Tampilkan postingan dengan label Nu Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nu Online. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Maret 2017

Mulai dari Kinang Hingga Telur Kamal, Ini Filosofinya

Solo, Kitab Kuning Digital. Setiap diadakannya Tradisi Sekaten yang diadakan di Kota Surakarta, para pengunjung tentu tidak asing dengan beberapa benda sebagai berikut, yakni; kinang, pecut (cambuk), mainan gangsingan, celengan, dan telur.

Benda-benda ini, menurut Tafsir Anom K.R.T. Muhammad Muhtarom, memiliki filosofi tersendiri. Kinang misalnya, benda yang terdiri dari 5 unsur ini sebagai pembelajaran seseorang harus melaksanakan 5 rukun Islam.

Mulai dari Kinang Hingga Telur Kamal, Ini Filosofinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mulai dari Kinang Hingga Telur Kamal, Ini Filosofinya (Sumber Gambar : Nu Online)


Mulai dari Kinang Hingga Telur Kamal, Ini Filosofinya

Dalam kinang bila hanya menggunakan 3 unsur kinang maka sudah enak yang artinya bila kita mampu melaksanakan 3 rukun islam; syahadat, sholat dan puasa maka sudah baik. Sedangkan, dua unsur lainnya, zakat dan haji menjadi penyempurna, bila ada kemampuan, terang Muhtarom yang juga Ketua MWCNU Pasar Kliwon itu, Selasa (13/12).

Sementara itu, pecut memiliki makna bahwa kita harus berupaya mecut (mencambuk) hawa nafsu. Artinya mampu mengendalikan hawa nafsu, agar hidupnya selamat terarah, kata dia.

Kitab Kuning Digital

Kemudian, gangsingan yang artinya istiqamah. Ketika gangsingan diputar dengan putaran yang sangat kencang maka gerakan gangsingan akan stabil dan celengan, bermakna agar banyak menabung amal shalih.

Hidup di dunia ini pada hakikatnya permainan belaka diibaratkan dengan simbol berbagai dolanan (mainan). Ketika kita kita bisa mengambil nilai-nilai di atas maka hidup kita akan mencapai kesempurnaan maka dilambangkan dengan endok (telur) kamal, pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Kitab Kuning Digital

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73741/mulai-dari-kinang-hingga-telur-kamal-ini-filosofinya

Kitab Kuning Digital

Selasa, 07 Februari 2017

Hidup Guru Marzuqi untuk Ngaji

Saat matahari naik sepenggalah, asap mulai mengepul dari dapur rumah. Asap yang menjulang, menepuk-tepuk rimbunan pohon Nangka, lalu perlahan memudar. Ia berasal dari tungku yang sedang mengukus Singkong.

Sebentar-sebentar api tungku meletupkan sesuatu. Lidahnya terus merayap dan melahap belahan-belahan kayu bakar yang sebagian masih basah. Kicau burung Cerokcok yang menjejakkan kaki di dahan Nangka, mengaburkan detak-detak letupan api.

Hidup Guru Marzuqi untuk Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidup Guru Marzuqi untuk Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)


Hidup Guru Marzuqi untuk Ngaji

Sementara di beranda, sang empunya rumah, yang masyhur dengan sebutan Guru Marzuqi, tengah memberikan tashwir di hadapan belasan santrinya. Ia menghadapi dua kitab berlapik sebuah lekar. Satu terbuka, sedang dibaca. Satu masih tertutup, menunggu dibaca.

Usai pembacaan satu kitab, dua tiga nampan berisi singkong kukus keluar dari balik tirai pintu. Seorang bujang menuangkan teh panas tanpa gula dari cerek besar. Sebentar kemudian gelas-gelas yang berjajar rapi pada sebuah talam besar, terisi seperlunya. Dalam beberapa hitungan, gelas berisi teh tanpa gula sudah sampai di tangan semua hadirin.

Kitab Kuning Digital

Ini merupakan satu hidangan lazim dunia santri di Betawi. Kecuali itu, hidangan semacam ini adalah bentuk penghargaan Guru Marzuqi kepada santrinya yang datang dari sejumlah daerah di Jabodetabek. Maklum, santri Guru Marzuqi kebanyakan orang-orang tua. Mereka juga guru-guru besar di desanya.

Kitab Kuning Digital

Lepas menyantap potongan singkong kukus, mereka melanjutkan kitab lainnya. Mereka sedikit berbincang usai membaca dua kitab. Lalu dengan doa sang guru, mereka bubar entah ke mana membawa diri, keberkahan doa, dan ilmu.

Guru Marzuqi berjalan ke halaman belakang. Mengambil air sembahyang, lalu masuk ke dalam rumah. Gua mau ngajar dulu di masjid, kata Guru Marzuqi kepada istrinya di pintu rumah.

Mendekap dua kitab, sang guru berjalan menuju masjid di tetangga kampung. Menyusuri pohon-pohon rindang di kiri-kanan jalan, Guru Marzuqi terus melangkah menikmati kicauan burung. Sesekali guru Marzuqi menerima tawaran mampir dari tetangga.

Sampai di masjid, puluhan santri yang sudah menanti, mengecup bolak-balik tangan sang guru. Mereka melakukannya secara bergantian hingga tidak terasa sang guru sudah duduk di dalam masjid menghadapi kitab terbuka.

Tashwir sang guru atas dua kitab, selesai sebelum beduk Zuhur berdebam. Dalam tashwir, Guru Marqzuqi menyampaikan semua pemahaman yang didapatnya saat mengaji di Mekah dulu. Tidak satu pun pemahaman dari guru-gurunya disembunyikan.

Usai sembahyang Isya, ribuan butir air menitik di atap genting. Kilatan cahaya di langit diiringi suara guntur yang menggelegar. Sedangkan rimbunan daun Nangka di belakang rumah menjadi berat. Warna hijau dan merahnya semakin pekat disapu tetesan air langit.

Di beranda Guru Marzuqi seperti malam biasanya, tetap memberikan tashwir. Kali ini sang guru menghadapi santri-santri berseragam putih menghadapi lekar. Dengan setia mereka mendengarkan sang guru hingga selesai dua kitab. Hanya saja, malam ini tidak ada teh hangat, apalagi singkong kukus.

Dul, Guru Marzuqi semalam ngajar siapa ya? Semalam kan hujan gelanturan (hujan lebat disertai angin hebat dan sambaran petir), gua kagak lihat guru-guru pada datang ke rumah Guru Marzuqi, kata Mamat kepada Abdul, tetangga Guru Marzuqi yang mau mengangkut dagangannya ke pasar Meester Cornelis atau Jatinegara di pagi hari.

Nah iya. Mereka itu siapa? Gua lihat agak samar, sedikit terhalang pagar dan hujan. Yang gua lihat mereka berpakaian putih semua. Itu kagak jamak, kayak di malam-malam biasanya, sambut Dul sembari menaikkan dagangannya ke atas andong untuk menyusuri jalan berbecek.

Kalau orang pada kagak datang, terusan siapa dong?

Kalau yang gua dengar dari guru-guru, cuman malaikat yang pakaiannya putih-putih begitu, jawab Dul bertepatan dengan roda andong yang mulai berderak.

Mamat masuk ke rumah. Pertanyaan di hatinya terjawab. Ia cerita kepada istrinya. Siang hari itu, sebuah kabar tersiar luas bahwa Guru Marzuqi mengajar malaikat di malam yang hujan.

Pada saat yang sama, istri Guru Marzuqi menjemur bantal-bantal putih di belakang rumah. Bantal-bantal ini dijemur karena terpaan udara lembab semalam sebagai pengganti para santri yang tidak hadir.

Abang gua emang doyan baca kitab. Ampe santri kagak datang, tetap aja diakalin caranya dia harus tetap baca kitab, ujar istri Guru Marzuqi saat memukul kasur yang sedang telentang menghadang matahari.

Riwayat Guru Marzuqi

Guru Marzuqi adalah satu dari sejumlah guru besar di tanah Betawi selain Guru Abdul Majid, Guru Mansur, dan Guru Mughni. Kiai terkemuka di Jakarta Timur ini lahir pada Ahad 16 Ramadlan 1293/1876 di Rawa Bangke, Jatinegara.

Bapaknya bernama Ahmad Mirshad. Ia tidak lain keturunan keempat Sultan Laksana Melayang, salah seorang pangeran dari Kesultanan Melayu Pattani di Muangthai Selatan. Sementara ibunya bernama Fathimah binti Syihabuddin Maghrobi al-Maduri, berasal dari Madura dan keturunan Maulana Ishaq Gresik, seorang khatib di Masjid Al-Jamiul Anwar Rawa Bangke.

Usia 12 tahun, ia belajar Alquran kepada H. Anwar. Di usia ke-enam belas, ia belajar kitab kepada seorang keturunan Arab bernama Sayyid Usman bin Muhammad Banahsan. Tidak lama kemudian, ia menuntut ilmu di kota Mekah untuk menetap selama tujuh tahun. Di kota ini, Guru Marzuqi menuntut ilmu dari para ulama sepuh. Mereka antara lain Syekh Makhfud Tremasi, Syekh Umar bin Abubakar Bajunaid Alhadrami, Syekh Mukhtar Atharid, Syekh Muhammad Umar Syatha, Syekh Ahmad Zaini Dahlan, Syekh Abdul Karim Al-Dagestani, dan ulama lainnya.

Dari mereka, ia menimba pelbagai ilmu seperti fiqh, ushul fiqh, tafsir, hadits, manthiq (logika), dan lainnya. Ia pun menerima ijazah tarekat Alawiyah dari Muhamad Umar Syatha yang mendapat silsilahnya dari Syekh Ahmad Zaini Dahlan.

Pulang ke tanah air, ia mengajar di masjid Al-Jamiul Anwar Rawa Bangke. Guru Marzuqi adalah pembawa organisasi NU di Jakarta. Ia mendengar kabar bahwa KH. Hasyim Asyari, teman mengaji di Mekah, mendirikan organisasi NU di Jawa Timur. Ia pergi ke Jombang untuk mengejar kejelasan tentang NU. Setelah menemukan kesepahaman dari segi fiqih dan akidah, ia mendirikan NU di Jakarta pada tahun 1928. Guru Marzuqi pula yang menjabat Rois Syuriah hingga wafat 1934.

Ia wafat pada 25 Rajab 1352 H, bertepatan dengan 2 November 1934 M. Guru Marzuqi dimakamkan di kompleks Masjid Al-Marzuqiyah, jalan Masjid Al-Marzuqiyah, Cipinang Muara, Jakarta Timur. (Alhafiz Kurniawan)

Dari (Fragmen) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39950/hidup-guru-marzuqi-untuk-ngaji

Kitab Kuning Digital

Jumat, 23 Desember 2016

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Blitar, Kitab Kuning Digital. Pola dakwah wali Sembilan (wali songo) perlu diteladani oleh para kader dan penerus NU. Karena, pola yang dijalankan oleh para wali sederhana. Namun mengandung hikmah dan motivasi yang sangat tinggi.

Dalam berdakwah para wali ini tidak terlalu muluk-muluk dalam penyampaian. Namun, dinamis dalam pelaksanaannya," ujar Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar, KH Noer Hidaytulloh Dawami kepada NU Onlie tadi pagi (10/1), usai melakukan ziarah makam dan pendiri NU di Jatim, tadi pagi.

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)


Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Sitem dakwah para wali, lanjut Kiai Noer, tidak macem-macem. Baik pola maupun bahasanya. Sehingga masyarakat luas mudah menerima apa yang disampaikan.

Kitab Kuning Digital

Para wali itu semua hafal Quran dan hadits. Tapi mereka tidak banyak mengunakan dalil-dalil itu untuk disampaikan ke umatnya. Namun kandungannya yang dijlentrehkan berfaedah. Misalnya kenduri. Dulu kenduri itu bentuknya sesaji kepada mahluk gaib. Namun oleh wali diluruskan bahwa kenduri itu bagian dari shodaqoh. La shodaqoh itu bagian dari li dafil balak (menjauhkan dari mara bahaya)," ungkap Kiai Noer yang juga pengasuh pesantren Darur Roja Selokajang ini.

Jadi dakwahnya sangat sederhana. Namun mengena. Para wali tahu ini Jawa bukan Arab. Sehingga melalui tradisi dan buya itulah para wali bisa menyebarkan Islam di Jawa secara damai. Ini yang perlu diteladani," tambahnya.

Kitab Kuning Digital

Sebagimana diketahui, sukses pelaksanaan dan hasil dalam konfercab NU Kabupaten Blitar. Panitia konfercab, melakukan safari ziarah wali dan pendiri NU di Jatim. Acara dilaksanakan, 8-9 Januari 2013 kemarin. Ziarah yang diikuti anggota panitia berjumlah sekitar 55 orang itu mengambil rute, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Surabaya dan Jombang.

Ziarah kita mulai dari Tuban, lalu ke Lamongan, terus Gresik. Tiba di Gresik pas waktu subuh. Habis Subuhan, kita ziarah ke makam Sunan Giri. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Bangkalan untuk ziarah ke makam Syakhona Cholil. Usai dari Bangkalan, rombongan menuju ke Ampel Surabaya, jelas Masduki, ketua panitia.

Tiba di Ampel, lanjut Masduki, waktu sudah menunjukkan pukul 14.00. Padahal, rombongan masih belum ke Troloyo Mojokerto dan Tebuireng Jombang. Karena waktunya mepet, maka perjalanan dilanjutkan ke Jombang. Untuk ziarah ke makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Namun sayang, tiba di Tebuireng waktu sudah menunjukkan pukul 17.15 menit. Pintu gerbang pesarehan sudah tutup. Yak arena tutup kit abaca tahlil di depan pintu masuk di sebelah barat. Toh hal ini tidak mengurangi pahala tahlil," ujar Masduki menghibur. Setelah itu, rombongan pulang ke Blitar melalui jalur Pare dan Kediri. Tadi malam sekitar jam 22.00 kita sampai di Blitar," tambahnya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41694/pola-dakwah-wali-songo-perlu-diteladani

Kitab Kuning Digital

Selasa, 29 November 2016

Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat?

---

Assalamualaikum. Kepada Yth Pengasuh Bahtsul Masail. Saya ingin bertanya, saya telah mendaftar haji dengan menyetor dana BPIH sebanyak 25 juta untuk mendapatkan nomor porsi, dan insyaAllah porsi saya tahun 2028 nanti. Yang ingin saya tanyakan apakah uang pendaftaran sebanyak 25 juta tersebut harus diikutkan dalam penghitungan zakat mal setiap tahunnya ? Mengingat keberangkatan hajinya masih 14 tahun lagi. Mohon jawabannya.

Wassalamualaikum.(Sriutami, Punduh kidul-Sidoagung Tempuran-Magelang)

Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat? (Sumber Gambar : Nu Online)


Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat?

---

Assalamualaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang kelima yang diwajibkan bagi orang yang sudah mampu. Namun pada saat seorang muslim yang dirasa sudah memenuhi persyaratannya ternyata terkendala oleh antrean yang begitu panjang untuk bisa berangkat haji. Bahkan antrean itu bisa sampai berpuluh-puluh tahun lamanya.

Untuk mendapatkan nomer antrean atau porsi maka seseorang yang berniat melaksanakan ibadah haji harus menyetor dulu sebesar dua puluh lima juta rupiah. Dan ketika akan berangkat haji maka tinggal menambah kekurangannya. Setoran tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu atau ditarik kembali kecuali yang bersangkutan meninggal dunia atau tidak bisa berangkat karena alasan kesehatan atau alasan lainnya yang sah.

Kitab Kuning Digital

Penjelasan di atas mengandaikan bahwa dana setoran haji menjadi tidak dimiliki oleh pemiliknya dengan kepemilikan yang sempurna. Sebab, dana tersebut tidak bisa ditarik atau diambil sewaktu-waktu kecuali meninggalkan dunia atau orang yang bersangkutan tidak jadi menunaikan ibadah haji karena alasan kesehatan. Padahal salah satu persyaratan harta yang wajib dizakati adalah harta yang dimiliki dengan kepemilikan yang sempurna.

Disamping itu adalah yang terkait soal nishabnya. Nishab uang disamanakan dengan nishabnya emas yaitu delapan puluh lima gram. Dengan kata lain, jika harga emas sekarang harganya 550.000 rupiah pergram, maka nishab uang itu sekitar 46.750.000 rupiah. Jumlah nishab ini dihitung dari 550.000 X 85 hasilnya adalah 46.750.000.

Kitab Kuning Digital

Zakat adalah wajib atas orang merdeka yang muslim, baligh dan berakal ketika ia memiliki harta dengan kepemilikan yang sempurna yang sudah sampai nishabnya dan telah mencapai haul (Abdul Ghani al-Ghunaimi ad-Dimasqi, al-Lubab fi Syarh al-Kitab, Bairut-Dar al-Kitab al-Arabi, tt, juz, 1, h. 98).

Berangkat dari penjelasan ini maka jawaban atas pertanyaan di atas adalah bahwa dana setoran awal BPIH sejumlah dua puluh lima juta tidak wajib dizakati karena ternyata dana tersebut begitu disetorkan tidak bisa lagi dimiliki secara sempurna.Sehingga dana sebesar dua puluh lima juta tersebut tidak bisa diikutkan dalam perhitungan zakat mal setiap tahun.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi orang-orang yang berniat menjalankan ibadah haji dan sudah menyetor dua puluh lima juta hendaknya memperbanyak sedekah agar bisa dimudahkan dalam segala urusannya, dan jangan lupa membayar kewajiban zakat mal yang lain jika memang telah terpenuhi semua ketentuannya. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamualaikum wr. wb

Mahbub Maafi Ramdlan

Dari (Bahtsul Masail) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60810/apakah-uang-pendaftaran-haji-terkena-wajib-zakat

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 22 Oktober 2016

Pesantren Salafiyah Parappe Wakil Sulbar di Putaran Final LSN

Polewali Mandar, Kitab Kuning Digital. Kesebelasan Pondok Pesantren (PP) Salafiyah Parappe berhasil menjadi Juara Liga Santri Nasional (LSN) Zona Sulawesi Barat (Sulbar) setelah mengalahkan kesebelasan PP Al-Ihsan DDI Kanang di babak final yang berlangsung di Lapangan sepak bola Rajawali Panyampa kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Senin (22/9).

Laga final berlangsung seru dan menegangkan karena disaksikan oleh mayoritas suporter PP Salafiyah selaku tuan rumah LSN zona Sulbar. Kedua tim bermain terbuka sehingga banyak menghasilkan peluang. Pertandingan berakhir dengan skor 3-1 untuk keunggulan Salafiyah Parappe.

Pesantren Salafiyah Parappe Wakil Sulbar di Putaran Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Salafiyah Parappe Wakil Sulbar di Putaran Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren Salafiyah Parappe Wakil Sulbar di Putaran Final LSN

Jalannya pertandingan

Kitab Kuning Digital

Di babak pertama, pemain PP Salafiyah Parappe, Arif berhasil membuka skor dengan golnya di menit-menit awal pertandingan. Kemudian disamakan oleh kesebelasan PP Al-Ihsan DDI Kanang lewat gol Reza diakhir babak pertama. Babak pertama laga final berkesudahan dengan skor 1-1.

Di babak kedua, pertandingan semakin seru. Namun hasil akhir berpihak kepada kesebelasan PP Salafiyah Parappe. Dua gol pemain PP Salafiyah Parappe masing-masing dicetak oleh Aziz dan Arif (gol kedua) mengantarkan PP Salafiyah Parappe merebut gelar Juara LSN zona Sulbar.

Kitab Kuning Digital

Sebagai tuan rumah sekaligus menjadi juara, PP Salafiyah Parappe bertekad menampilkan hasil yang terbaik di babak selanjutnya di tingkat nasional. Sebagaimana diketahui, kemenangan di final LSN zona Sulbar mengantarkan PP Salafiyah Parappe mewakili Sulbar di babak 16 besar menghadapi pemenang LSN dari zona lainnya.

Setelah pertandingan selesai, Indah Maya Sari selaku Koordinator LSN zona Sulbar menutup secara resmi kompetisi yang melibatkan para santri Sulbar ini. Bibit unggul bakat sepak bola ternyata juga ada pada santri, mereka juga bermain sangat sportif dan saya yakin pesantren yang menjadi juara di zona Sulbar akan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional, tutup Indah. (Sudianto/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62379/pesantren-salafiyah-parappe-wakil-sulbar-di-putaran-final-lsn

Kitab Kuning Digital

Rabu, 05 Oktober 2016

PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mensosialisasikan hasil-hasil muktmar ke-33 Nahdlatul Ulama, di auditorium PBNU Selasa malam (15/12). Kegiatan tersebut dipandu Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini.

Helmy Faishal Zaini mengatakan, di dalam tas yang diberikan usai registrasi ada beberapa buku panduan tentang pesantren, penguatan Islam Nusantara, termasuk buku aturan dasar dan aturan rumah tangga (AD/ART) NU. Kita sudah cetak AD/ART hasil Muktamar Jombang. Hasil-hasil itu bisa dikaji dan dibaca, katanya.

PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah

Dalam memahamami AD/ART yang begitu tebal, yang jumlahnya beratus-ratus halaman, akan ditemui kesusahan, ketika mensosialisasikan kembali kepada para Pengurus Cabang. Nanti diajarkan bagaimana trik membaca yang mudah dan simpel, ujar alumni Pesantren Denanyar Jombang ini.

Kitab Kuning Digital

Dalam kesempatan ini, Helmy menyampaikan beberapa progam yang baik yang sudah dan sedang dikerjakan PBNU termasuk di dalamnya jaringan yang dimiliki Nahdlatul Ulama. Progam yang sudah dikerjakan diantaranya adalah pelayaran santri bela negara bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia yang diikuti seribu santri.

PBNU sedang menyusun peta persebaran pengurus NU sampai ke tingkat ranting (desa). Sehingga dalam progam persebaran akan lebih mudah untuk menentukan daerah-daerah yang menjadi skala prioritas. Untuk itu, kita perlu mendengar bagaimana kondisi wilayah-wilyah dari para pengurus yang hadir, imbuh Helmy.

Kitab Kuning Digital

Dalam sosialisasi hasil muktamar, turut hadir para pengurus harian PBNU. Di akhir dibagikan juga buku 100 Ulama serta Atlas Walisongo. (Faridur Rohman/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64322/pbnu-sosialisasikan-hasil-muktamar-kepada-pengurus-wilayah

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 17 September 2016

Slamet Effendy Yusuf: Saya Bukan Tim Kampanye Capres Manapun

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Slamet Effendi Yusuf menegaskan dirinya tidak terlibat sebagai tim kampanye calon presiden atau calon wakil presiden. Hal ini berkaitan dengan penyebutan namanya dalam daftar nama tim kampanye salah satu calon.

Saya bukan tim kampanye capres manapun. Saya juga tidak pernah diminta sebagai tim kampanye capres-cawapres, katanya kepada Kitab Kuning Digital di Jakarta, Rabu (28/5).

Pernyataan ini disampaikannya berkaitan dengan pencatuman namanya sebagai salah seorang anggota dewan penasihat tim kampanye nasional Prabowo-Hatta. Saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Pak Mahfud MD (ketua tim kampaye nasional Prabowo-Hatta), tambahnya.

Slamet Effendy Yusuf: Saya Bukan Tim Kampanye Capres Manapun (Sumber Gambar : Nu Online)
Slamet Effendy Yusuf: Saya Bukan Tim Kampanye Capres Manapun (Sumber Gambar : Nu Online)


Slamet Effendy Yusuf: Saya Bukan Tim Kampanye Capres Manapun

Dikatakanya, sebagai salah seorang ketua PBNU, dirinya akan fokus di NU. Slamet yang juga penggagas kembalinya NU ke Khittah 1926 berharap semua unsur PBNU tidak terlibat dalam aktivitas dukung-mendukung salah satu calon prasiden dan wakil presiden, apalagi sampai membawa bendera NU atau memakai kantor NU untuk kepentingan kampanye.

Kitab Kuning Digital

Kita harus berpegang teguh pada khittah. Pengurus NU jangan berpihak. PBNU harus menjadi pelopor dalam hal ini. Jangan malah membuat rancu, katanya.

Namun ia tetap mengimbau kepada warga Nahdliyin untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 9 Juli mendatang dan tidak golput. Sebagai bagian dari warga negara kita punya hak politik. Jangan sampai bingung. Pilihlah sesuai hari nurani, pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Kitab Kuning Digital

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52298/slamet-effendy-yusuf-saya-bukan-tim-kampanye-capres-manapun

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock