Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juni 2016

Kepada Kiai Salam Kajen, Mbah Hasyim Asyari Cerita Soal Cita-Cita yang Belum Tersampaikan

Kitab Kuning Digital - "Aku pengen ketemu Kiai Salam," kata pendiri NU, Kiai Hasyim Asy’ari. Kiai Nawawi pun mengantarkan.

Kepada Kiai Salam Kajen, Mbah Hasyim Asyari Cerita Soal Cita-Cita yang Belum Tersampaikan - Kitab Kuning Digital
Kepada Kiai Salam Kajen, Mbah Hasyim Asyari Cerita Soal Cita-Cita yang Belum Tersampaikan - Kitab Kuning Digital


Kepada Kiai Salam Kajen, Mbah Hasyim Asyari Cerita Soal Cita-Cita yang Belum Tersampaikan

Kiai Abdussalam rahimahullah adalah ayahanda dari Kiai Abdullah Salam dan kakek dari Kiai Sahal Mahfudh.

Sampai di kediaman Kiai Salam, didapati tuan rumah sedang mengajar anak-anak kecil mengaji. Kiai Hasyim serta-merta menahan langkah, menyembunyikan diri dari pandangan Kiai Salam, dan menunggu.

Setelah semua anak-anak kecil itu selesai ngajinya, barulah Kiai Hasyim mengucap salam, yang lantas disambut dengan suka-cita luar biasa.

Meninggalkan kediaman Kiai Salam, Kiai Hasyim kelihatan ngungun. Air matanya mengambang.

"Ada apa, ‘Yai?" Kiai Nawawi keheranan. Kiai Hasyim mengendalikan tangisnya, menghela napas dalam-dalam.

"Aku punya cita-cita sudah sejak sangat lama… tapi sampai sekarang belum mampu melaksanakan… Kiai Salam malah sudah istiqomah… Aku iri…"

"Cita-cita apa, ‘Yai?"

"Ta’liimush shibyaan…" (Mengajar anak-anak kecil).

****

Kiai Ali Ma’shum seorang ‘allaamah (sangat banyak dan dalam ilmunya) dan adiib (ahli sastra Arab) sejak remaja. Beliau diambil menantu oleh Kiai Muhammad Munawwir, Krapyak, Yogya, yang mengkhususkan diri dengan pengajaran Al Quran.

Kiai Abdullah Munawwir, kakak ipar Kiai Ali, mementingkan datang ke Lasem untuk memohon kepada Kiai Ma’shum agar Kiai Ali diijinkan tinggal di Krapyak. Mbah Ma’shum meluluskan.

Tapi setelah tinggal di Krapyak, ternyata Kiai Ali sudah “tidak kebagian santri”. Semua santri sudah disibukkan dengan kegiatan mengaji kepada guru masing-masing sehingga tak ada waktu lagi untuk mengaji kepada Kiai Ali.

Selama beberapa waktu Kiai Ali “menganggur”, dan alangkah tidak nyamannya itu bagi seorang yang menanggung begitu banyak ilmu dalam dirinya.

Ditengah waktu-waktu kosong yang membosankan itu, Kiai Ali mengamati anak-anak kecil yang asyik bemain-main, berlarian di halaman Pondok.

Kiai Ali memanggil anak-anak itu, mengajak mereka bercengkerama, membagi-bagikan penganan, lalu membujuk mereka agar mau diajari mengaji. Maka mulailah Kiai Ali dengan pelajaran membaca dan menulis huruf hija’iyyah.

Seiring dengan perkembangan usia, lama-kelamaan mereka siap diajari berbagi macam ilmu dan kitab-kitab, hingga akhirnya anak-anak yang tadinya berkeliaran tak karuan itu menjadi orang-orang ‘alim yang unggul ilmunya.

Di antara mereka adalah junjungan-junjunganku, adik-adik ipar Kiai Ali sendiri, yaitu Kiai Zainal Abidin Munawwir dan Kiai Ahmad Warson Munawwir.

Menceritakan semua itu kepadaku dengan mata berkaca-kaca, Kiai Warson akhirnya berujar, "Berjuang, yang paling berat cobaannya itu mengajar. Sedangkan mengajar, yang paling berat cobaannya itu mengajar anak-anak kecil. Lha mengajar anak-anak kecil, yang paling berat cobaannya itu mengajar kamu!". [Kitab Kuning Digital

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/kepada-kiai-salam-kajen-mbah-hasyim-asyari-cerita-soal-cita-cita-yang-belum-tersampaikan.html

Kamis, 16 April 2015

PCNU Mimika Luncurkan Album Shalawat Senandung Rindu Rasul

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Keramaian suasana Masjid Yapis Mimika dipenuhi oleh siswa-siswi Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Timika setelah shalat zhuhur, Kamis (28/7) siang. Mereka adalah siswa SMP dan SMK yang mengikuti acara peluncuran Album Shalawat Senandung Rindu Rasul yang dibawakan oleh Majelis Shalawat dan Maulid Syifaul Qalbi Tembagapura, Mimika, Papua.

Acara ini terlaksana atas kerja sama antara PCNU Mimika, Yapis, dan Majelis Shalawat dan Maulid Syifaul Qalbi. Sasaran peluncuran difokuskan kepada anak-anak sekolah untuk memberikan dorongan dan inspirasi mengamalkan shalawat di rumahnya atau sekolahnya.

PCNU Mimika Luncurkan Album Shalawat Senandung Rindu Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Mimika Luncurkan Album Shalawat Senandung Rindu Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Mimika Luncurkan Album Shalawat Senandung Rindu Rasul

Seperti yang saya sampaikan, hari ini akan diluncurkan Album Shalawat: Senandung Rindu Rasul dengan harapan memupuk semangat bershalawat dan diharapkan kalian yang tertarik dan mempunyai bakat suara dan musik untuk membentuk grup shalawat. Kalian bisa mendaftar ke sini, kata Wakil Kepala Sekolah SMK Yapis yang juga Ketua PCNU Mimika H Abdul Wahab.

Sementara itu Sugiarso, produser album shalawat menjelaskan alasan pemilihan maulid Simtud Durar sebagai pokoknya kepada para murid-murid Yapis. Menurutnya, di Kabupaten Mimika khususnya para pendatang dari Jawa dan Makassar yang kental budaya NU-nya lebih mengenal Barzanji dan Diba daripada Simtud Durar. Mereka biasanya ke Mimika dalam rangka ikut program transmigrasi pemerintah yang disediakan lahan dan tempat tinggalnya di Satuan Pemukiman Transmigrasi (SP).

Kitab Kuning Digital

Menurut produser yang juga Wakil Ketua PCNU Mimika ini, album shalawat ini memilih maulid Simtud Durar sebagai pokok rekaman dengan beberapa alasan, seperti Maulid Al-Habsyi sedang populer dengan tokohnya Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf bersama Majelis Ahbabul Musthofa-nya dengan nada dan lagunya yang renyah, ceria, dan bersemangat.

Kitab Kuning Digital

Hal lainnya adalah iringan rebana Al-Banjari sudah berkembang, bukan hanya Al-Banjari, namun sudah memasukkan unsur alat musik lain, missal calty. Sementara itu fenomena Syechermania (para penggemar Habib Syech bin Andul Qadir Assegaf) yang melanda di Nusantara hingga luar negeri juga menjadi alasannya.

Album ini memiliki keunikan dan keunggulan dibandingkan album sejenis lainnya, seperti album pertama dalam sejarah maulid/shalawat di Bumi Mimika, bukan sekedar rekaman event atau kegiatan. Kemudian, latar dan konteks shalawat/maulid yang terintegrasi dengan lingkungan kerja, dengan klip-klip kegiatan operasional sehari-hari di Grasberg, UG, Concentrating, Portsite dan lokasi lainnya. Juga unik karena para personel yang semuanya adalah karyawan namun kesungguhannya dalam bershalawat sama dengan bekerja. Keunikan lainnya album ini membawakan rawi maulid seindah lantunan qasidah dalam satu kesatuan lagu yang syahdu.

lbum rekaman ini menggabungkan antara rawi Maulid Al-Habsyi dan qasidah dan kolaborasi vokalis dan backing vocal yang mencakup empat segmen, yaitu (1) Fayya AyyuhaYa Rabbi ShalliInna FatahnaYa HabibiyYa Asyiqal Musthafa, (2) AssalamualaikRawi/pasal 1Ya Khaira Hadi, (3) Ya Rabbi bil MusthafaRawi/pasal 2Jalla ManAlfa Shallu, dan (4) DauniRawi/pasal 3Ala Ya AllahAllahumma Shalli ala Muhammad.

Di akhir peluncuran, para siswa Yapis menyatakan tertarik untuk membentuk grup shalawat baik untuk putra maupun putri. Selaku produser dan Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso menyambut baik gagasan ini dan siap memfasilitasi untuk membuat jadwal dan penyediaan pelatih. (Red Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70031/pcnu-mimika-luncurkan-album-shalawat-senandung-rindu-rasul

Kitab Kuning Digital

Kamis, 12 Maret 2015

Hasyim: NU Sekarang Semakin Laku

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Keberadaan NU sebagai organisasi Islam moderat ditengah-tengah suasana dunia yang semakin terasa tidak aman semakin diakui dan laku oleh dunia internasional. Pada 29 Agustus lalu, Ketua Umum PBNU diangkat sebagai anggota dewan penasehat Rabithah Alam Islami dan selanjutnya beberapa pengakuan internasional lainnya terus diberikan.

Padahal sebelumnya NU diundang saja tidak, NU dianggap bidah, klenik, sinkretis, dan semacamnya yang harus diberantas, lho sekarang kok mereka malah menjadikan kita sebagai dewan penasehat atau mustasyarnya, tandas Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di PBNU, Jumat.

Perubahan sikap bersebut ditanyakan kepada Sekjen Rabithah Alam Islami Syeikh Abdullah At Turki dan dijawabnya karena ia menginginkan mengetahui NU dan Islam Indonesia yang sesungguhnya.

Hasyim: NU Sekarang Semakin Laku (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: NU Sekarang Semakin Laku (Sumber Gambar : Nu Online)


Hasyim: NU Sekarang Semakin Laku

Kesempatan tersebut tak disia-siakan untuk menjelaskan perbedaan kondisi Indonesia dengan Arab. Kalau Timur Tengah ada 32 negara dengan satu budaya sedangkan Indonesia adalah satu negara dengan 247 adat. Islamnya sama tapi memaknainya berbeda karena perbedaan kondisi tuturnya.

Pengakuan internasional lainnya terhadap NU juga diberikan saat ketua umum PBNU masih di Arab Saudi dan diminta untuk menjadi salah satu dari sembilan presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) yang saat itu tengah mengadakan konferensi di Tokyo dan dihadiri oleh sekitar 600 tokoh dari 20 agama dari 100 negara sedunia.

Saya dapat telpon diminta menjabat sebagai salah satu presiden WCRP, saya terima saja karena saya ingat bahwa barang siapa yang memperjuangkan kebenaran, pasti diberi jalan, imbuhnya.

Kitab Kuning Digital

WCRP adalah organisasi lintas agama yang menghimpun tokoh-tokoh berbagai agama dari seluruh dunia dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. WCRP sendiri didirikan pada tahun 1970 dan saat ini berpusat di markas PBB New York.

Beberapa program yang dijalankan adalah menghentikan perang, mengakhiri kemiskinan dan melindungi bumi. Mereka telah berupaya untuk membantu upaya rekonsiliasi di Irak, menjadi mediator dalam perang antar suku di Sierra Leone serta membantu jutaan anak yang terinfeksi virus HIV di Afrika.

Berikutnya PBNU pada 10-13 September diundang ke Thailand untuk mengikuti perayaan 60 tahun penobatan Raja Thailand. Pertemuan tersebut sekaligus digunakan untuk membahas penyelesaian Thailand Selatan. Raja dan Perdana Menteri Thailand sangat gembira atas masukan-masukan yang diberikan PBNU.

Kitab Kuning Digital

Pada tanggal 19 September yang akan datang, PBNU akan berkunjung ke New York untuk mendaftarkan International Conference of Islamic Scholars (ICIS), organisasi yang dikembangkan PBNU untuk menyelesaikan berbagai konflik internasional dengan pendekatan people to people, sehingga organisasi ini akan resmi di dunia Internasional. (mkf).

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5284/hasyim-nu-sekarang-semakin-laku

Kitab Kuning Digital

Senin, 27 Mei 2013

IPNU Pacitan Targetkan Lima Ratus Santri Ikut Makesta

Pacitan, Kitab Kuning Digital. Pengurus IPNU-IPPNU Pacitan terus berupaya merangkul kembali potensi kader-kader berbasis santri pesantren. Mereka menargetkan lebih banyak lagi para santri pesantren untuk bergabung dengan organisasi pelajar NU. Hal ini selaras dengan arah gerakan IPNU yang didirikan untuk mewadahi organisasi para santri.

Harapan ini disampaikan Ketua IPNU Pacitan Amrudin, mengingat santri pesantren memunyai potensi besar dalam memperbaiki mental bangsa dan menjadikan bangsa lebih bermartabat.

IPNU Pacitan Targetkan Lima Ratus Santri Ikut Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Pacitan Targetkan Lima Ratus Santri Ikut Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU Pacitan Targetkan Lima Ratus Santri Ikut Makesta

Sebagai calon pemimpin bangsa, santri perlu menyiapkan diri dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman berorganisasi, salah satunya melalui organisasi IPNU atau IPPNU, katanya kepada Kitab Kuning Digital di sela kegiatan Makesta di Pesantren Modern Al-Istiqomah Pacitan, Sabtu (27/2) malam.

Kitab Kuning Digital

Santri merupakan generasi pewaris ulama yang secara kultur mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Sudah selayaknya para santri diajak untuk turut mengisi struktur IPNU-IPPNU yang merupakan bagian dari keluarga besar NU.

Kami mengajak para santri pesantren untuk ikut berjuang dalam struktural agar gerakan santri semakin lengkap baik secara kultural maupun struktural, jelas Amrudin.

Kitab Kuning Digital

Langkah yang ditempuh IPNU-IPPNU Pacitan untuk mewujudkan targetnya, lanjutnya, di antaranya menjalin komunikasi secara intensif dengan para pengasuh pesantren. Para pengasuh diharapkan memasukkan materi ke-NU-an dan ke-IPNU-an ke dalam kurikulum pesantren atau menyelipkanya saat memberi pengajian kepada para santri.

Selain itu kita akan terus-menerus melakukan pengaderan melalui Makesta di kalangan santri. Target kami tiap tahunya ada lima ratus santri di Pacitan yang akan bergabung dengan IPNU dan IPPNU, katanya.

Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan dan Komisariat Al-Istiqomah menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Pesantren Modren Al-Istiqomah Pacitan, Sabtu dan Ahad (27-28/2).

Makesta diikuti puluhan peserta, terdiri atas mahasiswa, pelajar dan santri. Mereka berasal dari beberapa lembaga pendidikan seperti STAINU Pacitan, STAI Al-Fattah Kikil, dan Pesantren Nahdlatusubban Arjowinangun.

Makesta kali ini dibuka oleh Rais Syuriyah PCNU Pacitan KH Imam Faqih. Menurutnya, IPNU dan IPPNU merupakan wadah bagi para pelajar dalam membendung banyaknya paham keagamaan yang dewasa ini telah melenceng dari Islam dan NKRI.

IPNU-IPPNU merupakan solusi organisasi bagi para pelajar dan para santri, kata kiai yang juga dipercaya sebagai Ketua STAINU Pacitan itu.

Ia berharap, calon anggota IPNU-IPNNU untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti Makesta ini sehingga mereka dapat memperdalam dan menggelorakan kecintaan terhadap NU.

Ia mengajak kalangan pelajar untuk bersama-sama berjuang membesarkan NU. Tidak akan ada yang sengsara bagi siapa saja yang mau berjuang dengan ikhlas untuk para kiai dan NU, tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Jemirin mengatakan, Makesta digelar dalam rangka mengajak para pelajar untuk menyelami lebih dalam organisasi NU. Ia berharap, kader IPNU-IPPNU kelak menjadi kader yang loyal yang siap berjuang dan berkorban untuk NU. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66145/ipnu-pacitan-targetkan-lima-ratus-santri-ikut-makesta

Kitab Kuning Digital

Jumat, 11 November 2011

Muhammad, Nama Bayi Paling Populer di London

London, Kitab Kuning Digital. Muhammad merupakan nama bayi paling populer di London untuk pertama kalinya, seperti dilaporkan oleh the Daily Mail beberapa waktu lalu.

Berbagai kombinasi ejaan dengan menggunakan nama Nabi ini telah memuncaki daftar nama untuk bayi laki-laki di Inggris selama tiga tahun terakhir dan saat ini nama Muhammad menduduki peringkat tertinggi di Ibukota Inggris tersebut.

Sebanyak 768 didaftarkan dengan nama tersebut, melampaui nama Daniel dengan jumlah 666. Nama yang paling populer di Inggris untuk laki-laki adalah Harry sebanyak 6,893. Namun demikian, dengan berbagai variasi ejaan Muhammad (urutan ke 18 secara nasional), Mohammed (25) and Mohammad (58) ketika kombinasi ini disatukan, mengalahkan nama Harry dengan total 7,032 bayi. Sejak 1999, jumlah bayi yang dinamai Muhammad meningkat lebih dari setengahnya, seperti dikutip International Islamic News Agencies. (mukafi niam)

Muhammad, Nama Bayi Paling Populer di London (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammad, Nama Bayi Paling Populer di London (Sumber Gambar : Nu Online)


Muhammad, Nama Bayi Paling Populer di London

Foto: islam.ru

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46975/muhammad-nama-bayi-paling-populer-di-london

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Kamis, 01 September 2011

Kiai Said: Nasionalisme Mbah Hasyim Beda dari Nasionalisme Sekuler Arab

KH Said Aqil Siraj dan Sultan Jogja bersalaman kepada pengurus PWNU yang baru dilantik, Kamis (26/01/2017) Kitab Kuning Digital - Dalam acara pelantikan PWNU DIY masa bakti 2017-2022 yang diselenggarakan di Gedung Multi Perpust (MP) UIN Sunan Kalijaga, Kamis (26/01/2017), Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj mengingatkan kembali jargon penting hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman).

Ungkapan tersebut muncul pertama dan dipopulerkan oleh pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. Karena saking polulernya di seluruh dunia, kata Kiai Said, ungkapan itu dianggap sebagai hadits. Padahal bukan.

Kiai Said: Nasionalisme Mbah Hasyim Beda dari Nasionalisme Sekuler Arab - Kitab Kuning Digital
Kiai Said: Nasionalisme Mbah Hasyim Beda dari Nasionalisme Sekuler Arab - Kitab Kuning Digital


Kiai Said: Nasionalisme Mbah Hasyim Beda dari Nasionalisme Sekuler Arab

Menurut Kiai Said, tidak ada ulama besar di dunia ini yang berani menyatakan hubbul wathan minal iman. Namun KH Hasyim Asy'ari berani mengungkapkannya. "Nasionalisme KH Hasyim Asy'ari berbeda dengan nasionalisme sekuler Arab," ujar Kiai Said.

Menurut Kiai Said, lahirnya ungkapan hubbul wathan minal iman ini tidak lepas dari konsep Islam Nusantara yang telah berhasil mengawinkan antara nasionalisme dan Islam di Indonesia. Ini berbeda dengan di beberapa negara Timur Tengah yang mempunyai kesulitan dalam menyatukan keduanya.

Karenanya, warisan KH. Hasyim Asyari berupa konsep Islam Nusantara ini harus senantiada kita rawat dan jaga, demi tetap tegaknya Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD '45 di bumi nusantara tercinta.

Kitab Kuning Digital

Kiai Said juga berharap agar PWNU DIY yang baru dilantik tetap istiqomah dalam mengawal dan menjaga NKRI dan paham ahlussunah wal-Jamah an-Nahdiyah di Indonesia. Hadir dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono Yogyakarta X. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/kiai-said-nasionalisme-mbah-hasyim-beda-dari-nasionalisme-sekuler-arab.html

Kitab Kuning Digital

Kamis, 23 Juni 2011

Sosialisasi Kartanu di Jombang Membludak

Jombang, Kitab Kuning Digital. Sosialisasi Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) di kantor PCNU Jombang, Jalan Gatot Subroto, Senin 28 Januari disambut warga. Panitia menargetkan undangan sekitar 100 orang dari 21 pengurus MWC se Jombang.

Namun, warga NU yang datang lebih dari 200 orang. Kantor PC NU penuh sesak. Melihat antusiasme warga NU, dua tim Kartanu PWNU Jatim langsung melayani permintaan warga untuk mendapatkan Kartanu.

Sosialisasi Kartanu di Jombang Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Kartanu di Jombang Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)


Sosialisasi Kartanu di Jombang Membludak

Caranya, isi form, membayar Rp 6 ribu dan langsung difoto, langsung dicetak. Mestinya pelayanan hanya 30 menit. Tapi, karena antrian cukup panjang, pelayanan bisa mencapai 1 jam, kata Ketua PCNU Jombang, DR KH Isrofil Amar.

Kiai Isrofil Amar menyatakan, realisasi Kartanu di Jombang semula direncanakan Maret. Berbarengan dengan Ultah 1 tahun RS NU Jombang. Namun, melihat antusiasme warga NU, pelayanan KARTANU berupa pemotretan dan pencetakan, langsung dilakukan.Pemegang Kartanu bisa mendapatkan keringanan biaya di Rumah Sakit (RS) NU Jombang, tandas Kiai Isrofil.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Koord Prog Kartanu PWNU Jatim Drs M Taufiq menjelaskan, pemegang Kartanu di Jatim juga akan mendapatkan diskon 15 persen biaya pendaftaran di Unisma Malang.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor: Jalaludin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42136/sosialisasi-kartanu-di-jombang-membludak

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock