Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2016

Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU

Kitab Kuning Digital - Ada saja cara-cara yang digunakan oleh Netizen NU di jagad Twitter untuk meramaikan kekonyolan muslimin cyber sebelah yang suka memancing-mancing agar situsasi politik makin yak nah.

Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU - Kitab Kuning Digital
Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU - Kitab Kuning Digital


Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU

Soal kasus Ahok yang "melecehkan" Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin pun dipanasi mereka. Mengaku pembela ulama, cyber sebelah mengajak nahdliyyin ikut turun ke jalan. Bahkan yang ada menggoreng berita dengan judul-judul provokatif mengajak perang. Duh duh duh.

Mereka yang selama ini menyerang NU dan kiai nya, yang dianggapnya tidak membela ulama, tidak membela Al-Quran karena PBNU tidak menyarankan warganya ikut aksi bela Islam berjilid-jilid itu, mendadak simpatik kepada NU. Dengan santai, satir, main-main namun kritis, Netizen NU pun meramaikan fenomena ini dengan tagar #MendadakNU di twitterland.

Mendadak NU Trending Topic di Tweetland Pantauan Kitab Kuning Digital, tagar #MendadakNU inisiasi Netizen NU jadi trending topic selama 20 jam, terhitung sejak pukul 01.00-20.00 WIB, Kamis (02/02/2017). Menelusuri cuitan yang menggunakan tagar itu pun sangat mudah. Banyak komentar dan pendapat yang bertebaran di Twitter yang dihembuskan manusia-manusia kompor untuk mengalihkan panasnya nalar kepada nahdliyyin.

"Berbagai pernyataan yang memanaskan situasi seolah mewakili warga NU, cukup ramai dalam jagad maya dan semua orang #MendadakNU. Beliau sadar bahwa banyak pihak yang akan menjadikan dirinya menjadi mesin pembakar massa yang berujung konflik. Terima kasih Pak Kiai, ulama NU kembali memperlihatkan sikap kenegarawanan yang berulang kali diuji dalam sejarah masa kritis Indonesia," kata Kang Dedi Mulyadi dalam akun twitternya.

Bahkan, ada broadcast lucu bernada satir yang disebar Netizen NU hingga viral. Ini dia:

MENG-NU

Dulu, Gus Dur, mantan Ketua PBNU, disebut buta mata buta hati,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang malah senang.

Dulu, Cak Nun, budayawan NU, disebut Kiai Gila,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang ikut nyebut gila

Dulu, Habib Qurays Shihab, partner diskusi para Kiai NU, difitnah Syiah,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang ikut nyebarin fitnahnya Jonru..

Dulu, Gus Mus, Rais Am PBNU, dibilang penyair yang sok Kiai,

Orang NU marah, yang lain diam, malah ada yang tepuk tangan.

Dulu, Yai Said, Ketua PBNU, dibilang Kiai Sesat, Kiai Anus,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang ikut-ikutan nyebut sesat dan anus.

Kini, Yai Ma'ruf, Rais Am PBNU, diragukan keahliannya,

Orang NU marah, yang lain ikut marah.

Alhamdulillah, memang benar, katanya semua akan jadi NU pada waktunya (y)

Cuma tetap ada bedanya. Antara NU lama dan NU dadakan.

Orang NU lama marahnya tetap memegang adab,

Orang NU dadakan sepertinya sudah siap saling cabut nyawa.

Karena mendadak ramai orang-orang bicara NU dan lagak membela Kiai NU, namun anti amaliyah NU macam tahlilan, manaqiban, maulidan, salah satu Netizen NU ada yang usil mengusulkan kepada PBNU agar 1 Februari dijadikan sebagai "Hari Mendadak NU". Hahaha. Ini statusnya.

Hari Mendadak NU Jika setuju usulan di atas, berarti Anda bagian dari yang merawat persatuan negeri ini. Jika malah merespon dengan nada ingin perang, apa Anda umat kompor? Begitulah. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/gaduh-1-februari-diusulkan-ke-pnu-sebagai-hari-mendadak-nu.html

Senin, 23 Desember 2013

Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat

Diantara rahasia shalat adalah mengetahui hikmah dan tatacara memberlakukan diri ketika telinga mendengar adzan. Adzan seharusnya menjadi tanda panggil dari Yang Maha Kuasa, hati yang baik akan merasa terpanggil untuk menyambutnya.

Tentunya dengan perasaan yang penuh gembira dan kebahagiaan, bukan dengan perasaan yang memberatkan. Adzan ibarat panggilan dari sang kekasih yang lama telah dirindukan. Sesungguhnya mereka yang bersegera menjawab panggilan ini nanti di hari akhir akan dipanggil dengan lembut oleh Allah swt.

Adapun bersuci yang dalam fiqih disebut dengan thaharah sesungguhnya merupakan thaharah dhahiriyah yang meliputi suci badan, suci pakaian dan suci tempat shalat yang dipergunakan. Ketika thaharah secara fiqihy ini telah dipenuhi, maka usahakanlah thaharah dalam hati. Thaharah dalam hati ini berarti mensucikan diri dari segenap dosa dengan bertaubat mengakui kesalahan dan memohon ampunan atasnya. Dalam shalat hati seharus suci dan bersih, karena hatilah ruang bagi pandangan Dzat Yang Disembah.

Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat (Sumber Gambar : Nu Online)


Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat

Selanjutnya menutup aurat yaitu menutup kejelekan-kejelekan diri dari pandangan-pandangan makhluk, karena jasad badaniah ini menjadi objek pandangan mereka. Sedangkan bagi Allah swt tidak ada satupun yang tertutup bagi-Nya Yang Maha Tahu. Maka bukalah aurat batin karena serapi apapun hati disembunyikan Allah Maha Tahu.

Setelah itu bersegeralah bangunkan perasaan menyesal, malu dan takut kepada-Nya sebagai wahana melahirkan kerendahan dan ketenangan hati. Jika sudah demikian maka shalat akan didirikan dengan wajah tertunduk dengan perasaan tawadhu. Merasa diri lemah, tak berdaya dan penuh dosa di hadapan Yang Maha perkasa. (red. Ulil H)

Kitab Kuning Digital

Dari (Syariah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51870/hakikat-azan-bersuci-dan-menutup-aurat

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Rabu, 26 Juni 2013

Gus Sholah: Kita Tidak Punya Pilihan Lain

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Ir. H. Salahuddin Wahid mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap kenaikan harga BBM. Namun demikian, tampaknya tidak ada pilihan lain untuk menutup anggaran pemerintah selain menaikkan harga BBM.

Ke depan, pemerintah harus bisa menaikkan pajak dan mengurangi korupsi dan untuk saat ini dana kompensasi harus sampai ke sasaran dan juga harus ditingkatkan, tandasnya seusai pelantikan dan diskusi PMII Cabang Jakarta Timur di Gedung GP Ansor, Selasa.

Mantan Cawapres Golkar tersebut mengungkapkan bahwa pelaksanaan distribusi dana kompensasi ini tidak sesederhana seperti yang dibayangkan oleh pemerintah dan selama ini banyak kebocoran yang terjadi.

Gus Sholah: Kita Tidak Punya Pilihan Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Kita Tidak Punya Pilihan Lain (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Sholah: Kita Tidak Punya Pilihan Lain

Demo Marak

Sementara itu sekitar 2.000 mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di Jakarta berdemonstrasi di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa. Mereka mengajukan tuntutan kepada SBY untuk menurunkan kembali harga BBM. Mereka berasal dari Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Institut Pertanian Bogor, Bina Sarana Informatika, dan Sekolah Tinggi Teknik PLN.

Berbagai spanduk dan poster dalam berbagai ukuran tampak dibawa oleh para mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM dan permintaan untuk memecat para menteri yang tak dapat bekerja maksimal.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Bandung Raya juga menemui pimpinan dan anggota komisi VII di Gedung DPR/MPR. mereka meminta DPR melakukan sesuatu yang kongkrit mensikapi kenaikan harga BBM tersebut. Dalam hal ini Wakil Ketua Komisi VII DPR asal FPDIP Sonny Keraf mengatakan akan meninjau perundangan yang terkait dengan kenaikan harga BBM.

Kitab Kuning Digital

Menyusul kenaikan harga BBM, harga sembako juga sudah mulai ikut merangkak naik. Kenaikan tersebut disebabkan oleh dampak psikologis dari kenaikan BBM walaupun ongkos transportasi belum naik.Harga gula pasir impor yang sebelumnya Rp5.300/kg menjadi Rp5.500/kg, minyak goreng curah dari Rp4.600/kg menjadi Rp4.700/kg.(mkf)

Kitab Kuning Digital

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2802/gus-sholah-kita-tidak-punya-pilihan-lain

Senin, 13 Februari 2012

Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis

Kitab Kuning Digital - Beredar foto seorang perempuan memeluk Ahok yang sedang sedih karena kasus hukum dugaan penistaan agama. Menurut berita di Detikcom, nama perempuan tersebut adalah Nana Riwayatie, kakak angkat Ahok.

Dalam berita yang beredar di media-media online, adegan mengharukan tersebut terjadi pasca sidang. "Usai sidang, wajah Ahok pun masih tampak sedih. Kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie, sampai memeluk Ahok dari belakang dan menenangkannya," tulis Detikcom kemarin (13/12/2016).

Namun, di media sosial, ada caption yang menyebutkan kalau foto tersebut terjadi sebelum persidangan. Perempuan berjilbab merah dengan pakaian warna biru tersebut tidak menampakkan wajahnya dalam foto.

Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis - Kitab Kuning Digital
Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis - Kitab Kuning Digital


Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis

Kitab Kuning Digital

Di media-media lain pun, tidak ada foto di ruangan tersebut yang diambil dari sisi yang berbeda. Fotonya tunggal, adegan pelukan cuma ada dua yang didapatkan Kitab Kuning Digital. Ini dua foto tanpa penampakan wajah perempuan tersebut.

Foto Ahok dipeluk kakak (1) Foto Ahok dipeluk kakak (2) Kitab Kuning Digital tidak berhasil menemukan siapa sumber pertama pemilik foto Ahok dipeluk tersebut. Jawapos.com yang membuat berita tersebut hanya menyebut kalau foto itu awalnya hanya beredar di kalangan wartawan. "Melalui foto yang beredar di kalangan wartawan....", tulis Jawapos.com.

Demikian juga Poskotanews.com. Foto yang dimuat di situs tersebut hanya menyatakan, "Foto ini beredar di grup Whatsapp wartawan. Tampak seorang polisi ikut duduk di sisi lainnya dari kakak beradik itu," terang situs tersebut.

Kitab Kuning Digital

Sekelas Detikcom juga hanya membuat berita dari sumber foto yang tidak jelas. "Dari foto yang diperoleh detikcom, Selasa (13/12/2016), Ahok tampak terduduk di salah satu ruangan di gedung lama PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Wajahnya tampak sedih," begitu Detikcom mengulas.

Sementara, komentar Nana bukan diperoleh dari yang bersangkutan, tapi dari pengacara. "Kak Nana bilang 'Sabar dan tetap tenang. Semua sudah diatur Tuhan'," kata pengacara Ahok, Ronny Talapessy menirukan ucapan Nana usai sidang di gedung lama PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016)," lanjut berita di Detikcom.

Karena sumber fotonya tidak jelas itulah, kalangan Anti Ahok menyebut kalau foto tersebut hanyalah sandiwara politik untuk pencitraan Ahok di mata publik. Mereka tidak percaya jika shoot kamera foto tersebut diambil tanpa sengaja sesuai angle adegan seperti nampak dalam foto.

Bahkan ada keterangan yang menyebutkan kalau Nana, kakak Ahok adalah perempuan yang pura-pura tampil berjilbab hanya untuk beradegan foto. Nana disebut mereka datang jauh-jauh dari Amerika untuk tujuan foto nangis dengan Ahok, yang menurut mereka, diambil bukan di persidangan, bahkan sebelum sidang dilakukan. Ini pendapat anti Ahok.

Adegan foto Ahok dipeluk kakak Menurut foto di atas, Nana adalah artis sinetron yang pernah membintangi Tiga Dara Mencari Cinta (1980) dan Tomboy (1981). Ada persiapan adegan juga, "kamera, roll, action!", lengkap dengan laki-laki yang siap menshoot fotonya itu.

Foto Ahok masih di ruang foto ia dipeluk kakaknya. Kakak Ahok berfoto Di grup WhatsApp Ukhuwah Islamiyah juga ada yang berpendapat nyinyir kepada kakak Ahok tersebut. Entah karena benci Ahok atau dia kenal kakaknya, sampai ada yang memajang foto kakak Ahok sedang beradegan yang menurut mereka tidak pantas, seperti penampakan di atas. Hati-hatilah dengan foto-foto tanpa sumber jelas. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/sandiwara-ahok-dipeluk-sang-kakak-lagi-nangis.html

Kamis, 12 Januari 2012

Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat

Bahasa ibu merupakan bahasa pertama kali yang dipelajari atau digunakan seseorang. Misalnya anak Aceh atau Papua, pertama kali menggunakan yang otomatis mempelajari dalam bahasa tersebut, maka anak itu berbahasa ibu Aceh atau Papua. Anak itu kemudian disebut penutur asli bahasa itu.

Karena berbagai faktor, ketahanan bahasa ibu di berbagai daerah di Indonesia semakin terdesak oleh bahasa-bahasa lain. Mulai dari bahasa Indonesia sendiri dan bahasa asing, misalnya Inggris atau Arab. Keterdesakan itu, jika dibiarkan, lama kelamaan menyebabkan bahasa itu hilang.

Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat (Sumber Gambar : Nu Online)


Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat

Terkait bahasa ibu yang biasa diperingati tiap 21 Februari, Abdullah Alawi dari Kitab Kuning Digital berhasil mewaawancarai salah seorang budayawan dan agamawan Sunda, KH Usep Romli HM melalui surat elektronik 21 Februari lalu. Pria yang produktif nulis dan pernah aktif di IPNU dan GP Ansor tersebut mengurai prntingnya bahasa ibu, dan kerugian jika kita kehilangannya.

Kitab Kuning Digital

Pengasuh pesantren Raksa Sarakan di Cibiuk, Garut, Jawa Barat tersebut menjawab hal itu dengan dasar-dasar agama. Berikut petikannya:

Menurut Anda, bagaimana kondisi bahasa ibu secara umum di Indonesia?

Kitab Kuning Digital

Kondisi bahasa Ibu di Indonesia ada yang bertahan, ada yang mengalami kemunduran. Yang bertahan, antara lain bahasa Sunda, Jawa, Bali, dan Lampung. Itu ditunjukkan dari lahirnya karya-karya tulis dalam bahasa itu yang tiap tahun mendapat hadiah dari Yayasan Rancage, baik untuk karya sastra maupun jasa terhadap bahasa dan sastra. Hadiah Yayasan Rancage yang digagas Ajip Rosidi sudah berlangsung 25 tahun.

Bagaimana kecenderungan penggunaan bahasa ibu oleh anak muda sekarang di zaman sosial media?

Mungkin menurun. Tapi bukan bahasa ibu di daerah Indonesia saja. Konon anak-anak muda Spanyol, lebih suka menggunakan bahasa asing Inggris dan Prancis di media sosial. Sehingga Akdemi Keraajaan Spanyol menyelenggarakan berbagai lomba untuk merangsang anak-anak muda berbahasa Spaanyol di media sosiial. Khusus bahasa Sunda, lumayan masih mampu menggunakan bahasa Sunda di media sosial. Di Facebook, banyak dibuka akun berbahasa Sunda, seperti Fiksimini Basa Sunda, Pustaka Sunda, Forum Jurnalis Sunda, Guguyon, dsb.

Apa pentingnya menjaga dan melindungi bahasa ibu?

Bahasa Ibu mengandung filosofi, kearifan dan pandangan hidup masyarakat penggunanya. Untuk menjaga semua itu, baahasa ibu diperlukan hidup dan berkembang. Firman Allah dalam Q S Ar Rum ayat 22. Dan beberapa hadits yang menyangkut antum alamu bi umurid dunyakum.

Bagaimana peran pesantren, khsusnya di wilayah berbahasa Sunda dalam menjaga bahasa ibu?

Ketika lembaga pesantrren masih utuh dan murni berdasarkan prinsif tafwidz (hanya Allah yang merancang), bahasa daerah terpelihara. Hingga tahun 1960-an, santri di Tatar Sunda masih mengaji kitab dengan bahasa Jawa, karena ajengannya ngaji di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Sekarang pesantren telah berubah menajdi lembaga pendidikan umum, yang menganut prinsip tadbir (ditentukan manusia, proposal, subsidi, dlsb), bahasa daerah nyaris hilang dalam kegiatan formal.Kecuali dalam pergaulan sehari-hari yang amat terbatas.

Mungkinkah bahasa ibu itu hilang, dan bagaiamana konseuensinya dalam bahasa agama?

Selama ada yang menggunakan dan memperjuangkan, insya Allah, akan tetap ada. Jika diabaikan, ya nikmat bahasa itu dicabut oleh pemiliknya, Allah SWT. Dia tidak akan mencabut anugrah nikmat-Nya dari suatu kaum, jika kaum itu tidak mengabaikan nikmat tersebut dengan sikap kufur nikmat (tafsir Ath Thabari, Jalalain, Khozin, atas ayat 11 S.Ar Rodu Innallaha laa yughoyyiru ma bi qowmin hatta yughoyyiru ma bi anfusihim. Para mufsir andal tersebut mengkategorikan ayat ini sebagai ayat syukur wa kufur nikmat. Para ulama Orde Baru menganggap ayat ini sebagai ayaat pem bangunan).

Jika bahasa Ibu hilang, kerugian buat kita adalah kerugian yang ditimpakan Allah SWT kepada bangsa kufur nikmat. Dijerumuskan ke Negara Kebinasaan (Q,s.Ibrahim : 28). Manusia kufur nimat mendapat azab pedih (Q.s.Ibrahim : 7). Bahasa Ibu adalah nikmat Allah. Orang yang mensyukuriya dengan memelihara, memajukan, memperjuangkan kelanggengannya, akan ditingkatan nikmatnya (Q.S.Ibrahim : 7).

Bagaimana caranya menjaga bahasa ibu yang efektif?

Pergunakan di lingkungan keluarga. Anak yang mengusai bahasa ibu sejak lahir, setelah masuk sekolah akan menguasai dua bahasaa (bahasa ibu dan bahasa nasional). Pada tingkat pendidikan selanjutnya tambah bahasa asing. Jadi seorang pengguna bahasa ibu akan mampu menguasai minimal dua atau tiga bahasa. Di Kompas kemarin ada berita agar pelajaran bahasa Inggris di SD dihapus, karena tidak efektif dan efesien. Bagus. Sebab belajar sesuatu bahasa , sekalipun tingkat dasar, harus disertai pengenalan filosofi, kearifan, dan wisdom pemilik bahaasa tersebut. Tidak hanya sekadar menguasai spelling, prononcion, idiomatik dsb. Artinya harus mengubah visi dan tatacara hidup sesuai dengan bahasa yang diperlajari.

Apa peran lembaga masyarakat atau pemerintah?

Peran pemerintah memberi ruang seluas-luasnya bagi pendidikan dan pembelajaran bahasa ibu. Itu kalau pemerintah masih menghargai Bhineka Tunggal Ika. Keluarga dan masyarakat juga harus punya kesadaran akan manfaat bahasa ibu bagi ketahanan karakter generasi bangsa.

Profil singkat Usep Romli HM

Usep Romli H. M.

Wartawan, guru, sastrawan, agamawan yang menulis dalam bahasa Sunda dan Indonesia. Lahir di Limbangan, Garut, 16 April 1949. Anggota IPNU (1964-1966), GP Ansor (1966-1972), anggota penasihat Lajnah Talif wan Nasr PWNU Jawa Barat.

Karir Usep dimulai sebagai seorang guru, kemudian menggeluti dunia jurnalistik. Ia menulis di mingguan Fusi (1972), Giwangkara (1972-1976), sk Pelita (1977-1979) sk Sipatahunan (1979-1980) dan Pikiran Rakyat (1984-1991).

Usep menulis sajak dan cerpen dimuat di Kalawarta Kujang, Mangle, Hanjuang, Gondewa, Galura, dll. Sebagai seorang santri, karya-karya Usep sangat kental dengan pesantren, diantaranya Bentang Pasantren (bintang Pesantren, novel, 1983), Cuerik Santri (Tangis Santri, kumpulan Cerpen, 1985) Jiad Ajengan, (Jampi-jampi Kiai, cerpen, 1991), Percikan Hikmah (kumpulan anekdot Islam, 1999), dll.

Usep pernah mendapat penghargaan Hadiah Sastra Mangle (1977), Hadiah Penulisan Buku Depdikbud (1977), Piagam Wisata Budaya Diparda Jabar (1982) serta Hadiah Sastra LBSS (1995).

Dari (Wawancara) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50408/usep-romli-hm-jika-bahasa-ibu-hilang-itu-kufur-nikmat

Kitab Kuning Digital

Minggu, 01 Januari 2012

JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat

Sukoharjo, Kitab Kuning Digital. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jamiyyah Al-Qurra Wa Al-Huffazh (JQH) Al-Wustha IAIN Surakarta membentuk divisi khusus sholawat yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa terutama dalam bidang seni Islam.

Mulai berdirinya sekitar satu tahun yang lalu, UKM ini sudah mengambil peran dalam mengembangkan ilmu keIslaman tidak hanya dari segi keilmuan murni namun juga dari sisi seni Islam itu sendiri.

JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)


JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat

Sejak awal JQH memang sebagai media untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang mencintai seni selawat, seni membaca Al-Quran seperti Qiraah, kegiatan hafalan Al-Quran dan berbagai kegiatan lainnya," ujar Imah salah satu pengurus UKM JQH, Sabtu (27/12).

Ia mengatakan, ada lima devisi kegiatan yang dapat dipilih oleh anggota baru, diantaranya divisi sholawat, divisi kaligrafi, divisi tafsir, divisi tahfidz, dan divisi tilawah," jelasnya.

Kitab Kuning Digital

Bahkan beberapa waktu yang lalu kami baru saja mengadakan diklat di Pesantren Al Hikam Boyolali dan materi yang diberikan meliputi tiga materi pokok diantaranya adalah, ke-JQH-an, seni dan Islam, serta materi aswaja. Ketiganya perlu diberikan kepada mahasiswa sebagai pengetahuan awal mengikuti kegiatan JQH, terangnya.-

Kitab Kuning Digital

Diharapkan dengan hadirnya JQH Al Wustha ini dapat melestarikan dan mengembangkan kesenian Islam yang mulai redup terutama dikalangan mahasiswa. (ahmad rosidi/mukafi niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49052/jqh-iain-surakarta-kembangkan-tradisi-sholawat

Kitab Kuning Digital

Senin, 19 Oktober 2009

Habib Luthfi: Abdullah bin Saba Pernah Dihukum Imam Ali Karena Mensyiahkan Diri

Kitab Kuning Digital - Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan menyerukan kepada semua kader Mahasiswa ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (MATAN) agar tetap menjaga ideologi aswaja dari rongrongan kelompok yang ingin memecah belah Nahdlatul Ulama (NU).

"Salah satu pelemahan dan pemecahan Nahdlatul ulama ialah adu domba antara murid dan ulama, adu domba antara ulama dan ulama, ulama dan habaib, isu Syi'ah," terang Abah Luthfi saat menghadiri pelantikan pengurus komisariat MATAN se-Surabaya dan Sidoarjo di Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya, Ahad (19/02/2017).

Habib Luthfi: Abdullah bin Saba Pernah Dihukum Imam Ali Karena Mensyiahkan Diri - Kitab Kuning Digital
Habib Luthfi: Abdullah bin Saba Pernah Dihukum Imam Ali Karena Mensyiahkan Diri - Kitab Kuning Digital


Habib Luthfi: Abdullah bin Saba Pernah Dihukum Imam Ali Karena Mensyiahkan Diri

Beliau mengingatkan, tujuan berdirinya MATAN adalah menyelamatkan mahasiswa NU secara ideologi dan organisasi dan menarik diri dari politik praktis. "Waspada kepada perpecahan Nahdlatul ulama, yang berakhir pada perpecahan Indonesia," kata Maulana.

Karena itulah, lanjut beliau, kader MATAN harus paham ilmu ulama (ilmal ulama), hikmah laku para ulama (hikmal hukama'), sebelum melangkah kepada politik kekuasaan (syasatal mulk). "Ini satu kesatuan," terang Abah Luthfi kepada 150 an kader dalam acara yang dibungkus dengan Maulid Nabi Muhammad Saw dan Harlah MATAN ke-5 itu.

Kitab Kuning Digital

Jika salah dalam memahami langkah pemimpin, lalu dengan mudah menuduh kafir, syiah, liberal dan lainnya, maka itu akan mudah memecah belah anak bangsa. "Langkah pemimpin harusnya minimal 1000 km, tidak layak anak buah mengukur langkah pemimpin," tanda Maulana.

Soal Syiah, sudah berkali-kali jadi perhatian Abah Luthfi, utamanya kader MATAN. Di beberapa forum pengajian, isu penyesatan Syiah disebut beliau sebagai bagian dari langkah orang-orang yang ingin memecah belah anak bangsa. Orang akhirnya takut bicara sejarah kanabian karena khawatir ditusuh dan dicap syiah.

Syi'ah, kata Maulana, bermakna dua, pertama pendukung Imam Ali dan kedua sebagai madzhab. Walaupun mendukung Sayyidina Ali, namun, sejarah membuktikan, Imam Ali juga pernah menghukum Abdullah bin Saba' karena mensyi'ahkan diri (menyatakan Syiah). Artinya, Syiah itu bukan buatan menantu Nabi Muhammad Saw itu.

Kitab Kuning Digital

Membenci Syiah akan melahirkan kebencian selanjutnya kepada dzurriyah Nabi. Ini persis yang diinginkan oleh kalangan wahabi ekstrim. Padahal, Imam Ja'far Shodiq, yang disebut sebagai Imam Syiah itu, adalah ulama yang menelurkan imam-imam thoriqah besar.

Komisariat MATAN yang dilantik langsung oleh Agus Sulaiman Farih saat itu dari Kampus Uinsa, STAI Taruna, Unsuri, Taswirul Afkar, Unesa, Unair, Unusida dan Komisariat Istimewa Pondok Pesantren Al-Isma'iliyah Ngelom-Sepanjang.

Hadir dalam acara tersebut KH. Sholeh Qosim (Dewan Ifta' Jatman Wustho Jatim dan Pengasuh PP. Al-Ismailiyah Ngelom Sepanjang), KH. Kholil Arpapi (Wakil Katib Jatman Wustho Jatim), KH. Masduqi, Pengasuh Pesantren Tahsinul Ahlaq Bahrul Ulum Rangkah Surabaya dan Agus Azmi, Nadzir Masjid Agung Sunan Ampel. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/habib-luthfi-abdullah-bin-saba-pernah-dihukum-imam-ali-karena-mensyiahkan-diri.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock