Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2017

Hidup Guru Marzuqi untuk Ngaji

Saat matahari naik sepenggalah, asap mulai mengepul dari dapur rumah. Asap yang menjulang, menepuk-tepuk rimbunan pohon Nangka, lalu perlahan memudar. Ia berasal dari tungku yang sedang mengukus Singkong.

Sebentar-sebentar api tungku meletupkan sesuatu. Lidahnya terus merayap dan melahap belahan-belahan kayu bakar yang sebagian masih basah. Kicau burung Cerokcok yang menjejakkan kaki di dahan Nangka, mengaburkan detak-detak letupan api.

Hidup Guru Marzuqi untuk Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidup Guru Marzuqi untuk Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)


Hidup Guru Marzuqi untuk Ngaji

Sementara di beranda, sang empunya rumah, yang masyhur dengan sebutan Guru Marzuqi, tengah memberikan tashwir di hadapan belasan santrinya. Ia menghadapi dua kitab berlapik sebuah lekar. Satu terbuka, sedang dibaca. Satu masih tertutup, menunggu dibaca.

Usai pembacaan satu kitab, dua tiga nampan berisi singkong kukus keluar dari balik tirai pintu. Seorang bujang menuangkan teh panas tanpa gula dari cerek besar. Sebentar kemudian gelas-gelas yang berjajar rapi pada sebuah talam besar, terisi seperlunya. Dalam beberapa hitungan, gelas berisi teh tanpa gula sudah sampai di tangan semua hadirin.

Kitab Kuning Digital

Ini merupakan satu hidangan lazim dunia santri di Betawi. Kecuali itu, hidangan semacam ini adalah bentuk penghargaan Guru Marzuqi kepada santrinya yang datang dari sejumlah daerah di Jabodetabek. Maklum, santri Guru Marzuqi kebanyakan orang-orang tua. Mereka juga guru-guru besar di desanya.

Kitab Kuning Digital

Lepas menyantap potongan singkong kukus, mereka melanjutkan kitab lainnya. Mereka sedikit berbincang usai membaca dua kitab. Lalu dengan doa sang guru, mereka bubar entah ke mana membawa diri, keberkahan doa, dan ilmu.

Guru Marzuqi berjalan ke halaman belakang. Mengambil air sembahyang, lalu masuk ke dalam rumah. Gua mau ngajar dulu di masjid, kata Guru Marzuqi kepada istrinya di pintu rumah.

Mendekap dua kitab, sang guru berjalan menuju masjid di tetangga kampung. Menyusuri pohon-pohon rindang di kiri-kanan jalan, Guru Marzuqi terus melangkah menikmati kicauan burung. Sesekali guru Marzuqi menerima tawaran mampir dari tetangga.

Sampai di masjid, puluhan santri yang sudah menanti, mengecup bolak-balik tangan sang guru. Mereka melakukannya secara bergantian hingga tidak terasa sang guru sudah duduk di dalam masjid menghadapi kitab terbuka.

Tashwir sang guru atas dua kitab, selesai sebelum beduk Zuhur berdebam. Dalam tashwir, Guru Marqzuqi menyampaikan semua pemahaman yang didapatnya saat mengaji di Mekah dulu. Tidak satu pun pemahaman dari guru-gurunya disembunyikan.

Usai sembahyang Isya, ribuan butir air menitik di atap genting. Kilatan cahaya di langit diiringi suara guntur yang menggelegar. Sedangkan rimbunan daun Nangka di belakang rumah menjadi berat. Warna hijau dan merahnya semakin pekat disapu tetesan air langit.

Di beranda Guru Marzuqi seperti malam biasanya, tetap memberikan tashwir. Kali ini sang guru menghadapi santri-santri berseragam putih menghadapi lekar. Dengan setia mereka mendengarkan sang guru hingga selesai dua kitab. Hanya saja, malam ini tidak ada teh hangat, apalagi singkong kukus.

Dul, Guru Marzuqi semalam ngajar siapa ya? Semalam kan hujan gelanturan (hujan lebat disertai angin hebat dan sambaran petir), gua kagak lihat guru-guru pada datang ke rumah Guru Marzuqi, kata Mamat kepada Abdul, tetangga Guru Marzuqi yang mau mengangkut dagangannya ke pasar Meester Cornelis atau Jatinegara di pagi hari.

Nah iya. Mereka itu siapa? Gua lihat agak samar, sedikit terhalang pagar dan hujan. Yang gua lihat mereka berpakaian putih semua. Itu kagak jamak, kayak di malam-malam biasanya, sambut Dul sembari menaikkan dagangannya ke atas andong untuk menyusuri jalan berbecek.

Kalau orang pada kagak datang, terusan siapa dong?

Kalau yang gua dengar dari guru-guru, cuman malaikat yang pakaiannya putih-putih begitu, jawab Dul bertepatan dengan roda andong yang mulai berderak.

Mamat masuk ke rumah. Pertanyaan di hatinya terjawab. Ia cerita kepada istrinya. Siang hari itu, sebuah kabar tersiar luas bahwa Guru Marzuqi mengajar malaikat di malam yang hujan.

Pada saat yang sama, istri Guru Marzuqi menjemur bantal-bantal putih di belakang rumah. Bantal-bantal ini dijemur karena terpaan udara lembab semalam sebagai pengganti para santri yang tidak hadir.

Abang gua emang doyan baca kitab. Ampe santri kagak datang, tetap aja diakalin caranya dia harus tetap baca kitab, ujar istri Guru Marzuqi saat memukul kasur yang sedang telentang menghadang matahari.

Riwayat Guru Marzuqi

Guru Marzuqi adalah satu dari sejumlah guru besar di tanah Betawi selain Guru Abdul Majid, Guru Mansur, dan Guru Mughni. Kiai terkemuka di Jakarta Timur ini lahir pada Ahad 16 Ramadlan 1293/1876 di Rawa Bangke, Jatinegara.

Bapaknya bernama Ahmad Mirshad. Ia tidak lain keturunan keempat Sultan Laksana Melayang, salah seorang pangeran dari Kesultanan Melayu Pattani di Muangthai Selatan. Sementara ibunya bernama Fathimah binti Syihabuddin Maghrobi al-Maduri, berasal dari Madura dan keturunan Maulana Ishaq Gresik, seorang khatib di Masjid Al-Jamiul Anwar Rawa Bangke.

Usia 12 tahun, ia belajar Alquran kepada H. Anwar. Di usia ke-enam belas, ia belajar kitab kepada seorang keturunan Arab bernama Sayyid Usman bin Muhammad Banahsan. Tidak lama kemudian, ia menuntut ilmu di kota Mekah untuk menetap selama tujuh tahun. Di kota ini, Guru Marzuqi menuntut ilmu dari para ulama sepuh. Mereka antara lain Syekh Makhfud Tremasi, Syekh Umar bin Abubakar Bajunaid Alhadrami, Syekh Mukhtar Atharid, Syekh Muhammad Umar Syatha, Syekh Ahmad Zaini Dahlan, Syekh Abdul Karim Al-Dagestani, dan ulama lainnya.

Dari mereka, ia menimba pelbagai ilmu seperti fiqh, ushul fiqh, tafsir, hadits, manthiq (logika), dan lainnya. Ia pun menerima ijazah tarekat Alawiyah dari Muhamad Umar Syatha yang mendapat silsilahnya dari Syekh Ahmad Zaini Dahlan.

Pulang ke tanah air, ia mengajar di masjid Al-Jamiul Anwar Rawa Bangke. Guru Marzuqi adalah pembawa organisasi NU di Jakarta. Ia mendengar kabar bahwa KH. Hasyim Asyari, teman mengaji di Mekah, mendirikan organisasi NU di Jawa Timur. Ia pergi ke Jombang untuk mengejar kejelasan tentang NU. Setelah menemukan kesepahaman dari segi fiqih dan akidah, ia mendirikan NU di Jakarta pada tahun 1928. Guru Marzuqi pula yang menjabat Rois Syuriah hingga wafat 1934.

Ia wafat pada 25 Rajab 1352 H, bertepatan dengan 2 November 1934 M. Guru Marzuqi dimakamkan di kompleks Masjid Al-Marzuqiyah, jalan Masjid Al-Marzuqiyah, Cipinang Muara, Jakarta Timur. (Alhafiz Kurniawan)

Dari (Fragmen) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39950/hidup-guru-marzuqi-untuk-ngaji

Kitab Kuning Digital

Jumat, 19 Desember 2014

Keutamaan Hari Arafah

Ketika Allah s.w.t memerintkah Nabi Ibrahim a.s. untuk menyeru kepada manusia untuk mengerjakan haji, maka beliau bergegas berseru : "Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membangun rumah (Ka'bah) maka berhajilah ke sana". Semua manusia telah menjawab seruan itu bahkan calon embrio yang masih berada dalam sperma lelaki dan sel telur perempuan.

Allah s.w.t. berfirman:

{ وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَميِقٍ } [الحج:27]

Artinya : "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan dating kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka akan dating dari segenap penjuru yang jauh". [QS. Al-Hajj : 27]

Pada hari-hari semacam ini (permulaan Dzul Hijjah) jama'ah haji saling bertemu di rumah Allah dengan mengumandangkan Talbiyah untuk memenuhi seruan Nabi Ibrahim a.s. seraya mengharapkan ridho dari Allah s.w.t. dan membentangkan diri untuk mendapatkan curahan rahmat yang Allah turunkan di hari-hari seperti ini yang pada puncaknya adalah pada hari Arafah.

Hari Arafah merupakan hari pembebasan dari Neraka bagi mereka yang menjaga pendengarannya dari hal yang buruk, bagi mereka yang turut berpuasa di hari tersebut dengan mengharapkan keridhoan dari Tuhannya. Hal ini tak lain karena Allah s.w.t. telah menjamin pengampunan dosa bagi mereka yang berpuasa di hari Arafah.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"من صام يوم عرفة غفر له سنة أمامه وسنة خلفه, ومن صام عاشوراء غفر له سنة". رواه الطبراني في الأوسط

Artinya : "Barang siapa yang berpuasa di hari Arafah, maka dia diampuni (dari dosanya) setahun setelah dan sebelumnya. (Sedangkan) barang siapa yang berpuasa pada hari Asyura', maka ia diampuni (dari dosa) setahun". HR. Thabrani dalam Al-Ausath

Hari Arafah adalah puncak dari harapan para jama'ah haji, sebab pada hari itulah mereka bias memperoleh segala pengharapan. Begituhalnya Tuhan menatap mereka dengan pandangan keridhoan.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"إِنَّ اللَّهَ - تعالى - تطوَّل – أي تفضل - عَلَى أَهْلِ عَرَفَاتٍ يُبَاهِي بهم الْمَلاَئِكَةَ يَقُولُ : يَا مَلاَئِكَتِي ، انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي شُعْثًا ، غُبْرًا أَقْبَلُوا يَضْرِبُونَ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ، فأشهدكم أَنِّي قَدْ أَجَبْتُ دَعَاءهُمْ ، وَشَفَعْتُ رَغْبَتَهُمْ ، وَوَهَبْتُ مُسِيئَهُمْ لِمُحْسِنِهِمْ ، وَأَعْطَيْتُ مُحْسِنيهُمْ جَمِيعَ مَا سَأَلُونِي غَيْرَ التَّبِعَاتِ الَّتِي بَيْنَهُمْ ". رواه أبو يعلى

Artinya: "Sesungguhnya Allah s.w.t. memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para Malaikat dan berfirman : "Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan do'a mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku buruk kepada yang berlaku baik pada mereka dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik pada mereka segala apa yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka". (HR. Abu Ya'la)

Lebih dari itu, Hari Arafah adalah hari paling agung di mana Allah mengampuni dosa-dosa Kaum Mukminin di segala penjuru dunia mana kala mereka membentangkan diri untuk mendapatkan anugerah Allah yang dicurahkan pada hari tersebut dengan do'a yang sungguh-sungguh.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"إذا كان يوم عرفة لم يبق أحد في قلبه ذرة من إيمان إلا غفر له. فقيل : يا رسول الله المعروف خاصة؟ أي – لمن وقف في عرفة خاصة – أم للناس عامة؟ قال : بل للناس عامة". رواه أبو داود

Artinya : "Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya : Ya Rasulallah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia?, Rasulullah menjawab : Untuk semua manusia". HR. Abu Daud

Pada hari ini (Arafah) adalah hari pembebasan dari Api Neraka dan Allah s.w.t. sangat bermurah hati dan penuh dengan kasih sayang. Diriwayatkan dari Jabir r.a., beliau berkata:

"ما من يوم أفضل عند الله من يوم عرفة ينزل الله تعالى إلى سماء الدنيا فيباهي بأهل الأرض أهل السماء فيقول انظروا إلى عبادي جاؤوني شعثا غبرا ضاجين جاؤوا من كل فج عميق يرجون رحمتي ولم يروا عقابي فلم ير يوما أكثر عتقا من النار من يوم عرفة". رواه البيهقي

"Tidak ada hari yang lebih utama di hadapan Allah melebihi Hari Arafah. (Urusan) Allah s.w.t. turun ke langit dunia, Allah pun membanggakan penduduk bumi kepada penduduk langit seraya berfirman : "Lihatlah kepada hamba-hambaku yang datang kepadaku dengan tubuh lusuh penuh debu menggaduh. Mereka datang dari segala penjuru yang jauh dengan mengharapkan rahmatKu sedangkan mereka tidaklah melihat siksaanku". Maka tidaklah ada hari di mana pembebasan dari Neraka itu melebihi di Hari Arafah". (HR. Baihaqi)

Paling utamanya do'a pada Hari Arafah baik bagi jama'ah haji ataupun yang lainnya adalah :

"لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ"

Rasulullah s.a.w. bersabda :

"خير الدعاء دعاء يوم عرفة, وأفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي : لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ". رواه الإمام مالك

Artinya : "Sebaik-baik do'a adalah do'a pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga Para Nabi sebelumku adalah : Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa 'Alaa Kulli Syai'in Qodiir (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya)". HR. Imam Malik

Adapun do'a yang sering dipanjatkan Nabi s.a.w. pada Hari Arafah adalah :

"اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِيْ نَقُوْلُ, وَخَيْراً مِمَّا نَقُوْلُ, اَللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ, وَإِلَيْكَ مَآبِيْ وَلَكَ رَبِّيْ تُرَاثِيْ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَّاتِ الْأَمْرِ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَهِبُّ بِهِ الرِّيْحُ".

Artinya : "Ya Allah segala puji hanyalah milikMu sebagaimana kami ucapkan dan bahkan lebih baik dari pada apa yang kami ucapkan. Ya Allah, hanyalah untukMu Shalat, hidup dan matiku. Hanyalah kepadaMu tempat kembaliku. Hanyalaha milikmu segala peninggalanku. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari siksa kubur, gangguan dalam hati dan terpecahnya segala urusan. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari keburukan yang tertiup bersama angin".

Di antara kedermawanan Allah s.w.t. dengan segala kemurahan dan anugerah yang Dia limpahkan serta pengampunan atas segala dosa kepada para hambanya serta pembebasan mereka dari Api Neraka di segala penjuru dunia pada Hari Arafah itu membuat Setan merasa sakit yang sangat serta merasakan kerugian yang sangat besar (sebab telah lama ia menjerumuskan manusia, malah diampuni dosa mereka). Rasulullah s.a.w. bersabda:

"ما رؤى الشيطان يوما هو فيه أصغر ولا ادحر ولا أحقر ولا أغيظ منه في يوم عرفة وما ذاك الا لما رأى من تنزل الرحمة وتجاوز الله عن الذنوب العظام". رواه الإمام مالك

Artinya : "Tidak ada hari di mana Setan Nampak lebih kerdil, terusir dan marah melebihi di Hari Arafah. Tidaklah hal itu terjadi melainkan karena dia melihat limpahan rahmat dan pengampunan Allah dari dosa-dosa besar". (HR. Imam Malik). [Kitab Kuning Digital]

Imam Abdullah El-Rashied, mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College, Mukalla, Hadramaut, Yaman.

Catatan:

Artikel ini disarikan dari Khutbah yang disampaikan oleh Dr. Salim Abu Bakar Al-Haddar, Wakil Dekan Fakultas Syariah di Imam Shafie College pada hari Jum'at 7 Dzul Qo'dah 1437 H / 8 September 2016 di Masjid Imam Syafi'I, Mukalla, Hadramaut, Yaman.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/keutamaan-hari-arafah.html

Kamis, 10 Juli 2014

Pokok Pikiran Kebangsaan KH Sahal Mahfudh

Para pendiri bangsa ini bercita-cita membangun bangsa ini secara utuh melalui seluruh batang tubuh Undang Undang Dasar 1945. Tujuan pembangunan bangsa ini adalah mewujudkan cita-cita sesuai yang diamanatkan oleh UUD 1945.

Dinamika yang muncul pada proses penyelenggaraan pembangunan ini dapat dianggap wajar apabila masih dalam bingkai tujuan itu. Akan tetapi ada beberapa persoalan yang akhir-akhir ini meresahkan pikiran saya dan oleh karena itu patut didiskusikan bersama,yakni:

Pokok Pikiran Kebangsaan KH Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pokok Pikiran Kebangsaan KH Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)


Pokok Pikiran Kebangsaan KH Sahal Mahfudh

1. Ketatanegaraan

Otonomi daerah banyak mengalami komplikasi dan menjadi rawan terhadap konflik lokal dan politik uang sebagai akibat dari kebijakan one man one vote. Tidak semua persoalan seperti agraria patut untuk diserahkan kepada daerah, pusat seharusnya mempunyai kewenangan yang cukup besar mengatur hal-hal strategis bangsa.

Kitab Kuning Digital

Kedudukan dan fungsi MPR sebagai lembaga tertinggi negara perlu diperjelas kembali, diantaranya dengan mengangkat kelompok tertentu seperti kelompok adat dan minoritas lain yang sulit terwakili dengan sistem pemilihan yang berlaku saat ini.

Kitab Kuning Digital

2. Ekonomi

Walaupun globalisasi ekonomi sudah menjadi keniscayaan, perekonomian nasional semestinya tidak serta merta diserahkan kepada mekanisme pasar secara total. Pengalaman selama ini membuktikan bahwa kekuatan modal dan korporasi tidak membawa manfaat secara nyata dan merata kepada masyarakat. Negara seharusnya memperjelas kebijakan tentang perkoperasian dengan aturan yang lebih tegas dan berpihak. Negara harus diingatkan bahwa koperasi sebagai soko guru ekonomi tidak hanya sebatas jargon, tetapi harus menjadi semangat pengendalian perekonomian nasional.

3. Kebudayaan

Semangat kebangsaan (ukhuwah wathoniyah) harus secara terus menerus diperkuat kembali dengan cara apapun, baik melalui organisasi kemasyarakatan formal maupun non formal. Negara harus mempunyai strategi pengaturan masyarakat yang tegas dan kongkrit yang merujuk kepada Pancasila dan UUD 1945, sehingga ruang gerak dan pemikiran untuk mengubah asas dan dasar negara ini tidak semakin meluas. Negara harus menghidupkan kembali semangat gotong-royong (taawun) di level masyarakat sebagai gerakan pembanding terhadap perilaku hedonis, konsumtif, dan individualis yang telah menjadi perilaku sebagian masyarakat Indonesia.

Dengan demikian aspirasi untuk meninjau perubahan UUD 1945 secara selektif layak digulirkan untuk menyalakan kembali semangat berbangsa dan bernegara serta nasionalisme yang akhir-akhir ini cenderung redup, tentu saja dengan cara-cara yang arif dan memperhatikan kepentingan bangsa.

Pati, 7 Mei 2012

HMA. Sahal Mahfudh

*Disampaikan dalam roundtable discussion Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), 8 Mei 2012 di kampus Universitas Diponegoro, Semarang.

Dari (Taushiyah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37877/pokok-pikiran-kebangsaan-kh-sahal-mahfudh

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 23 Maret 2013

Dialog Santri Soal Pacaran

Kitab Kuning Digital - Sebuah dialog antara santri mengenai pacaran, karena sekarang ini sedang heboh sekali tentang hukum pacaran. Bagaimana hukum islam mengenai pacaran, dan bagaimana itu?

A : Kang, sampeyan itu santri tapi kok malah pacaran to?!

B : Lha memangnya kenapa, kang?

Dialog Santri Soal Pacaran - Kitab Kuning Digital
Dialog Santri Soal Pacaran - Kitab Kuning Digital


Dialog Santri Soal Pacaran

Kitab Kuning Digital

A : Mendekati zina itu dosa kang.. dan dosa itu haram..

B : Oh.. berarti jadi pejabat itu juga haram ya kang.. karena mendekati korupsi.. korupsi itu dosa.. dan dosa itu haram..!

Kitab Kuning Digital

A : Pejabat itu kan tidak semuanya korupsi kang..

B : Pacaran juga tidak semuanya zina kang..

A : Tapi kan sudah terbukti banyak yang berzina..!

B : Pejabat juga sudah terbukti banyak yang ketangkap KPK..!

A : Zina itu dosa besar kang..

B : Korupsi malah lebih besar kang.. udah nyolong, melalaikan amanah masih menyengsarakan rakyat..

A : Kalau pejabat itu kan ada tujuannya kang.. untuk mengatur negara..

B : Pacaran juga ada tujuannya kang.. untuk mengatur rumah tangga..

A : Kok bisa?

B : Memangnya sampeyan mau membeli kucing dalam karung?

A : Kalau maksud sampeyan untuk saling mengenal, kan sudah ada ajarannya kang.. Ta'arufan..

B : Memangnya sampeyan wali? Yang sekali lihat bisa langsung mengerti. Bagiku semua itu butuh proses panjang.

A : Wah.. berarti sampeyan tidak percaya dengan pilihan guru dan orangtuamu ya kang..

B : Bukan tidak percaya. Tapi semua orang bisa bersikap manis di hadapan siapa saja. kecuali di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, aku pacaran untuk membuktikan apakah dia benar-benar pantas untuk menjadi penyempurna Iman.

A : Berarti sampeyan sudah su'udzon itu kang..

B : Memangnya sampeyan masuk Islam hanya karna "katanya" ya kang? Bukan karena membuktikan sendiri kebenarannya?

A : Hm.. lha trus solusi sampeyan untuk masalah ini gimana?

B : Rosul selalu mengajarkan untuk bersikap adil. Aku tidak bisa mengharamkan hal yang lebih berat. Oleh karena itu aku tidak pernah mengharamkan hal yg lebih ringan.

A : Ya sudah kang.. tapi aku tidak mau ikutan..

B : Tenang aja.. aku juga gak pernah mau memaksa..

Dan akhirnya keduanya bisa saling menghargai...

#TAMAT

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/dialog-santri-soal-pacaran.html

Sabtu, 16 Maret 2013

Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh!

Kitab Kuning Digital - Selama ini masyarakat melihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) selalu menempelkan nama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun bila ditilik nama pengurus GNPF-nya, ternyata bukanlah pengurus MUI yang sedang menjabat. Masalahnya adalah kepentingan siapa yang menunggangi dan siapa ditunggangi? Siapa yang memanfaatkan dan siapa yang dimanfaatkan?

Berpikir ke depan, sebaiknya MUI minta secara resmi agar GNPF membubarkan diri. Kepolisian negara dapat mengawal permintaan MUI ini. Paling tidak, pembubaran dapat diagendakan setelah Pilgub DKI usai. Tidak ada alasan bagi MUI yang membiarkan GNPF hidup terus-menerus. Apalagi dibuat permanen.

Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh! - Kitab Kuning Digital
Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh! - Kitab Kuning Digital


Bubarkan Saja GNPF, Biar Tidak Mengaduh Sampai Gaduh!

MUI harus berani tegas dengan pembubaran ini. Bila dibiarkan, mereka akan terus bawa-bawa nama MUI untuk kepentingan dan agendanya sendiri. Tarikan kepentingan yang dalam jangka panjang dapat menyulitkan MUI sendiri di lain waktu.

Kitab Kuning Digital

Bukan tidak mungkin, GNPF bisa tumbuh menjadi anak nakal yang sulit dikendalikan oleh MUI sendiri. Apalagi GNPF sampai tumbuh dan berkembang menjadi sel-sel perlawanan yang suka membuat gaduh kerukunan antar umat beragama sampai mengaduh-aduh.

MUI juga harus tegas tidak libatkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang anti Pancasila untuk ikut dalam setiap rapat dan kegiatan yang MUI adakan. Kehadiran mereka adalah citra buruk bagi MUI. Bila hal itu dibiarkan, akan membuat kecewa:

a). Ormas pendukung berdirinya MUI (NU, Muhammadiyah, dll),

Kitab Kuning Digital

b). Penyelenggara Negara, seperti Pemerintah, MPR, DPR, MK, dll,

c). Elemen masyarakat pendukung PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, & UUD 1945) seperti Parpol, Ormas, dll.

Semua ini dimaksudkan untuk mengembalikan bangsa dan negara dalam keseimbangan hemeostasis. Terajut dan harmoni kembali setelah Gaduh Ahok. Tidak perlu terus berkembang menjadi gerakan massa aksi, apalagi sampai menjadi faktor yang dapat men-destabilisasi keamanan nasional. Bhinneka dalam keharmonisan kita damba. [Kitab Kuning Digital/ hsg]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/bubarkan-saja-gnpf-biar-tidak-mengaduh-sampai-gaduh.html

Selasa, 10 April 2012

Berita Kiai Said Makelar Tanah di Malang Adalah Fitnah Siang Bolong

Kitab Kuning Digital - Ada-ada saja kelakukan pemilik media abal-abal untuk menjatuhkan NU lewat fitnah yang dilancarkan kepada kiai-kiai NU dan simbol-simbol NU. Cara mereka selalu sama, memutar kaset usang berulang-ulang, lalu dicopas sana-sini untuk diperdengarkan kepada khalayak umum, tanpa konfirmasi dan kalrifikasi.

Berita Kiai Said Makelar Tanah di Malang Adalah Fitnah Siang Bolong - Kitab Kuning Digital
Berita Kiai Said Makelar Tanah di Malang Adalah Fitnah Siang Bolong - Kitab Kuning Digital


Berita Kiai Said Makelar Tanah di Malang Adalah Fitnah Siang Bolong

Beru-baru ini, broadcast tendensius yang menyebut kalau KH Said Aqil Siraj meraup untung dari jual-beli lahan seluas 1,8 hektar dari tanah milik H. Qosim, yang katanya, masih pengurus ranting NU Karang Besuki, Malang, Jawa Timur.

Tanah itu, menurut laporan di bangsaonline.com, awalnya hendak dibeli seharga 500 ribu per meter, namun Qosim tidak mau menerima karena pihak pembeli adalah Yayasan Kristen. Ia kemudian rela menjual tanah itu ke Kiai Said dengan harga yang lebih murah untuk dijadikan Islamic Center. Harganya tidak sampai 100 ribu per meter.

Qosim seperti bersedekah kepada Kiai Said, atau PBNU, hingga jika dihitung matematis, ia merugi milyaran rupiah. Penawaran Yayasan Kristen senilai 9 milyar ia abaikan dengan menerima tawaran 1,3 milyar dari Kiai Said.

Berita itu kemudian menyebut Qosim depresi karena tanah lahan miliknya tersebut kini dibuat untuk pengembangan dakwah kristen, Seminari. Berita itu menyebut kalau Kiai Said yang menjual kembali lahan yang dulunya milik H Qosim ke Yayasan Kristen.

Mengenai heboh berita di atas, Kitab Kuning Digital mendapatkan keterangan tertulis dari Ketua Forum Independen Masyarakat Malang (FIMM), Subaryo, SH, orang dijadikan sumber berita di situs tersebut.

Berita sepanjang 13 paragraf tersebut sempat menculik komentar Subaryo hingga 4 kali. Intinya, Subaryo disebut sebagai LSM yang membantu kasus depresi H Qosim dan menyebut Kiai Said sebagai "makelar tanah" dengan keuntungan milyaran rupiah. Naudzubillah.

Merasa tidak pernah diwawancarai oleh situs tersebut, Subaryo memberikan klarifikasi. Dalam surat klarifikasinya itu, ia mengaku tidak kenal dengan media yang memuat berita mencatut namanya di atas. Bahkan Subaryo menyebut berita itu sebagai "cerita Abunawas", alias karangan belaka.

"Kami siap dan selalu bersedia kapanpun waktunya untuk menjadi saksi terhadap berita yang belum tentu mengandung kebenaran. Dan bahkan saya berpendapat bahwa berita itu sama sekali sangat tidak benar. Saya juga belum pernah ketemu dengan Pemilik tanah yang diberitakan tersebut," kata Subaryo yang mengaku tidak pernah datang ke Muktamar Jombang karena tidak punya kepentingan.

Berita selengekan bin ngawur nggedebus tersebut ditulis oleh situs fitnah bangsaonline.com pada 1 Agustus 2015, hari pertama diadakan Muktamar NU ke 33 di Jombang, Jatim. Sementara, klarifikasi Subaryo ditulis hampir setahun kemudian, yakni 23 Juli 2016.

Dalam editorial Kitab Kuning Digital ini jelas terlihat nuansa politis atas berita Abunawas tentang kiai Said, yang disebar oleh kalangan sumbu pendek ke komunitas santri, untuk menjatuhkan martabat para kiai dan NU secara keseluruhan agar tidak lagi percaya ke kiai dan NU. Benar pula kata Gus Dur, NU zaman kiai Said sebagai Ketum, akan banyak fitnah. [Kitab Kuning Digital/ab]

Surat Klarifikasi dari Subaryo, SH.


Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/berita-kiai-said-makelar-tanah-di-malang-adalah-fitnah.html

Rabu, 16 November 2011

UNJ Resmikan Gedung KH Hasjim Asjarie Khataman Quran

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Khataman bacaan Al-Quran 30 juz oleh ratusan sivitas akademika Universitas Negeri Jakarta UNJ) menandai peresmian Gedung yang diberi nama Bung Hatta dan Gedung KH Hasjim Asjarie oleh Menristekdikti Prof H Mohamad Nasir, Phd dan Rektor UNJ Prof Dr Djaali di kampus Rawamangun Jakarta Timur, Rabu.

Acara yang diadakan UNJ bekerjasama "Nusantara Mengaji" itu juga dihadiri sejumlah pejabat eselon I Kemristekdikti, para wakil rektor UNJ, Prof Dr Meutia Hatta (wakil keluarga Proklamator Bangsa Bung Hatta), Lily Chatidjah Wahid (wakil dari ulama besar/pendiri NU KH Hasyim Asyari), Pengurus Nusantara Mengaji KH Ahsin Sakho Muhammad dan H Jazilul Fawaid, MA.

UNJ Resmikan Gedung KH Hasjim Asjarie Khataman Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
UNJ Resmikan Gedung KH Hasjim Asjarie Khataman Quran (Sumber Gambar : Nu Online)


UNJ Resmikan Gedung KH Hasjim Asjarie Khataman Quran

Menristekdikti Mohamad Nasir dalam sambutannya mengapresiasi atas acara khataman Al-Quran, agar kegiatan membaca Al-Quran dapat dilakukan setiap hari umat Muslim khusunya sivitas akademika UNJ, sehingga mampu mewujudkan revolusi mental, yaitu menjadi warga yang cerdas, termapil pandai dan memiliki nilai moral tinggi.

Menristekdikti juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran UNJ yang mampu menyelesaikan pembangunan dua gedung baru yaitu gedung Bung Hatta (Proklamator Bangsa) sebagai gedung ruang kerja guru besar UNJ dan perkuliahan program S-3 diharapkan mampu meningkatkan kinerja guru besar dengan menghasilkan jurnal ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kitab Kuning Digital

Sedangkan, gedung baru UNJ bernama KH Hasyim Asyari (ulama besar NU dan pahlawan nasional) sebagai pusat laboratorium MIPA UNJ diharapkan mampu menghasilkan sarjana UNJ yang memiliki SDM tinggi dan memiliki nilai-nilai moral yang luhur.

Sementara itu, Rektor UNJ Prof Djaali menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menristekdikti Mohamad Nasir yang meresmikan dua gedung baru UNJ dan mengikuti khataman Al-Quran bersama civitas akademika UNJ dan jajaran Nusantara Mengaji.

Kitab Kuning Digital

Pembangunan gedung Bung Hatta UNJ untuk ruang kerja guru besar dan ruang kulih program S-3 itu menghabiskan biaya sekitar Rp86,6 miliar, dan gedung KH Hasyim Asyari untuk laboratorium MIPA dan perkuliahan S-2 itu menghabiskan dana Rp94,8 miliar, Pembiayaan kedua gedung itu berasal dari APBN dan Badan Layanan Umum UNJ.

UNJ yang memiliki kampus seluas 15 Ha itu kini memiliki sekitar 24.000 mahasiswa program S-1 dan diploma serta sekitar 4.000 mahasiswa program pasca sarjana. Peringkat kualitas UNJ secara nasional meningkat dari urutan 50 (2013) menjadi 28 (2016).

Selain itu, produk jurnal ilmiah nasional UNJ meningkat dari 80 judul (2015) menjadi 123 judul (2016).

Artikel internasional UNJ meningkat dari 71 judul pada (2015) menjadi 102 judul (2016). Produk penelitian yang didaftarkan HAKI juga meningkat dari 20 judul (2015) menjadi 25 judul (2016).

Rektor UNJ menambahkan, UNJ sebagai penyumbang atlet nasional untuk kotingan Indonesia di kejuaraan dunia, seperti SEA Games dan Asian Games. Rektor mengharapkan, dengan fasilitas baru dan revolusi mental UNJ akan menghasilkan SDM yang unggul, maju dan berkompetitif. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75284/unj-resmikan-gedung-kh-hasjim-asjarie-khataman-quran

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock