Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Desember 2015

Habib Luthfi: Jika Anda Hidup di Zaman Walisongo, Tidak Benci Wali Saja Sudah Bejo

Kitab Kuning Digital - Ketika Maulana Habib Luthfi bin Yahya memberikan mauidhah hasanah kepada ribuan jamaah dalam acara pengajian di Masjid Wali, Troso, Pecangaan, Jepara (Jumat malam, 14/01/2017), muncul ajakan untuk tidak mudah dipecah belah antar sesama umat Islam Indonesia.

Habib Luthfi: Jika Anda Hidup di Zaman Walisongo, Tidak Benci Wali Saja Sudah Bejo - Kitab Kuning Digital
Habib Luthfi: Jika Anda Hidup di Zaman Walisongo, Tidak Benci Wali Saja Sudah Bejo - Kitab Kuning Digital


Habib Luthfi: Jika Anda Hidup di Zaman Walisongo, Tidak Benci Wali Saja Sudah Bejo

"Jangan memberikan seujung rambut pun kepada yang mencoba memecah belah umat Islam di negeri ini. Ayo dijaga bareng-bareng. Ayo, jangan mudah disms (nyetatus di medsos, red), terus langsung ditanggapi, ribuut terus," ujar Abah Luthfi dalam bahasa Jawa kromo.

Habib Luthfi prihatin atas fenomena umat Islam sekarang yang mudah disulut untuk membenci, bahkan kepada pemangku kebijakan di negeri ini, "kalau bangsa sudah tidak menerima pimpinannya, maka orang yang ingin menjajah akan mudah masuk lagi ke negeri ini, apa jenengan ingin Belanda masuk lagi?" tanya beliau.

Untuk mengajak bersyukur hidup di negeri ini, Habib Luthfi mengungkapkan perbandingan antara zaman digital dengan zaman ketika para Walisongo berjuang di bumi Nusantara ini. Umat Islam yang hidup di masa demokrasi dan kesejahteraan yang sekarang berlimpah, kata beliau, lebih beruntung dan mestinya lebih bisa bersyukur.

Masjid Wali di Troso, tempat Habib Luthfi ceramah, dijadikan contoh dakwah Walisongo yang tantangannya lebih berat. Masjid peninggalan Mbah Datuk Singorojo tersebut adalah bukti sejarah yang harus dimaknai sebagai bentuk ijitihad wali (ulama) yang penuh kesabaran dan keuletan.

Kata Habib Luthfi, jarang sekali orang sekarang yang berpikir tentang sejarah awal mula didirikannya sebuah bangunan bersejarah hingga hilang kesadararannya untuk menghormati perjuangan para leluhur, "mikirnya orang sekarang, masjid ini dibangun menggunakan gergaji besar dan mesin-mesin canggih, padahal dulu membangunnya menggunakan kampak sederhana, kayu dipotong pakai alat sederhana, digotong banyak orang, yang cukup makan waktu," jelas Habib.

Orang tidak membayangkan sulitnya masa perjuangan para Walisongo, termasuk masjid Wali di Troso itu, karena terkadang, lanjut Habib, masjid yang dibangun itu belum jadi, tapi listrik di lingkungan sudah hidup. Artinya, banyak orang yang hidup di zaman sekarang ini tidak dekat dengan teks dan konteks sejarah masa lampau. Ada keterputusan ingatan di tengah hadirnya kemudahan mengakses sumber ekonomi dan teknologi.

"Untung jenengan tidak menangi Walisongo. Jaman itu, saya bayangkan, ora lanang ora wadon, -pakaian masih terbatas, tekstil masih tebatas,- dari atas ke bawah sudah rapet (berbusana, red) saja itu sangat sulit, saking terbatasnya. Hingga ada orang Cina-orang Arab membawa dagangan kain, kita baru bisa membeli. Mungkin yang kaya bisa beli kemben itu sudah bagus. Kalau yang tidak punya, bagaimana? Itulah yang dihadapi ulama kita zaman itu," papar Habib.

Itu belum menghadapai umat, yang, untuk bersuci saja masih harus diajari detail. Hingga dibuatlah tembang Lir- ilir, Parijotho, Pangkur dan lainnya agar ajaran Islam mudah ditangkap isinya oleh orang Jawa waktu itu, "awake dewe gak telaten, pengene Islam mawon," imbuhnya.

Para Walisongo ketika itu menggunakan media dakwah berupa wayang, misalnya Sunan Kalijogo, "wes wali, ndalang, pakai sinden, zaman semono," terang Habib Luthfi, "kalau jenengan menangi zaman Sunan Kalijogo, ora gething wes bejo. Wali opo iku, kok ndalang, wali opo iku kok main orgen, wali opo iku kok jagongan karo wadon-wadon, kabeh diukur karo awake dewe," lanjut beliau.

Kini, kita bisa melihat banyaknya orang yang rajin menyalahkan dan hendak menghancurkan warisan leluhur, bahkan mengingkari ajarannya, hanya karena ia tidak paham konteks sejarah. Jika umat Islam Indonesia yang sekarang ini hidup lalu mengalami sebagaimana zaman Walisongo berjuang, "ora ingkar mawon mpun bejo," kata Abah Luthfi. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/habib-luthfi-jika-anda-hidup-di-zaman-walisongo-tidak-benci-saja-sudah-bejo.html

Rabu, 31 Desember 2014

Ali Masykur: ISNU harus berbasis Ilmu Pengetahuan

Bogor, Kitab Kuning Digital. Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Harian Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa menyampaikan sambutannya dalam acara Rapat Koordinasi III pembentukan ISNU Pengurus Cabang (PC) Depok, pada tanggal 18 Juli 2012, Pukul 16:30 s/d 19:00 WIB, di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Dalam sambutan tersebut, Ali Masykur memulai dengan paparan awal yang cukup menarik mengenai Siapa ISNU? dan Apa ISNU itu?. Menurutnya, ISNU merupakan badan otonom NU yang berbasiskan science (ilmu pengetahuan) dan bersifat ilmiah, sehingga memiliki peranan yang sangat strategis sebagai wadah pengembangan kader-kader intelektual NU di Indonesia.

Ali Masykur: ISNU harus berbasis Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: ISNU harus berbasis Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)


Ali Masykur: ISNU harus berbasis Ilmu Pengetahuan

Namun ISNU juga tidak boleh melupakan jati dirinya sebagai ilmuwan Muslim yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama, sehingga diperlukan integrasi ilmu pengetahuan baik yang bersifat umum maupun yang bersifat agama.

Kitab Kuning Digital

Kader-Kader ISNU harus mampu menemukan kembali ilmu-ilmu literasi klasik orang NU, kemudian memadukannya dengan ilmu pengetahuan umum yang diperoleh di perguruan tinggi, kata Ali Masykur Musa.

Apalagi saat ini hanya sedikit sekali, kalau bukan tidak ada, tradisi keilmuan Islam klasik berbasiskan Kitab Kuning, yang biasa dikaji di pesantren-pesantren NU,yang menjadi bahan kajian keilmuan para akademisi di perguruan tinggi. Kajian-kajian Kitab Kuning berbasis ilmiah harus digalakkan kembali di perguruan tinggi, terutama kampus-kampus umum, kata Ali Masykur Musa dalam sambutannya.

Kitab Kuning Digital

Karena sifat dasar ISNU yang berbasis ilmu pengetahuan itulah ISNU tidak boleh terseret dalam politik praktis, melainkan harus berfokus pada ilmu pengetahuan berbasis kepentingan umum.

Kader-kader ISNU harus menggunakan hati nuraninya dalam beraktivitas sehingga dapat memperjuangkan common interests ummat, dan jangan gunakan ISNU untuk practice interests jangka pendek !! tegas Ali Masykur yang juga anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kemaslahatan Ummat, khususnya warga Nahdliyyin, haruslah menjadi tujuan utama ISNU sebagai sebuah badan otonom NU yang berbasiskan ilmu pengetahuan, jangan sampai ISNU digunakan sebagai wadahkepentingan politik praktis yang justru bertentangan dengan kemaslahatan ummat. Peran ISNU sebagai organ kultural NU juga harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan jarak yang cukup jauh dengan masyarakat umum, jangan sampai ummat memandang bahwa ISNU adalah organisasi yang eksklusif, egois, dan berjarak dengan masyarakat sekitar.

Sebagai organ kultural dan organ inti NU, kader-kader ISNU dituntut harus mampu menjawab berbagai macam permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan solusi-solusi yang cerdas, cermat, tepat sasaran, dan tepat guna sehingga keberadaan ISNU dapat dirasakan manfaatnya secara riil oleh masyarakat umum. Dalam hal inilah peran para intelektual dan ilmuwan Muslim, khususnya kader ISNU, diharapkandapat menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dan diperolehnya selama ini.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Muhammad Ibrahim Hamdani

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38994/ali-masykur-isnu-harus-berbasis-ilmu-pengetahuan

Kitab Kuning Digital

Minggu, 03 November 2013

Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong

Kitab Kuning Digital - Orang yang selalu ngapusi, namun jaminannya surga. Itulah simbok, ibu. Saban hari harus bekerja ketekuk-tekuk hanya demi anak. Badan capek tidak karuan, kalau ditanya, itu sudah biasa! Kalau masak banyak, ia mneyisihkan lauknya untuk anak.

Pas anak pulang, ia bilang, "cepat makan sana, itu ada lauk ikan, ibu tidak begitu suka ikan soalnya," katanya menutupi sayang anak. Kalau kebetulan yang dimasak hanya sedikit, ibu mengatakan beda lagi, "cepat dimakan, kamu saja, ibu tidak lapar".

Begitu pula ketika anak sakit, ia sabar menunggu di samping anak hingga tidak tidur tengah malam. Ketika anak bangun, ibu hanya bilang, "sudah, bobok lagi sana, biar sehat, ibu belum ngantuk". Padahal, sangat lelah. Lagi-lagi menutupi karena sayang anak.

Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong - Kitab Kuning Digital
Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong - Kitab Kuning Digital


Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong

Ketika anak usai masa sekolah dan sudah berpenghasilan, simbok hanya bilang begini ketika mau dikirim duit oleh sang anak, "buat tabungan kamu saj, ibu masih nyimpan uang".

Berbohong adalah laku harian ibu. Ia menganggap anak selalu sebagai seorang bocah. Ibu selalu ingat kondisi anak, dan tidak peduli apakah anak peduli dengan keadaannya.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Ibu berbohong dan ngapusi sebab punya rasa ikhlash kepada anak. Pengorbanannya sangat mulia. Duh gusti, ampunilah segala kesalahan dan kekhilafan ibuku. Terimalah semua jenis pengorbanannya. Berilah ibu tempat paling mulia di surgamu kelak.

Bersyukurlah bagi Anda yang masih punya simbok, ibu. Selamat Hari Ibu. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/di-hari-ibu-jadi-ingat-laku-hidupnya-yang-selalu-berbohong.html

Sabtu, 24 Agustus 2013

GP Ansor Siap Amankan Perayaan Paskah di NTT

Kupang, Kitab Kuning Digital. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Provinsi Nusa Tenggara Timur ikut mengamankan perayaan Paskah di seluruh wilayah provinsi berbasis kepulauan itu demi terwujudnya kekhuyukan umat Kristiani.

"Semua personel kita yang ada di daerah-daerah sudah langsung membaur dengan aparat keamanan lainnya di setiap tempat perayaan ibadah Paskah 2016, termasuk prosesi Jumat Agung di Larantuka Flores Timur Jumat besok," kata Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Timur Abdul Muis, Kamis (24/3).

GP Ansor Siap Amankan Perayaan Paskah di NTT (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Siap Amankan Perayaan Paskah di NTT (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Siap Amankan Perayaan Paskah di NTT

Menurutnya, personel yang telah diterjunkan untuk kepentingan membantu pengamanan perayaan tersebut, sudah langsung membaur dengan sejumlah aparat keamanan lainnya, seperti kepolisian, serta sejumlah pengamanan dari internal panitia di setiap gereja.

Kitab Kuning Digital

Untuk kepentingan itulah, organisasi kepemudaaan NU ini membangun komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah pihak baik kepolisian dan TNI serta panitia perayaan di masing-masing gereja, agar pelaksanaan tugas pengamanan bisa berjalan lancar.

"Setiap personel yang kita terjunkan sudah kita mintakan untuk berkoordinasi dengan pihak panitia atau pengamanan lainnya agar sinergis," kata Abdul Muis.

Kitab Kuning Digital

Khusus untuk Kota Kupang, sedikitnya 200 personel telah disiagakan dan akan terus melakukan pengamanan hingga Senin (28/3). "Nanti akan ada pawai Paskah karena itu kita akan terus berjaga hingga hari itu," katanya.

Dia menambahkan, demi kepentingan kelancaran koordinasi, GP Ansor secara khusus membentuk posko pengamanan di sejumlah titik. "Ini untuk memastikan koordinasi antarpersonel saat bertugas di lapangan," katanya.

Dia menjelaskan, pelibatan personel GP Ansor NTT dalam pengamanan di setiap perayaan Paskah dan Natal di provinsi tersebut, sudah menjadi program rutin organisasi yang didirikan pada tanggal 24 April 1934 silam itu.

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Brigadir Jenderal Pol Eustasius Widyo Sunaryo mengatakan, telah menyiagakan 1.700 personel di 21 kabupaten/kota daerah itu untuk pengamanan perayaan Paskah 2016.

"Pengerahan dan penyiagaan personel ini merupakan prosedur tetap (protap) Polda setempat bahkan telah menjadi agenda rutin aparat keamanan setempat pada setiap hari raya besar keagamaan apapun di daerah ini," katanya secara terpisah.

Brigjen Sunaryo mengatakan, untuk teknis operasional diserahkan sepenuhnya kepada Polres kabupaten/kota untuk mengatur lebih lanjut dalam Operasi Semana Santa Turangga 2016. (Antara/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66775/gp-ansor-siap-amankan-perayaan-paskah-di-ntt

Kitab Kuning Digital

Kamis, 14 Maret 2013

Setya Novanto Tertidur, Yenny Wahid: Jangan Disamakan dengan Bapakku Dong!

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Salah satu calon Ketua Umum Golkar, Setya Novanto tertangkap kamera sedang tertidur saat mengheningkan cipta di acara pembukaan Munaslub Partai Golkar di Nusa Dua Bali, Sabtu (14/5) malam. Dalam rekaman video itu, mata Setya tampak terpejam dan hampir terjatuh.

Rekaman Novanto tidur dan nyaris ambruk yang ditayangkan salah satu televisi nasional itu langsung tersebar luas di media sosial dan menjadi guyonan para netizen, terlebih ketika Tim sukses Setya Novanto, Roem Kono menyamakan tidurnya Setnov dengan Gus Dur.

Setya Novanto Tertidur, Yenny Wahid: Jangan Disamakan dengan Bapakku Dong! (Sumber Gambar : Nu Online)
Setya Novanto Tertidur, Yenny Wahid: Jangan Disamakan dengan Bapakku Dong! (Sumber Gambar : Nu Online)


Setya Novanto Tertidur, Yenny Wahid: Jangan Disamakan dengan Bapakku Dong!

Novanto itu tidur tapi dia tetap mendengarkan pidato seperti Gus Dur. Saya melihatnya ada settingan seperti itu. Tapi Novanto ini orang cerdas. Dia terlihat tidur tapi tetap fokus, kata Roem Kono, Ahad (15/5).

Zannuba Ariffah Chafsoh atau biasa disapa Yenny Wahid melalui akun twitter resminya @yennywahid kemudian memberi tanggapan, "Kalau tidur, ya tidur aja, jangan disamain sama Bapakku dooong...."

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Meskipun kicauan itu tidak ditunjukkan langsung ke Tim Sukses Setyo Novanto, namun publik langsung menangkap jika pernyataan putri kedua Gus Dur itu sebagai sindirian.

"Tidurnya makelar dg tidurnya kyai jelas beda. Org awam juga tahu," tulis akun @abakhtiar67 sebagai balasan terhadap komentar Yenny Wahid. (Zunus)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68251/setya-novanto-tertidur-yenny-wahid-jangan-disamakan-dengan-bapakku-dong

Kitab Kuning Digital

Senin, 09 Juli 2012

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

Surabaya, Kitab Kuning Digital. Lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Rabu malam, akhirnya resmi ditutup.

Acara yang digelar di gedung Islamic Center Surabaya itu dihadiri Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Gubernur Jatim Soekarwo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPRD Surabaya Macmud, Kapolda Jatim, Garnisun, Kapolres Surabaya, anggota DPRD, kepala SKPD Pemkot Surabaya, MUI, LSM, PSK, mucikari dan warga sekitar Dolly.

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)
Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)


Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

"Yang harus dipertahankan adalah sesuatu hal positif, kalau tidak positif tidak perlu dipertahankan," kata Mensos Salim Segaf Al Jufri saat memberikan sambutan di acara Deklarasi Warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan Untuk Alih Fungsi Wisma dan Alih Profesi Wanita Harapan.

Menurut dia, pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait yang sudah berusaha menutup prostitusi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak.

Kitab Kuning Digital

"Sekitar 2-3 tahun, kami bersama dengan pemda optimal untuk mengatasi permasalahan ini," katanya.

Dalam acara tersebut dilakukan deklarasi oleh perwakilan warga yang isinya menjadi Kelurahan Putat Jaya jadi bebas prostitusi, siap beralih profesi serta meminta aparat menindak tegas terjadinya prostitusi. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan oleh 107 perwakilan warga.

Kitab Kuning Digital

Gubernur Jatim Soekarwo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dalam suksesnya acara ini. Ia mengatakan masyarakat dalam bekerja harus bermartabat.

"Ini program kemanusiaan. Maka kami acc apa yang diminta Bu Wali Kota dalam soal Dolly. Pemerintah tak akan membiarkan warga keleleran. Memang dulu penghasilan banyak, namun ditutup memang berkurang," katanya.

Soal PSK akan dikembalikan ke daerah asal, pihaknya sudah koordinasi dengan bupati/wali kota di Jatim. Pihaknya telah menyiapkan APBD Jatim untuk mengentaskan mereka.

Dalam kesempatan itu diberikan bantuan dari kemensos sebesar Rp7 miliar dan, Gubernur Jatim sebesar Rp 1, 5 miliar kepada PSK serta warga terdampak lokalisasi. (antara/mukafi niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52757/lokalisasi-dolly-akhirnya-resmi-tutup

Kitab Kuning Digital

Minggu, 01 Januari 2012

JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat

Sukoharjo, Kitab Kuning Digital. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jamiyyah Al-Qurra Wa Al-Huffazh (JQH) Al-Wustha IAIN Surakarta membentuk divisi khusus sholawat yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa terutama dalam bidang seni Islam.

Mulai berdirinya sekitar satu tahun yang lalu, UKM ini sudah mengambil peran dalam mengembangkan ilmu keIslaman tidak hanya dari segi keilmuan murni namun juga dari sisi seni Islam itu sendiri.

JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)


JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat

Sejak awal JQH memang sebagai media untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang mencintai seni selawat, seni membaca Al-Quran seperti Qiraah, kegiatan hafalan Al-Quran dan berbagai kegiatan lainnya," ujar Imah salah satu pengurus UKM JQH, Sabtu (27/12).

Ia mengatakan, ada lima devisi kegiatan yang dapat dipilih oleh anggota baru, diantaranya divisi sholawat, divisi kaligrafi, divisi tafsir, divisi tahfidz, dan divisi tilawah," jelasnya.

Kitab Kuning Digital

Bahkan beberapa waktu yang lalu kami baru saja mengadakan diklat di Pesantren Al Hikam Boyolali dan materi yang diberikan meliputi tiga materi pokok diantaranya adalah, ke-JQH-an, seni dan Islam, serta materi aswaja. Ketiganya perlu diberikan kepada mahasiswa sebagai pengetahuan awal mengikuti kegiatan JQH, terangnya.-

Kitab Kuning Digital

Diharapkan dengan hadirnya JQH Al Wustha ini dapat melestarikan dan mengembangkan kesenian Islam yang mulai redup terutama dikalangan mahasiswa. (ahmad rosidi/mukafi niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49052/jqh-iain-surakarta-kembangkan-tradisi-sholawat

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock