Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juli 2015

Santri Bisa Belajar Gratis di Prancis

Jombang, Kitab Kuning Digital. Pondok pesantren harus terus membuka diri dengan dunia luar. Di samping mendapatkan masukan, pada saat yang sama juga dapat memperkenalkan diri dan potensinya kepada dunia luar. Kesempatan untuk berinteraksi tersebut telah terbuka lebar, apalagi banyak negara yang ingin memperkanalkan diri, termasuk negara Prancis.

Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang diselenggarakan open hause Lesehan Prancis, Kamis (4/4). Acara tersebut menghadirkan sejumlah siswa dan siswi dari seluruh sekolah SMA, MA serta mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Jombang.

"Kita berharap semua kalangan dapat memiliki gambaran yang utuh seputar potensi Prancis," kata Dr. Afifa Syamsun Zulfikar, Direktur Pusat Studi Bahasa (PSB) Unipdu pada Kitab Kuning Digital.

Santri Bisa Belajar Gratis di Prancis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Bisa Belajar Gratis di Prancis (Sumber Gambar : Nu Online)


Santri Bisa Belajar Gratis di Prancis

Alumnus Master of Science Program Ledership and Management in Education dari University Kingdom ini menandaskan bahwa selama ini banyak pihak yang memiliki persepsi kurang memadai bagi studi di luar negeri.

Kitab Kuning Digital

"Yang mengemuka adalah ketakutan dan image negatif, mulai dari biaya yang tidak terjangkau hingga kekhawatiran akan terancamnya aqidah atau keyakinan," kata Ibu Afifa, sapaan akrabnya.

Padahal anggapan seperti itu tidak semuanya benar. Lewat open house ini para siswa dan mahasiswa mendapatkan penjelasan secara detail dan mendalam berbagai hal tentang Prancis.

Kitab Kuning Digital

Pada kegiatan ini disediakan berbagai hal tentang pernak-pernik bernuasa Prancis. Ada demo masak Prancis, mencicipi masakan, kelas perkenalan bahasa, pengenalan bahasa dan budaya, quis pengetahuan umum, pemutaran film hingga kunjungan ke lesehan Prancis. "Semuanya serba Prancis," katanya.

Bahkan di kesempatan ini ada juga kesempatan bea siswa untuk bekerja dan belajar bahasa Prancis. "Semuanya bisa didapatkan secara gratis," katanya sedikit berpromosi.

Lesehan Prancis di Unipdu yang juga berada di area Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang ini telah berdiri dan dibuka secara umum pada 28 Januari lalu. Dan dalam perjalanannya, lembaga ini telah memberikan banyak kemudahan dan informasi kepada sejumlah kalangan yang ingin mendapatkan gambaran Prancis secara utuh.

"Ini kesempatan yang sayang kalau tidak dioptimalkan," kata istri dari Dr. H Zulfikar Asad, salah seorang pengasuh di pesantren ini. "Semoga akan kian banyak para pelajar dan mahasiswa yang bisa memanfaatkan kesempatan ini," katanya penuh harap.

Kontributor: Syaifullah

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43570/santri-bisa-belajar-gratis-di-prancis

Kitab Kuning Digital

Selasa, 21 April 2015

Nonton Charlie Chaplin, Santri Diajak Peka Keadaan

Pandeglang, Kitab Kuning Digital. Santri peserta jurnalistik dari 3 kabupaten yaitu Pandeglang, Lebak, dan Serang (Banten) menonton film Charlie Chaplin oleh panitia kegiatan tersebut di aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mathlaul Anwar Linahdlotil Ulama (MALNU ) Menes, Pandeglang, pada Sabtu malam (23/1).

Menurut narasumber, Abdullah Alawi, film yang berjudul Sunnyside ini dirilis tahun 1919 ketika Indonesia masih dijajah sementara di negaranya, Charlie Chaplin sudah membuat karya yang baik.

Nonton Charlie Chaplin, Santri Diajak Peka Keadaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nonton Charlie Chaplin, Santri Diajak Peka Keadaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Nonton Charlie Chaplin, Santri Diajak Peka Keadaan

Dia menambahkan, tujuan menonton film ini agar para santri mengetahui ada tokoh yang hidupnya sampai 88 tahun sarat dengan karya yang menarik. Karya yang banyak dengan kualitas yang baik, membutuhkan kepekaan yang baik juga. Termasuk kepada hal-hal yang remeh.

Dalam tradisi pesantren nusantara, ada ulama terkemuka asal Banten yang produktif menulis karya, yaitu Syekh Nawawi Al-Bantani. Jadi santri tidak kalah dalam memproduksi karya. Hal itu harus diikuti santri sekarang. Bekalnya adalah terus belajar dan peka kepada keadaan, jelasnya.

Kitab Kuning Digital

Kembali ke film itu, Charlie Chaplin memerankan karakter lucu yang mengundang ketawa. Meskipun film itu bisu, orang tidak bosan melihat gerak-geriknya.

Tujuan dari menonton film Charlie Chaplin ini, menurut wartawan Kitab Kuning Digital tersebut, adalah menampilkan hal-hal yang biasa dalam keseharian, tapi sangat menarik ketika disajikan dengan cara yang menarik.

Kitab Kuning Digital

Begitu pula dengan jurnalistik, sambung dia, hal-hal yang biasa, tapi jika diolah, dituliskan dengan menarik, tentu akan menghasilkan karya tulis yang menarik pula. (Resti Yuliana/AA)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65229/nonton-charlie-chaplin-santri-diajak-peka-keadaan

Kitab Kuning Digital

Selasa, 12 November 2013

FPI: Tanpa Habib Rizieq, Allah Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa

Kitab Kuning Digital - Gejala mitologisasi dan glorifikasi atas ketokohan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) makin tak terkontrol dan mengarah kepada penyesatan akidah. Salah satu akun facebook bernama Enjum Juhana, terang-terangan akan menantang siapa saja yang menghina junjungan "Sang Baginda Habib Riziek" (mengikuti sebutannya).

Enjum, akun yang di keterangan profilnya menulis sebagai alumni Jurusan Teknik Listrik Undip Semarang ini bahkan serampangan mengatakan kepada pemilik akun Uus (yang ditantang karena menghina HRS) kalau junjungan besar HRS adalah "manusia paling sempurna yang diciptakan oleh Allah Swt untuk umat manusia". Naudzubillah.

Bahkan secara membabi buta, dukungan kepada HRS tersebut diteruskan dengan pernyataan, "dengan adanya sang Baginda Habib Riziek, Allah akan tenang di sana karena tidak ada yang mengganggu, karena kami laskar FPI siap membela Allah Swt," tulisnya. Tentu hal itu membuat geger netizen.

FPI: Tanpa Habib Rizieq, Allah Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa - Kitab Kuning Digital
FPI: Tanpa Habib Rizieq, Allah Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa - Kitab Kuning Digital


FPI: Tanpa Habib Rizieq, Allah Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa

Ia bahkan menyebut begini: tanpa Habib Riziek, Allah tidak bisa berbuat apa-apa. "Camkan itu..!!", ancam akun yang menggunakan profile foto dengan seragam khas PKI, eh salah, FPI.

Status Enjum Juhana diarahkan ke Uus Secara tauhid, semua glorifikasi atau menganggap suci HRS di atas jelas sudah jatuh pada kekufuran. Pertama, ia sudah menyebut HRS sebagai makhluk paling sempurna. Lalu, dibandingankan dengan Nabi Muhammad, bandingan HRS seberapa besar? Bukankah Nabi adalah ahsani taqwim dari semua manusia di bumi?

Kitab Kuning Digital

Kedua, Allah itu hayyun la yamuut, tanpa membutuhkan manusia. Justru sebaliknya, manusia lah yang membutuhkan (ihtiyaj) kepada lainnya (lighoirihi). Menyebut Allah sudah tenang atas hadirnya HRS, apa dia menganggap tanpa FPI kemungkaran tidak akan berhenti.

Kitab Kuning Digital

Apa dia tidak ngaji kalau Allah Swt yang menciptakan kebaikan dan keburukan sekaligus, walau Allah mengingkari keburukan. Itulah adanya perintah nahi munkar. Makanya, Allah tidak butuh dibela. Yang dibela itu masusianya. Allah yang memutuskan segalanya kok dibela. Camkan itu!

Ketiga, ini yang parah, ia menyebut, tanpa HRS, Allah tidak bisa berbuat apa-apa. Ini sudah kufur (bukan kafir) yang sesungguhnya. Seakan-akan, FPI dan HRS adalah Duta Allah, bukan hanya Dutaislam, utusan Islam. Apa Allah pernah merugi tanpa FPI? Sebelum FPI, apa Allah butuh laskar? Tidak, tidak dan tidak.

Ketiga hal itulah hasil dari peremajaan pemahaman ala media sosial kita sejak FPI dianggap sebagai the only helper of holly quran. Satu sisi, Habib Rizieq dipuja, sisi lain, tokoh muslim liyan dihujat. Dalam akun lain, Kiai Said malah dihujat sebagai pendeta. Ya Allah, ini apalagi. Ini bukti yang didapatkan Kitab Kuning Digital.

Status menghina Kiai Said

Jika Anda teliti, akun yang menyamakan HRS dengan manusia paling sempurna di dunia ini, Kanjeng Nabi Muhammad bisa jadi adalah akun provokator. Artinya, itu akun dibuat untuk membuat orang lain makin panas. Buktinya, antara nama profile Facebooknya, Enjum Juhana, dengan url link akun, berbeda. Ini linknya: https://www.facebook.com/gerry.sahetapy.50

Bisa jadi, dulu akun tersebut dimiliki oleh Gerry Sahetaphy, lalu dihack oleh pemilik akun diganti Enjum Juhana. Bisa jadi juga, statusnya tentang FPI dan HRS adalah status satir (menyindir sebelah), bisa jadi pula itu memang pandangan pribadi yang sudah kelewat batas.

Hati-hatilah menerima informasi berbau provokasi seperti di atas. Laporan Kitab Kuning Digital ini hanya untuk dokumentasi, betapa medsos itu bukan lagi dunia maya, tapi sudah menjelma jadi dunia nyata yang bisa mengobok-obok keyakinan, opini, serta naluri kritis pembaca. Salam waras! [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/parah-orang-ini-bilang-tanpa-habib-rizieq-allah-tidak-bisa-berbuat-apa-apa.html

Rabu, 09 Oktober 2013

Habib Ali bin Abdullah Alhamid, Ketua Ansor Jember yang Dibunuh PKI

Kitab Kuning Digital - Habib Ali bin Abdullah Alhamid terhitung masih keponakan Habib Sholeh Tanggul, Jember. Beliau meninggal secara syahid di usia muda, sekitar 32 tahun, setelah diculik dan dieksekusi mati oleh kawanan PKI di kawasan Hutan Kumitir, sekitar tahun 1965. Hutan itu jadi saksi bisu kekejaman PKI kepada para ulama.

Habib Ali bin Abdullah Alhamid, Ketua Ansor Jember yang Dibunuh PKI - Kitab Kuning Digital
Habib Ali bin Abdullah Alhamid, Ketua Ansor Jember yang Dibunuh PKI - Kitab Kuning Digital


Habib Ali bin Abdullah Alhamid, Ketua Ansor Jember yang Dibunuh PKI

Setelah ditembak mati, jasad Habib Ali Alhamid pertama kali ditemukan oleh perempuan paruh baya yang sedang mencari kayu bakar. "Ono wong mati Arab, ono wong mati Arab, ono wong mati Arab," teriak perempuan itu sambil berlari memberitahu suami dan warga lain di sekitar hutan. Saksi hidup anak yang menemukan jasad habib masih ada hingga tulisan ini dibuat.

Habib Ali bin Abdullah Alhamid pada waktu itu adalah Ketua GP Ansor Jember. Tragedi pembunuhan bermula dari kunjungan seorang tamu yang memberitahukan kalau jamaah dan santri beliau, saat itu, tengah ditangkap dan diamankan di kantor kepolisian setempat.

Mendengar kabar mengejutkan tersebut, Habib Ali langsung berkemas menuju kantor kepolisian untuk memastikan kebenaran informasinya, karena memang saat itu situasi negara sedang tidak menentu. Tidak aman dan tidak kondusif.

Di tengah perjalanan, ternyata Habib Ali diculik oleh gerombolan PKI, lalu diseret ke Gunung Kumitir atau Gunung Mrawan, yang terletak di perbatasan antara Jember dan Banyuwangi, Jatim. Tamu tersebut ternyata adalah suruhan PKI.

Di lokasi yang telah ditentukan itu, Habib Ali hendak dieksekusi tembak oleh komplotan kejam PKI. Namun, peluru yang dihujamkan berkali-kali oleh PKI tidak mempan menembus dada sang habib. Habib Ali ternyata memiliki karomah kebal senjata. Tidak mempan senjata tembak.

Pusing, tim eksekutor mengancam habib, yang isinya "jika pelurunya tidak tembus, maka, istri, anak dan semua keluarganya akan dibantai habis oleh PKI". Dengan pelbagai pertimbangan, Habib Ali akhirnya hanya tersenyum dan menyerah, bersedia ikhlash dieksekusi mati.

Namun, sebelum ditembak, Habib Ali bin Abdullah Alhamid berpesan agar setelah wafat nanti, jasadnya tidak dicampur dengan yang lain, sebagaimana kebiasaan PKI yang menumpuk mayat korbannya saat itu pasca eksekusi. Habib minta jasadnya disendirikan.

Sebelum ditembak, Habib Ali mohon ijin untuk melaksanakan ibadah shalat sunnah dan berdoa. Usai shalat, habib memasrahkan dirinya ditembak demi menyelamatkan keluarga, para pengikut serta santri dan jama'ahnya. Atas kehendak Allah, peluru akhirnya bisa tembus dan Habib Ali Alhamid wafat dalam keadaan syahid di tangan PKI.

Riwayat pembunuhan ini menjadi gamblang dan terang sejak ada seorang laki-laki tua yang ziarah ke makam Habib Ali lalu menangis sejadi-jadinya di sana. Sekitar tahun 2000-an. Ia datang ke makam untuk meminta ampunan dan mohon maaf kepada habib beserta seluruh keluarganya karena telah menembak mati sang habib.

Ia datang ziarah setelah merasakan kalau hidupnya tidak tenang dan dirundung penyesalan tanpa akhir. Kepada keluarga, ia menceritakan kronologi tragedi tersebut dari awal hingga akhir. Keterangan yang didapatkan Kitab Kuning Digital menyebutkan kalau laki-laki itu adalah seorang muslim yang terpaksa menuruti perintah PKI menembak Habib Ali.

Saat ekseskusi, katanya, telinga kiri laki-laki itu sudah dicung senapan oleh anggota PKI. Jika dia tidak menembak habib, maka peluru di senapan yang dekat telinganya tersebut akan segera menyasar kepalanya sendiri. Karena takut atas ancaman tersebut, terpaksa dia mengeksekusi tembak Habib Ali.

Foto dibawah ini adalah makam Habib Ali bin Abdullah Alhamid yang didapatkan Kitab Kuning Digital dari Group Thariqh Sarkubiyah. Peta makam, silakan klik SINI. Alfatihah untuk beliau. [Kitab Kuning Digital]

Ket:

Tulisan ini dirangkum dari laporan ziarah Sarkub Thariqah Sarkubiyah, pada Sabtu, (13/11/2016).

Makam Habib Ali bin Abdullah Alhamid Jember Mbah Sarkub Ziarah ke Makam Habib Ali bin Abdullah Alhamid

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/habib-ali-bin-abdullah-alhamid-ketua-ansor-jember-yang-dibunuh-pki.html

Rabu, 29 Mei 2013

Nama-Nama Kitab Kuning yang Banyak Dikaji di Pesantren

Kitab Kuning Digital - Di bawah ini adalah judul dari kitab kuning yang biasa dipakai oleh pondok pesantren di nusantara. Ada yang bertema hadits, tafsir, politik, fiqih, adab, tibb, hukmah, tauhid, tajwid, nahwu, qowaid fiqih, tasawwuf, thariqah, wasiyat, tarikh nubuwwah, rumah tangga, dan lainnya. Berikut nama-nama kitab tersebut.

1. Abi Jamroh 13.500

Nama-Nama Kitab Kuning yang Banyak Dikaji di Pesantren - Kitab Kuning Digital
Nama-Nama Kitab Kuning yang Banyak Dikaji di Pesantren - Kitab Kuning Digital


Nama-Nama Kitab Kuning yang Banyak Dikaji di Pesantren

2. Adabud-dunia 66.500

Kitab Kuning Digital

3. Adzkar Nawawi 46.500

4. Afdholu Sholawat 42.000

Kitab Kuning Digital

5. Ahkam Sulthoniyya 69.500

6. Al-Qur'an 75.500

7. Anwarul Masalik 71.000

8. Arba'in Nawawi 13.500

9. Asybah Wannadhoir 75.500

10. Asymawi 13.500

11. At-tadzhib 53.00

12. At-targhib 19.000

13. Aufaq 13.500

14. Bahjatul Wasa'il 13.000

15. Bajuri 181.500

16. Barzanji 28.500

17. Bidayah Hidayah 21.000

18. Bidayatul Mujtahid 121.000

19. Bughyah 75.500

20. Bulugul Marom 41.000

21. Busyrol Karim 57.500

22. Da`watut Tammah 17.000

23. Dahlan Al-fiyah 55.000

24. Dairobi 20.000

25. Dala'il Khoirot 20.000

26. Daqo'iqul Akbar 13.000

27. Dardiri Mi'roj 12.000

28. Dasuqi 58.000

29. Durotun Nasihin 46.000

30. Fathul Jawad 17.000

31. Fathul Majid 15.000

32. Fathul Mu'in 26.500

33. Fathul Qorib 8.500

34. Fathul Wahab 107.000

35. Ghoyatul Wusul 46.000

36. Hidayatul Mustafid 9.500

37. Hikam 52.500

38. Hikmatut Tasyre` 86.000

39. Husunul Hamidiyah 20.000

40. I'anatut Tholibin 458.000

41. Ibanatul Ahkam 217.500

42. Ibnu Aqil 52.500

43. Ibnu Hamdun 121.000

44. Idhotun Nasi`in 21.000

45. Ihya' Ulummuddin 424.500

46. Imriti (Fathurobbil Bariyah) 14.500

47. Inarotud Duja 55.000

48. Iqna' 113.500

49. Irsyadul Ibad 21.000

50. Is'adur-rofiq 55.000

51. Itmamu Diroyah (Ilmu tafsir) 9.500

52. Jami'us-shoghir79.000

53. Jawahirul Bukhori 99.500

54. Jawahirul Kalamiyah 9.500

55. Kaba’ir 45.000

56. Kafrowi 24.000

57. Kailani 11.500

58. Kasyifatus-saja21.000

59. Kawakibu Duriyah 69.500

60. Kholasoh Nurul Yakin 25.000

61. Khozinatul Asror 52.500

62. Kifayatul Ahyar 75.500

63. Kifayatul Ashab 14.500

64. Kifayatul Awam 16.000

65. Kifayatul Atqiyak 20.000

66. Lato'iful Isyaroh 13.500

67. Mabadi Fiqh 16.000

68. Madarijus-su'ud15.500

69. Mahally 87.500

70. Majalisus Saniyah 37.500

71. Majmu'Ma'na (Nadoman) 17.500

72. Majmu' Tebal (Nadoman) 17.500

73. Makudi 11.500

74. Mamba' usululul Hikmah 65.000

75. Manaqib 9.500

76. Maqsud 18.000

77. Mauidhotul Mu'minin 72.500

78. Mawahibusshomad/Zubad 70.500

79. Minahus Saniyah 9.500

80. Minhajul Abidin 16.000

81. Minhajul Qowim 31.500

82. Minhatul Mughits 12.500

83. Mizan Kubro 100.000

84. Mughni Labib 114.500

85. Muhadzab 169.500

86. Muhtarul Ahadits 31.500

87. Muhtasor jidan 7.500

88. Mutamimah 23.000

89. Muwatho` 139.500

90. Naso'ihul Ibad 14.500

91. Naso'ihud-diniyah 24.000

92. Nihayatut zain 83.000

93. Nurud-dholam 12.500

94. Qomi'ut thugyan 9.500

95. Qurtubi 38.000

96. Risalatul Mu'awanah 7.500

97. Risalatul Qusairiyah 102.000

98. Riyadul Badi'ah 20.000

99. Riyadus-sholihin 102.000

100. Sab`atu Kutub Mufidah 63.000

101. Shohih Bukhori 475.000

102. Shohih Muslim 170.000

103. Sirojut Tholibin 182.000

104. Sirul Jalil 12.500

105. Sitina Mas'alah 19.000106. Sulam Taufiq 11.500

107. Sulam Munajah 6.500

108. Sunan Abi Dawud 217.500

109. Sunan Ibnu Majah 260.000

110. Sunan Turmudzi 369.000

111. Syamsul Ma`arif 112.000

112. Tafsir Baidhowi 220.000

113. Tafsir Ibnu Abas 86.000

114. Tafsir Jalalain 66.500

115. Tafsir Munir 207.000

116. Tafsir Showi 440.000

117. Tafsir Yasin 7.500

118. Tahrir 24.000

119. Tahliyah 11.500

120. Taisirul Kholaq 6.500

121. Tajridus Shorih 75.000

122. Talhisul Asas 13.500

123. Ta'limul Mutalim 7.500

124. Tambihul Ghofilin 63.000

125. Tambihul Mughtarin 26.000

126. Tanwirul Qulub 87.500

127. Tanqihul Qoul 16.000

128. Tarekh Tasyre’ 59.000

129. Targhibul Musytaqin 11.500

130. Tashilul Amani 12.500

131. Taswiqul Khilan 63.000

132. Tausyeh 75.000

133. Tibun-Nabawi 75.000

134. Tibyan 42.500

135. Tijan Durori 9.500

136. Umdatus Shalik 13.500

137. Uqudilijain 6.500

138. Uqudul Juman 39.000

139. Usfuriyah 11.500

140. Wajis 110.000

141. Waroqot 7.500

142. Washoya 6.000

Jika kitab kuning yang Anda cari tidak ada dalam daftar kitab kuning di atas, silakan cari di daftar yang disediakan Duta Islam di bawah ini. Ada ribuan judul kitab kuning yang disediakan, baik yang diterbitkan di dalam maupun luar negeri.

Jaringan kitab dalam daftar di bawah ini sifatnya internasional, utamanya yang tersebar di Timur Tengah. Kitab kuning yang sulit didapatkan di Indonesia, insyaallah ada. Bahkan kitab madzhab selain madzhab populer di Indonesia juga ada. Tidak percaya, silakan discroll sampai ketemu judul kitabnya.

Jika Anda ingin memilikinya, caranya mudah. Cari judulnya, lalu kirim format order dalam bentuk SMS ke nomor 085-868-862-862 (Ustadz Akhid). Ini format pemesanan kitab yang Anda cari:

Kitab Kuning Digital # Judul Kitab # Nama Pengarang # Jumlah pesanan # Nama Lengkap # Alamat Lengkap # Nomor Hp # Keterangan atau pertanyaan jika ada.

Contoh:

Kitab Kuning Digital # Ushul fit Tafsir # Ibnu Taimiyah # 3 eks # Abu Ma'la # Jl. Jend Sudirman No. 106, Kel. Rangga, Kec. Cinta, Kab. Garut, Jawa Barat 16577 # 0818867*** # Jika ada kitab Masa'il Ilmiyah karya Shan'any, sekalian dikirim juga boleh. Mohon info stok dan ongkirnya ke alamat. Terimakasih.

Anda akan segera menerima balasan berupa stok kitab tersedia, harga (jika belum terdata), beserta ongkos kirim ke alamat sesuai berat barang yang dipesan. Bisa dikirim pakai pos Indonesia maupun JNE. Jika dikirim ke luar negenri, kami kirim pakai EMS. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/nama-nama-kitab-kuning-yang-banyak-dikaji-di-pesantren.html

Kamis, 06 Desember 2012

Hukum Wanita Hilang Keperawanan

Assalamu’alaikum wr. wb. Redaksi bahtsul masail yang saya hormati. Saya ingin menanyakan tentang status seorang perempuan yang belum pernah menikah, tetapi sudah tidak perawan lagi karena waktu pacaran dengan seseorang melakukan hubungan badan sehingga menyebabkan hilangnya keperawanannya. Begitu juga bagaimana kalau seorang perempuan yang hilang keperawananya bukan karena melakukan hubungan badan, seperti akibat mastrubasi dengan tangannya sendiri? Dikatakan perawan tetapi sudah tidak perawan lagi, dikatakan janda tetapi belum pernah menikah. Lantas, bagaimana status hukumnya? Atas pejelasannya saya ucapkan terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb. (Ahmad/Banten)

JAWABAN :

Wassalamu’alaikum wr. wb

Hukum Wanita Hilang Keperawanan - Kitab Kuning Digital
Hukum Wanita Hilang Keperawanan - Kitab Kuning Digital


Hukum Wanita Hilang Keperawanan

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt.

Keperawanan adalah sesuatu yang paling berharga bagi seorang perempuan. Karenanya, menjaga keperawanan adalah keniscayaan, dan tak bisa ditawar lagi. Bahkan dalam salah satu sabdanya Rasulullah saw menganjurkan untuk menikah dengan perempuan yang masih perawan.

ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻷَﺑْﻜَﺎﺭِ ﻓَﺈِﻧَّﻬُﻦَّ ﺃَﻋْﺬَﺏُ ﺃَﻓْﻮَﺍﻫًﺎ ﻭَﺃَﻧْﺘَﻖُ ﺃَﺭْﺣَﺎﻣًﺎ ﻭَﺃَﺭْﺿَﻰ ﺑِﺎﻟْﻴَﺴِﻴﺮِ

Kitab Kuning Digital

“Hendaklah kalian menikah dengan gadis karena mereka lebih segar baunya, lebih banyak anaknya (subur), dan lebih rela dengan yang sedikit” (H.R. Baihaqi).

Lantas siapakah perempuan yang dikategorikan sebagai perawan? Perempuan perawan adalah perempuan yang keperawanannya atau selaput daranya masih utuh. Hal ini sebagaimana disinggung oleh Imam al-Haramain al-Juwaini dalam kitab Nihayah al-Mathlab fi Dirayah al-Madzhab. Menurutnya, keperawanan itu menggambarkan atau mengandaikan tentang selaput dara atau hymen. Lantas apakah yang menyebabkan keperawanan itu bisa hilang?

Setidaknya ada dua kategori hal-hal yang bisa menyebabkan keperawanan itu hilang. Kategori pertama hilangnya keperawanan karena hubungan badan.

Kitab Kuning Digital

Hubungan badan dalam konteks ini meliputi hubungan badan yang halal, yang haram, atau yang syubhat (wathi syubhah). Dalam hal ini perempuan yang melakukan hubungan badan, baik hubungan badan yang halal atau yang tidak halal maka statusnya adalah bukan perawan (tsayyib).

ﻭَﺍﻟْﺒِﻜَﺎﺭَﺓُ ﻋِﺒَﺎﺭَﺓٌ ﻋَﻦِ ﺟِﻠْﺪَﺓِ ﺍﻟْﻌُﺬْﺭَﺓِ ﻓَﺈِﻥْ ﺯَﺍﻟَﺖْ ﺑِﺠِﻤَﺎﻉِ ﺣَﻠَﺎﻝٍ ﺃَﻭْ ﺣَﺮَﺍﻡٍ ﺃَﻭْ ﻭَﻁْﺀِ ﺷُﺒْﻬَﺔٍ ﺻَﺎﺭَﺕْ ﺛَﻴِّﺒًﺎ

“Keperawanan adalah menggambarkan tentang selaput dara (hymen). Jika keperawanan seorang perempuan hilang sebab hubungan badan yang halal atau haram atau wathi` syubhat maka ia menjadi tidak perawan” (Imam al-Haramain al-Juwaini, Nihayah al-Mathlab fi Dirayah al-Madzhab, tahqiq, Abdul Azhim Mahmud ad-Dib, Bairut-Dar al-Minhaj, cet ke-1, 1428 H/2007 M, juz, 12, h. 43)

Ketegori kedua, hilangnya keperawanan di luar hubungan badan. Misalnya seorang perempuan bisa hilang keperawanannya karena melakukan lompatan, memasukan jari-jemarinya ke dalam kemaluannya, atau bisa juga karena terlalu lama melajang. Lantas, apakah perempuan yang hilang keperwanannya bukan karena disebabkan melakukan hubungan badan masih bisa dikategorikan sebagai perawan?

Dalam kasus ini Imam al-Haraiman al-Juwaini menghadirkan dua pendapat.

Dalam kasus ini Imam al-Haraiman al-Juwaini menghadirkan dua pendapat. Pertama:, ia masuk dalam kategori tidak perawan karena hilangnya keperawananya. Sedang pendapat kedua mengatakan bahwa ia masih masuk kategori sebagai perawan karena faktanya ia tidak pengalaman berhubungan dengan laki-laki.

ﻭَﻟَﻮْ ﺯَﺍﻟَﺖْ ﺑِﻘَﻔْﺰَﺓٍ ﺃَﻭْ ﻭَﺛْﺒَﺔٍ ﺃﻭْ ﺑِﺄَﺻْﺒَﻊٍ ﺃَﻭْ ﺑِﻄُﻮﻝِ ﺍﻟﺘَّﻌْﻨِﻴﺲِ ﻭَﺍﻟﺘَّﻌَﺰُّﺏِ ﻓَﻔِﻴﻬَﺎ ﻭَﺟْﻬَﺎﻥِ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺛَﻴِّﺐٌ ﻟِﺰَﻭَﺍﻝِ ﺍﻟْﺒِﻜَﺎﺭَﺓِ ﻭَﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻲ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺑِﻜْﺮٌ ﻟِﺄَﻥَّ ﺍﻟْﺒِﻜَﺎﺭَﺓَ ﻋِﺒَﺎﺭَﺓٌ ﻋَﻦْ ﻋَﺪَﻡِ ﺍﻟْﻤُﻤَﺎﺭَﺳَﺔِ ﻭَﺍﺧْﺘِﺒَﺎﺭِ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﻟْﻢْ ﻳَﺤْﺼُﻞْ

“Dan seandainya keperawanan itu hilang karena melompat-lompat, terkena jari-jemari, lama tidak mau menikah (perawan tua) atau melajang maka dalam kasus ini ada dua pendapat. Pertama, ia dikategorikan sebagai janda karena hilangnya keperawanan. Kedua,: ia tetapi dianggap sebagai perawan karena keperawanan itu mengandaikan ketiadaan pengalamannya dalam berhubungan dengan laki-laki, sedangkan hal ini (pengalaman berhubungan dengan laki-laki) tidak ada.

(Nihayah al-Mathlab fi Dirayah al-Madzhab, juz, 12, h. 43)

Perbedaan antara perempuan yang masih perawan dan perempuan yang sudah tidak perawan ini tentunya berimplikasi status yang melekat pada keduanya. Misalnya, dalam hal menikah perempuan yang sudah tidak perawan lebih berhak atas dirinya di banding walinya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda;

ﺍﻟﺜَّﻴِّﺐُ ﺃَﺣَﻖُّ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻭَﻟِﻴِّﻬَﺎ ﻭَﺍﻟْﺒِﻜْﺮُ ﺗُﺴْﺘَﺄْﻣَﺮُ ﻭَﺇِﺫْﻧُﻬَﺎ ﺳُﻜُﻮﺗُﻬَﺎ

“Perempuan yang sudah tidak perawan lebih berhak dengan dirinya dibanding walinya, dan perempuan yang masih perawan dimintai ijinnya, sedang ijinnya adalah diamnya” (H.R. Muslim)

Muhyiddin Syarf an-Nawawi menjelaskan bahwa kata “ahaqqu” (lebih berhak) dalam hadits tersebut mengandaikan adanya persekutuan dalam hak. Artinya, baik pihak perempuan atau walinya sama-sama memilik hak. Perempuan memiliki hak atas dirinya dalam menentukan pasangan hidupnya, sedang wali memiliki hak untuk menikahkannya. Namun hak si perempuan tersebut lebih diutamakan atau diunggulkan daripada walinya.

Akibatnya apabila terjadi perselisihan dalam memilih pasangan hidup, maka pilihan si perempuan didahulukan. Misalnya, pihak wali menginginkan untuk menikahkan anaknya yang sudah tidak perawan lagi dengan laki-laki sekufu, tetapi si perempuan tidak mau, maka dalam hal ini ia tidak boleh dipaksa. Atau sebaliknya, si perempuan sudah memilih pasangan hidupnya yang sekufu tetapi walinya tidak mau menikahkannya, maka dalam hal ini wali boleh dipaksa untuk menikahkannya, dan apabila tidak mau maka hakim yang menikahkannya.

ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﻟَﻔْﻈَﺔَ ﺃَﺣَﻖُّ ﻫُﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺸَﺎﺭَﻛَﺔِ ﻣَﻌْﻨَﺎﻩُ ﺃَﻥَّ ﻟَﻬَﺎ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨِّﻜَﺎﺡِ ﺣَﻘًّﺎ ﻭَﻟِﻮَﻟِﻴِّﻬَﺎ ﺣَﻘًّﺎ ﻭَﺣَﻘُّﻬَﺎ ﺃَﻭْﻛَﺪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻘِّﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻮْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺗَﺰْﻭِﻳﺠَﻬَﺎ ﻛُﻔْﺆًﺍ ﻭَﺍﻣْﺘَﻨَﻌَﺖْ ﻟَﻢْ ﺗُﺠْﺒَﺮْ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﺭَﺍﺩَﺕْ ﺃَﻥْ ﺗَﺘَﺰَﻭَّﺝَ ﻛُﻔْﺆًﺍ ﻓَﺎﻣْﺘَﻨَﻊَ ﺍﻟْﻮَﻟِﻲُّ ﺃُﺟْﺒِﺮَ ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﺻَﺮَّ ﺯَﻭَّﺟَﻬَﺎ ﺍﻟْﻘَﺎﺿِﻲ ﻓَﺪَﻝَّ ﻋَﻠَﻰ ﺗَﺄْﻛِﻴﺪِ ﺣَﻘِّﻬَﺎ ﻭَﺭُﺟْﺤَﺎﻧِﻪِ

“Ketahuilah bahwa kata ahaqqu (lebih berhak) yang terdapat dalam hadits ini adalah untuk menunjukkan adanya persekutuan, artinya bahwa perempuan yang sudah tidak perawan memiliki hak atas dirinya dalam menikah, begitu juga walinya memiliki hak (untuk menikahkannya). Akan tetapi hak perempuan tersebut lebih kuat daripada haknya walinya. Karenanya, jika ingin wali menikahkannya dengan lelaki yang sekufu tetapi ia menolak maka ia tidak boleh dipaksa. Sedang apabila ia ingin menikah dengan lelaki (pilihannya) yang sekufu, tetapi walinya tidak mau menikahkannya maka walinya boleh dipaksa. Oleh sebab itu jika walinya tetap keukeh tidak mau menikahkannya maka hakim yang menikahkan. Hal ini menujukkan kuat dan unggulnya hak perempuan yang sudah tidak perawan” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Minhaj Syarhu Shahihi Muslim bin al-Hajjaj, Bairut-Daru Ihya`i Turats al-‘Arabi, cet ke-2, 1392 H, juz, 9, h. 204)

Demikian penjelasan yang dapat kami kemukakan.

Semoga bisa diapahami dengan baik. Sarran kami, sudah seharusnya para remaja puteri untuk selalu berhati-hati dalam pergaulan dan menjaga kehormatannya. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/12/hukum-wanita-hilang-keperawanan.html

Selasa, 24 Juli 2012

Dua Pelajar Thailand Perdalam Aswaja di Pesantren Nuris

Jember, Kitab Kuning Digital. Kerja sama Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember dengan sejumlah negara Asia Tenggara, mulai membuahkan hasil. Selama tiga tahun ke depan misalnya, dua pelajar asal Thailand akan mengenyam pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Nuris.

Menurut salah seorang pengasuh Pesantren Nuris, Ustadz Robith Qashidi, kedatangan dua santri itu adalah bagian dari program pertukaran pelajar antara Nuris dan sejumla negara di Asia Tenggara.

Dua Pelajar Thailand Perdalam Aswaja di Pesantren Nuris (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Pelajar Thailand Perdalam Aswaja di Pesantren Nuris (Sumber Gambar : Nu Online)


Dua Pelajar Thailand Perdalam Aswaja di Pesantren Nuris

"Ini tahap pertama, nanti disusul oleh negara lain mengirimkan pelajarnya. Dan Nuris kelak juga melakukan hal yang sama," tukasnya di kompleks Pesantren Nuris, Selasa (11/8).

Lulusan Universitas al-Azhar, Cairo, Mesir itu menambahkan, misi besar dari program tersebut adalah menjalin sekaligus mengokohkan paham Ahlussunnah wal Jamaah lintas negara.

Kitab Kuning Digital

Sebab, kata Gus Robith, Islam Indonesia dengan Thailand, Malaysia, Filipina dan sebagainya mempunyai kesamaan dalam kultur dan amaliahnya. "Mereka amaliahnya sama dengan amaliah warga nahdliyyin. Karena itu, kesamaan tersebut perlu terus kita bangun melalui kader-kader Ahlussunnah wal Jamaah masing-masing negara. Dan keinginan mereka memang memperdalam Ahlussunnah wal Jamaah," ucapnya.

Kitab Kuning Digital

Kedua nama pelajar asal Thailand itu, masing-masing bernama Asfandee Yamalae (16 tahun) dan Sulfa Mani (16 tahun). Keduanya sama-sama berasal dari Provinsi Narathiwat.

Dalam pengamatan Kitab Kuning Digital, kedua pelajar itu sudah bisa beradaptasi dengan santri-santri lokal meski baru datang 4 hari lalu. Walaupun tidak bisa berbahsa Indonesia, tapi mereka tampak mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar bahasa Indonesia agar lancar dalam menimba ilmu di pesantren tersebut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61560/dua-pelajar-thailand-perdalam-aswaja-di-pesantren-nuris

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock