Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Agustus 2015

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang

Amalan Bulan Rajab - Bulan Rajab sangat banyak dinanti oleh orang Islam. Sebab bulan ini semakin mendekatkan hadirnya bulan Ramadan yang sangat agung. Oleh sebab itu, perlu kembali kita renungkan bagaimana KH Sholeh bin Umar Assamarani (dikenal Mbah Sholeh Darat) menjelaskan tentang fadlilah bulan Rajab ini.

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang - Kitab Kuning Digital
Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang - Kitab Kuning Digital


Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang

Dalam Kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Sholat karya Mbah Sholeh Darat halaman 83-88 dituliskan bab khusus tentang "Bab Fadlilah Rajab". Kitab yang ditulis dengan pegon dan diterbitkan oleh Thoha Putra Semarang ini sangat detail menjelaskan keutamaan Rajab merujuk pada hadits Nabi.

KH Sholeh menjelaskan: "Nabi bersabda: 'Barang siapa yang mengucapkan kalimat سبحان الحي القيوم sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari awal Rajab, mengucap سبحان الاحد الصمد sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari kedua, dan mengucap سبحان الرؤف sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari ketiga, maka tidak ada orang yang bisa menghitung pahalanya".

Hadits ini memberikan pengertian tentang bacaan atau wirid yang perlu didawamkan untuk dibaca setiap hari di bulan Rajab. Dan pahala yang didapatkan sangat banyak sekali, sehingga tidak bisa dihitung.

Dan Rasulullah Saw juga menyampaikan bahwa bulan Rajab adalah bulannya Allah Swt, sedangkan bulan Sya'ban adalah bulannya Rasulullah, sementara bulan Ramadan merupakan bulannya umat Muhammad. Maka Nabi selanjutnya menegaskan bahwa siapa saja yang menjalankan puasa sehari di bulan Rajab murni karena Allah tanpa niat lainnya, maka akan selalu mendapatkan ridla agung Allah dan dijanjikan tempat surga Firdaus.

Sedangkan pahala puasa Rajab dua hari akan mendapatkan kelipatan dua kali hitungan semua gunung di dunia. Puasa tiga hari mendapat pahala penghalang neraka. Puasa empat hari mendapat pahala diselamatkan dari segala bala' yang menimpa semacam junun, judzam dan barash serta diselamatkan dari fitnah Dajjal.

Sedangkan pahala puasa selama lima hari akan selamat dari siksa kubur. Pahala puasa enam hari adalah jaminan wajahnya bersinar saat keluar dari qubur sebagaimana sinar rembulan tanggal empat belas. (Baca Duta Islam: Keramat Mbah Sholeh Darat)

Adapun puasa tujuh hari adalah ditutupnya tujuh pintu neraka. Untuk pahala puasa di bulan Rajab delapan hari adalah dibukakan delapan pintu surga. Pahala puasa sembilan hari adalah akan bangun dari qubur dengan memanggil kalimat لا اله الا الله dan langsung masuk surga. Dan pahala sepuluh hari berpuasa adalah jalan mulus menuju shiratal mustaqim.

Mbah Sholeh Darat masih melanjutkan pahala puasa sebelas hari adalah tidak akan mendapat tandingan pahala kecuali orang yang sama menjalankan puasa 11 hari. Dan pahala puasa dua belas hari adalah mendapatkan pengakuan sebagai hamba yang mulia dibandingkan dunia dan seisinya. [Kitab Kuning Digital/ab]

Bersambung.....

Oleh M Rikza Chamami, Wakil Ketua KOPISODA (Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat), alumnus Qudsiyyah dan Dosen UIN Walisongo


Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/keutamaan-bulan-rajab-menurut-kh-sholeh-darat-semarang.html

Sabtu, 03 Desember 2011

Ulama Nusantara Dalam Sanad Minhajuth Thalibin dan Kanzur Raghibin

Kitab Kuning Digital - Khataman dan Ijazah kitab Kanzu ar-Raghibin Syarh Minhaj ath-Thalibin li an-Nawawi karya Imam Jalal ad-Din al-Mahalli untuk santri Sanah Rabi'ah, malam Jumat 28 Rajab 1437 H/ 5 Mei 2016 M di Masjid STAI Imam Syafi'i Cianjur.

Alhamdulillah ala ni'amihi, kitab yg terdiri dari 4 juz ini telah dibacakan dan diterangkan secara perhuruf dan perkata selama 4 tahun, mulai tahun 2012 hingga 2016, setiap minggunya 5 pelajaran dalam 5 hari (Ahad sampai Kamis), setiap pelajaran menghabiskan waktu 1 jam. Adapun masyayikh yang mengajarkan adalah: Tahun pertama/ juz pertama oleh Syaikh Syadi Arbasy ad-Dimasyqi

Tahun kedua/ juz 2 oleh Syaikh Muhammad Darwisy ad-Dimasyqi

Ulama Nusantara Dalam Sanad Minhajuth Thalibin dan Kanzur Raghibin - Kitab Kuning Digital
Ulama Nusantara Dalam Sanad Minhajuth Thalibin dan Kanzur Raghibin - Kitab Kuning Digital


Ulama Nusantara Dalam Sanad Minhajuth Thalibin dan Kanzur Raghibin

Tahun ketiga/ juz 3 oleh Syaikh Mahir al-Munajjid ad-Dimasyqi

Tahun keempat/ juz terakhir oleh Syaikh Syadi Arbasy ad-Dimasyqi. Silsilah sanad kitab yang diberikan kepada santri Sanah Rabi'ah ini melalui jalur ulama Nusantara yang telah disebutkan oleh Syaikh Yasin al-Fadani dalam kitabnya yang berjudul al-'Iqdu al-Farid min Jawahir al-Asanid. Berikut adalah Sanad untuk kitab Minhaj ath-Thalibin karya Imam an-Nawawi:

Santri Sanah Rabiah di Jami'ah Imam Syafi'i dari

Kitab Kuning Digital

1. Syaikh al-Faqih al-Ushuli Syadi Arbasy ad-Dimasyqi, dari

Kitab Kuning Digital

2. Syaikh al-Allamah al-Faqih al-Ushuli Hasan Hitou, hafizhahumallah, syaikh Hasan dari

3. Syaikh Musnid al-'Ashr YASIN AL-FADANI, dari

4. Syaikh al-Kiyahi BAQIR BIN NUR AL-JOGJAWI, Syaikh ALI BIN ABDULLAH AL-BANJARI, dan al-Faqih syaikh SHADAQAH BIN HAJI ABU BAKAT BIN RASYAD AL-MEDANI AS-SUMATHRI, ketiganya dari

5. Syaikh al-Kiyahi MAHFUZH BIN ABDULLAH AT-TARMASI, dari

6. Syaikh ZAINUDDIN BIN BADAWI AS-SUMBAWI, dari

7. Syaikh ABDUL KARIM AS-SAMBASI, dari

8. Syaikh al-Muammar Kyai NAWAWI BIN UMAR AL-BANTANI, dari

9. Syaikh ARSYAD BIN ABDUS SHOMAD AL-BANJARI, dari

10. Syaikh ABDUS SHOMAD BIN ABDURRAHMAN AL-FALIMBANI,

-----------PINDAH SANAD---------------

Syaikh Yasin al-Fadani juga meriwayatkan dari,

4. Habib al-Muammar ALI BIN ALI AL HABSYI AL MADANI, dan Kyai ABDUL MUHITH BIN YA'QUB SIDOARJO, keduanya dari

5. Al-Faqih kyai UMAR BIN SHOLEH BIN UMAR AS-SAMARANI, dari

6. Ayahnya, yaitu Syaikh SHOLEH BIN UMAR AS-SAMARANI, dari

7. Syaikh ABDUS SHOMAD BIN ABDUR RAMHAN AL-FALIMBANI, dari

8. Al-Muammar AQIB BIN HASANUDDIN BIN JA'FAR AL-FALIMBANI, dari

9. Pamannya, yaitu Syaikh THAYYIB BIN JA'FAR AL-FALIMBANI, dari

10. Ayahnya, yaitu Syaikh JA'FAR BIN MUHAMMAD BIN BADRUDDIN AL-FALIMBANI, dari

11. Imam Syamsuddin Muhammad bin Ala' al-Babili, dari

12. Imam Nurudiin Ali bin Yahya az-Ziyadi, dari

13. Imam Jamaluddin Sayyid Yusuf bin Abdullah al-Armayuni, dari

14. Imam Jalaluddin Abul Fadl Abdurrahman as-Suyuthi, dari

15. Syaikhul Islam, Alamuddin Sholih bin Umar al-Bulqini, dari

16. Ayahnya, yaitu Imam Sirajuddin Umar bin Ruslan al-Bulqini, dari

17. Imam Abul Hajjaj Yusuf bin Abdurrahman az-Zay, dari

18. Sang Muallif, Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi

Dan dibawah ini adalah sanad dengan jalur ulama Nusantara untuk kitab Syarh Imam al-Mahalli atas kitab Minhaj ath-Thalibin yang bernama Kanzu ar-Raghibin:

Santi Sanah Rabiah STAI IMAM SYAFII CIANJUR dari

1. Syaikh al-Faqih al-Ushuli Syadi Arbasy ad-Dimasyqi, dari

2. Syaikh al-Faqih al-Ushuli Muhammad Hasan hitou, dari

3. Musnid al-Ashr Syaikh YASIN AL-FADANI, dari

4. Syaikh ALI BIN UBAIDULLAH AL-BANJARI, dari

5. Syaikh ZAINUDDIN BIN BADAWI AS-SUMBAWI, dari

6. Syaikh al-Muammar NAWAWI BIN UMAR AL-BANTANI, dari

7. Syaikh ARSYAD BIN ABDUS SHOMAD AL-BANJARI AL-MARTAFURI, dari

8. Sayyid Imam Murtadla az-Zabidi (penulis kitab Ithaf Sadat al-Muttaqin Syarah Ihya Ulumiddin), dari

9. Sayyid Ahmad bin Muhammad Syarif Maqbul al-Ahdal, dari

10. Sayyid Ahmad bin Idria al-Hasani, dari

11. Sayyid Muhammad bin Abu Bakar asy-Syilli al-Makki, dari

12. Imam Syamsuddin Muhammad bin Ala' al-Babili, dari

13. Imam Ahmad bin Abu Bakar al-Khazraji al-Anshari yang terkenal dg sebutan Qu'ud al-Imam, dari Imam Yusuf bin Abdullah al-Husaini al-Armayuni, dari

14. Imam Jalaluddin as-Suyuthi, dari

15. Sang Muallif, asy-Syarih al-Muhaqqiq al-Mudaqqiq Imam Jalaluddin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad al-Mahalli Radliyallahu anhum ajmain.

Source: kertas ijazah yang ditulis Syaikh Syadi Arbasy dan kitab al-Iqdu al-Farid karya Syaikh Yasin al-Fadani (hlm.70-71 dan 77)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/ulama-nusantara-dalam-sanad-minhajuth-thalibin-dan-kanzur-raghibin.html

Rabu, 07 Oktober 2009

Santri Gus Dur Menjawab Tantangan Global

Oleh Moh. Abdul Aziz Nawawi

Pengembangan sumber daya manusia dalam Kajian Bulanan Gusdurian Jogjakarta (KBGJ) merupakan bagian dari salah satu kegiatan Jaringan Gusdurian Jogjakarta. KBGJ memiliki harapan terhadap peran lembaga pendidikan tinggi di Indonesia belakangan ini makin membesar ketika masyarakat makin tidak memiliki harapan terhadap berbagai lembaga pemerintah yang mampu menjadi lokomatif perubahan.

Alih-alih mampu menjadi lokomatif kemajuan, berbagai lembaga pemerintah yang memiliki mandat menjalankan agenda reformasi justru sibuk membersihkan dirinya dari hiruk-pikuk praktik korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN). Peran yang harus dimaninkan oleh Kajian Bulanan Gusdurian Jogjakarta (KBGJ) tentu sangat terkait dengan tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia ke depan.

Santri Gus Dur Menjawab Tantangan Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Gus Dur Menjawab Tantangan Global (Sumber Gambar : Nu Online)


Santri Gus Dur Menjawab Tantangan Global

Eksistensi Indonesia dipertaruhkan ditengah-tengah sengitnya kompetisi merebut supremasi global. Urgensi untuk menjadi bangsa yang unggul tersebut makin terasa dengan diberlakukannya pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sejak tanggal 1 Januari 2016.

Kitab Kuning Digital

Tantangan Indonesia

Kitab Kuning Digital

Bagaimana tantangan besar bangsa Indonesia saat ini? Merefleksikan perkembangan kompleksitas persoalan Indonesia, beberapa masalah yang perlu diselesaikan, yakni membangun kembali kepercayaan (trust), menjaga pluralitas, dan membumikan berbagai teori global yang lebih relevan dengan tradisi lokal Nusantara. Indonesia mestinya dapat membanggakan diri. Sejak Indonesia mengadopsi sistem demokrasi, Indonesia telah dinobatkan sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia.

Sayangnya, realitas menunjukkan bahwa kualitas kita berdemokrasi masih pada tataran demokrasi prosedural. Sudah beberapa kali bangsa kita menyelenggarakan pemilihan umum. Namun, kualitas Pemilu masih terlihat belum membaik. Pemilu gagal menghasilkan wakil rakyat yang aspiratif. Pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung juga gagal melahirkan pemimpin yang mumpuni. Data kementerian dalam negeri menyebut, sampai hari ini, ada sekitar 311 kepala daerah terlibat korupsi.

Akar persoalannya adalah karena buruknya kinerja partai politik. Partai politik yang mestinya menjadi simbol demokrasi saat ini malah identik dengan korupsi. Suramnya praktik demokratisasi di Indonesia itu terkulminasi pada tumbuhnya rasa ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap semua lembaga publik. Tantangan lain, menjaga pluralisme dan melindungi kelompok minoritas.

Demokrasi yang cenderung liberal telah menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, demokrasi memberi ruang kebebasan kepada seluruh masyarakat. Namun, di sisi lain kebebasan tersebut sering disalahgunakan. Berbagai kasus penyerangan terhadap kelompok minoritas, menunjukkan bahwa demokrasi yang berbasis konstitusi sebagaimana dikatakan oleh Thomas Jefferson bahwa minoritas harus tetap dilindungi.

Persoalan lainnya, merespon kebijakan liberalisasi. Adopsi prinsip-prinsip liberal tersebut telah membuat berbagai ukuran keberhasilan kehidupan masyarakat saat ini lebih banyak di dasarkan pada pencapaian hal-hal yang bersifat material/kebendaan sehingga mendorong banyak orang menggunakan jalan pintas: korupsi. Kecenderungan liberalisme yang berlebihan telah membuat banyak anak muda Indonesia mudah terpengaruh produk teknologi dan budaya luar.

Peran KBGJ

Kajian Bulanan Gusdurian Jogjakarta (KBGJ), termasuk aktivis santri Gus Dur, memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu, kurikulum dalam KBGJ dirancang agar tidak hanya menghasilkan manusia cerdas, tetapi juag berbudaya dan memiliki wawasan global.

Para aktivis KBGJ di berbagai titik di Indonesia diharapkan menjadi pribadi yang memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, dan memiliki kepercayaan diri untuk bersaing di level global terutama Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dan untuk mencapai tujuan tersebut, KBGJ harus dilakukan dengan cara: pertama, mengintegrasi dan menginterkoneksikan kurikulum yang bersifat intra dan ekstra kurikuler. Dengan cara ini mahasiswa diberi kesempatan menyeimbangkan waktu nya untuk belajar di tempat dimana KBGJ berada dan mengembangkan diri untuk mengikuti kegiatan yang bersipat soft-skill.

Kedua, membekali mahasiswa baru dengan nilai-nilai kebangsaan dan ke-pluralisme-an agar para aktivis baru memiliki pemahaman terhadap jati diri bangsanya dan karakter plural bangsa Indonesia. Ketiga, mendorong mahasiswa untuk memiliki wawasan luas dengan melihat dunia luar (outward looking). Dengan cara ini mahasiswa akan memiliki rasa percaya diri sebagai bangsa besar dan mampu memposisikan dirinya sama tinggi ditengah-tengah negara lain.***

Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Asisten Dosen Pemikiran Pendidikan Islam (PPI) di UIN Sunan Kalijaga.

Dari (Opini) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70249/santri-gus-dur-menjawab-tantangan-global

Kitab Kuning Digital

Minggu, 27 September 2009

Semakin Banyak Isi Kitab Kuning Yang Diubah

Kitab Kuning Digital - Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan kepada pihak pondok pesantren bahwa fenomena perang pemikiran yang terjadi sekarang ini di kalangan internal umat Islam, telah mengancam isi dari kitab kuning.

Kitab Kuning yang menjadi rujukan pesantren kepada kitab-kitab keislaman kontemporer ini menjadi legitimasi arus pemikiran di luar yang telah diajarkan oleh para penulisnya.

Semakin Banyak Isi Kitab Kuning Yang Diubah - Kitab Kuning Digital
Semakin Banyak Isi Kitab Kuning Yang Diubah - Kitab Kuning Digital


Semakin Banyak Isi Kitab Kuning Yang Diubah

Hal itu disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Ace Saefuddin usai menerima perwakilan dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) di kantor Kemenag Jakarta. “Saat ini upaya pengubahan dan penyusupan isi kitab-kitab pelajaran agama atau biasa disebut kitab kuning semakin gencar,” ujarnya, Kamis (23/1).

Kitab Kuning Digital

Hal ini, menurut dia, terjadi karena perang pemikiran antara kelompok Salafiyah yang diwakilkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan Kelompok Islam garis keras atau yang biasa dikenal dengan Wahabi. “Di dalam kitab yang disusupi ada kalimat-kalimat tertentu yang menyalahkan arti sehingga mengandung perbedaan faham,” kata dia.

Penyusupan itu, kata Ace, seperti dengan tahrib atau menghilangkan ide yang asli, ada juga melalui tahqiq atau membuat tafsir baru seperti AlQurannya Ahmadiyah. Penyusupan terjadi melalui software komputer dalam penggunaan kitab-kitab ini yaitu Maktabah Syamila yang kini mulai populer digunakan dikalangan para santri pondok pesantren modern.

Karenanya, ia mengingatkan kepada pihak pondok pesantren baik Kiai atau santri untuk memperhatikan hal ini. Pihaknya juga menghimbau agar Kiai bisa memberikan pemahaman yang benar sesuai asli penulisnya kepada para santri. Ini sebagai bentuk antisipasi, agar santri bisa membedakan seperti apa kitab-kitab yang masih asli sesuai karangan penulisnya dan mana yang telah diubah.

Kitab Kuning Digital

Begitu banyak kitab para ulama dicetak dan beredar, tetapi isinya sudah diputar-balik sedemikian rupa, sehingga seolah-olah penulisnya itu 100 persen cocok dengan ‘selera’ mereka. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah kitmanul-haq, atau setidaknya sebuah pengkhianatan. Dalam istilah ilmu hadits, namanya tadlis.

Berikut isi kitab kuning yang telah diubah oleh tangan-tangan jahil Wahabi: Bila dalam kitab kuning al-Ibanah karya Imam Abul Hasan al-Asy’ari terdapat tulisan yang secara eksplisit maupun implisit mendukung tajsim dan tasybih, maka dipastikan kitab tersebut diubah.

Bila dalam kitab kuning Shahih Bukhari, pasal al-Ma’rifah dan Bab al-Madholim tidak ada/hilang, maka dapat dipastikan kitab tersebut diubah, karena Imam Ibnu Hajar al-Asqolani dalam Fathul Bari menjelaskan adanya pasal tersebut.

Bila pasal Ziarah Kubur Nabi Muhammad SAW di dalam kitab kuning Riyadlus Sholihin berubah menjadi pasal Ziarah Masjid Nabi SAW, maka kitab tersebut diubah.

Di dalam kitab Diwan Asy Syafi’i halaman 47 ada bait yang berbunyi, “Faqihan wa Shufiyyan Fakun Laisa Wahidan, yang artinya "Jadilah ahli fiqih dan Shufi sekaligus, jangan hanya salah satunya…dan seterusnya." Bila bait ini hilang maka kitab kuning tersebut diubah.

Bila Hadits tentang Fadhoil Maryam, Asiyah, Khodijah dan Fatimah hilang dari kitab Shahih Muslim, maka kitab itu diubah karena Mustadrak al-Hakim mencatat itu.

Bila Hadits tentang Nabi SAW mempersaudarakan Muhajirin dan Anshor, serta mempersaudarakan dirinya dengan Sayidina Ali tidak ada di dalam Musnad Imam Ahmad, maka Musnad tersebut diubah.

Bila pasal khusus tentang Wali, Abdal, Sholihin dan Karomah, tidak ada di dalam Hasyiyah Ibnu Abidin yang bermadzhab Hanafi, maka kitab tersebut diubah.

Bila tulisan bahwa "Wahabi adalah jelma'an khawarij yang telah merusak penafsiran Al-Qur'an dan As-Sunnah, suka membunuh kaum muslimin…dan seterusnya" dalam kitab Hasyiyah Ash-Showi ala Tafsir Jalalain karya Syeikh Ahmad bin Muhammad Ash-Showi al-Maliki halaman 78 tidak ada, maka kitab tersebut diubah!

Di dalam kitab Al-Fawaid Al-Muntakhobat karya Ibnu Jami Aziz Zubairi halaman 207 menyatakan bhwa Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah Thoghut Besar. Bila tulisan ini tidak ada, maka kitab tersebut diubah.

Bila Bab Istighothah pada kitab al-Mughni karya Imam Ibnu Qudamah al-Hanbali tidak ada, maka kitab tersebut diubah. Demikian pengumuman isi kitab kuning yang diubah oleh tangan-tangan wahabi hingga saat ini. Jangan mudah untuk download kitab kuning di sembarang situs. Jika Anda ingin mendownload pdf kitab kuning ulama nusantara, Anda bisa klik Download Ratusan Karya Ulama Nusantara. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/semakin-banyak-isi-kitab-kuning-yang-diubah.html

Sabtu, 13 Juni 2009

Gus Dur Lahir dari Islam Ahlussunah wal Jamaah

Yogyakarta, Kitab Kuning Digital. Ketua PBNU H Imam Aziz melihat gagasan keislaman Gus Dur yang paling sistematis terletak pada tahun 1980-an. Gus Dur yang lahir dari paham Ahlussunah wal Jamaah melihat hampir semua melalui pendekatan aqidah, syariah, dan tasawuf.

"Dari tiga dasar itu Gus Dur merumuskan bagaimana poin-poin beberapa hal yang perlu dirumuskan dengan baik. Saya mencatat ada tujuh butir yang dirumuskan oleh Gus Dur," kata H Imam Aziz saat menjadi narasumber dalam Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) tentang Gus Dur dan gagasan keislaman.

Gus Dur Lahir dari Islam Ahlussunah wal Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Lahir dari Islam Ahlussunah wal Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Dur Lahir dari Islam Ahlussunah wal Jamaah

Tujuh rumusan itu merupakan cara pandang untuk memahami Islam. "Islam sebagai cara pandang hidup yang dinamis," ungkapnya.

Imam Aziz menyebut pertama, pandangan manusia dan tempatnya dalam kehidupan. "Dalam pemikiran Gus Dur, manusia itu wajib untuk merencanakan kehidupan, baik tatanan individu atau masyarakat. Rencana adalah wajib. Ini dipadukan untuk menyerahkan hasil akhir kepada Allah," tambah Imam Aziz.

Kitab Kuning Digital

Kedua, pandangan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Pengetahuan harus sebanyak-banyaknya yang dalam implementasinya harus mempertimbangkan manfaat dan mudharatnya," jelasnya.

Ketiga, pandangan ekonomi sosial masyarakat. Keempat, pandangan tentang individu dan masyarakat. "Bagi Gus Dur yang paling utama adalah bagaimana mengakui hak individu. Jangan sampai hak masyarakat lebih besar daripada hak individu," tegas Imam.

Kitab Kuning Digital

Kelima, pandangan tentang tradisi tentang pendidikan, politik, dan budaya. Keenam, pandangan tentang pengembangan masyarakat. Ketujuh, asas-asas internalisasi dan sosialisasi.

"Gus Dur melihat kemanusiaan adalah tertinggi dalam keberagaman. Pembelaan Gus Dur terhadap manusia itu mutlak. Manusia itu baik dan cenderung buruk, walaupun mengalami keburukan tetapi tetap berharga," jelas Imam Aziz dalam akhir sesinya. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64099/gus-dur-lahir-dari-islam-ahlussunah-wal-jamaah

Kitab Kuning Digital

Jumat, 22 Mei 2009

PBNU Minta Kader NU Tidak Berebut Jadi Cagub Jatim

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung kader NU yang berniat maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jawa Timur, namun tidak boleh saling berebut di antara sesama kader.

"Bagaimana caranya supaya tidak berebut, itu yang nanti kita diskusikan dengan para kiai," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Selasa.

PBNU Minta Kader NU Tidak Berebut Jadi Cagub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Kader NU Tidak Berebut Jadi Cagub Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Minta Kader NU Tidak Berebut Jadi Cagub Jatim

Jawa Timur merupakan daerah basis NU, maka sudah selayaknya kader NU tampil memimpin provinsi itu sebagai gubernur, ujar Said Aqil.

Untuk itu, akan dicari jalan terbaik agar hanya ada satu kader NU yang tampil di Pilgub Jatim supaya peluang untuk menang lebih besar.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Saat ini, kader NU Saifullah Yusuf yang juga salah satu Ketua PBNU menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim mendampingi Gubernur Soekarwo dari Partai Demokrat.

Pada Pilgub Jatim 2008, Soekarwo-Saifullah Yusuf mengalahkan Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Muslimat NU, yang berpasangan dengan mantan Kepala Staf Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI (Purn) Mudjiono setelah bertarung dalam tiga putaran.

Untuk Pilgub Jatim 2013, Saifullah Yusuf yang sebelumnya disebut-sebut kembali akan berpasangan dengan Soekarwo, dikabarkan akan maju sendiri sebagai calon gubernur.

Sementara itu, sejumlah kalangan di Jawa Timur juga menginginkan agar Khofifah kembali maju sebagai calon gubernur.

Namun, Menteri Pemberdayaan Perempuan era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid itu belum mengambil keputusan.

Kemungkinan akan bersaingnya antarkader NU sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jatim 2014, menjadi keprihatinan sejumlah kalangan NU karena dikhawatirkan suara warga NU akan terpecah sehingga posisi gubernur gagal diraih.

Menurut Rais Syuriyah Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, warga NU harus belajar dari Pilgub Jatim 2008, dimana dua kader NU, Khofifah dan Saifullah Yusuf, saling "bertarung".

Jika kader NU yang maju hanya satu orang, kata Hasyim, maka peluang menang cukup besar. Tapi, lanjutnya, kader NU harus maju sebagai calon gubernur, bukan wakil gubernur.

"Hendaknya kita belajar dari nasib Saifullah Yusuf yang ternyata tidak diberi peran apa-apa selama jadi wagub. Padahal sudah menggunakan label NU," katanya.

Redaktur: Hamzah Sahal

Sumber : Antara

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41226/pbnu-minta-kader-nu-tidak-berebut-jadi-cagub-jatim

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock