang jadi peserta pelatihan, dituntut untuk bisa meretas solusi atas persoalan tersebut. Yaitu, dengan menguasai dan menjalankan aspek-aspek dalam koperasi: idealisme koperasi, kelembagaan, manajemen, permodalan, dan usaha.

Di samping itu, terdapat pokok dan permasalah mendasar koperasi, yaitu keterbatasan sumber daya khususnya SDM dan belum berperannya koperasi untuk memberdayakan ekonomi rakyat.

Kitab Kuning Digital

"Permasalahan tersebut mengerucut pada 6 persoalan," terang Priyanto Budi Santoso.

Pertama, terangnya, kerja sama antar koperasi yang belum berjalan. Kedua, lemahnya kualitas SDM koperasi dan UKM. Ketiga, pengelolaan koperasi dan UKM yang belum profesional.

Disusul masalah keempat berupa diklat koperasi dan UKM yang belum efektif dan terpadu. Kelima, rendahnya partisipasi anggota, dan terakhir bank yang belum percaya kepada Koperasi dan UKM. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66721/ini-6-permasalahan-koperasi-yang-perlu-dipahami

Kitab Kuning Digital

Rabu, 04 Januari 2012

Abu Nawas Membuat Fitnah, Raja Melakukan Tabayun, Kita?

Kitab Kuning Digital - Syahdan, Khalifah Harun Al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa tidak mau rukuk dan sujud dalam salat.

Lebih lagi, Harun Al-Rasyid mendengar Abu Nawas mengatakan bahwa dirinya khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantunya, Abu Nawas layak dipancung karena melanggar syariat Islam dan menyebar fitnah.

Abu Nawas Membuat Fitnah, Raja Melakukan Tabayun, Kita? - Kitab Kuning Digital
Abu Nawas Membuat Fitnah, Raja Melakukan Tabayun, Kita? - Kitab Kuning Digital


Abu Nawas Membuat Fitnah, Raja Melakukan Tabayun, Kita?

Khalifah mulai terpancing. Tapi untung ada seorang pembantunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi). Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan.

Kitab Kuning Digital

"Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak rukuk dan sujud dalam salat?" tanya Khalifah ketus.

Abu Nawas menjawab dengan tenang, "Benar, Saudaraku."

Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, "Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun Al-Rasyid, adalah seorang khalifah yang suka fitnah?"

Kitab Kuning Digital

Abu Nawas menjawab, ”Benar, Saudaraku.”

Khalifah berteriak dengan suara menggelegar, "Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebarkan fitnah tentang khalifah!"

Abu Nawas tersenyum seraya berkata, "Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya kabar yang sampai padamu tidak lengkap. Kata-kataku dipelintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah."

Khalifah berkata dengan ketus, "Apa maksudmu? Jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya."

Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, "Saudaraku, aku memang berkata rukuk dan sujud tidak perlu dalam shalat, tapi dalam shalat apa? Waktu itu aku menjelaskan tata cara shalat jenazah yang memang tidak perlu rukuk dan sujud."

"Bagaimana soal aku yang suka fitnah?" tanya Khalifah.

Abu Nawas menjawab dengan senyum, "Kalau itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, Anda sangat menyukai kekayaan dan anak-anak, berarti Anda suka ’fitnah’ (ujian) itu."

Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun Al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/abu-nawas-membuat-fitnah-raja-melakukan-tabayun.html

Minggu, 23 Oktober 2011

Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi

Kitab Kuning Digital - Orang-orang yang katanya paling beriman dan paling mengikuti sunnah, memang tidak bisa menjaga lidah dari ucapan mengkafirkan orang sembarangan tanpa pilih kasih, bahkan mudah saja mengatakan ayah ibu Rasulullah adalah kafir/musyrik dg dasar Hadits riwayat Muslim:

حدثنا يحيى بن أيوب ومحمد بن عبادواللفظ ليحيى قالا حدثنامروان بنمعاوية عن يزيد يعني بن كيسان عن أبي حازم عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم استأذنت ربي أن أستغفر لأمي فلم يأذن لي واستأذنته أن أزور قبرها فأذنلي

Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi - Kitab Kuning Digital
Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi - Kitab Kuning Digital


Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Aku meminta izin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampun untuk ibuku maka Dia tak mengizinkanku, kemudian aku minta izin untuk menziarahi kuburnya maka Dia mengizinkan aku. (HR. Muslim 976).

Kitab Kuning Digital

Mendengar hadits ini, maka kita jangan tergesa-gesa megatakan bahwa ibu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah kafir. Wal ‘iyadzubillah.

Harus kita teliti dulu pendapat para ulama tentang pemahaman hadits itu sebenarnya bagaimana.

Mari kita dengar apa kata Imam Suyuthi, penutup amirul mukminin fil hadits:

Kitab Kuning Digital

"Adapun hadits tersebut maka tidak mesti diambil daripadanya hukum kafir berdasarkan dalil bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga ketika di awal-awal Islam dilarang untuk menyolatkan dan mengistighfarkan orang mukmin yang ada hutangnya tapi belum dilunaskan karena istighfar Nabi shallallahu alaihi wa sallam akan dijawab Allah dengan segera, maka siapa yang di istighfarkan Rasul di belakang doanya akan sampailah kepada derajat yang mulia di surga, sementara orang yang berhutang itu tertahan pada maqomnya sampai dilunaskan hutangnya sebagaimana yang ada dalam hadits (jiwa setiap mukmin terkatung dengan hutangnya sampai hutangnya itu dilunaskan).

Maka seperti itu pulalah ibu Nabi alaiha salam bersamaan dengan posisinya sebagi seorang wanita yang tak pernah menyembah berhala, maka beliau pun tertahan dari surga di dalam barzakh karena ada sesuatu yang lain diluar kufur." (Lihat At-Ta’zhim wal Minnah Suyuthi, hlm. 29).

Tidak-kah mereka pertimbangkan ayat Allah: “sesungguhnya orang2 musyrik adalah najis” (QS. At-Taubah: 28).

Kata 'kafir' itu tentu sangat menyakiti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Bagaimana mungkin seorang Rasulullah yang suci dilahirkan dari pada orang-orang yang beraqidahkan najis atau dilahirkan dari daging dan darah yang najis. La haulun wa la quwwatun illa billah.

Lihatlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

;إن الله اصطفاني من ولد إبراهيم إسماعيل واصطفى من ولد إسماعيل كنانة واصطفى من كنانة قريشا واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم

Artinya: Sesungguhnya Allah mensucikan daripada anak-anak Ibrahim: Ismail, mensucikan daripada anak-anak Ismail: Kinanah, mensucikan daripada Kinanah Quraisy, dan mensucikan daripada Quraisy: Bani Hasyim, dan Allah mensucikan aku daripada BaniHasyim. (Hadits riwayat Muslim)

Cobalah pikir pakai otak, jangan pakai dengkul, apakah mungkin Allah mensucikan mereka, dari generasi ke generasi, sementara mereka adalah orang-orang kafir? Dan kemudian apakah kalian lupa dengan firman Allah:

إِنَّمَا يريدُ اللَّه لِيُذْهِب عَنْكُم الرِّجْس أَهْلَ الْبَيْت وَيطَهِّرَكُم تَطْهِيراً

Artinya: "Sesungguhnya Allah hanya ingin menghilangkan najis dari ahlul baitmu dan mensucikan mu dengan sesuci-sucinya."

Inilah kesalahan para pembenci keturunan Rasulullah. Mereka tidak pernah melihat dalil-dalil lain yang lebih kuat dan lebih qoth’i. Cara mereka sangat tekstual dalam memahami nash ditambah pula tak mau melihat dan menggabungkan dalil-dalil lain yang ada.

Maka hancurlah istimbath mereka dalam segala bidang, baik fiqih, tauhid maupun tasawuf. Inilah yang menjadi sebab kenapa mereka mengharamkan isbal, pembangunan kubur, pemahaman tentang makna bid’ah dan banyak lagi.

Dalam sebuah kisah Imam Al-Qodhi Abu Bakar ibnu Al-Arabi salah seorang ulama muhaqqiqin besar Malikiyah, pernah ditanya tentang adanya orang yang mengatakan orang tua Nabi shallallahu alaihi wa sallam di neraka.

Apa jawab Ibnu Al-Arobi? Beliau mengatakan: "TerlaknatLah orangyang mengatakan orang tua Nabi di neraka karena Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُاللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْعَذَابًا مُهِينًا .

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasulul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat dan Allah menyiapkan kepada mereka adzab yang hina". (QS. Al-Ahzab 57).

Yang kedua, mereka yang menyatakan orang tua Nabi masuk neraka berdalil dari hadits riwayat Imam Muslim dari Hammad:

أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

Artinya: Bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah "Ya, Rasulullah, di mana keberadaan ayahku?" Rasulullah menjawab: "dia di neraka". Maka, ketika orang tersebut hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya seraya berkata, "sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka".

Imam Suyuthi menerangkan bahwa Hammad perowi hadits di atas diragukan oleh para ahli hadits dan hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Padahal, banyak riwayat lain yang lebih kuat darinya seperti riwayat Ma’mar dari Anas, al-Baihaqi dari Sa’ad bin Abi Waqosh:

“اِنَّ اَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ الله اَيْنَ اَبِي قَالَ فِي النَّارِ قَالَ فَأَيْنَ اَبُوْكَ قَالَ حَيْثُمَا مَرَرْتَ بِقَبْرِ كَافِرٍ فَبَشِّّرْهُ بِالنَّارِ”

Artinya: Sesungguhnya A’robi berkata kepada Rasulullah SAW "dimana ayahku? Rasulullah SAW menjawab: "dia di neraka", si A’robi pun bertanya kembali "di mana Ayahmu?", Rasulullah pun menjawab, "sekiranya kamu melewati kuburan orang kafir, maka berilah kabar gembira dengan neraka".

Riwayat di atas tanpa menyebutkan ayah Nabi di neraka. Ma’mar dan Baihaqi disepakati oleh ahli hadits lebih kuat dari Hammad, sehingga riwayat Ma’mar dan Baihaqi harus didahulukan dari riwayat Hammad.

Dalil mereka yang lain adalah hadits yang berbunyi:

لَيْتَ شِعْرِي مَا فَعَلَ أَبَوَايَ

Artinya: Demi Allah, bagaimana keadaan orang tuaku?

Kemudian turun ayat yang berbunyi:

{ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيْراً وَنَذِيْراً وَلَا تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيْم }

Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.

Jika mau meneliti, ayat itu tidak tepat untuk kedua orang tua Nabi karena ayat sebelum dan sesudahnya berkaitan dengan ahlul kitab, yaitu:

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Artinya: Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk) (Q.S. al-Baqarah: 40), sampai ayat 129:

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Semua ayat-ayat itu menceritakan ahli kitab (Yahudi). Bantahan di atas juga diperkuat dengan firman Allah SWT:

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا

Artinya: “Dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

Kedua orang tua Nabi wafat pada masa fatroh (kekosongan dari seorang Nabi/Rosul). Berarti keduanya dinyatakan selamat.

Imam Fakhrurrozi menyatakan bahwa semua orang tua para Nabi muslim. Dengan dasar Al-Qur’an surat As-Syu’ara’ ayat 218-219, yang berbunyi:

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ * وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

Artinya: Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.

Sebagian ulama menafsiri ayat di atas bahwa cahaya Nabi berpindah dari orang yang ahli sujud (muslim) ke orang yang ahli sujud lainnya.

Adapun Azar yang secara jelas mati kafir, sebagian ulama menyatakan bukanlah bapak Nabi Ibrahim yang sebenarnya tetapi dia adalah bapak asuhnya yang juga pamannya.

Hadits Nabi SAW bersabda:

قال رسول الله (( لم ازل انقل من اصلاب الطاهرين الى ارحام الطاهرات ))

Artinya: Aku (Muhammad SAW) selalu berpindah dari sulbi-sulbi laki-laki yang suci menuju rahim-rahim perempuan yang suci pula.

Jelas sekali Rasulullah SAW menyatakan bahwa kakek dan nenek moyang beliau adalah orang-orang yang suci bukan orang-orang musyrik karena mereka dinyatakan najis dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis. (QS. At-Taubah: 28).

Nama ayah Nabi Abdullah, cukup membuktikan bahwa beliau beriman kepada Allah bukan penyembah berhala. Jika anda ingin mengetahui lebih banyak, maka bacalah kitab ‘Masaliku al-Hunafa fi Waalidai al-Musthafa” karangan Imam Suyuthi.

Syubhat yang ditujukan kaum wahabi yang pelaknat orangtua Nabi kepada kaum Ahlussunnah adalah tentang apakah kedua orang tua Rasulullah muslim atau tidak adalah tiadanya dasar hadits yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk salah satunya adalah hadits ini:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: حَجَّ بِنَا رَسُوْلُ اللهِ حَجَّةَ الْوَدَاعِ فَمَرَّ بِي عَلَى عَقَبَةِ الْحَجُوْنِ وَهُوَ بَاكٍ حَزِيْنٌ مُغْتَمٌّ فَنَزَلَ فَمَكَثَ عَنِّي طَوِيْلاً ثُمَّ عَادَ إِلَيَّ وَهُوَ فَرِحٌ فَتَبَسَّمَ فَقُلْتُ لَهُ فَقَالَ: ذَهَبْتُ إِلَى قَبْرِ أُمِّي فَسَأَلْتًُ اللهَ أَنْ يُحْيِيْهَا فَآمَنَتْ بِي وَرَدَّهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya: "Dari A’isyah rda. ia berkata: ‘Rasulullah bersama-sama kami melaksanakan haji wada’. Saat lewat di Aqabah Hajun bersamaku beliau menangis sedih dan susah, kemudian beliau turun dan tinggal beberapa lama, kemudian kembali kepadaku dalam keadaan gambira dan tersenyum, lalu aku katakan kepadanya dan beliau menjawab: ‘Aku pergi ke makam ibuku, lalu aku minta supaya Allah menghidupkannya kemudian ibuku beriman kepadaku dan Allah mengembalikannya lagi."

Hadits ini adalah dha‘if menurut Imam as-Suyuthi serta diriwayatkan oleh Ibnu Syahin dalam an-Nasikh wa al-Mansukh, meskipun oleh Ibnul Jauzi dikatakan maudhu’.

Al-Ajhuri mengatakan bahwa yang benar, hadits masyhur tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Rasulallah itu adalah termasuk hadits dha‘if, dan bukan maudhu’ ataupun shahih, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Syahin, Ibnu Asakir, as-Suhaili dan Ibnu Nashir.

Al-Habib Abdullah Ba-Alawi dalam Is’ad ar-Rafiq syarah kitab Sullam at-Taufiq, mengatakan, "yang haq (pendapat yang benar untuk diikuti) sebagaimana yang di tahqiq-kan oleh Imam Fakhruddin ar-Razi, al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Hafizh as-Suyuthi dan lain-lain bahwa ayahanda (atau ayah leluhur) Rasulullah tidak ada yang berstatus kafir. Hal itu adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap kedudukan nubuwwah. Begitu juga dengan ibunda (atau ibu leluhur) beliau, seperti halnya leluhur Rasulullah yang semuanya tidak ada yang kafir begitu juga leluhur para Nabi-Nabi lain. Adapun Azar yang di kenal sebagai ayahanda Nabi Ibrahim, sebenarnya adalah bukan ayah, tapi paman sebagaimana pendapat para ulama kita".

Menurut al-Bajuri dan Hasan al-Adawi hadits riwayat Aisyah di atas shahih menurut ahli hakikat, sebagaimana tertuang dalam syair-syair mereka:

أَيْقَنْتُ أَنَّ أَبَا النَّبِيِّ وَأُمَّهُ حَتَّى لَهُ شَهِدَا بِصِدْقِ رِسَالَةٍ هَذَا اْلحَدِيْثُ وَمَنْ يَقُوْلُ بِضُعْفِهِ أَحْيَاهُمَا الرَّبُّ الْكَرِيْمُ اْلبَارِي صِدْقٍ فَتِلْكَ كَرَامَةُ الْمُخْتَارِ فَهُوَ الضَّعِيْفُ عَنِ الْحَقِيْقَةِ عَارِي

Artinya: Aku meyakini bahwa ayah dan ibu Nabi dihidupkan kembali oleh Allah Yang Maha Pencipta dan Maha Mulia. Hingga mereka berdua bersyahadat akan kebenaran risalah yang benar. Maka itu adalah suatu kehormatan bagi Rasulullah. Hadits tentang ini dan yang mengatakan dha‘if adalah orang yang dha‘if sendiri dan tidak tahu hakikat sebenarnya.

Asy-Sya'rani mengatakan, bahwa Imam as-Suyuthi banyak menulis kitab yang berkenaan dengan status orang tua Nabi yang selamat dari siksa neraka, termasuk satu risalah yang ditulis dalam Al-Hawi lil Fatawi. Dan di antara yang menyutujui hadits tersebut (tidak menyebut maudhu’ seperti penilaian al-Hafizh Ibnul Jauzi) adalah al-Khathib al-Baghdadi, Ibnu ‘Asakir, Ibnu Syahin, as-Suhaili, al-Qurthubi, ath-Thabari, Ibnu Munayyir, Ibnu Nashiruddin, Ibnu Sayyid an-Nas dan ash-Shafadi.

Kemudian akhir dari kesimpulan pendapat-pendapat ulama dalam lingkungan Ahlussunah adalah, orang tua Nabi Muhammad termasuk orang-orang yang selamat dari neraka, dengan alasan, 1). Hadits di atas dapat diterima, karena meskipun dha‘if secara ilmu riwayat atau musthalah, tapi shahih secara kasyf. Adapun penilaian maudhu’ Ibnul Jauzi tidak dibenarkan ulama. 2). Orangtua Nabi termasuk ahli fatrah (hidup masa kekosongan utusan yang menyampaikan risalah).

Maka, jagalah lidah Anda jika tidak ingin disebut menyakiti Rasulullah. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/bantahan-kepada-yang-mengkafirkan-orang.html

Sabtu, 15 Oktober 2011

Ngaji Fashalatan KH Sholeh Darat seri 2

Kitab Kuning Digital - Sebelum melanjutkan membaca isi Kitab Fashalatan karya KH Muhammad Sholeh bin Umar Al Samarani (Mbah Sholeh Darat), maka mari kita baca fatihah untuk mushonnif kitab, alfatihah.

Pada Ngaji Fasholatan Mbah Sholeh Darat (1) kemarin telah dijelaskan sampai bacaan do'a iftihah. Oleh Mbah Sholeh Darat, do'a iftihah ini diartikan dengan bahasa Jawa yang kemudian penulis terjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut:

Ngaji Fashalatan KH Sholeh Darat seri 2 - Kitab Kuning Digital
Ngaji Fashalatan KH Sholeh Darat seri 2 - Kitab Kuning Digital


Ngaji Fashalatan KH Sholeh Darat seri 2

“Saya menghadap dengan wajah dan hati pada dzat yang sudah membuat tujuh langit dan tujuh bumi. Artinya saya menghadap sesuai perintah dzat yang menciptakan tujuh langit dan bumi dengan segala isinya. Dan saya juga menghadap baitullah, baik secara fisik maupun hati sesuai dengan perintahNya dalam kondisi hatinya fokus tanpa melihat kanan kiri, kecuali hanua menghadap pada Allah. Dan itu semua secara khusus dijalankan hanya menjalankan perintah Allah dengan penuh kepasrahan tanpa protes sedikitpun. Dan saya juga tidak akan menyekutukan Allah seiring dengan penuh keyakinan ketuhananNya yang tanpa ada Tuhan selainNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku semua milik Allah yang menjadi Raja alam dunia. Tidak ada yang menyekutukan Allah dan tidak ada yang menyamai kemuliaan Allah, kecuali semuanya hanya menjadi hamba Allah. Dan dengan demikian, saya menjalankan shalat dan ibadah. Saya juga menjadi hamba Allah yang pasrah mengikuti segala perintah Allah“.

Setelah membaca do'a iftitah itu selesai, maka Mbah Sholeh Darat mengajarkan melanjutkan bacaan ta'awudz: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم

Kitab Kuning Digital

“Ya Allah, lindungalah dan jagalah saya dari godaan syetan, hawa nafsu dan syahwat yang mengajak keburukan”

Setelah bacaan taawudz, maka dilanjutkan membaca surat al Fatihah yang dimulai dari bismillahirrahmanirrahim hingga akhir ayat ولا الضالين

Setelah ayat surat al-Fatihah selesai, maka disunnahkan membaca “amin” yang berarti: “Semoga Allah mengabulkan semua permohonan hamba”.

Kitab Kuning Digital

Setelah itu disunnahkan membaca surat sesuai kemampuan hafalan Anda. Lebih utama jika surat yang dibaca itu tahu artinya, jangan sampai mengucapkan surat tetapi tidak tahu artinya.

Dalam rangka menjelaskan arti surat-surat Al-Qur'an yang dibaca dalam shalat ini, Mbah Sholeh Darat mengupas arti surat al Fatihah dan 24 surat yang terdapat dalam juz 30: al A'la, al Ghasyiyah, al Dluha, al Insyirah, al Tin, al ‘Alaq, al Qadr, al Bayyinah, al Zalzalah, al ‘Adiyat, al Qari'ah, al Takatsur, al ‘Ashr, al Humazah, al Fil, al Quraiys, al Ma'au, al Kautsar, al Kafirun, al Nasr, al Lahab, al Ikhlas, al Falaq dan al Nas.

Khusus untuk shalat Jum'at dan shalat isya' malam Jum'at disunnahkan membaca surat al A'la dan al Ghasyiyah. Adapun perjelasan arti 25 surat di atas akan penulis sajikan secara khusus pada kesempatan setelah ini.

Setelah bacaan surat sudah selesai maka dilanjutkan dengan bacaan ruku': سبحان ربي العظيم وبحمده

“Maha suci Tuhanku yang maha agung dan yang terpuji atas kemuliaannya”.

Setelah itu bangkit berdiri dengan i'tidal dengan mengucapkan:

سمع الله لمن حمده

“Allah telah menerima dan telah memberikan pahala pada hamba yang memujiNya. Allah juga telah mendengarkan orang-orang yang memujinya”.

Setelah itu mengucapkan:

ربنا لك الحمد ملءالسموات وملء الارض وملء ما شئت من شيئ بعد.

Bersambung bagian ke-3

M Rikza Chamami, dosen UIN Walisongo Semarang

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/ngaji-fashalatan-kh-sholeh-darat-2.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock