Selasa, 13 Mei 2008

Warga Tionghoa Gandeng Pesantren Tebuireng Adakan Imlek bersama Gus Dur

Jombang, Kitab Kuning Digital. Antara KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Imlek tidak dapat dipisahkan. Karena jasa Gus Dur, masyarakat keturunan Tionghoa bisa merayakan tahun baru Imlek. Gus Dur meresmikan Imlek sebagai hari libur nasional.

"Sebagai bukti rasa syukur atas keberadaan hari raya Imlek Yayasan Bakti Moral Klenteng Cokro Surabaya mengajak Pesantren Tebuireng menyelenggarakan kegiatan merayakan Imlek bersama Gus Dur," kata Muhammad Rusydi kepada Kitab Kuning Digital, Sabtu (30/1).

Warga Tionghoa Gandeng Pesantren Tebuireng Adakan Imlek bersama Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Tionghoa Gandeng Pesantren Tebuireng Adakan Imlek bersama Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)


Warga Tionghoa Gandeng Pesantren Tebuireng Adakan Imlek bersama Gus Dur

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat dukungan pula dari Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT).

Kegiatan yang dilaksanakan Ahad (31/1) di sekitar Pesantren Tebuireng ini meliputi tiga agenda. "Pertama adalah silaturahmi, bakti sosial, serta ziarah ke makam keluarga Tebuireng," kata alumnus Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Jombang ini.

Kitab Kuning Digital

Untuk kegiatan silaturahmi, pengurus Yayasan Bakti Moral Klenteng Cokro (YBMKC) Surabaya yang berjumlah 50 orang akan melakukan pertemuan sekaligus memperkenalkan diri kepada pengurus Pesantren Tebuireng.

Kitab Kuning Digital

"Silaturahminya dilaksanakan jam 9 pagi di Gedung Yusuf Hasyim lantai dua dengan dihadiri pihak Pesantren Tebuireng dan YBMKC," kata pengurus LSPT ini.

Sedangkan untuk bakti sosial, YBMKC yang difasilitasi LSPT memberikan ratusan bingkisan paket sembako yang dikemas langsung dari Surabaya. "Secara simbolis, penerima sembako sebanyak 25 orang akan diundang pada acara silaturahmi," kata Rusydi.

Sedangkan sisa masyarakat penerima lainnya akan diberikan sesuai seleksi yang dilakukan LSPT. "Mereka adalah para warga kurang mampu yang berada di sekitar pesantren," terangnya.

Puncak dari kegiatan nanti adalah ziarah ke makam keluarga Pesantren Tebuireng. Karena di pesarean tersebut ada makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim, serta Gus Dur. "Hal tersebut dilakukan sebagai rasa terima kasih warga Tionghoa terhadap jasa besar Gus Dur sehingga keberadaan mereka diakui pemerintah serta diperkenankan memperingati hari raya Imlek," pungkas Rusydi. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65405/warga-tionghoa-gandeng-pesantren-tebuireng-adakan-imlek-bersama-gus-dur

Kitab Kuning Digital

Situs ini merupakan dedikasi untuk negeri, sebagai kitab kuning digital. Kami selain share doa-doa, amalan, informasi, juga share download kitab kuning digital. Terimakasih.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock