Tampilkan postingan dengan label Madrasah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madrasah. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juli 2015

Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh

Jember, Kitab Kuning Digital. Persoalan buruh tak pernah tuntas. Meski pemerintah sudah menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK), namun upah buruh tak pernah jelas. Jika ngotot menuntuk hak, sejumlah sanksi tak bisa ditolak. Buruh sering jadi korban akibat kesewenang-wenangan perusahaan. Kalimat ini menjadi kata kunci dari Pawai Taaruf DPC Sarbumusi Jember saat memperingati Hari Buruh Internasional, Senin (1/5).

Dalam rilisnya, Ketua DPC Sarbumusi Jember Umar Farouq menyorot UMK sebagai persoalan utama buruh. Menunutnya, meskipun pemerintah daerah telah menetapkan UMK, namun secara umum UMK masih belum merata diterapkan oleh perusahaan.

Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)


Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh

"Di Jember sendiri, hanya beberapa perusahaan yang menerapkan UMK. Tidak hanya itu, di salah satu perusahaan perkebunan, gaji buruh malah dibayar rutin telat satu bulan. Misalnya, gaji bulan Januari, dibayar Maret, yang Maret dibayar Mei. Padahal itu perusahaan nasional, kata Umar.

Menurutnya, UMK Jember adalah sebesar Rp.1.763.000. Namun nyatanya angka tersebut tidak diterapkan oleh semua perusahaan.

Kitab Kuning Digital

Persoalan lain, kata Umar, terkait dengan masih banyaknya perusahaan yang belum mengikutsertakan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan. Padahal dua hal tersebut adalah kewajiban yang tidak boleh tidak dan harus dipenuhi oleh perusahaan.

Kitab Kuning Digital

"Karena itu, dalam kesempatan ini kami mohon Pemkab Jember untuk membantu agar sebisa mungkin dua persoalan utama buruh itu difasilitasi," harapnya.

Pawai Taaruh tersebut diikuti oleh 600-an buruh yang tergabung dalam Sarbumsi Jember. Setelah dilepas oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo di halaman Kantor PCNU Jember, mereka dengan menggunakan roda dua dan empat langsung menyusuri jalan-jalan protokol. Rombongan konvoi berakhir di alun-alun kota Jember.

Di alun-alun, Umar Farouq sempat menerima kue tarcis dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember Bambang Edi Santoso sebagai simbol ucapan Selamat Hari Buruh. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77590/hari-buruh-sarbumusi-jember-soroti-upah-dan-jaminan-keselamatan-buruh

Kitab Kuning Digital

Rabu, 31 Desember 2014

Ali Masykur: ISNU harus berbasis Ilmu Pengetahuan

Bogor, Kitab Kuning Digital. Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Harian Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa menyampaikan sambutannya dalam acara Rapat Koordinasi III pembentukan ISNU Pengurus Cabang (PC) Depok, pada tanggal 18 Juli 2012, Pukul 16:30 s/d 19:00 WIB, di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Dalam sambutan tersebut, Ali Masykur memulai dengan paparan awal yang cukup menarik mengenai Siapa ISNU? dan Apa ISNU itu?. Menurutnya, ISNU merupakan badan otonom NU yang berbasiskan science (ilmu pengetahuan) dan bersifat ilmiah, sehingga memiliki peranan yang sangat strategis sebagai wadah pengembangan kader-kader intelektual NU di Indonesia.

Ali Masykur: ISNU harus berbasis Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: ISNU harus berbasis Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)


Ali Masykur: ISNU harus berbasis Ilmu Pengetahuan

Namun ISNU juga tidak boleh melupakan jati dirinya sebagai ilmuwan Muslim yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama, sehingga diperlukan integrasi ilmu pengetahuan baik yang bersifat umum maupun yang bersifat agama.

Kitab Kuning Digital

Kader-Kader ISNU harus mampu menemukan kembali ilmu-ilmu literasi klasik orang NU, kemudian memadukannya dengan ilmu pengetahuan umum yang diperoleh di perguruan tinggi, kata Ali Masykur Musa.

Apalagi saat ini hanya sedikit sekali, kalau bukan tidak ada, tradisi keilmuan Islam klasik berbasiskan Kitab Kuning, yang biasa dikaji di pesantren-pesantren NU,yang menjadi bahan kajian keilmuan para akademisi di perguruan tinggi. Kajian-kajian Kitab Kuning berbasis ilmiah harus digalakkan kembali di perguruan tinggi, terutama kampus-kampus umum, kata Ali Masykur Musa dalam sambutannya.

Kitab Kuning Digital

Karena sifat dasar ISNU yang berbasis ilmu pengetahuan itulah ISNU tidak boleh terseret dalam politik praktis, melainkan harus berfokus pada ilmu pengetahuan berbasis kepentingan umum.

Kader-kader ISNU harus menggunakan hati nuraninya dalam beraktivitas sehingga dapat memperjuangkan common interests ummat, dan jangan gunakan ISNU untuk practice interests jangka pendek !! tegas Ali Masykur yang juga anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kemaslahatan Ummat, khususnya warga Nahdliyyin, haruslah menjadi tujuan utama ISNU sebagai sebuah badan otonom NU yang berbasiskan ilmu pengetahuan, jangan sampai ISNU digunakan sebagai wadahkepentingan politik praktis yang justru bertentangan dengan kemaslahatan ummat. Peran ISNU sebagai organ kultural NU juga harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan jarak yang cukup jauh dengan masyarakat umum, jangan sampai ummat memandang bahwa ISNU adalah organisasi yang eksklusif, egois, dan berjarak dengan masyarakat sekitar.

Sebagai organ kultural dan organ inti NU, kader-kader ISNU dituntut harus mampu menjawab berbagai macam permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan solusi-solusi yang cerdas, cermat, tepat sasaran, dan tepat guna sehingga keberadaan ISNU dapat dirasakan manfaatnya secara riil oleh masyarakat umum. Dalam hal inilah peran para intelektual dan ilmuwan Muslim, khususnya kader ISNU, diharapkandapat menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dan diperolehnya selama ini.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Muhammad Ibrahim Hamdani

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38994/ali-masykur-isnu-harus-berbasis-ilmu-pengetahuan

Kitab Kuning Digital

Kamis, 26 Desember 2013

Mantan Ketua IPNU-IPPNU Ungkap Sejarah

Kudus, Kitab Kuning Digital. Udara Kudus terasa panas oleh sengatan matahari. Namun, kondisi tersebut tidak memengaruhi semangat pelajar NU Kudus berduyun-duyun menghadiri sebuah acara besar yang digelar di Gedung Muslimat NU Tanjung Karang Jati,Ahad (23/9).

Ya, siang itu menjadi hari istimewa dan bersejarah. Kegiatan Reuni Akbar Alumni yang dihelat PC IPNU-IPPNU Kudus mampu menghadirkan mantan-mantan ketua dari berbagai angkatan. Diantaranya, Ketua IPPNU tahun 1965 Hj Khuriyati Rf, Ketua IPPNU 1978-1982 HjNoor Zakiyah, Ketua IPNU-IPPNU periode 1983-1987 H Hamdan Suyuti dan Noor Izza, H Asyrofi Masyitho, H Wiyono, M Aflach.

Mereka hadir bukan sekedar melepas kangen sesama alumni melainkan saling mengupas sejarah perjalanan IPNU-IPPNU Kudus sesuai dengan era kepemimpinannya. Bukan hanya itu, kedatangan mantan-mantan aktivis IPNU-IPPNU yang semuanya menjadi tokoh itu mampu menjadi dorongan motivasi bagi generasi penerus perjuangan sekarang.

Mantan Ketua IPNU-IPPNU Ungkap Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Ketua IPNU-IPPNU Ungkap Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)


Mantan Ketua IPNU-IPPNU Ungkap Sejarah

Meski sudah tergolong generasi tua, mereka masih memiliki memori kenangan yang disampaikan secara runtut. Bahkan buku-buku administrasi semacam laporan Pertanggung-jawaban pada masanya, diantara mereka masih banyak yang menyimpan.

Kitab Kuning Digital

Hj Khuriyati Rf misalnya, mantan Ketua IPPNU periode 1965-an ini membawa diktat LPJ periodenya ditunjukkan kepada hadirin. Ini sebagai dokumen sejarah bagi anak cucu. Silahkan datang ke rumahku, nanti saya tunjukkan dokumen dan foto-foto kepengurusan masa lalu, katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Kitab Kuning Digital

Mengenai sejarah, Khuriyati memaparkan berdirinya IPNU-IPPNU Kudus pertama kali pada tahun 1955 yang diketuai almarhum KH Maksum Rosyidi (Jekulo). Sementara saya generasi ketiga bersama bapak Chumaidi. Yang menjadi catatan sejarah pada masa-ku adalah mendirikan IPNU-IPPNU di SMA Negeri I Kudus, tuturnya.

H Hamdan Suyuthi menuturkan perjalanan IPNU-IPPNU pada masanya menggerakkan roda organisasi melalui pembinaan secara menyeluruh mulai regenerasi, kaderisasi atau pendidikan maupun bakti sosial. Begitu pula, pengembangannya selalu turun ke bawah secara terus menerus kepada semua kelompok tidak terkecuali anak jalanan.

Kalau sekarang ya seperti Jokowi melakukan pendekatan secara humanis, Dulu juga pernah mengadakan festival musik anak jalanan, ingat ketua IPNU Kudus generasi keenam ini.

Sedangkan mantan Ketua IPNU periode 80 an H Asyrofi menekankan seseorang mencatat sejarah yang baik maupun positif merupakan bagian dari investasi masa depan yang tak ternilai. Apalagi sejarah adalah hal penting yang tidak mudah dilupakan sampai pada akhirnya.

Oleh karenanya, kita masih memiliki kesempatan mengukir sejarah lewat berbagai kreasi dan strategi perjuangan dengan penuh keikhlasan. Idealnya,perjalanan IPNU-IPPNU semakin hari harus selalu naik bukan naik turun, tegasnya memotivasi.

Ketua IPNU Periode 1992-1995 H Wiyono bercerita pada masanya banyak cerita-cerita kasih yang sampai maupun tak sampai. Menurutnya, pada masa itu, IPNU-IPPNU tidak lagi asing bagi pelajar-pelajar dari kalangan sekolah umum. Bahkan, banyak melahirkan kader-kader IPNU yang sekarang menjadi tokoh nasional seperti ketua Umum GP Ansor H Nusron Wahid.

Diakhir acara, baik Khuriyati dan H. Hamdan memberikan motivasi bahwa kader harus berani maju untuk kebaikan.Kader IPNU-iPPNU harus berani, jangan takut salah dan takut tidak berhasil. Tapi harus selalu berhasil, pesan H.Hamdan yang juga menantu Musytasyar PBNU KH Syaroni Ahmadi.

Melihat ungkapan mantan ketua IPNU-IPPNU Kudus itu, dinamika perjalanan organisasi pelajar di kota kretek ini dari waktu ke waktu mengalami perkembangan kemajuan yang signifikan. Bahkan. Kalau boleh dibilang Kudus menjadi barometer IPNU-IPPNU di Jawa Tengah. Insya Allah semuanya yang diungkap akan kita jadikan buku sejarah IPNU-IPPNU Kudus dari masa ke masa, kata Dwi Saifullah.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul adib

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39961/mantan-ketua-ipnu-ippnu-ungkap-sejarah

Kitab Kuning Digital

Selasa, 19 November 2013

Apa Kabar Anak NU di Internet yang Dulu Tanya Beli Email Dimana yah?

Kitab Kuning Digital - Tenaga dan pikiran anak-anak muda NU di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, WA, sangat berlebih. Mereka ini betul-betul muda, lahir tahun 1990, yang memang tumbuh di era internet ini. Pada tahun 2000 mereka masih umur 10 tahun, mereka masih bocah. Internet waktu itu masih sepi juga.

Tahun 2005 belum ada Facebook menjamur, saya juga masih pakai Friendster, chatting masih menggunakan Yahoo Massager (YM). Sementara, obrolan yang marak waktu itu adalah mailing list. Mengirim naskah buletin juga masih pakai disket, belum terbiasa menggunakan email. Saya tahun itu masih di Jogja, mengikuti perkembangan NU via grup mailist KMNU. Grup-grup mailist pada modar setelah tahun 2010.

Tahun 2010, bocah NU (Ibnu: ikatan bocah NU) sudah jadi aktivis IPNU-IPPNU lanjutan. Yang di kampus sudah ber-PMII. Nah, mereka inilah yang menggerakkan NU di internet. Mereka fasih dengan bahasa internet, tidak seperti warga NU yang lahir tahun 80, 70, bahkan 60-an ke bawah, yang masih terbolak-balik antara internet dan internit, yang masih bingung dimana harus membeli email.

Apa Kabar Anak NU di Internet yang Dulu Tanya Beli Email Dimana yah? - Kitab Kuning Digital
Apa Kabar Anak NU di Internet yang Dulu Tanya Beli Email Dimana yah? - Kitab Kuning Digital


Apa Kabar Anak NU di Internet yang Dulu Tanya Beli Email Dimana yah?

Tahun 2015, mereka sudah banyak yang jadi sarjana. Sekali lagi, merekalah yang aktif kencang di dunia internet, seiring kencangnya dunia. NU Online dulu diduga yang paling banyak membacanya adalah non NU. Dugaan itu muncul karena banyaknya serangan, baik terbuka atau tidak. Dugaan itu kini lenyap, seiring pertumbuhan warga NU yang ber-internet.

Kitab Kuning Digital

Lima tahun lalu, NU Online hanya dibaca 5000-an, sekarang lebih dari 20.000. Siapa pembacanya? Ya anak-anak NU yang sekarang usia 25-an tahun itu (perlu dipastikan lewat survei). Ini adalah peningkatan yang luar biasa dibandingkan dengan 10 tahun lalu.

Bahkan, radio streaming kini juga sudah marak di mana-mana. Waktu NU Online membuat radio streaming, masih banyak yang tanya begini, "AM atau FM, Kang?". Sekarang, mereka sudah pada punya radio streaming sendiri-sendiri.

Kitab Kuning Digital

Saat Hakim Jayli dan Savic Ali membikin Nutizen App, warga NU makin mapan di internet. Anak-anak NU tidak ragu pegang DSLR, shooting sana shooting sini. Lincah memegang smartphone. Grup-grup bermunculan. Mereka muncul seperti lubang yang disiram.

Sekarang, ya, sekarang! Tidak bisa ditunda lagi kita bergerak mengedukasi secara massif (kalau kecil-kecil sudah dilakukan) agar sikap dan perilaku kita di internet tidak hanya sehat, tapi juga mampu membedakan mana berita dan mana yang fitnah. Mana amar maruf dan mana yang propaganda politik.

Internet bukan lagi dunia maya, sebagian besarnya sudah realita. Salam hangat. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/apa-kabar-anak-nu-di-internet.html

Sabtu, 16 November 2013

PWNU dan PCNU Antusias Sambut Puncak Harlah NU

Jakarta, Kitab Kuning Digital. PWNU dan PCNU di Jawa dan Lampung sangat antusias dalam menyambut puncak harlah ke-85 NU yang rencananya akan diselenggarakan di gelora Bung Karno Ahad, 17 Juli 2011 mendatang.

Wakil Ketua Panitia Harlah H Arvin Hakim Thoha menuturkan, berdasarkan konfirmasi dari berbagai daerah, mereka saat ini telah mendata warga NU yang siap berangkat ke Jakarta. Bukan hanya seputar dari Jawa Barat dan Banten yang dekat dengan Jakarta, Nahdliyyin di ujung timur pulau Jawa, yaitu di PCNU Banyuwangi telah menyediakan delapan bis ke Jakarta.

PWNU dan PCNU Antusias Sambut Puncak Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU dan PCNU Antusias Sambut Puncak Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)


PWNU dan PCNU Antusias Sambut Puncak Harlah NU

Beberapa konfirmasi kesiapan mengikuti harlah yang sudah masuk ke panitia adalah Probolinggo 3 bis, Klaten 3 bis, Tasik 20 bis, kota Bandung 31 bis, Wonosobo 5 bis, Rembang 5 bis, Malang 7 bis. Ada juga yang hanya menyiapkan satu bis seperti Tuban.

Kitab Kuning Digital

Mereka membiayai dirinya sendiri untuk segala macamnya, termasuk konsumsi dan penginapan bagi mereka yang berasal dari luar kota. PBNU hanya memfasilitasi di Gelora Bung Karno. Ini merupakan bentuk komitmen warga NU kepada jamiyyah, katanya, Selasa (5/7).

Kitab Kuning Digital

Pada puncak harlah tersebut, PBNU juga menghimbau agar jamaah yang datang menggunakan seragamnya masing-masing, baik seragam NU atau badan otonomnya seperti Muslimat dan Fatayat NU.

Dalam seksi kepanitiaan, telah dibentuk divisi khusus yang menangani pengelolaan massa yang akan datang ke gelora Bung Karno. Mereka memberi panduan dan bimbingan secara detail hal-hal teknis yang harus dilakukan agar acara berjalan dengan lancar dan tertib. Dari pengamatan Kitab Kuning Digital, tim yang berada di lt 2 PBNU ini tak henti-hentinya melakukan komunikasi via telepon untuk melakukan koordinasi untuk memastikan semuanya berjalan dengan lancar.

Diperkirakan, sekitar 120 ribu warga NU akan hadir pada puncak acara harlah yang akan dihadiri oleh presiden SBY dan diisi dengan defile Banser dan sejumlah pagelaran seni budaya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/32847/pwnu-dan-pcnu-antusias-sambut-puncak-harlah-nu

Kitab Kuning Digital

Rabu, 04 September 2013

Aswaja Harus Diperjuangkan Sampai Kapanpun

Demak, Kitab Kuning Digital. Anggota maupun pengurus NU dituntut untuk selalu komitmen serta eksis memperjuangkan dan mempertahankan ideologi organisasi dalam kondisi apapun dan di manapun. Mereka juga bertanggung jawab untuk menggerakkan organisasi.

Kita sebagai warga NU wajib memperjuangkan ajaran Ahlus Sunah wal jamaah di manapun dan sampai kapan. Kita harus melestarikan ajaran yang ditinggalkan para ulama NU, kata pengurus LDNU Demak KH Imam Ghozali saat memberikan taushiyah pada halal bihalal yang diselenggarakan Muslimat NU di halaman Masjid Jami Ploso Desa Temuroso Kecamatan Guntur Kabupaten Demak, Ahad (14/8).

Aswaja Harus Diperjuangkan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Harus Diperjuangkan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)


Aswaja Harus Diperjuangkan Sampai Kapanpun

Kiai Ghozali mengingatkan anggota Muslimat NU sudah sewajarnya bila dalam keseharian mengamalkan ajaran Aswaja dan menyebarkannya. Hanya saja di dalam memperjuangkan itu semua harus disesuaikan dengan kemampuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam keluarga masing-masing.

Anggota Muslimat itu wajib memperjuangkan Aswaja di tengah masyarakat, namun perjuangan panjenengan semua itu harus disesuaikan dengan kemampuan yang perlu izin dan dukungan dari keluarga terutama suami, tegas kiai Ghozali.

Kitab Kuning Digital

Sementara itu Ketua Muslimat NU Guntur Hj Isfinadhiroh di sela-sela acara kepada Kitab Kuning Digital mengatakan, pihaknya sengaja mengundang ulama NU pada acara tersebut untuk memberikan pencerahan dan motivasi pada pengurus dan anggota Muslimat NU agar semakin giat dalam berorganisasi.

Kitab Kuning Digital

Mumpung pengurus dan anggota Muslimat NU sekecamatan ini kumpul, sengaja pak kiai rawuh-kan untuk memberikan motivasi dan pencerahan pada anggota akan kesadaran membesarkan NU, tutur Isfinadhiroh.

Hahal bihalal ini diikuti oleh pengurus anak cabang dan ranting Muslimat NU sekecamatan Guntur. Tampak hadir pengurus MWCNU, lembaga dan banom NU tingkat kecamatan serta dihadiri warga sekitar. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70488/aswaja-harus-diperjuangkan-sampai-kapanpun

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 17 November 2012

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII

Palu, Kitab Kuning DigitalPanitia Kongres XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadwalkan Presiden Joko Widodo bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja hadir dalam perhelatan Kongres yang berlangsung 2-6 Mei 2016.

Pemerintah Kota Palu juga mengaku siap menyambut Presiden Jokowi, Menteri Kabinet Kerja, serta ribuan kader PMII se-Indonesia. Hal itu terungkap pada pertemuan dan kordinasi ketiga antara panitia pelaksana dengan Wali Kota Palu yang dilaksanakan Selasa (25/4).

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII (Sumber Gambar : Nu Online)


Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII

Asisten I Pemerintah Kota Palu, Muh. Ridwan Karim, menjelaskan bahwa Pemerintah melalui Walikota Palu telah memberikan arahan agar pelaksanaan dan bantuan terhadap Panitia Kongres dapat dilakukan dengan secepatnya untuk menyambut kehadiran Presiden RI dan seluruh kader PMII se-Indonesia sebagai peserta kongres yang berjumlah 7000 orang.

"Kemarin telah dilakukan pertemuan sebelumnya dengan panitia pelaksana, maka saya berharap bahwa segala bantuan yang telah dijanjikan oleh Walikota kepada panitia demi kelancaran acara PMII nanti dapat dipenuhi, sehingga panitia dapat bekerja dan melaksanakan Kongres dengan baik dan tertib di Kota ini," jelas Muh, Ridwan.

Kitab Kuning Digital

Muh. Ridwan juga mendesak kepada panitia untuk menuntaskan secara detail bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Kota Palu kepada Panitia Kongres PMII, agar Pemerintah dapat melakukan eksekusi bantuan secepatnya.

Kitab Kuning Digital

"Kira-kira panitia sebaiknya merinci bantuan secara detail hasil pertemuan kemarin, baik dari konsumsi peserta, transportasi, hingga pelaksanaan pembukaan acara yang akan dihadiri oleh Presiden dan beberapa Menteri nantinya", tambahnya.

Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri Ketua Panitia Lokal Kongres Palu Fauzi Habibu, Ketua Pengurus Cabang PMII Kota Palu Ryan Hidayat, Ketua PKC PMII Sulawesi Tengah Sukri, dan Ketua Ikatan Alumni PMII (IKAPMII) Provinsi Sulawesi Tengah Abd. Ghani Jumat.

Pasca pertemuan dan koordinasi dengan Pemerintah Wali Kota Palu tersebut, ketua PKC PMII Sulawesi Tengah berharap bahwa semoga kehadiran Presiden RI dan beberapa Menteri serta kader PMII dari seluruh Indonesia dapat berjalan lancar, tertib dan merasakan kehangatan dan kemeriahan masyarakat Kota Palu dalam menyambut tamu dari berbagai daerah di Indonesia melalui Kongres XIX PMII ini.

"Kita berharap bahwa Koordinasi dengan Pemerintah Kota Palu, termasuk dengan Gubernur Provinsi selama ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, tutur Ketua PKC PMII Sulawesi Tengah, Sukri.

Dalam pertemuan dan koordinasi antara panitia dan pemerintah Kota Palu tersebut turut hadi Panitia Nasional yaitu Herman Saputra, Munawir Arifin, dan Novriana Dewi. Mereka datang dalam rangka membantu pekerjaan teknis dan kelancaraan pelaksanaan Kongres XIX PMII. (Fandi/Isna/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77463/presiden-jokowi-dijadwalkan-hadiri-kongres-xix-pmii

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock