Islamabad, Kitab Kuning DigitalPengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistanturut angkat bicara soal polemik LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender)yang tengah ramai dibicarakan di Indonesia.
Melalui forum bahtsul masail yang berlangsung di Hotel KampusInternational Islamic University (IIU) Islamabad,Pakistan, merumuskan sikapnya. Kegiatan tersebut mengusung tema LGBT dalam BingkaiNKRI, Efek dan Penanggulangannya.
Narasumber dalam forum kali ini adalah Rais Syuriyah PCINUPakistan H Ikmal Toha dan akademisi IIU H Hendro Risbiyantoro. Keduanya mempresentasikan LGBTdan perkembangannya di Indonesia dari waktu ke waktu, yang dilihat dari sudut pandangagama, budaya, sosial dan psikologi.
| Hasil Bahtsul Masail PCINU Pakistan tentang LGBT (Sumber Gambar : Nu Online) |
Hasil Bahtsul Masail PCINU Pakistan tentang LGBT
Bahtsul Masail yang bertepatan dengan dimulainya musimsemi di Pakistan berlangsung lancar, Kamis (3/3). Para peserta terlihat antusiasmenyimak setiap argumentasi dan perdebatan yang mengemuka terkait masalah ini.Menurut kedua narasumber, dalih hak asasi manusia dankebebasan yang kerap digunakan para pendukung dan pelaku LGBT di Indonesia tidakbisa jadi alasan yang kuat untuk melegalkan gerakan ini.
Lebih lanjut disampaikan bahwa ilegalitas tersebutdisebabkan karena LGBT bertentangan dengan agama, budaya, bahkan fitrah manusiaitu sendiri sebagai makhluk yang diciptakan berpasang-pasangan dan bukan untukmenyukai sesama jenis.
Setelah proses dialog yang cukup lama dengan menyitir landasandalil dari pendapat ulama dalam beberapa kitab klasik, akhirnya semua peserta bahtsulmasail sepakat untuk melarang dan menolak LGBT, baik propaganda serta segala aktivitasnyadi Indonesia.
Kitab Kuning Digital
Berikut beberapa poin penting hasil bahtsul masail PCINUPakistan terkait LGBT dalam Bingkai NKRI, Efek dan Penanggulangannya:1. Melarang danmenolak paham LGBT di Indonesia dan seluruh gerakan atau propaganda yang membolehkanatau mengakui eksistensi LGBT.
Kitab Kuning Digital
2. Perlunya sosialisasiyang massif kepada seluruh masyarakat Indonesia akan bahaya LGBT bagimasyarakat Indonesia dan generasi penerus bangsa.3. Menyuarakanketidaksetujuan akan LGBT di Indonesia dengan menyebarkan tulisan kontra LGBTdi media cetak maupun elektronik.
4. Menguatkanpemahaman agama di lingkungan masyarakat.
5. Mendukung sikap tegaspemerintah mengenai pelarangan masalah ini.
6. Mengadakanpendekatan-pendekatan khusus kepada orang-orang yang terkena penyakit inisupaya kembali kepada fitrahnya.
Acara yang dihadiri oleh Ketua Mahasiswa Indonesia diPakistan (PPMI), ketua PCI Muhammadiyah dan seluruh warga Nahdliyin di Pakistanditutup dengan taushiyah dari Rais Syuriah PCINU H Ikmal Toha. Berada jauhdari Tanah Air, bukan alasan untuk tidak dapat memberikan kontribusi bagimasalah yang dialami oleh bangsa, tegasnya.
Menurutnya, mencurahkan pemikiran untuk memberikanpenerangan terhadap hal yang tidak sesuai dengan norma dan nilai agama adalahtugas kita semua. (Ahmad Dzikri Alhikam/Mahbib)
Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66303/hasil-bahtsul-masail-pcinu-pakistan-tentang-lgbt
Kitab Kuning Digital

EmoticonEmoticon