Selasa, 24 Mei 2011

Kiai Hasyim Imbau Para Tokoh Politik Tak Bebani Presiden

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Para politisi khususnya yang lebih senior diimbau menahan diri untuk tidak terlalu membebani Presiden Joko Widodo menyusul kisruh kepolisian dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rais Syuriah PBNU KH A Hasyim Muzadi mengatakan hal tersebut usai menyampaikan ceramah agama dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Al-Mawaddah Jalan Sadar Raya No 34 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kiai Hasyim Imbau Para Tokoh Politik Tak Bebani Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Imbau Para Tokoh Politik Tak Bebani Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Hasyim Imbau Para Tokoh Politik Tak Bebani Presiden

Saran saya tokoh-tokoh politisi yang lain, yang senior itu jangan terlalu membebani lah kepada presiden, ujarnya kepada Kitab Kuning Digital, Jumat (23/1).

Sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang baru saja dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Kiai Hasyim menyatakan akan menyampaikan langsung pendapatnya soal kisruh lembaga negara kepada presiden.

Kitab Kuning Digital

Kalau wantimpres itu pendapatnya nggak boleh diumumkan. (Jadi) harus langsung ke presiden, ujarnya.

Dalam ceramahnya, Kiai Hasyim memberi pertanyaan kepada hadirin tentang kondisi mutakhir negeri ini. Menurut bapak ibu, Indonesia sekarang ini ruwet apa ndak ruwet?, selorohnya yang langsung dijawab kompak hadirin, Ruweeett..

Kitab Kuning Digital

Bagi pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok dan Malang ini wajar saja Indonesia ruwet. Yo pantes aja ruwet karena terjadi begini dan begitu. Lha bagaimana ndak ruwet, masak KPK dan polisi saling tangkap, ujarnya.

Kalau semua mau jujur, lanjut Kiai Hasyim, negara ini akan aman. Makanya, negara ini butuh orang pinter yang bener. Dulu banyak orang bener tapi kurang pinter. Nah, sekarang gantian, banyak orang pinter tapi kurang bener, tandas Kiai Hasyim yang langsung disambut aplaus hadirin.

Menurut mantan Ketua Umum PBNU ini, perlu adanya keseimbangan antara akal pikiran dan hati. Keseimbangan itu hanya bisa didapatkan kalau ditopang dengan memperbanyak ibadah, tegasnya.

Sebagai rangkaian kegiatan Maulid Nabi dan doa bersama atas meninggalnya Almaghfurlah KH Muhammad Saalih, sang pendiri Pesantren Al-Mawaddah, dua pekan lalu. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57202/kiai-hasyim-imbau-para-tokoh-politik-tak-bebani-presiden

Kitab Kuning Digital

Situs ini merupakan dedikasi untuk negeri, sebagai kitab kuning digital. Kami selain share doa-doa, amalan, informasi, juga share download kitab kuning digital. Terimakasih.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock