Tampilkan postingan dengan label Hadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadis. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2016

Ini Surat Ancaman Abu Bakar ISIS

Pasca bom Sarinah, sebuah telegram langsung dari pemimpin tertinggi ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, secara rahasia berhasil dibongkar. Telegram itu ditujukan kepada Abu Wardah yang dikenal dengan nama Santoso, cabang ISIS di Poso.

Kami berhasil menterjemahkan surat tersebut dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Gerakan teror yang dilancarkan di Jakarta sebagai pemanasan untuk mengembangkan khilafah Daulah Islamiyah ternyata gagal di awal.

Ini Surat Ancaman Abu Bakar ISIS - Kitab Kuning Digital
Ini Surat Ancaman Abu Bakar ISIS - Kitab Kuning Digital


Ini Surat Ancaman Abu Bakar ISIS

Saya meminta pada kelompok di Indonesia untuk menata ulang pola serangan dengan baik, supaya kesuksesan Daulah Islamiyah di Indonesia berhasil setahap demi setahap.

Saya tidak tahu apa penyebab kegagalan itu. Tetapi dari media sosial yang saya dapatkan ternyata orang Indonesia tidak takut dengan ISIS. Malah mereka mengejek kita dengan memanggil Sis. Memangnya kita dagang online apa? "Sis, cek harga di inbox... PM, ya say...."

Saya tahu itu, karena dulu saya jualan online. Malah re-seller saya sudah 12 orang. Ah, maaf saya ngelantur. Terkadang memori lama memang mengasyikkan.

Kembali pada pokok permasalahan. Data yang masuk kepada kami kurang akurat. Indonesia ternyata bukan Perancis. Kami melihat orang Indonesia tidak ada takutnya. Malah ketika tembak-tembakan, masih ada yang jual sate segala. Ini teror apa pasar kaget? Coba di teliti ulang.

Data yang masuk kepada kami di pusat, orang Indonesia hanya takut pada satu hal, yaitu emak-emak naik motor matic karena sein-nya ke kanan, dia-nya kekiri. Ini bisa menjadi masukan bagus. Strategi berikutnya kita akan menyamar jadi emak-emak naik motor matic. Coba telusuri bagaimana caranya dan infokan ke kami.

Kegagalan kemarin sangat mengecewakan. Kenapa kalian tidak mampu membunuh banyak orang? Saya sempat mau kirimkan Boko Haram menggantikan posisi kalian. Hanya ada staf saya yang mengingatkan, di Indonesia harus dapat sertifikat dari MUI dulu baru halal. Ini maksudnya apaan? Masak namanya berubah jadi Boko Halal?

Kami memang salah mengira bahwa Indonesia mudah ditaklukkan. Ketika sedang santai, saya membaca lagi komik Asterix. Ternyata Indonesia itu mirip desa Galia. Sejarahnya memang bangsa Indonesia keturunan dari kerajaan Majapahit atau dulu dikenal dengan nama Majapahitix.

Di sana pasti ada ramuan ajaib. Mereka meminum ramuan yang dulu dibuat dukun Panoramix. Coba teliti lagi, saya dengar disana ada beberapa orang yang perlu diwaspadai. Data yang saya dapat, namanya Fadli Zonix, Fahri Hamzahix dan Nikita Mirzanix. Yang terakhir itu wanita. Dia sekali operasi mahal bayarannya, sekitar 60 juta. Dekati dia dan tawar, bisa tidak diskon 20%, ini sudah dekat mau lebaran.

Saya juga mendapat surat cinta dari yang bernama Denny Siregar. Dia sebut-sebut dalam suratnya Sumber Kencono, Kopaja dan Metromini. Kedengarannya menakutkan sekali. Mereka terbiasa diteror dengan itu sampai sudah tidak takut lagi. Saya tidak bisa menemukan padanan kata yang tepat dalam bahasa arab "Rapat belakang.. Tareeek..." Tolong saya dibantu menterjemahkan. Siapa tahu itu senjata rahasia.

Yang berikut saya akan pakai bahasa sandi supaya telegram ini tidak bocor:

[Santoso.. So... Aku Suroto, so.. Nang arab ae jenengku Abu Bakar Al Baghdadi. Aku iki wong Jowo, podo karo awakmu so.. Yak opo kabare Birin? Sek ngangon kambing? Gabung ae karo awakmu, So.. Lumayan, de'e oleh penghasilan. Sakno, so... Emak'e wis mati..]

Semoga bahasa sandi itu tidak bisa diterjemahkan semisal telegram ini bocor.

Saya lanjutkan kembali, Susun kembali pola serangan dengan baik. Kemarin itu polanya 4-3-3. Coba 3-6-1 atau 3-5-2. Kurangi bek-nya, perkuat pertahanan di tengah. Gelandang kiri jangan selalu kosong. Tolong kode ini dipahami dengan baik.

Saya rasa cukup telegram ini dan kalau sudah selesai dibaca, telegram ini akan hancur sendiri. Iya, saya niru film Mission Impossible. Kalau gak hancur, bisa dibakar pake korek api. Tetap semangat berjuang saudaraku. Semoga cepat terlaksana janji Tuhan untuk memberikan kita 72 bidadari. Tegakkan khilafah! Tegakkan khilafah!

Big Hug and Love,

Abu Bakar Al Baghdadi NB: So, awakmu isok ngguyu karo split? Aku kok ora isok ya, so? Bokongku suwek. [ed]

#KamiTidakTakutTeroris #KamiLawanTeroris

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/01/ini-surat-ancaman-abu-bakar-isis.html

Kamis, 03 November 2016

KH Ahmad Dahlan Bukan Pendiri Muhammadiyah, Tapi Ahli Falak

Kitab Kuning Digital - Salah satu ulama Nusantara yang dikenal ahli dalam bidang ilmu falak adalah KH Ahmad Dahlan yang lahir di Termas Pacitan Jawa Timur 1862 dan wafat di Semarang 1911. Makam KH Ahmad Dahlan berada di sisi timur Makam KH Sholeh Darat di Makam Bergota Semarang. Menyebut nama Ahmad Dahlan memang orang menjadi tertuju pada sosok pendiri Muhammadiyah. Dan ternyata dua sosok bernama yang sama itu, KH Ahmad Dahlan Termas dan KH Ahmad Dahlan Yogyakarta, sama-sama mengaji di Pondok Pesantren KH Sholeh Darat.

KH Ahmad Dahlan Termas (sebagian orang menyebut KH Ahmad Dahlan Semarang) merupakan putra dari Abdullah bin Abdul Mannan bin Demang Dipomenggolo I yang merupakan keturunan Ketok Jenggot punggawa Keraton Surakarta, tokoh cikal bakal berdirinya daerah Termas. Dipomenggolo I merupakan seorang santri ahli agama yang berdarah bangsawan yang mendirikan Pesantren Semanten. Salah satu putra Dipomenggolo bernama Mas Bagus Sudarso juga dikirim belajar agama di Pondok Pesantren Tegalsari Ponorogo. Di pesantren yang juga mengkaji budaya ini diasuh Bagus Burhan atau Ronggowarsito.

KH Ahmad Dahlan Bukan Pendiri Muhammadiyah, Tapi Ahli Falak - Kitab Kuning Digital
KH Ahmad Dahlan Bukan Pendiri Muhammadiyah, Tapi Ahli Falak - Kitab Kuning Digital


KH Ahmad Dahlan Bukan Pendiri Muhammadiyah, Tapi Ahli Falak

Kakak dari KH Ahmad Dahlan adalah KH Mahfudz Termas (1842-1920) dan adiknya bernama KH Dimyati Termas (wafat 1934). Tiga bersaudara ini memiliki keilmuan yang sangat luar biasa. Dunia pesantren sangat mengakui peran besar kakak-beradik ini dalam keilmuan-keilmuan agama Islam terutama paham ahlussunnah wal jama’ah.

Sehingga sosok KH Ahmad Dahlan yang sangat pandai tidak bisa dilepaskan dari kiprah keluarganya. Keluarga Termas memang sudah dikenal melahirkan ulama Nusantara yang sangat berkontribusi besar dalam dunia pesantren. Misalnya KH Mahfudz Termas dikenal sebagai ulama yang memiliki puluhan karya kitab dan spesialis di bidang hadits, telah mencetak murid yang menjadi ulama pesantren.

Keahlian KH Ahmad Dahlan Termas dalam bidang ilmu falak ditandai dengan penyebutan namanya dengan sebutan KH Ahmad Dahlan Alfalaky. Kepandaiannya dalam ilmu agama, menjadikannya diambil sebagai menantu KH Sholeh Darat. Ia dinikahkan dengan putri KH Sholeh Darat bernama RA Siti Zahra dari jalur istri RA Siti Aminah binti Sayyid Ali. Dari pernikahan ini, pada tahun 1895, melahirkan anak bernama Raden Ahmad Al Hadi yang kelak ketika dewasa menjadi tokoh Islam di Jembrana Bali.

KH Ahmad Dahlan memulai pendidikannya dari para Kyai yang ada di Termas kemudian melanjutkan belajar kepada kakaknya KH Mahfudz Termas yang ada di Makkah. Saat di tanah suci inilah KH Ahmad Dahlan bersahabat dengan ahli falak Syaikh Muhammad Hasan Asy’ari Bawean Madura (wafat 1921). Syaikh Muhammad Hasan Asy’ari mempunyai karya Kitab Muntaha Nataiji al Aqwal.

Dalam buku Materpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama-Santri 1320-1945 karya Zainul Milal Bizawie disebutkan bahwa KH Ahmad Dahlan dan Syaikh Muhammad Hasan Asy’ari berangkat menuju beberapa wilayah Arab dan menuju ke Al Azhar Kairo. Di Kairo keduanya berjumpa dengan dua ulama Nusantara: Syaikh Jamil Djambek dan Syaikh Ahmad Thahir Jalaludin. Selama di Kairo, keduanya mengkhatamkan kitab induk ilmu falak karya Syaikh Husain Zaid Al Mishri, Al Mathla’ fi Al Sa’id fi Hisabi al Kawakib ‘ala Rashdi al Jadid yang ditulis awal abad 19.

Setelah selesai belajar di Arab, kemudian ia pulang ke tanah air. Berdasarkan saran dari kakaknya, sesampai di tanah air KH Ahmad Dahlan bersama dengan Syaikh Hasan Asy’ari diminta untuk belajar agama dengan KH Sholeh Darat di Semarang. Maka pesan itu dilaksanakan. KH Ahmad Dahlan mengaji dengan KH Sholeh Darat di Semarang. Dan sudah menjadi tradisi para ulama Nusantara, para santri yang sudah belajar di Arab tetap diminta belajar di Indonesia lagi, terutama dengan KH Sholeh Darat atau KH Cholil Bangkalan.

Karya-karya di bidang Falak yang dilahirkan oleh KH Ahmad Dahlan adalah: Tadzkiratu al Ikhwan fi Ba’dli Tawarikhi wal ‘Amali al Falakiyati (selesai ditulis 1901), Natijah al Miqat (selesai ditulis 1903) dan Bulughu al Wathar (selesai ditulis 27 Dzul Qa’dah 1320 di Darat Semarang). Ditengarai, masih banyak karya-karya KH Ahmad Dahlan yang sampai sekarang belum terlacak.

Dalam Kitab Tadzkiratu al Ikhwan fi Ba’dli Tawarikhi wal ‘Amali al Falakiyati ditegaskan oleh Zainul Milal Bizawie sebagai kitab hisab awal bulan pertama yang ditulis oleh ulama Nusantara. Ini menjawab atas dugaan selama ini bahwa kitab hisab awal bulan yang pertama ditulis adalah Sullam Nayyirin yang baru ditulis 1925. Pola kitab karya KH Ahmad Dahlan masih menggunakan angka Abajadun dengan memakai Zaij Ulugh Beik.

Kitab Natijah al Miqat berisi tentang kaidah ilmu falak tentang penggunaan rubu’ mujayyab dalam penentuan awal waktu shalat dan arah kiblat. Dalam kitab ini juga dirangkumkan pemikiran-pemikiran guru KH Ahmad Dahlan: Syaikh Husain Zaid Mesir, Syaikh Abdurrahman bin Ahmad Mesir, Syaikh Muhammad bin Yusuf Makkah dan KH Sholeh Darat. Kemudian pada tahun 1930, kitab Natijah al Miqat disyarahi oleh Syaikh Ihsan Jampes (wafat 1952) dengan kitabnya Tashrihu al Ibarat.

Kitab Bulughu al Wathar ini merupakan kitab falak pertama yang ditulis ulama Nusantara dengan sistem haqiqi tahqiqi. Kitab ini selesai ditulis bersamaan dengan kitab Muntaha Nataij al Aqwal karya Syaikh Hasan Asy’ari Bawean. Induk kitab yang dirujuk dalam membuat Bulughu al Wathar dan Muntaha Nataij al Aqwal berasal dari ilmu zaij Kitab Al Mathla’ fi Al Sa’id fi Hisabi al Kawakib ‘ala Rashdi al Jadid karya Syaikh Husain Zaid Al Mishri.

Khazanah keilmuan falak yang dimiliki oleh KH Ahmad Dahlan dan Syaikh Hasan Asy’ari Bawean ini yang turut serta mewarnai perkembangan ilmu falak di Pondok Pesantren. Dinamika keilmuan falak di dunia pesantren selalu merujuk pada kajian-kajian ilmiah ulama Nusantara yang mampu mengembangkan ilmu falak yang berasal dari Arab.

KH Ahmad Dahlan dalam kesehariannya, bersama keluarga menempati rumah di sekitar Masjid Agung Kauman Semarang. KH Ahmad Dahlan selain dikenal sebagai ulama, juga ahli dalam bidang dagang dan tergolong berekonomi kuat (punya banyak toko di Pasar Johar). Bekal itulah yang digunakan untuk berjuang membangun dakwah Islam di Kota Semarang. Dan sepeninggal KH Sholeh Darat pada tahun 18 Desember 1903, Pondok Pesantren Darat diasuh oleh KH Ahmad Dahlan.

Selama kurang lebih delapan tahun, KH Ahmad Dahlan menggantikan guru sekaligus mertuanya mendidik para santri yang belajar ilmu agama di Pondok Pesantren Darat. Dengan segala dedikasi penuh, para santri yang mengaji di Pondok tersebut diajar sebagaimana cara KH Sholeh Darat mendidik. Termasuk KH Ahmad Dahlan mengajarkan ilmu falak kepada para santri-santrinya dengan menggunakan tiga kitab falak yang ditulisnya.

Keahlian ilmu falak yang dimiliki oleh KH Ahmad Dahlan tidak pernah lepas dari keahlian falak yang dimiliki oleh KH Sholeh Darat. Dalam beberapa kisah disebutkan bahwa KH Sholeh Darat yang merupakan guru dari ulama Jawa ini sangat tepat dalam menghitung waktu shalat dan penentuan awal bulan Ramadan dan Syawwal.

Proses penegasan dalam penentuan waktu shalat dan Ramadan ia tegaskan dalam beberapa karyanya. Termasuk keterbukaan KH Sholeh Darat dalam mengawal tradisi “Dugderan” di Kota Semarang sebagai bentuk kepedulian ilmu falak dan ilmu sosial. Dimana ketika masyarakat Semarang ingin menyambut kehadiran Ramadan dirayakan dengan bunyi-bunyi bedug dan petasan, maka disebut dug der (dug bunyi bedug dan der bunyi petasan).

Keahlian falak yang dimiliki KH Sholeh Darat adalah ketika diminta menghitung jumlah palawija yang ada di dalam karung oleh Belanda. Dengan sangat cepat berdasar ilmu hitung falaknya, maka KH Sholeh Darat memberikan jawaban dengan tepat. Kekaguman Belanda pada prediksi jumlah isi palawija itulah yang menjadikan Belanda kagum dengan ilmu falak KH Sholeh Darat.

Putra KH Ahmad Dahlan yang bernama Raden Ahmad Al Hadi berdakwah menuju Loloan Timur Jembrana Bali adalah karena mendapatkan isyarat dari KH Cholil Bangkalan (1820-1925) selaku gurunya. Selain itu, setelah KH Ahmad Dahlan wafat, Ibunya menikah lagi dengan KH Amir dan pindah ke Simbang Kulon Pekalongan. Dengan bekal ilmu agama yang dimiliki itu, putra KH Ahmad Dahlan bernama Ahmad ini berdakwah ke Bali.

Sebagaimana ayahnya, Raden Ahmad Al Hadi sangat senang dengan ilmu pengetahuan agama. Walaupun sejak kecil sudah dilatih berdagang di Pasar Johar Semarang, namun Raden Ahmad Al Hadi tetap semangat mengaji. Sehingga di usia 16 tahun ketika ia ditinggal wafat KH Ahmad Dahlan ia ikut belajar di Pondok Pesantren ayah tirinya, KH Amir. Setelah itu ia merantau dari pondok ke pondok hingga pernah belajar Makkah.

Sebagaimana dijelaskan oleh KH Fathur RA (anak kandung Raden Ahmad bin Ahmad Dahlan), bahwa Raden Ahmad sangat tinggi minat belajarnya. Pondok Pesantren yang dijadikan tempat mencari ilmu adalah: Pondok Pesantren Kaliwungu (berteman dengan KH Abul Choir selama dua tahun), Pondok Pesantren Buntet Cirebon (belajar ilmu silat), Pondok Pesantren Kyai Umar Sarang (belajar ilmu alat), Pondok Pesantren KH Munawwir Krapyak Yogyakarta (belajar Al Qur’an), Pondok Pesantren KH Dimyati Termas, Pondok Pesantren KH Idris Jamsaren Solo.

Setelah tamat dari Pondok Manbaul Ulum Jamsaren Solo dengan bekal Beslit dari Governoor Belanda Jawa Tengah, Raden Ahmad melanjutkan belajar ke Makkah dan Madinah berguru dengan pamannya sendiri, KH Mahfudz Termas.

Sepulang dari Arab, Raden Ahmad masih mengaji dengan KH M Hasyim Asy’ari di Jombang (satu tahun) dan KH Cholil Bangkalan Madura (satu tahun). Saat di Bangkalan inilah ia bertemu dengan KH Kusairi Shiddiq (mertua KH Abdul Hamid Pasuruan). Perintah Kyai Cholil pada Raden Ahmad adalah menuju Bali bertemu dengan murid Kyai Cholil yang bernama Tuan Guru Haji Muhammad di Loloan Timur Jembrana Bali. Dan ia jalani hingga mendirikan Pondok Pesantren Manba’ul Ulum di Jembrana Bali. Nama “Manba’ul Ulum “ adalah tabarrukan dengan almamaternya saat mondok di Jamsaren. Wallahu a’lam. [Kitab Kuning Digital]

M. Rikza Chamami, Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang dan Dosen UIN Walisongo

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/kh-ahmad-dahlan-bukan-pendiri-muhammadiyah-tapi-ahli-falak.html

Jumat, 21 Oktober 2016

Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU

Kitab Kuning Digital - Ada saja cara-cara yang digunakan oleh Netizen NU di jagad Twitter untuk meramaikan kekonyolan muslimin cyber sebelah yang suka memancing-mancing agar situsasi politik makin yak nah.

Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU - Kitab Kuning Digital
Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU - Kitab Kuning Digital


Gaduh, 1 Februari Diusulkan ke PBNU Sebagai Hari Mendadak NU

Soal kasus Ahok yang "melecehkan" Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin pun dipanasi mereka. Mengaku pembela ulama, cyber sebelah mengajak nahdliyyin ikut turun ke jalan. Bahkan yang ada menggoreng berita dengan judul-judul provokatif mengajak perang. Duh duh duh.

Mereka yang selama ini menyerang NU dan kiai nya, yang dianggapnya tidak membela ulama, tidak membela Al-Quran karena PBNU tidak menyarankan warganya ikut aksi bela Islam berjilid-jilid itu, mendadak simpatik kepada NU. Dengan santai, satir, main-main namun kritis, Netizen NU pun meramaikan fenomena ini dengan tagar #MendadakNU di twitterland.

Mendadak NU Trending Topic di Tweetland Pantauan Kitab Kuning Digital, tagar #MendadakNU inisiasi Netizen NU jadi trending topic selama 20 jam, terhitung sejak pukul 01.00-20.00 WIB, Kamis (02/02/2017). Menelusuri cuitan yang menggunakan tagar itu pun sangat mudah. Banyak komentar dan pendapat yang bertebaran di Twitter yang dihembuskan manusia-manusia kompor untuk mengalihkan panasnya nalar kepada nahdliyyin.

"Berbagai pernyataan yang memanaskan situasi seolah mewakili warga NU, cukup ramai dalam jagad maya dan semua orang #MendadakNU. Beliau sadar bahwa banyak pihak yang akan menjadikan dirinya menjadi mesin pembakar massa yang berujung konflik. Terima kasih Pak Kiai, ulama NU kembali memperlihatkan sikap kenegarawanan yang berulang kali diuji dalam sejarah masa kritis Indonesia," kata Kang Dedi Mulyadi dalam akun twitternya.

Bahkan, ada broadcast lucu bernada satir yang disebar Netizen NU hingga viral. Ini dia:

MENG-NU

Dulu, Gus Dur, mantan Ketua PBNU, disebut buta mata buta hati,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang malah senang.

Dulu, Cak Nun, budayawan NU, disebut Kiai Gila,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang ikut nyebut gila

Dulu, Habib Qurays Shihab, partner diskusi para Kiai NU, difitnah Syiah,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang ikut nyebarin fitnahnya Jonru..

Dulu, Gus Mus, Rais Am PBNU, dibilang penyair yang sok Kiai,

Orang NU marah, yang lain diam, malah ada yang tepuk tangan.

Dulu, Yai Said, Ketua PBNU, dibilang Kiai Sesat, Kiai Anus,

Orang NU marah, yang lain diam, ada yang ikut-ikutan nyebut sesat dan anus.

Kini, Yai Ma'ruf, Rais Am PBNU, diragukan keahliannya,

Orang NU marah, yang lain ikut marah.

Alhamdulillah, memang benar, katanya semua akan jadi NU pada waktunya (y)

Cuma tetap ada bedanya. Antara NU lama dan NU dadakan.

Orang NU lama marahnya tetap memegang adab,

Orang NU dadakan sepertinya sudah siap saling cabut nyawa.

Karena mendadak ramai orang-orang bicara NU dan lagak membela Kiai NU, namun anti amaliyah NU macam tahlilan, manaqiban, maulidan, salah satu Netizen NU ada yang usil mengusulkan kepada PBNU agar 1 Februari dijadikan sebagai "Hari Mendadak NU". Hahaha. Ini statusnya.

Hari Mendadak NU Jika setuju usulan di atas, berarti Anda bagian dari yang merawat persatuan negeri ini. Jika malah merespon dengan nada ingin perang, apa Anda umat kompor? Begitulah. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/gaduh-1-februari-diusulkan-ke-pnu-sebagai-hari-mendadak-nu.html

Sabtu, 17 Maret 2012

Ketika Nabi Berdoa di Makam

Kitab Kuning Digital - Hadist tentang dzikir yang dibaca oleh Rasulullah saat pemakaman Sa'd bin Muadz pada dasarnya adalah sebagai hadis Mutaba'ah (penguat secara eksternal) dari hadis-hadis Sahih tentang Sa'd bin Muadz yang selamat dari siksa kubur. Hadist tersebut adalah:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ، قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا إِلَى سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ حِينَ تُوُفِّيَ، قَالَ: فَلَمَّا صَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَسُوِّيَ عَلَيْهِ، سَبَّحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَبَّحْنَا طَوِيلًا، ثُمَّ كَبَّرَ فَكَبَّرْنَا، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَ سَبَّحْتَ؟ ثُمَّ كَبَّرْتَ؟ قَالَ: " لَقَدْ تَضَايَقَ عَلَى هَذَا الْعَبْدِ الصَّالِحِ قَبْرُهُ حَتَّى فَرَّجَهُ اللهُ عَنْهُ "

“Jabir bin Abdillah berkata: “Pada suatu hari kami keluar bersama Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam menuju sahabat Sa’ad bin Mu’adz ketika meninggal dunia. Setelah Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat jenazah kepadanya, ia diletakkan di pemakamannya, dan tanah diratakan di atasnya, maka Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam membaca tasbih. Kamipun membaca tasbih dalam waktu yang lama. Kemudian Nabi membaca takbir, maka kami membaca takbir. Lalu Nabi ditanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau membaca tasbih kemudian membaca takbir?” Nabi menjawab: “Kuburan hamba yang shaleh (Sa’ad bin Mu’adz) ini benar-benar menjadi sempit kepadanya, hingga Allah melapangkannya baginya.”

Ketika Nabi Berdoa di Makam - Kitab Kuning Digital
Ketika Nabi Berdoa di Makam - Kitab Kuning Digital


Ketika Nabi Berdoa di Makam

Kitab Kuning Digital

- Pendapat Ahli Hadis al-Hafidz Al-Haitsami:

ﺭﻭاﻩ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭاﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ، ﻭﻓﻴﻪ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ ﺑﻦ اﻟﺠﻤﻮﺡ ﻗﺎﻝ اﻟﺤﺴﻴﻨﻲ: ﻓﻴﻪ ﻧﻈﺮ. ﻗﻠﺖ: ﻭﻟﻢ ﺃﺟﺪ ﻣﻦ ﺫﻛﺮﻩ ﻏﻴﺮﻩ.

Kitab Kuning Digital

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad dan ath-Thabrani dalam Mu'jam Kabir. Di dalamnya terdapat Mahmud bin Muhammad bin Abd Rahman bin Amr bin al-Jamuh. Al-Husaini berkata: "Ia bermasalah". Saya (al-Haitsami) Tidak aku temukan ulama yang menyebutnya selain al-Husaini (Majma' az-Zawaid)

- Komentar Ulama Salafi Syekh Al-Albani: ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺛﻘﺎﺕ ﻏﻴﺮ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﻫﺬا , ﻓﻘﺎﻝ اﻟﺤﺴﻴﻨﻰ: " ﻓﻴﻪ ﻧﻈﺮ ". ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺤﺎﻓﻆ ﻓﻰ " اﻟﺘﻌﺠﻴﻞ ": " ﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻻ ﻣﻦ ﺗﺒﻌﻪ ".

Para perawi hadisnya terpercaya kecuali Mahmud ini. Al-Husaini berkata: "Ia bermasalah". Al-Hafidz berkata dalam at-Ta'jil: "Al-Bukhari dan lainnya tidak menyeburnya" (Irwa' al-Ghalil /166)

- Pendapat Syekh Syuaib al-Arnauth: ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺣﺴﻦ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ اﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ، ﻭﻣﺤﻤﻮﺩ- ﻭﻳﻘﺎﻝ: ﻣﺤﻤﺪ- ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺮﻭ ﻋﻨﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺭﻓﺎﻋﺔ، ﻭﻭﺛﻘﻪ ﺃﺑﻮ ﺯﺭﻋﺔ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ "اﻟﺠﺮﺡ ﻭاﻟﺘﻌﺪﻳﻞ" 7/316، ﻭﺫﻛﺮﻩ اﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ "اﻟﺜﻘﺎﺕ" 5/373.

Hadist ini riwayat Ahmad. Sanadnya Hasan, karena Ibnu Ishaq. Sementara Mahmud adalah Muhammad bin Abd Rahman, yang meriwayatkan darinya hanya Muadz bin Rifaah. Ia dinilai terpercaya oleh Abu Zurah dalam al-Jarh wa at-Ta'dil (7/316) dan Ibnu Hibban memasukkannya dalam ats-Tsiqat (5/373)

ﻭاﻟﺤﺪﻳﺚ ﻓﻲ "ﺳﻴﺮﺓ اﺑﻦ ﻫﺸﺎﻡ" ﻋﻦ اﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ 3/263. ﻭﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ (5346) ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺳﻠﻤﺔ، ﻭاﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻓﻲ "ﺇﺛﺒﺎﺕ ﻋﺬاﺏ اﻟﻘﺒﺮ" (113) ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻳﻮﻧﺲ ﺑﻦ ﺑﻜﻴﺮ، ﻛﻼﻫﻤﺎ ﻋﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ، ﺑﻬﺬا اﻹﺳﻨﺎﺩ. ﻭﺃﻭﺭﺩﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻓﻲ "اﻟﺘﺎﺭﻳﺦ اﻟﻜﺒﻴﺮ" 1/148 ﻣﺨﺘﺼﺮا: ﺩﻓﻦ ﺳﻌﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﻭﻧﺤﻦ ﻣﻊ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ.

Hadis ini terdapat dalam Sirah Ibni Histam 3/263 dari Ibnu Ishaq. Diriwayatkan oleh ath-Thabrani 5346. Oleh al-Baihaqi dalam Itsbat Adzab al-Qabri 113. Dan al-Bukhari dalam at-Tarikh al-Kabir 1/147.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini sebanyak dua kali. Pada riwayat kedua ini Syekh Syuaib menulis catatan:

ﺣﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ، ﻭﻫﺬا ﺇﺳﻨﺎﺩ ﺣﺴﻦ. ﻭﻗﺪ ﺳﻠﻒ ﺑﻬﺬا اﻹﺳﻨﺎﺩ ﺑﺮﻗﻢ (14873) ﻓﺎﻧﻈﺮﻩ.

Ini hadist sahih. Sanad hadis ini adalah Hasan. Sabadnya telah dijelaskan di no 14873. Lihatlah. Pendapat ulama saat ini yang tergabung dalam web dibawah ini menegaskan bahwa hadis di atas tidaklah dlaif:

قلت : محمد و محمود شخص واحد اضطرب الرواة في اسمه ، و هو معروف النسب ، والده و جده معدودان في الصحابة ، ذكره البخاري في (( الكبير )) (1/148 ) و سكت عنه ، و ابن حبان في (( الثقات )) ( 5/373) ، و انظر : (( تعجيل المنفعة)) ( رقم : 1010 ) ، و (( تهذيب الكمال)) (28/121) . و الذي يظهر لي في هذا الإسناد أنه صالح ، لا بأس به ، فمعاذ : لا بأس به ، و قد سمع من جابر بغير واسطة ، و لو سلمنا رجحان رواية ابن إسحاق لكانت كذلك صالحة ، لحال ابن الجموح فهو مستور الحال ، و تنزل معاذ في الرواية عنه يقويه ، و الله أعلم .

http://www.ahlalhdeeth.com/vb/archive/index.php/t-3098.html

Ma'ruf Khozin, pengasuh Kajian Hadis Bulughul Maram di Masjid al-Akbar, Surabaya

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/ketika-nabi-berdoa-di-makam.html

Senin, 03 Mei 2010

Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan

Kitab Kuning Digital - Shalat kifarot atau kifarat adalah shalat yang dilaksanakan untuk menebus kewajiban shalat yang lupa atau tertinggal dilaksanakan. Kesempatan untuk mengerjakannya hanya satu kali dalam setahun saja, yaitu setelah shalat Maghrib pada malam Jum'at terakhir di bulan Ramadhan, Kamis, 30 Juni 2016.

Sabda Baginda Nabi Muhammad Saw: Barang siapa yang selama hidupnya pernah meninggalkan shalat, tapi tidak dapat meghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum'at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rok'at dengan satu kali tasyahud akhir, tiap roka'at membaca surat Alfatihah 1 kali, surat al-Qodar 15 kali (Innaa anzalnaahu fii lailatilqodr dst), surat al-Fatihah 1 kali, surat al-Kautsar 15x.

Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan - Kitab Kuning Digital
Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan - Kitab Kuning Digital


Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan

Sahabat sayyidina Abu Bakar Shiddiq Ra berkata: Aku mendengar baginda Rosululloh bersabda, bahwa shalat tersebut sebagai kifarot/pengganti sholat 400 tahun. Menurut Sayyidina Ali, shalat kafarat tersebut sebagai kafarot 1000 tahun.

Maka bertanyalah sahabat: Umur manusia itu hanya 60-100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya?Baginda Rosul Saw menjawab: untuk kedua orang tuanya, istrinya, anak-anaknya, sanak familinya, serta orang-orang sekeliling di lingkungnnya.

Niat shalat kafarat shalat adalah:

Kitab Kuning Digital

"Nawaitu Ushalli Kaffarotan Lima Faatani Minas Shalati Lillahi Ta'ala."

Setelah shalat, membaca istighfar 10 kali:

Kitab Kuning Digital

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُبُوْا إِلَيْكَ

Membaca shalawat 100 kali:

اللَّهُمَّ صَلِّّ عَلَى سَيِّدِنَا محمّد

Lalu do'a khusus di bawah ini dibaca 3 kali.

Do'a yang pertama:

Bacanya: Alloohumma laa tanfa'uka tho'atii, walaa tadhurruka ma'shiyyatii, taqobbal minnii maa laa yan fa'uka, waghfirlii maa laa yadhurruka, yaa man idzaa wa'ada wa fii wa idzaa ta wa'ada tajaa wa za wa'afaa ighfirli 'abdin zhoolama nafsahu wa as'aluka, alloohumma innii a'uudzubika min bathril ghinaa wajahdil faqri, ilaahii kholaqtanii walam aku syai'un, warozaqtanii walam aku syai'an, wartakabtu alma'aashii fa innii mukiirullaka bidzunuubii. Fa in 'afauta 'annii, falaa yanqushu min mulkika syai'an, wa in adzdzabtanii falaa yaziidu fii sulthonika syai'an, ilaahii anta tajidu man tu'adzdzubuhu ghoirii, wa anaa laa ajidu man yarhamanii ghoiroka, faghfirlii maa bainii wabainaka, waghfirlii maa bainii wabaina kholqika, yaa arhamarroohimiin, wayaa rojaa'a saa iliin, wayaa amaanal khoo-ifiina irhamnii birohmatikal waasi'aati, anta arhamurroohimiin, yaa robbal 'aalamiin.

Artinya; Yaa Allah, yang mana segala ketaatanku tiada artinya bagiMu dan segala perbuatan maksiatku tiada merugikanMu. Terimalah diriku yang tiada artinya bagiMu. Dan ampunilah aku yang mana ampunanMu itu tidak merugikan bagiMu. Ya Allah, bila Engkau berjanji pasti Engkau tepati janjiMu. Dan apabila Engkau mengancam, maka Engkau mau mengampuni ancamanMu. Ampunilah hambaMu ini yang telah menyesatkan diriku sendiri, aku telah Engkau beri kekayaan dan aku mengumpat di saat aku Engkau beri miskin. Wahai Tuhanku Engkau ciptakan aku dan aku tak berarti apapun. Dan Engkau beri aku rizki sekalipun aku tak berarti apa-apa, dan aku lakukan perbuatan semua ma’siat dan aku mengaku padaMu dengan segala dosa-dosaku. Apabila Engkau mengampuniku tidak mengurangi keagunganMu sedikitpun, dan bila Kau siksa aku maka tidak akan menambah kekuasaanMu, wahai Tuhanku, bukankah masih banyak orang yang akan Kau siksa selain aku. Namun bagiku hanyaEnakau yang dapat mengampuniku. Ampunilah dosa-dosaku kepadaMu. Dan ampunilah segala kesalahanku di antara aku dengan hamba-hambaMu. Ya Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih dan tempat pengaduan semua pemohon dan tempat berlindung bagi orang yang takut. Kasihanilah aku dengan pengampunanMu yang luas. Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang dan Engkaulah yang memelihara seluruh alam yang ada. Ampunilah segala dosa-dosa orang mu’min dan mu’minat, muslimin dan muslimat dan satukanlah aku dengan mereka dalam kebaikan. Wahai Tuhanku ampunilah dan kasihilah. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Washollallahu ‘Ala sayyidina Muhammadin wa’ala alihi wasohbihi wasalim tasliiman kasiira. Amin.

Do'a yang kedua: Alloohummaghfir lilmu'miniina walmu'minaat, walmuslimiina walmuslimaat, wataabi'bainanaa wabainahum bilkhoiroti robbighfir war ham wa anta khoirur roohimiin, Washollalloohu 'alaa saiyyidinaa Muhammadin wa'alaa aalihi washohbihii wasallama tasliiman katsiiron. Aamiin.

Sampul Kitab A'lal Jawahir Ulama Yaman Banyak yang Melaksanakan

Dalam kitab A’lal

Jawahir disebutkan bahwa walau

shalat kafarat ini masih dalam arus perdebatan para ulama, namun banyak ulama

Yaman yang mengamalkan shalat yang disebut pula dengan shalat baro'ah (pembebasan)

itu. Bahkan, sebagaimana dinukil oleh al-Nasyiri, shalat tersebut tidak banyak

ditinggalkan kecuali oleh hanya sebagian kecil orang saja. (hlm. 98).

Dalam kitab tersebut dijelaskan lebih lanjut kalau shalat

kafarat atau baro'ah itu adalah titik pelebur (muhitd) orang-orang berilmu tinggi dan juga ahli fatwa. Para ahli wara' (wira'i), yang dikenal menguasai

ilmu lahir dan batin melaksanakan shalat kafarot tersebut sesuai daerah dimana

mereka tinggal.

Manusia-manusia mulia yang melaksanakan shalat kafarat itu antara

lain, -yang disebut dalam kitab,- adalah Syeikh Abu Bakar bin Salim, Al-Imam Al

Allamah Ahmad bin Zain al-Habsyi, Habib Umar bin Zain, Habib Ahmad bin Muhammad

al-Muhdlor, Habib Salim bin Hafidz bin Syeikh Abi Bakar bin Salim, Habib Abdullah

bin Abdurrahman bin Syeikh Abu Bakar bin Salim, dan lainnya dari kalangan ulama

Yaman dan Hadramaut.

Perintah melaksanakan shalat juga datang dari Al Imam Al

Hujjah al Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih, yakni seorang ulama yang

pernah disebut sebagai Allamah Ad-Dunya (paling alim seantero jagad) oleh Wali

Qutub bernama Habib Abdullah al-Haddad. [Kitab Kuning Digital

Sumber keterangan:

1. Kitab Fa Firruu Ilallah

2. Kitab A'lal Jawahir

3. Kitab Majmu'atul Mubarokah susunan Syeikh Shodiq al-Qohhani 4. Al Imam Al Hafidz al Musnid Syeikh Abu Bakar bin Salim 5. Habib Qurays bin Qasim bin Ahmad Baharun

6. Habib Umar bin Hafidz

7. Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan

8. Syeikh Muhammad Fathurrahman Thoyyib al-Garwany, dan para ulama pengamal shalat kifarat lainnya yang masih banyak jika disebutkan.

Silakan diamalkan dengan mengetik Qobiltu di kolom komentar di bawah ini.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/cara-qadla-shalat-dengan-shalat-kifarat-malam-jumat-akhir-ramadhan.html

Jumat, 23 April 2010

Gelar Pertemuan, Pergunu Bali Bahas Sejumlah Gerakan Ke-NUan

Denpasar, Kitab Kuning Digital. Pengurus Persatuan Guru NU (Pergunu) Bali di bawah pimpinan Ustadz Jumari menggelar pertemuan silaturrahmi dan dialog yang melibatkan pengurus wilayah Pergunu Bali dan seluruh cabang Pergunu se-Bali di di aula STAI Denpasar, Ahad (15/1). Pertemuan ini digelar dalam rangka menjawab tantangan dakwah yang mulai bergeser baik secara lokal maupun nasional.

Tampak hadir Rais Syuriyah PWNU Bali KH Nur Hadi Al-Hafidz, Ketua PWNU Bali H Abdul Aziz beserta para mustasyar dan pengurus harian lainya. Pada pertemuan ini, Pergunu Bali mengambil tema Merawat Kultur NU di Bali melalui Formula Dakwah Pergunu, antara Peluang dan Tantangan.

Gelar Pertemuan, Pergunu Bali Bahas Sejumlah Gerakan Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Pertemuan, Pergunu Bali Bahas Sejumlah Gerakan Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)


Gelar Pertemuan, Pergunu Bali Bahas Sejumlah Gerakan Ke-NUan

Pada pertemuan ini, pengurus Pergunu se-Bali dan semua pengurus harian PWNU Bali menerima masukan dan menanggapi positif setiap masukan dan catatan yang diajukan oleh peserta dialog.

Rais Syuriyah PWNU Bali sendiri sangat mengapresiasi silaturrahmi. Menurutnya, dialog ini merupakan jembatan positif untuk mengakomodasi kepentingan dan masukan warga nahdliyin untuk menjawab aksi-aksi pihak sebelah yang selalu membidahkan amalan-amalan aswaja ala nahdliyah.

Kitab Kuning Digital

PWNU Bali sangat terbuka menerima masukan dan sekaligus akan mengawal usulan yang berkembang sebagai bagian dari ikhtiar pengurus wilayah. Dalam dialog ini masing-masing ketua cabang Pergunu dan perwakilannya mengajukan pendapat dan masukan terkait garapan dakwah baik yang berkorelasi langsung maupun tak langsung untuk Pergunu, kata H Abdul Aziz.

Kitab Kuning Digital

Pengurus Pergunu Klungkung Ustadz Wayan Srtitama menyampaikan kegelisahannya di mana para pengurus harian NU yang tidak menyekolahkan putra-putrinya di madrasah dan sekolah NU. Ia juga gelisah melihat turunnya kebiasaan mengaji kepada para kiai NU.

Ketua Pergunu Badung Ustadz Ispandi mengingatkan persoalan dakwah NU yang kerap dihadang oleh kamuflase dakwah organisasi non-NU. Sementara pengurus Pergunu Denpasar Ustadz Badrul Munir mengingatkan pentingnya aksi nyata berupa gerakan musabaqah keaswajaan untuk syiar NU.

Menanggapi ini pihak PWNU menyatakan siap bergandengan tangan dan menjawab segala masukan tersebut secara bersama-sama untuk mengambil peluang di setiap gerakan dakwah NU di Bali.

PWNU Bali akan menyiapkan lembaga pendidikan yang berhaluan Aswaja dan amal usaha seperti koperasi NU yang akan difasilitasi juga oleh PBNU agar bisa menghidupkan dakwah NU, khususnya Pergunu di Bali. (Lewa Karma/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74670/gelar-pertemuan-pergunu-bali-bahas-sejumlah-gerakan-ke-nuan

Kitab Kuning Digital

Minggu, 05 Juli 2009

Ulama Lebanon Hadiri Istighotsah Warga NU

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan yang digelar Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) berlangsung khidmat, Rabu (27/2). Majelis rutin ini mendapat kunjungan dari salah seorang ulama Lebanon, Syaikh Khalil ad-Dabbagh.

Dipimpin para kiai, istighotsah dimulai selepas sembahyang isya di Masjid An-Nahdloh, lantai dasar gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Turut hadir Ketua Pengurus Pusat LDNU KH Zakky Mubarak, Penasehat LDNU KH Nuril Huda, dan sejumlah ulama lainnya.

Ulama Lebanon Hadiri Istighotsah Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Lebanon Hadiri Istighotsah Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Ulama Lebanon Hadiri Istighotsah Warga NU

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Nuril mengungkapkan terima kasih atas keikutsertaan Syaikh Kholil dalam acara yang dimotori LDNU. Sesepuh PMII ini mengajak kepada warga NU untuk selalu mengormati ulama dan para pendahulu yang telah gigih berjuang.

Di hadapan ratusan Nahdliyin dari Jakarta dan sekitarnya, Syaikh Khalil membahas konsep tauhid. Menurut dia, tauhid dalam pandangan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) tak mengenal antropomorfisme (tajsim).

Kitab Kuning Digital

Laisa kamitslihi syai. Tak ada satupun yang menerupai Allah. Itulah akidah ahlussunnah wal jamaah. Allah tidak membutuhkan siapapun. Karena setiap yang membutuhkan pasti bukan Tuhan terangnya.

Selain mengisi pengajian, Syaikh Khalil juga membagikan ratusan buku secara gratis kepada seluruh peserta istighotsah. Pengajar di Universias Global Lebanon ini mengaku sangat gembira dapat bersilaturrahim dengan kiai dan warga NU.

Kitab Kuning Digital

Bulan lalu, ulama asal Palestina, Dr Syaikh Muhammad Utsman, juga ikut serta dalam Istighotsah LDNU. Setelah menjadi pengungsi, kini ia menjadi dosen di Universitas Global Lebanon sebagaimana Syaikh Khalil.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42813/ulama-lebanon-hadiri-istighotsah-warga-nu

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock