Tampilkan postingan dengan label Pondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2016

Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat

Cirebon, Kitab Kuning Digital. Menggandeng LP Maarif NU Cirebon, pelajar NU Cirebon akan menandatangani kerja sama dengan tujuh puluh kepala sekolah sekabupaten Cirebon. Penandatangan ini merupakan upaya bersama untuk mendirikan komisariat IPNU dan IPPNU di sekolah masing-masing.

Penandatangan kesepahaman ini akan dilangsungkan pada Ahad (20/4) mendatang di STAI Bunga Bangsa Cirebon jalan Widasari III Tuparev, Cirebon.

Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat

Kecuali pendirian, mulai tahun ajaran baru 2014-2015 OSIS di lingkungan sekolah Maarif NU akan diganti menjadi PK IPNU dan PK IPPNU, kata Ketua PC IPPNU kabupaten Cirebon Putri Hidayani, Senin (14/4) malam.

Kitab Kuning Digital

Sosialisasi pendirian komisariat ini, sambung Putri, berupa pemberian lebih dari pengenalan IPNU-IPPNU untuk para kepala sekolah agar mereka memahami fungsi IPNU-IPPNU di sekolah mereka.

Sengaja kita mengundang kalangan kepala sekolah atau wakasek bidang kesiswaan, karena selama ini kendala IPNU-IPPNU Cirebon untuk mendirikan komisariat mendapat penolakan dari kepala sekolah. Mereka menilai kehadiran OSIS sudah memadai. Padahal komisariat IPNU dan IPPNU bukan sekadar untuk mewadahi kegiatan siswa semata, tegas Putri.

Kitab Kuning Digital

Di samping itu, mereka pemegang kebijakan di sekolah untuk selanjutnya menginstruksikan kepada warga sekolah agar merealisasikan pendirian komisariat di sekolah yang mereka pimpin.

Sosialisasi pendirian komisariat ini diadakan dalam rangka menindaklanjuti surat instruksi PP IPPNU dan PP LP Maarif NU terkait pendirian PK di sekolah-sekolah untuk mengembalikan IPNU-IPPNU sebagai organisasi intrapelajar NU.

Jumlah sekolah yang diundang sekitar 70 sekolah baik sekolah yang berada di bawah naungan LP Maarif NU maupun sekolah yang dikelola warga NU. (Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51431/pelajar-nu-cirebon-ganti-osis-sekolah-sekabupaten-dengan-komisariat

Kitab Kuning Digital

Kamis, 21 Juli 2016

Mengapa NU Terseret Politik Praktis di Pilkada DKI? Polemik Istighatsah Tanpa Ijin

Kitab Kuning Digital - Acara Istighotsah Kebangsaan yang digelar oleh Warga Nahdliyin Jakarta di Masjid al-Huda Jl Talang No 3 Jakarta Pusat, mengundang polemik. PWNU mengirimkan rilis yang memprotes istighotsah itu.

Anehnya, rilis hanya ditandatangani Rais Syuriah dan Wakil Ketua Tanfidziyah. Kalau resmi, rilis itu mestinya ditandatangi oleh Rais Syuriah, Katib Syuriah, Ketua Tanfidziyah dan Sekretaris Tanfidziyah. Tapi yang menarik, sejak kapan Istighotsah Nahdliyin perlu izin PWNU?

Mengapa NU Terseret Politik Praktis di Pilkada DKI? Polemik Istighatsah Tanpa Ijin - Kitab Kuning Digital
Mengapa NU Terseret Politik Praktis di Pilkada DKI? Polemik Istighatsah Tanpa Ijin - Kitab Kuning Digital


Mengapa NU Terseret Politik Praktis di Pilkada DKI? Polemik Istighatsah Tanpa Ijin

Apalagi yang mengadakan adalah tokoh NU yakni Djan Faridz yang mantan Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta (2011-2014) dan dihadiri oleh KH Nur Iskandar SQ, yang baru sembuh dari sakit, yang pernah dikabarkan wafat gara-gara menolak Aksi 411 (Alhamdulillah Kiai, njenengan dipanjangkan umur dan diberi kesehatan setelah difitnah macam-macam).

Bagi pihak yang menolak istighatsah ini menganggap istighasah ini politis, karena diadakan oleh Djan Faridz yang juga Ketua Umum PPP dan hanya dihadiri oleh salah seorang Cagub yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kita sayangkan politisasi ini, tapi, politisasi terhadap NU tidak hanya dilakukan oleh Djan Faridz, karena sampai ke struktur PBNU juga melakukan. Rais Aam Syuriah, Ketum PBNU dan Sekjend PBNU hanya menerima Paslon Nomer 1: Agus-Sylvi pada bulan Oktober tahun lalu, bahkan diberi KartaNU.

Sejak kapan Agus jadi NU, peduli ke NU, datang ke NU dan sowan ke Kiai, tiba-tiba dapat keistimewaan diberi KartaNU dan langsung oleh Rais Aam PBNU dan Ketum PBNU? Apa kriteria ini? Saya saja yang dari lauhul mahfudz sudah NU, hingga lahir dan besar, perlu ngantri untuk dapat KartaNU. Hehehe..

Banyak yang curiga karena Sekjen PBNU juga merupakan politisi PKB dan anggota DPR Fraksi PKB yang satu koalisi dengan Cikeas. Tanpa mengurangi rasa hormat pada Rais Aam PBNU, Kiai Ma'ruf Amin (semoga Allah SWT memberikan beliau kesehatan dan panjang umur) adalah Watimpres zaman SBY dan pada Pilkada 2012 mendukung Foke yang merupakan cagub dari Demokrat.

Andai PBNU dan struktur PBNU tidak main-main dengan khittah 1926 yakni benar-benar netral dari politik praktis, maka pihak-pihak lain akan segan melakukan politisasi NU, tapi karena di Pengurus Besarnya sudah "main" maka tidak heran, pihak-pihak lain juga akan melakukan hal yang sama dengan dalih yang bermacam-macam, apalagi di NU dikenal yang kuat adalah jamaah dan kiainya, bukan di strukturnya. Di NU tergantung kiai, juga tergantung ke mana arah politik kiai.

Andai PBNU melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Keluarga Gus Dur di Ciganjur dalam Acara Haul bulan Desember 2016, yakni mengundang semua calon maka, ini akan memberikan dampak yang lebih baik. Meski kita juga tahu, Keluarga Gus Dur sangat dekat secara emosional dengan Ahok.

Ahok pernah diberikan Gus Dur Award dan Ahok membangun RPTRA dengan patung Gus Dur Kecil di depan Taman Amir Hamzah di depan kantor Wahid Institute. Tapi, kedekatan dan kesukaan keluarga Gus Dur pada Ahok, tidak mengurangi mereka untuk bersikap adil pada calon-calon yang lain.

Jadi, kalau menurut Al-Quran, "janganlah kebencianmu pada suatu kaum mendorong mu tidak berbuat adil" maka dalam pesan yang lain bisa juga ditangkap, "janganlah kecintaanmu pada suatu kaum mendorong mu tidak berbuat adil." Jadi, meskipun Sekjen PBNU adalah politisi PKB dan satu koalisi dengan Cikeas, harusnya bisa bersikap adil pada cagub-cagub lain.

Publik dan warga NU juga tidak bisa dibohongi, bicara Khittah 1926 dan netral politik, ternyata malah "main" dengan salah satu Paslon Cagub. Ini yang benar-benar disayangkan, sehingga ini menyeret kemuliaan Rais Aam PBNU dan nama baik NU secara jam'iyyah.

Intinya, banyak pihak yang sekarang "main" di NU, khususnya para politisi NU yang masuk di banyak parpol yang tergantung dengan arah koalisi Cagub. Secara struktural PKB memegang NU di Tanfidziyahnya. Tentu saja mereka melakukan segala helah agar NU tetap bisa dimanfaatkan untuk Paslon mereka dan melakukan "blocking" terhadap pengaruh dari politisi-politisi NU dari non-PKB.

Politisi NU dari parpol lain tidak kehilangan akal, karena sebenarnya warga NU sangat cair, tergantung pada kiai. Di sinilah mereka tetap bisa "main". Karena kiai ibaratnya adalah pemilik saham di NU, yang punya jamaah.

Meskipun kiai ini tidak masuk dalam struktur NU, tapi punya jamaah yang banyak dan sudah dikenal sebagai kiai NU, maka tidak ada yang bisa membendung pengarung kiai tersebut. Gelar kiai juga dapat dari pengakuan masyarakat, bukan diberi oleh struktur NU.

Maka, apabila struktur NU, yakni Jam'iyyah NU dikooptasi oleh satu parpol, oleh satu kepentingan politik tertentu, pastilah akan ada perlawanan dari gerakan kultural, jamaah NU yang bisa saja ditunggangi kelompok-kelompok politik lain. Dan NU terjebak dalam pusaran politis yang tak ada habisnya.

Biar gak mumet, apa solusinya?

Ke depan dan untuk jangka panjang, pengurus struktur NU harus benar-benar menunjukkan keseriusan dan komitmen pada Khittah 1926, artinya ya jangan "main" politik. Kehadiran Agus-Sylvi ke PBNU itu jelas-jelas bagian dari "main politik". Kalau ada pihak-pihak saat ini yang menyeret-nyeret NU, maka itu tidak lebih dari reaksi terhadap oknum PBNU yang mempolitisasi NU dgn kehadiran Agus-Sylvi.

Nah, agar tidak "main" politik, maka pengurus di PBNU jangan dipilih dari politisi, seperti Sekjen PBNU sekarang yang berasal dari politisi dan anggota DPR PKB. Sebagai "petugas partai", Sekjen PBNU sekarang pastilah akan membela habis-habisan kepentingan partainya di PBNU dengan pelbagai dalih: PKB dilahirkan NU, hanya PKB yang peduli NU dan Kiai dll. Harusnya kalau konsisten dan Khittah 1926, maka, tidak boleh ada satu parpol yang punya klaim dan satu-satunya yang punya akses, bahkan menguasai NU.

Untuk jangka pendek, masih ada waktu bagi PBNU untuk menetralisir semua ini dengan mengundang semua Paslon agar tidak dianggap sepihak dengan "permainan" oknum di PBNU yang mendukung Pasangan Agus-Sylvi saja. Cara Keluarga Gus Dur bisa ditempuh.

Ini cara yang sangat arif yang bisa meletakkan politik keadilan dan kesetaraan, semua Paslon diundang. Meski kita juga tahu, Nyai Yenny Wahid adalah seorang politisi, yang juga punya arah politik tapi tidak mengurangi kearifan Keluarga Gus Dur untuk bersikap adil.

Maka, untuk menunjukkan netralitas PBNU dan komitmen pada Khittah 1926, bisa mengundang semua Paslon, memberikan doa dan taushiyah kebangsaan bagi mereka, siapapun yang menang, terserah pilihan warga DKI.

Kalau ada pertanyaan, bagaimana dengan Ahok yang bukan muslim? Kalau memakai argumen kaidah fiqih, maka mudah menjawabnya yang biasa dilakukan oleh kiai-kiai NU, bahwa pencalonan Ahok adalah produk konstitusi negeri ini, yang selama ini dikenal dengan akronim PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45).

Maka, apabila NU rela dan setia pada dasar-dasar dan pilar-pilar di atas, harusnya rela dengan apa yang menjadi produk dari konstitusi.

Kaidahnya berbunyi الرضا بالشيء رضاً بما يتولد منه, rela pada sesuatu, maka harus rela apa yang lahir dari sesuatu itu. Konstitusi Indonesia tidak mengenal perbedaan agama dan suku dalam pencalonan. Maka secara konsisten NU harus rela dan setia pada produk konstitusi itu. Dengan tidak membeda-bedakan Paslon berdasarkan perbedaan agama dan suku.

Kalau tidak rela pada produk Konstitusi ini, maka NU nanti bisa mengusulkan amandemen, perubahan UUD 1945 yang mengharuskan agama Islam, misalnya, menjadi salah satu syarat sebagai calon pemimpin di negeri ini. Jika ini terjadi, NU akan sama dengan DI/TII, Masyumi, FPI, FUI, Majelis Mujahidin, dllnya. Tapi ini tidak akan terjadi, insya Allah, karena Konstitusi 18 Agustus 1945 dan Amandemen UUD setelah reformasi merupakan hasil ijtihad politik orang-orang NU juga.

Kesimpulan, untuk menjaga Khittah NU, ke depan, pengurus-pengurus NU jangan diambil dari politisi. Janganlah politisi yang "nyambi" pengurus NU. Jangan pula menampakkan dukungan dan keterlibatan dengan salah satu partai dan Paslon tertentu, klau pun mau hadir sebagai bagian dari dakwah dan syiar, maka adillah, hadiri semuanya. Jangan mengistimewakan salah satu parpol dan pasangan saja yg selama ini terjadi.

Untuk jangka pendek dalam konteks Pilkada DKI, PBNU mestinya bisa mengundang semua calon dan mendoakan semuanya serta memberikan nasehat pada semuanya. Dengan demikian bisa ditepis kedekatan dan "permainan" oknum di PBNU terhadap salah satu Paslon. Kira-kira demikian. Wallahul muwaffiq ila Aqwawith Thariq. [Kitab Kuning Digital]

Solihin Hidayat, warga NU pendatang di Jakarta, tidak punya KTP Jakarta, masih KTP Madiun.

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/mengapa-nu-terseret-politik-praktis-di-pilkada-dki-jakarta.html

Jumat, 19 Desember 2014

Keutamaan Hari Arafah

Ketika Allah s.w.t memerintkah Nabi Ibrahim a.s. untuk menyeru kepada manusia untuk mengerjakan haji, maka beliau bergegas berseru : "Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membangun rumah (Ka'bah) maka berhajilah ke sana". Semua manusia telah menjawab seruan itu bahkan calon embrio yang masih berada dalam sperma lelaki dan sel telur perempuan.

Allah s.w.t. berfirman:

{ وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَميِقٍ } [الحج:27]

Artinya : "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan dating kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka akan dating dari segenap penjuru yang jauh". [QS. Al-Hajj : 27]

Pada hari-hari semacam ini (permulaan Dzul Hijjah) jama'ah haji saling bertemu di rumah Allah dengan mengumandangkan Talbiyah untuk memenuhi seruan Nabi Ibrahim a.s. seraya mengharapkan ridho dari Allah s.w.t. dan membentangkan diri untuk mendapatkan curahan rahmat yang Allah turunkan di hari-hari seperti ini yang pada puncaknya adalah pada hari Arafah.

Hari Arafah merupakan hari pembebasan dari Neraka bagi mereka yang menjaga pendengarannya dari hal yang buruk, bagi mereka yang turut berpuasa di hari tersebut dengan mengharapkan keridhoan dari Tuhannya. Hal ini tak lain karena Allah s.w.t. telah menjamin pengampunan dosa bagi mereka yang berpuasa di hari Arafah.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"من صام يوم عرفة غفر له سنة أمامه وسنة خلفه, ومن صام عاشوراء غفر له سنة". رواه الطبراني في الأوسط

Artinya : "Barang siapa yang berpuasa di hari Arafah, maka dia diampuni (dari dosanya) setahun setelah dan sebelumnya. (Sedangkan) barang siapa yang berpuasa pada hari Asyura', maka ia diampuni (dari dosa) setahun". HR. Thabrani dalam Al-Ausath

Hari Arafah adalah puncak dari harapan para jama'ah haji, sebab pada hari itulah mereka bias memperoleh segala pengharapan. Begituhalnya Tuhan menatap mereka dengan pandangan keridhoan.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"إِنَّ اللَّهَ - تعالى - تطوَّل – أي تفضل - عَلَى أَهْلِ عَرَفَاتٍ يُبَاهِي بهم الْمَلاَئِكَةَ يَقُولُ : يَا مَلاَئِكَتِي ، انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي شُعْثًا ، غُبْرًا أَقْبَلُوا يَضْرِبُونَ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ، فأشهدكم أَنِّي قَدْ أَجَبْتُ دَعَاءهُمْ ، وَشَفَعْتُ رَغْبَتَهُمْ ، وَوَهَبْتُ مُسِيئَهُمْ لِمُحْسِنِهِمْ ، وَأَعْطَيْتُ مُحْسِنيهُمْ جَمِيعَ مَا سَأَلُونِي غَيْرَ التَّبِعَاتِ الَّتِي بَيْنَهُمْ ". رواه أبو يعلى

Artinya: "Sesungguhnya Allah s.w.t. memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para Malaikat dan berfirman : "Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan do'a mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku buruk kepada yang berlaku baik pada mereka dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik pada mereka segala apa yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka". (HR. Abu Ya'la)

Lebih dari itu, Hari Arafah adalah hari paling agung di mana Allah mengampuni dosa-dosa Kaum Mukminin di segala penjuru dunia mana kala mereka membentangkan diri untuk mendapatkan anugerah Allah yang dicurahkan pada hari tersebut dengan do'a yang sungguh-sungguh.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"إذا كان يوم عرفة لم يبق أحد في قلبه ذرة من إيمان إلا غفر له. فقيل : يا رسول الله المعروف خاصة؟ أي – لمن وقف في عرفة خاصة – أم للناس عامة؟ قال : بل للناس عامة". رواه أبو داود

Artinya : "Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya : Ya Rasulallah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia?, Rasulullah menjawab : Untuk semua manusia". HR. Abu Daud

Pada hari ini (Arafah) adalah hari pembebasan dari Api Neraka dan Allah s.w.t. sangat bermurah hati dan penuh dengan kasih sayang. Diriwayatkan dari Jabir r.a., beliau berkata:

"ما من يوم أفضل عند الله من يوم عرفة ينزل الله تعالى إلى سماء الدنيا فيباهي بأهل الأرض أهل السماء فيقول انظروا إلى عبادي جاؤوني شعثا غبرا ضاجين جاؤوا من كل فج عميق يرجون رحمتي ولم يروا عقابي فلم ير يوما أكثر عتقا من النار من يوم عرفة". رواه البيهقي

"Tidak ada hari yang lebih utama di hadapan Allah melebihi Hari Arafah. (Urusan) Allah s.w.t. turun ke langit dunia, Allah pun membanggakan penduduk bumi kepada penduduk langit seraya berfirman : "Lihatlah kepada hamba-hambaku yang datang kepadaku dengan tubuh lusuh penuh debu menggaduh. Mereka datang dari segala penjuru yang jauh dengan mengharapkan rahmatKu sedangkan mereka tidaklah melihat siksaanku". Maka tidaklah ada hari di mana pembebasan dari Neraka itu melebihi di Hari Arafah". (HR. Baihaqi)

Paling utamanya do'a pada Hari Arafah baik bagi jama'ah haji ataupun yang lainnya adalah :

"لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ"

Rasulullah s.a.w. bersabda :

"خير الدعاء دعاء يوم عرفة, وأفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي : لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ". رواه الإمام مالك

Artinya : "Sebaik-baik do'a adalah do'a pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga Para Nabi sebelumku adalah : Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa 'Alaa Kulli Syai'in Qodiir (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya)". HR. Imam Malik

Adapun do'a yang sering dipanjatkan Nabi s.a.w. pada Hari Arafah adalah :

"اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِيْ نَقُوْلُ, وَخَيْراً مِمَّا نَقُوْلُ, اَللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ, وَإِلَيْكَ مَآبِيْ وَلَكَ رَبِّيْ تُرَاثِيْ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَّاتِ الْأَمْرِ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَهِبُّ بِهِ الرِّيْحُ".

Artinya : "Ya Allah segala puji hanyalah milikMu sebagaimana kami ucapkan dan bahkan lebih baik dari pada apa yang kami ucapkan. Ya Allah, hanyalah untukMu Shalat, hidup dan matiku. Hanyalah kepadaMu tempat kembaliku. Hanyalaha milikmu segala peninggalanku. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari siksa kubur, gangguan dalam hati dan terpecahnya segala urusan. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari keburukan yang tertiup bersama angin".

Di antara kedermawanan Allah s.w.t. dengan segala kemurahan dan anugerah yang Dia limpahkan serta pengampunan atas segala dosa kepada para hambanya serta pembebasan mereka dari Api Neraka di segala penjuru dunia pada Hari Arafah itu membuat Setan merasa sakit yang sangat serta merasakan kerugian yang sangat besar (sebab telah lama ia menjerumuskan manusia, malah diampuni dosa mereka). Rasulullah s.a.w. bersabda:

"ما رؤى الشيطان يوما هو فيه أصغر ولا ادحر ولا أحقر ولا أغيظ منه في يوم عرفة وما ذاك الا لما رأى من تنزل الرحمة وتجاوز الله عن الذنوب العظام". رواه الإمام مالك

Artinya : "Tidak ada hari di mana Setan Nampak lebih kerdil, terusir dan marah melebihi di Hari Arafah. Tidaklah hal itu terjadi melainkan karena dia melihat limpahan rahmat dan pengampunan Allah dari dosa-dosa besar". (HR. Imam Malik). [Kitab Kuning Digital]

Imam Abdullah El-Rashied, mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College, Mukalla, Hadramaut, Yaman.

Catatan:

Artikel ini disarikan dari Khutbah yang disampaikan oleh Dr. Salim Abu Bakar Al-Haddar, Wakil Dekan Fakultas Syariah di Imam Shafie College pada hari Jum'at 7 Dzul Qo'dah 1437 H / 8 September 2016 di Masjid Imam Syafi'I, Mukalla, Hadramaut, Yaman.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/keutamaan-hari-arafah.html

Sabtu, 24 Agustus 2013

GP Ansor Siap Amankan Perayaan Paskah di NTT

Kupang, Kitab Kuning Digital. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Provinsi Nusa Tenggara Timur ikut mengamankan perayaan Paskah di seluruh wilayah provinsi berbasis kepulauan itu demi terwujudnya kekhuyukan umat Kristiani.

"Semua personel kita yang ada di daerah-daerah sudah langsung membaur dengan aparat keamanan lainnya di setiap tempat perayaan ibadah Paskah 2016, termasuk prosesi Jumat Agung di Larantuka Flores Timur Jumat besok," kata Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Timur Abdul Muis, Kamis (24/3).

GP Ansor Siap Amankan Perayaan Paskah di NTT (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Siap Amankan Perayaan Paskah di NTT (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Siap Amankan Perayaan Paskah di NTT

Menurutnya, personel yang telah diterjunkan untuk kepentingan membantu pengamanan perayaan tersebut, sudah langsung membaur dengan sejumlah aparat keamanan lainnya, seperti kepolisian, serta sejumlah pengamanan dari internal panitia di setiap gereja.

Kitab Kuning Digital

Untuk kepentingan itulah, organisasi kepemudaaan NU ini membangun komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah pihak baik kepolisian dan TNI serta panitia perayaan di masing-masing gereja, agar pelaksanaan tugas pengamanan bisa berjalan lancar.

"Setiap personel yang kita terjunkan sudah kita mintakan untuk berkoordinasi dengan pihak panitia atau pengamanan lainnya agar sinergis," kata Abdul Muis.

Kitab Kuning Digital

Khusus untuk Kota Kupang, sedikitnya 200 personel telah disiagakan dan akan terus melakukan pengamanan hingga Senin (28/3). "Nanti akan ada pawai Paskah karena itu kita akan terus berjaga hingga hari itu," katanya.

Dia menambahkan, demi kepentingan kelancaran koordinasi, GP Ansor secara khusus membentuk posko pengamanan di sejumlah titik. "Ini untuk memastikan koordinasi antarpersonel saat bertugas di lapangan," katanya.

Dia menjelaskan, pelibatan personel GP Ansor NTT dalam pengamanan di setiap perayaan Paskah dan Natal di provinsi tersebut, sudah menjadi program rutin organisasi yang didirikan pada tanggal 24 April 1934 silam itu.

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Brigadir Jenderal Pol Eustasius Widyo Sunaryo mengatakan, telah menyiagakan 1.700 personel di 21 kabupaten/kota daerah itu untuk pengamanan perayaan Paskah 2016.

"Pengerahan dan penyiagaan personel ini merupakan prosedur tetap (protap) Polda setempat bahkan telah menjadi agenda rutin aparat keamanan setempat pada setiap hari raya besar keagamaan apapun di daerah ini," katanya secara terpisah.

Brigjen Sunaryo mengatakan, untuk teknis operasional diserahkan sepenuhnya kepada Polres kabupaten/kota untuk mengatur lebih lanjut dalam Operasi Semana Santa Turangga 2016. (Antara/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66775/gp-ansor-siap-amankan-perayaan-paskah-di-ntt

Kitab Kuning Digital

Kamis, 28 Maret 2013

Alasan Gus Dur Menolak Naik Heli Dan Memilih Kereta Api

Kitab Kuning Digital - Suatu ketika Gus Dur berkenan menghadiri undangan di daerah Tegal. Seperti biasa, Gus Dur selalu didampingi pengawal dan sopir serta beberapa orang lain yang menemani perjalanan beliau.

Cerita perjalanan ini merupakan rangkaian dari beberapa undangan dari warga nahdliyin kepada beliau untuk menghadiri acara haul para kiai dan acara PKB di daerah yang ketika itu dipimpinnya.

Alasan Gus Dur Menolak Naik Heli Dan Memilih Kereta Api - Kitab Kuning Digital
Alasan Gus Dur Menolak Naik Heli Dan Memilih Kereta Api - Kitab Kuning Digital


Alasan Gus Dur Menolak Naik Heli Dan Memilih Kereta Api

Dari Jakarta kami ke Surabaya dan keliling ke beberapa daerah di Jawa Timur, diteruskan ke Jawa Tengah. Dari Semarang kami melanjutkan ke daerah Tegal lewat jalan darat. Memang ada pengusaha yang menawarkan helikopter untuk dipergunakan selama perjalanan oleh beliau. Namun dengan halus beliau menolaknya.

Suatu ketika aku (NH) bertanya: “Pak, itu Pak …(X)… nawarin Heli kok dipun tolak?”

GD: "Ra sah numpak Heli, nanti kita lewat jalan darat saja sekalian mampir ziarah ke makam para ulama dulu yang tidak kamu kenal. Lha wong dia nyediain Heli karena ada maunya."

Kitab Kuning Digital

NH: "Nyuwun sewu gadah kepentingan napa Pak."

Kitab Kuning Digital

GD: “O dia lagi ada masalah, sekarang belum ada apa-apa tapi nanti bakalan diusut, dan jadi rame.”

NH: “O... ngaten to?” (Dan ternyata beberapa tahun kemudian memang pengusaha tersebut tersangkut masalah).

Akhirnya, rombongan kami pun sampai di kota Tegal dan langsung menuju ke lokasi acara di sebuah desa di selatan kota Tegal. Ribuan orang sudah memadati lapangan sejak pagi untuk mendengarkan taushiyah dari Gus Dur dalam acara haul salah satu kiai pendiri pesantren di Tegal.

Seperti biasa ketika acara berlangsung saya pergi memisahkan diri dari rombongan jalan-jalan di seputar lokasi acara sambil melihat langsung kehidupan masyarakat desa.

Selesai acara haul, rombongan kami hendak kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta api dari stasiun Tegal. Hiruk pikuk pun terjadi di stasiun Tegal. Semua pejabat di Tegal ikut mengantar keberangkatan beliau, tak lupa juga kepala stasiunnya. Masyarakat yang tidak menduga kalau Gus Dur akan naik KA berebut ingin bersalaman hanya ingin "ngalap barokah", suatu hal yang biasa di masyarakat NU.

Tiba waktunya kami berangkat di gerbong eksekutif yang sudah kami pesan duduk bersama dengan para penumpang yang sudah naik terlebih dahulu dari kota-kota sebelumnya. 15 menit setelah kereta api berjalan, Gus Dur memanggil pengawal kalau mau tidur di bawah saja. Kami pun bingung, aku beranikan diri menjawab: "Pak nyuwun sewu ini di Kereta pak."

Kata beliau: "Emang kenapa kalau di kereta? Rakyat kecil kalau naik kereta itu pada tiduran di bawah, cepet ndang to digelari koran."

Aku hanya terdiam mendengar jawaban beliau. Akhirnya, kursi kami putar posisi saling berhadapan dan di lantai kami gelari selimut. Dan dengan nikmatnya beliau tidur mendengkur tanpa mempedulikan status yang melekat pada dirinya (mantan Presiden RI ).

Kami pun akhirnya duduk di lantai KA dan mungkin karena sungkan para penumpang yang duduk dekat dengan kami akhirnya pada duduk di lantai mengobrol bersama dan diantaranya ada yang menitikkan air mata karena terharu melihat kerendahan hati beliau.

Tulisan ini hanya sebagai obat rindu kepada Gus Dur. Khushushan ila hadhrati Habibina Syech KH. Abdurrahman ad-Dakhil bin Abdul Wahid Hasyim, al-Fatihah. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/alasan-gus-dur-menolak-naik-heli-dan-memilih-kereta-api.html

Selasa, 26 Juni 2012

Syamsudin Uba: NKRI Adalah Negara Kafir Republik Indonesia

Kitab Kuning Digital - Ini adalah rilis yang dikirim kepada Kitab Kuning Digital dari seorang yang melaporkan tentang adanya acara yang mengatasnamakan Islam aswaja namun pemikirannya jauh dari moderat. Justru pernyataan-pernyataan narasumber banyak yang bernada makar, provokasi dan hasudan.

Ada yang kemudian justru mengajak para hadirin untuk berbaiat kepada pimpinan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Dia juga menyebut kalau NKRI adalah negara kafir yang tidak sesuai dengan ajaran Kanjeng Nabi. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Inilah fitnah akhir zaman itu. Ini rilis yang diterima redaksi.

===================

Syamsudin Uba: NKRI Adalah Negara Kafir Republik Indonesia - Kitab Kuning Digital
Syamsudin Uba: NKRI Adalah Negara Kafir Republik Indonesia - Kitab Kuning Digital


Syamsudin Uba: NKRI Adalah Negara Kafir Republik Indonesia

Pada 13 November 2016, pukul 09.00 WIB-12.30 WIB bertempat di masjid Ibnu Rusyd, Jl. Margitami, Bekasi, Jawa Barat, telah dilakukan pengajian bertema "Menghadapi Fitnah Akhir Zaman" yang diikuti oleh sekitar 80 jamaah dengan pembicara, yakni Ustad Abu Jauhar, Ustad Abu Jaffar, dan Ustad Syamsudin Uba, serta moderator ustad Abu Ulfa. Berikut masing-masing pernyataan narasumber:

Kitab Kuning Digital

1. Ustad Abu Jauhar:

- Pada saat ini kita berada pada masa dimana orang-orang menamakan dirinya ulama atau da'i namun tidak lagi berada pada jalan yang lurus sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabinya.

Kitab Kuning Digital

- Ada kaum yang menyebarkan ajaran yang dikatakan bahwa ajarannya sesuai dengan Al-Quran dan assunnah namun ajaran tersebut tidak benar, jamaah tidak boleh mengikuti ajaran itu.

2. Ustadz Abu Jaffar:

- Kaum kafir akan terus berupaya untuk menghancurkan umat muslim hingga hari kiamat.

- Aswaja memposisikan diri di tengah-tengah antara kaum yang disebut ektremis dan kaum Islam yang tidak berani memperjuangkan agamanya (lemah).

- Fenomena Al-Maidah ayat 51 muncul karena umat Islam terlalu lemah terhadap kaum kafir, akibatnya orang kafir berani menistakan agama Islam dan Al-Quran.

- Saat ini sebenarnya sudah ada pemimpin Islam yang benar-benar melaksanakan hukum dan aturan-aturan sesuai dengan ajaran Islam bukan aturan-aturan buatan manusia, namun dia selalu difitnah oleh kaum kafir.

3. Ustadz Syamsudin Uba:

- Indonesia adalah negara yang tidak berdasar dan tidak sesuai dengan khilafah yang diajarkan islam. NKRI adalah negara kafir Republik Indonesia.

- Saat ini sudah ada pemimpin dunia dari umat Islam, yaitu Abu Bakar Al Baghdadi yang berjuang untuk agama dan mendirikan negara khilafah.

- Sejak jaman Nabi, Islam sudah menghadapi fitnah dan diperjuangkan dengan pertumpahan darah, sehingga apa yang ditunjukkan oleh Al Baghdadi di Irak dan Suriah adalah hal yang benar dan harus dilakukan demi tegaknya Islam.

- Para jamaah harus berani menyatakan diri sebagai warga negara khilafah dan pemimpinnya adalah Abu Bakar Al Baghdadi.

- Orang-orang, ulama, dan para dai yang melaksanakan aturan buatan manusia seperti konstitusi, pancasila, demokrasi dan lain sebagainya serta tidak mendukung Al Baghdadi untuk memperjuangkan ajaran tauhid, maka tidak diterima shalat dan amal ibadahnya oleh Allah, termasuk diantaranya TNI, Polri sehingga orang yang shalat dibelakang TNI dan Polri tidak diterima oleh Allah.

- Berharap seluruh jamaah yang bergerak pada aksi 4 November untuk berbai'at pada Abu Bakar al Bahgdadi dan berjuang untuk mewujudkan negara khilafah.

================

Kian terang, bahwa demo 411 yang sempat rusuh kemarin tujuannya bukan Ahok, tapi makar dan konsolidosa kalangan Islam ekstrimis untuk menghasud massa agar mereka tidak lagi mencintai bangsanya, berperang atas nama Islam, lalu kocar-kacir. Begitulah. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/syamsudin-uba-nkri-adalah-negara-kafir-republik-indonesia.html

Selasa, 29 Januari 2008

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya

Jepara, Kitab Kuning Digital. Menyadari kian cepatnya arus informasi yang diterima masyarakat, membuat Madrasah Tsanawiyah Ismaillyyah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berbenah. Di antaranya dengan mengembangkan model dakwah lewat dunia maya dengan meluncurkan portal website resmi MTs Ismailiyyah Nalumsari Jepara, yang beralamatkan di www.mtsismailiyyahnalumsari.sch.id. Website ini resmi dilaunching pada Kamis (2/6) lalu.

Kepala MTs Ismailliyyah, Sholeh Al-Jufri mengatakan, peluncuran media dakwah dinilai sangat penting bagi perkembangan madrasah. Sebab, saat ini sudah masuk era informasi dan gempuran infomasi global sudah tidak dapat terbendung lagi.

MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)


MTs Ilmailliyyah Kembangkan Dakwah Dunia Maya

Melalui media online ini, diharapkan dapat menjadi wadah dan sumber informasi siswa dan masyrakat, terang Sholeh.

Kitab Kuning Digital

Ia menjelaskan, media tersebut juga untuk keaktifan siswa dalam berdakwah dan berkreasi. Selain itu, siswa bisa menyalurkan kreativitas tulis menulisnya melalui media dan dapat menjadi salah satu referensi informasi bagi mereka, lanjutnya.

Sholeh mengatakan, selain dapat dimanfaatkan siswa, diharapkan media tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi wali siswa. Pasalnya dalam media website juga disediakan berbagai infomasi mengenai sekolah, perkembangan siswa dan kegiatan yang digelar.

Kitab Kuning Digital

Jadi orang tua atau wali murid juga bisa mengetahui apa kegiatan yang ada di sekolah dan anaknya aktif di mana. Itu nanti bisa dilihat di website, jelasnya.

Dia menambahkan, adanya media tersebut juga melengkapi program terapan yang selama ini menjadi orientasi pihak madrasah. Sebab selama ini banyak kegiatan yang sifatnya menerapkan ilmu yang diberikan kepada siswa.

Baik ilmu pengetahuan umum maupun agama seperti ziarah, hafalan ayat Alquran dan shalat sunah, katanya.

Selain melalui media internet, dakwah yang dikembangkan oleh MTs Ismailiyyah Nalulmsari Jepara ini juga melalui majalah yang diterbitkan tiap tahun oleh OSIS MTs Ismailiyyah. Majalah yang dibenari nama MAJLIS ini merupakan wahana ekspresi siswa, dimana bakat jurnalistik yang ada pada siswa siswi MTs Ismailiyyah dapat tersalurkan. Budaya menulis yang tertanam sejak lama, kini mempunyai wadah yang khusus untuk menuangkan ide-ide kreatif tersebut. (Kharis Teha/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68828/mts-ilmailliyyah-kembangkan-dakwah-dunia-maya

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock