Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2016

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Blitar, Kitab Kuning Digital. Pola dakwah wali Sembilan (wali songo) perlu diteladani oleh para kader dan penerus NU. Karena, pola yang dijalankan oleh para wali sederhana. Namun mengandung hikmah dan motivasi yang sangat tinggi.

Dalam berdakwah para wali ini tidak terlalu muluk-muluk dalam penyampaian. Namun, dinamis dalam pelaksanaannya," ujar Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar, KH Noer Hidaytulloh Dawami kepada NU Onlie tadi pagi (10/1), usai melakukan ziarah makam dan pendiri NU di Jatim, tadi pagi.

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)


Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Sitem dakwah para wali, lanjut Kiai Noer, tidak macem-macem. Baik pola maupun bahasanya. Sehingga masyarakat luas mudah menerima apa yang disampaikan.

Kitab Kuning Digital

Para wali itu semua hafal Quran dan hadits. Tapi mereka tidak banyak mengunakan dalil-dalil itu untuk disampaikan ke umatnya. Namun kandungannya yang dijlentrehkan berfaedah. Misalnya kenduri. Dulu kenduri itu bentuknya sesaji kepada mahluk gaib. Namun oleh wali diluruskan bahwa kenduri itu bagian dari shodaqoh. La shodaqoh itu bagian dari li dafil balak (menjauhkan dari mara bahaya)," ungkap Kiai Noer yang juga pengasuh pesantren Darur Roja Selokajang ini.

Jadi dakwahnya sangat sederhana. Namun mengena. Para wali tahu ini Jawa bukan Arab. Sehingga melalui tradisi dan buya itulah para wali bisa menyebarkan Islam di Jawa secara damai. Ini yang perlu diteladani," tambahnya.

Kitab Kuning Digital

Sebagimana diketahui, sukses pelaksanaan dan hasil dalam konfercab NU Kabupaten Blitar. Panitia konfercab, melakukan safari ziarah wali dan pendiri NU di Jatim. Acara dilaksanakan, 8-9 Januari 2013 kemarin. Ziarah yang diikuti anggota panitia berjumlah sekitar 55 orang itu mengambil rute, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Surabaya dan Jombang.

Ziarah kita mulai dari Tuban, lalu ke Lamongan, terus Gresik. Tiba di Gresik pas waktu subuh. Habis Subuhan, kita ziarah ke makam Sunan Giri. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Bangkalan untuk ziarah ke makam Syakhona Cholil. Usai dari Bangkalan, rombongan menuju ke Ampel Surabaya, jelas Masduki, ketua panitia.

Tiba di Ampel, lanjut Masduki, waktu sudah menunjukkan pukul 14.00. Padahal, rombongan masih belum ke Troloyo Mojokerto dan Tebuireng Jombang. Karena waktunya mepet, maka perjalanan dilanjutkan ke Jombang. Untuk ziarah ke makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Namun sayang, tiba di Tebuireng waktu sudah menunjukkan pukul 17.15 menit. Pintu gerbang pesarehan sudah tutup. Yak arena tutup kit abaca tahlil di depan pintu masuk di sebelah barat. Toh hal ini tidak mengurangi pahala tahlil," ujar Masduki menghibur. Setelah itu, rombongan pulang ke Blitar melalui jalur Pare dan Kediri. Tadi malam sekitar jam 22.00 kita sampai di Blitar," tambahnya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41694/pola-dakwah-wali-songo-perlu-diteladani

Kitab Kuning Digital

Senin, 06 Juli 2015

Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh

Jember, Kitab Kuning Digital. Persoalan buruh tak pernah tuntas. Meski pemerintah sudah menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK), namun upah buruh tak pernah jelas. Jika ngotot menuntuk hak, sejumlah sanksi tak bisa ditolak. Buruh sering jadi korban akibat kesewenang-wenangan perusahaan. Kalimat ini menjadi kata kunci dari Pawai Taaruf DPC Sarbumusi Jember saat memperingati Hari Buruh Internasional, Senin (1/5).

Dalam rilisnya, Ketua DPC Sarbumusi Jember Umar Farouq menyorot UMK sebagai persoalan utama buruh. Menunutnya, meskipun pemerintah daerah telah menetapkan UMK, namun secara umum UMK masih belum merata diterapkan oleh perusahaan.

Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)


Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh

"Di Jember sendiri, hanya beberapa perusahaan yang menerapkan UMK. Tidak hanya itu, di salah satu perusahaan perkebunan, gaji buruh malah dibayar rutin telat satu bulan. Misalnya, gaji bulan Januari, dibayar Maret, yang Maret dibayar Mei. Padahal itu perusahaan nasional, kata Umar.

Menurutnya, UMK Jember adalah sebesar Rp.1.763.000. Namun nyatanya angka tersebut tidak diterapkan oleh semua perusahaan.

Kitab Kuning Digital

Persoalan lain, kata Umar, terkait dengan masih banyaknya perusahaan yang belum mengikutsertakan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan. Padahal dua hal tersebut adalah kewajiban yang tidak boleh tidak dan harus dipenuhi oleh perusahaan.

Kitab Kuning Digital

"Karena itu, dalam kesempatan ini kami mohon Pemkab Jember untuk membantu agar sebisa mungkin dua persoalan utama buruh itu difasilitasi," harapnya.

Pawai Taaruh tersebut diikuti oleh 600-an buruh yang tergabung dalam Sarbumsi Jember. Setelah dilepas oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo di halaman Kantor PCNU Jember, mereka dengan menggunakan roda dua dan empat langsung menyusuri jalan-jalan protokol. Rombongan konvoi berakhir di alun-alun kota Jember.

Di alun-alun, Umar Farouq sempat menerima kue tarcis dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember Bambang Edi Santoso sebagai simbol ucapan Selamat Hari Buruh. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77590/hari-buruh-sarbumusi-jember-soroti-upah-dan-jaminan-keselamatan-buruh

Kitab Kuning Digital

Rabu, 11 Maret 2015

Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar

Kitab Kuning Digital - Polemik tentang pendapat seorang da'i (bukan ulama) yang mengatakan bahwa ayah dan ibu nabi itu kafir serta masuk neraka telah membuat banyak umat Islam yang cinta kepada Nabi tersakiti. Termasuk yang terjadi dalam percakapan antara penanya dan Gus Awy Ali Imron (Lamongan), alumnus Rushaifah Makkah dan juga santri Abuya Assayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki Al Hasani.

Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar - Kitab Kuning Digital
Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar - Kitab Kuning Digital


Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar

Anda boleh simpan hasil percakapan dari WhatsApp ini untuk disebarkan atau digunakan hujjah bagi mereka yang suka usil kemuliaan tauhid dan kemuliaan Nabi Agung Muhammad SAW. Kami edit ejaan saja. Tidak ada tambahan.

Penanya: Ada yang berfatwa bahwa Ibu dan ayah Nabi mati kafir dan di neraka? Mohon penjelasanya Gus!

Gus Awy Ali Imron: Hanya orang kurangajar kepada Nabi yang berani berfatwa seperti itu.

Gus Awy Ali Imron: Permasalahan ini berhubung langsung dengan urusan tauhid. Telah disepakati oleh mayoritas ulama sejak salaf bahwa orang yang hidup di masa tenggang waktu kevakuman antar Nabi, tidaklah disiksa. Termasuk dalam hal ini adalah orang tua Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Tentang hal itu telah ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat al-Isro ayat 15 dan Assyu'aro ayat 219.

Keterangan:

Al-Isra' ayat 15 adalah:

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Artinya:

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

Gus Awy Ali Imron: Lagipula apa ada untung membicarakan hal yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan kita?

Gus Awy Ali Imron: Secara logika saja, kita sendiri, apa mau jika dikatain bahwa orang tua kita masuk neraka? Apalagi kepada Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Jadi, kesimpulannya, orang yang mengatakan bahwa orang tua Nabi di neraka, siapapun orang itu, berlabel ustadz, Lc atau bahkan syaikh sekalipun, adalah orang yang sangat kurangajar dan tidak punya tatakrama kepada Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Ayah Nabi meninggal kala Nabi di kandungan. Ibunya meninggal kala Nabi masih kecil usia 6 tahun. Sementara Nabi baru diangkat jadi Nabi pada usia 40. Lantas, secara logika, dari mana orangtua Nabi menerima dakwah?

Gus Awy Ali Imron: Sementara Nabi terakhir sebelum Nabi Muhammad, yaitu Nabi Isa, telah diangkat pada 33 M, Nabi sendiri lahir pada 571 M, tenggang waktu kekosongan Nabi 5 abad sendiri.

Gus Awy Ali Imron: Ini sudah cukup menjawab akan fatwa bodoh dan kurangajar itu.

********

Polemik pecah belah ini berawal dari penafsiran tesktual wahabi yang diambil dari hadits riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang berisi:

أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِى؟ قَالَ: “فِى النَّارِ.” فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ: إِنَّ أَبِى وَأَبَاكَ فِى النَّارِ

Artinya:

Ada seseorang yang bertanya, “Ya Rasulullah, dimana ayahku?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Di neraka.” Ketika orang ini pergi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memangilnya, dan bersabda, “sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.” (HR. Muslim 521, Ahmad 12192, dan Abu Daud 4720).

Hadits di atas akhir-akhir dimuat di beberapa website wahabi tanpa tafsir dan analisa sejarah, utamanya tentang Fatroh (masa vakum kenabian). Salah satu website wahabi tersebut adalah konsultasisyariah [dot] com. Adapun ustadz wahabi yang menyebut orang tua Nabi kafir adalah Firanda Andirja dan Khalid Basalamah. Videoanya banyak beredar di Youtube.

Percakapan WhatsApp di grup Tanya Jawab Syariah yang terjadi pada Selasa (27/09/2016) di atas itu, kiranya cukup menjawab bahwa yang menyebut orangtua Nabi itu kafir dan di neraka tidak paham sejarah kontinuitas kenabian dari Nabi Isa ke Nabi Muhammad. Sekian. Mohon disebarkan. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/yang-berfatwa-ayah-ibu-nabi-di-neraka-itu-kurangajar.html

Kamis, 07 Februari 2013

Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah

Mekkah, Kitab Kuning Digital. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari berbagai negara menggelar acara Silaturrahim dan Musyawarah di Rubath Jawa yang terletak di distrik Misfalah, Kota Mekkah, Arab Saudi. Musyawarah antara lain membahas rencana pelaksanaan Konferensi Internasional NU.

Kegiatan yang digelar Kamis (30/10) malam lalu merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan bertepatan dengan musim haji. Hadir perwakilan PCINU dari berbagai negara, antara lain, Ahmad Fuad Abd Wahab (Ketua Tanfidziyah PCINU Arab Saudi), Miftakhul Munif (Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan), Landy T. Abdurrahman (Ketua tanfidziyah PCINU Mesir), Muhammad Taqi (PCINU Syiria), La Ressa Beddu Kulasse (PCINU Lebanon), Rifqi Maula (Sekretaris PCINU Maroko dan juga ketua PPI Maroko).

Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)


Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah

Silaturrahim ini juga dihadiri berbagai pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di negara-negara Timur Tengah dan dari Kota Mekkah sendiri. Tampak kader-kader GP Ansor dari Kota Jeddah juga turut menghadiri acara.

Kitab Kuning Digital

Selain menjadi ajang ramah-tamah dan sambung rasa antar pelajar, aktivis dan pengurus cabang istimewa Nahdlatul Ulama dari berbagai negara, forum ini juga membahas hasil Konferensi Internasional NU yang telah digelar di Istanbul, Turki (18-19 Mei 2014) tentang optimalisasi Forkor PCINU LN (Forum Koordinasi Pengurus Cabang Istimewa NU Luar Negeri) sebagai wadah diskusi online antar pengurus dan tentang lokasi Konferensi Internasional selanjutnya tahun 2015 yang diusulkan dengan pilihan lokasi, Eropa di Jerman, Timur Tengah di Mesir atau Asia di Jepang.

Dengan berbagai pertimbangan terutama visa sebagai syarat utama masuk negara lain. Forum musyawarah merekomendasikan lokasi Konferensi Internasional PCINU Luar Negeri yang rencananya akan digelar di medio antara Mei atau Juni tahun 2015 untuk digelar di Jepang.

Yang tak kalah penting, menyikapi berbagai gerakan radikal yang mewabah di negara-negara timur tengah dan upaya mengcounter paham-paham radikal untuk tidak berkembang luas. dalam forum ini, PCINU Mesir mengemukakan pembuatan Jurnal Ilmiah dengan topik Deradikalisasi Agama yang ditulis dengan tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Pengurus yang hadir dan berkompeten dalam masalah ini bersedia akan menyumbangkan karya ilmiahnya. Dalam hal ini, PCINU Mesir menyatakan kesanggupan untuk menjadi penanggung jawab dalam proses terbit dan publikasi.

Kitab Kuning Digital

Usai musyawarah, acara dilanjutkan dengan pemberian ijazah sanad Asmaul-Husna, ijazah sanad Al-Quranul-Karim dan doa penutup oleh Syekh KH Jamhuri Al-Banjari Al-Makky yang merupakan salah satu Ulama Kota Makkah asal Indonesia. (Ridho El-Qudsy/Anam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55497/pengurus-nu-dari-berbagai-negara-kumpul-di-mekkah

Kitab Kuning Digital

Kamis, 17 Mei 2012

Jidat Hitam Tanda Khawarij, Bukan Keshalihan

Imam Muhammad bin Ahmad As-Showi Al-Maliki dalam kitabnya Hasyiah As-Showi ‘Ala Tafsir Al-Jalalain Juz: 4 hlm. 134 cet. al-Haromain Li At-Thoba’ah Wa An-Nashr Wa At-Tauzi’, Singapura QS. Al-Fath: 29 menjelaskan maksud ayat yg berbunyi: (سيماهم فى زجوههم من اثر السجود) وليس المراد به ما يصنعه بعض الجهلة المرائين من العﻻمة فى الجبهة، فأنه من فعل الخوارج، وفى الحديث: اني ﻻبغض الرجل واكرهه اذا رايت بين عينيه اثر السجود.

(Tanda-tanda mereka di wajahnya (terlihat) dari bekas sujudnya) Dan maksud darinya bukanlah apa yang dilakukan oleh sebagian orang bodoh yang merasa riya’ (pamer) dari tanda-tanda di jidat. Itu sesungguhnya pekerjaan kaum khawarij Dalam hadits, Rosulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku sangat marah dan sangat tidak menyukai jika aku melihat seorang lelaki yang diantara kedua matanya ada tanda bekas sujudnya.”

Jidat Hitam Tanda Khawarij, Bukan Keshalihan - Kitab Kuning Digital
Jidat Hitam Tanda Khawarij, Bukan Keshalihan - Kitab Kuning Digital


Jidat Hitam Tanda Khawarij, Bukan Keshalihan

Al-Khothib As-Syarbini dalam Tafsirnya Sirojul Munir juz 4 hal. 31 menjelaskan maksud ayat سيماهم فى وجوههم من تثر السجود mengutip perkataan Imam Al-Baghowi sebagai berikut:

وقال البغاوى: وﻻ يظن من السيما مايصنعه بعض المرائين من اثر هيئة السجود فى جبهة فأن ذالك من سيماالخوارج “Jangan menyangka sesungguhnya dari tanda-tanda yang dilakukan sebagian orang-orang yang riya (muroo’iin) itu termasuk tanda bekas saat sujud di jidat, karena sesungguhnya hal itu adalah tanda-tanda khowarij

Kitab Kuning Digital

Dewasa ini banyak orang mengukur keshalihan seseorang dari ketebalan kapal hitam yang ada di jidatnya. Semakin hitam dan tebal jidat seseorang maka semakin dia dianggap sebagai orang yang ahli ibadah dan ahli sujud. Hal ini berdasarkan pemahaman sempit mereka terhadap ayat yang berbunyi :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ Yang artinya, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS. Al-Fath:29.

Banyak orang yang tidak mengetahui makna ayat ini dengan baik, sehingga mereka menafsirkan ayat di atas dengan pemahaman yang keliru. Dan anehnya, pemahaman yang salah itu diklaim sebagai pendapat yang paling benar. Mereka menyangka bahwa maksud dari bekas sujud itu adalah tanda hitam di dahi karena sujud. Bahkan ada sebagian dari mereka yang mencemooh seorang ulama’ sholih hanya karena jidatnya tidak hitam. Ulama tanpa jidat hitam tidak sholih sebab jidatnya seperti kaleng. Padahal bukan demikian yang dimaksudkan dari ayat tersebut.

Kitab Kuning Digital

Pakar tafsir Imam At-Thabari meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan ‘tanda mereka…” adalah perilaku yang baik. Dalam sebuah riwayat lain yang beliau nukil juga dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan bekas sujud adalah kekhusyu'an. Juga diriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Qatadah, beliau berkata, “Ciri mereka adalah shalat” (Tafsir Mukhtashar Shahih hal 546).

Sementara itu dalam Sunan Kubro karangan Imam Baihaqi diterangkan:

عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟

Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut. Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

Dalam redaksi lain dari Ibnu Umar juga:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.

Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699)

عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.

Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).

عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ. Dari Manshur, aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah? Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapal’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapal’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).

Bahkan Ahmad ash Showi mengatakan: “Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat tersebut adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan tukang riya’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij” (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).

Dari al Azroq bin Qois, Syarik bin Syihab berkata, “Aku berharap bisa bertemu dengan salah seorang shahabat Muhammad yang bisa menceritakan hadits tentang Khawarij kepadaku. Suatu hari aku berjumpa dengan Abu Barzah yang berada bersama satu rombongan para shahabat. Aku berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepadaku hadits yang kau dengar dari Rasulullah tentang Khawarij!”. Beliau berkata: “Akan kuceritakan kepada kalian suatu hadits yang didengar sendiri oleh kedua telingaku dan dilihat oleh kedua mataku. Sejumlah uang dinar diserahkan kepada Rasulullah lalu beliau membaginya. Ada seorang yang plontos kepalanya dan ada hitam-hitam bekas sujud di antara kedua matanya. Dia mengenakan dua lembar kain berwarna putih. Dia mendatangi Nabi dari arah sebelah kanan dengan harapan agar Nabi memberikan dinar kepadanya namun beliau tidak memberinya. Dia lantas berkata, “Hai Muhammad hari ini engkau tidak membagi dengan adil”. Mendengar ucapannya, Nabi marah besar. Beliau bersabda, “Demi Allah, setelah aku meninggal dunia kalian tidak akan menemukan orang yang lebih adil dibandingkan diriku”. Demikian beliau ulangi sebanyak tiga kali. Kemudian beliau bersabda:

يَخْرُجُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ رِجَالٌ كَانَ هَذَا مِنْهُمْ هَدْيُهُمْ هَكَذَا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ثُمَّ لاَ يَرْجِعُونَ فِيهِ سِيمَاهُمُ التَّحْلِيقُ لاَ يَزَالُونَ يَخْرُجُونَ

“Akan keluar dari arah Timur orang-orang yang seperti itu penampilan mereka. Dia adalah bagian dari mereka. Mereka membaca al Qur’an namun al-Qur’an tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari binatang sasarannya setelah menembusnya kemudian mereka tidak akan kembali kepada agama. Ciri khas mereka adalah plontos kepala. Mereka akan selalul muncul” (HR Ahmad no 19798, dengan sanad Hasan).

Oleh karena itu, ketika kita sujud hendaknya proporsonal dan sewajarnya saja, yang penting antara lambung dan paha agak renggang serta ketiak sedikit dibuka, jangan terlalu berlebih-lebihan sehingga hampir seperti orang yang telungkup. Tindakan inilah yang sering menjadi sebab timbulnya bekas hitam di dahi, meskipun sebenarnya belum tentu orang tersebut benar-benar ahli sujud

Jadi, bagi yang jidatnya pada kapalan janganlah merasa paling ‘abid dan shalih, kemudian menyalahkan orang lain. Boleh jadi Anda lah kaum khawarij masa kini. Na’udzubillahi min dzalik. Wallahu a’lam dan smg bermanfa’at. Aamiin

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/jidat-hitam-tanda-khawarij-bukan.html

Minggu, 01 Januari 2012

Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput

Subang, Kitab Kuning Digital. Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang melakukan aksi gerakan antigolput di Wisama Karya Subang, Jl. Ade Irma, Subang, Jawa Barat, Kamis (5/9/2013).

Aksi ini merupakan bentuk seruan moral menjelang pelaksanaan pemilihan bupati (pilbup) dan wakil bupati Subang, 8 September mendatang. Gerakan antigolput dimaksudkan untuk meningkatkan angka partisipasi warga demi kesukseskan pemilihan pemimpin baru itu.

Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)


Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput

"Masyarakat Subang harus ikut mensukseskan pilbup dengan menggunakan hak seuaranya dan katakan tidak pada golput," kata Korlap Aksi, Asep Fahmi Ihsam dalam orasinya.

Asep juga meminta kepada pihak-pihak terkait lainnya untuk mengawal penyelenggaraan pilbup, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecurangan dan anarkisme yang akan mengganggu jalannya pilbup tersebut.

Kitab Kuning Digital

"Katakan tidak pada golput. Sukseskan pilbup Subang dengan tidak golput dan menolak money politic (politik uang)," ucapnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Kitab Kuning Digital

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46855/sukseskan-pilbup-pmii-subang-serukan-antigolput

Kitab Kuning Digital

Minggu, 12 Juni 2011

Sikap Kepada Muslim yang Berbeda Amaliyah

Kitab Kuning Digital - Bagaimana Sikap Kita Terhadap Sesama Muslim Yang Berbeda? Kewajiban kita tetap menghormati saudara sesama Muslim seperti firman Allah yang artinya: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (Al-Ĥujurāt:10)

Dalam khutbah wada'nya pun Nabi berpesan:

Sikap Kepada Muslim yang Berbeda Amaliyah - Kitab Kuning Digital
Sikap Kepada Muslim yang Berbeda Amaliyah - Kitab Kuning Digital


Sikap Kepada Muslim yang Berbeda Amaliyah

المسلم اخ للمسلم وان المسلمين إخوة

"Seorang Muslim adalah saudara dengan Muslim lainnya. Dan semua umat Islam adalah bersaudara" (Kutub at-Tarikh wa Sirah)

Bagaimana jika mereka masih bersikeras suka menyalahkan kita? Tetap kita balas dengan kebaikan, seperti dalam hadist:

Kitab Kuning Digital

ﻋﻦ ﺣﺬﻳﻔﺔ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: " ﻻ ﺗﻜﻮﻧﻮا ﺇﻣﻌﺔ، ﺗﻘﻮﻟﻮﻥ: ﺇﻥ ﺃﺣﺴﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﺃﺣﺴﻨﺎ، ﻭﺇﻥ ﻇﻠﻤﻮا ﻇﻠﻤﻨﺎ، ﻭﻟﻜﻦ ﻭﻃﻨﻮا ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ، ﺇﻥ ﺃﺣﺴﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﺃﻥ ﺗﺤﺴﻨﻮا، ﻭﺇﻥ ﺃﺳﺎءﻭا ﻓﻼ ﺗﻈﻠﻤﻮا " رواه الترمذي

Kitab Kuning Digital

Dari Hudzaifah, Nabi bersabda: "Janganlah kalian menjadi setengah-setengah. Kalau mereka baik, maka kita berbuat baik. Kalau mereka berbuat dzalim, maka kita berbuat dzalim kepada mereka. Tapi teguhkan hatimu, jika mereka berbuat baik maka kalian membalas dengan kebaikan. Jika mereka berbuat buruk, maka kalian jangan berbuat dzalim" (HR Tirmidzi).

Dan apa yang kita lakukan terhadap banyak pertanyaan dan hujatan pada amaliah kita, hanyalah bentuk respons kepada mereka dengan memberi jawaban. Ketika amaliah kita dituduh macam-macam maka kita harus menjawabnya:

عن ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ، ﻳﻘﻮﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: «ﻣﻦ ﺳﺌﻞ ﻋﻦ ﻋﻠﻢ ﻓﻜﺘﻤﻪ ﺃﻟﺠﻢ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺑﻠﺠﺎﻡ ﻣﻦ ﻧﺎﺭ»

Dari Anas bin Malik bahwa Nabi bersabda: "Barangsiapa ditanya tentang ilmu lalu ia menyembunyikan, maka akan dicambuk di hari kiamat dengan cambuk dari neraka" (HR Ibnu Majah). [Kitab Kuning Digital]

akhukum, Ma'ruf Khozin

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/sikap-kepada-muslim-yang-berbeda-amaliyah.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock