Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2016

Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella

Kudus, Kitab Kuning Digital. Departeman Keputrian IPPNU kecamatan Jati kabupaten Kudus setiap bulan mengasah keterampilan kadernya di tingkat ranting dan komisariat. Departemen ini mengadakan pelatihan membuat Selai Rosella di TPQ Maslichah, Jati Kulon, Kudus, Jumat (16/1).

Pelatihan sekali sebulan ini melatih para anggota IPPNU untuk membuat berbagai makanan dan kerajinan tangan.

Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella (Sumber Gambar : Nu Online)
Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella (Sumber Gambar : Nu Online)


Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella

Mereka menyediakan berbagai sarana untuk membuat Selai Rosella seperti meja, kompor gas, wajan, panci, dan lain sebagainya. Selain perkakas, bahan-bahan selai juga dihadrikan mulai dari bunga Rosella yang sudah kering, air, tepung Maizena, gula putih, dan vanilla pasta.

Para peserta dipersilakan mengaduk adonan yang sudah ada di atas wajan. Setelah Selai Rosella sudah jadi, mereka mencicipi hasilnya. Mereka mencicipi selai itu dengan mengoleskannya di lembaran roti tawar. Selain anggota IPPNU, sebagian peserta terdiri atas kader IPNU.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Ketua IPPNU Jati Irlina Hikmawati mengatakan, Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara membuat selai Rosella. Pelatihan ini diharapkan untuk diteruskan di tingkat ranting agar produknya segera dipasarkan sebagai pemasukan keuangan bagi ranting.

Irlina menambahkan, pelatihan ini sekurangnya memberikan bekal pengalaman kreatif bagi para calon ibu yang kini menjadi anggota IPPNU. Dengan bekal ini, mereka diharapkan mampu mengembangkan diri agar bisa membuat bermacam-macam makanan dan kerajinan tangan lainnya yang berdaya saing. (Dedi Hemanto/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57042/keputrian-ippnu-jati-latih-keterampilan-membuat-selai-rosella

Kitab Kuning Digital

Kamis, 22 Oktober 2015

NU Pasca 212 dan Glorifikasi Politik Rasial Pilkada DKI

Kitab Kuning Digital - Sebutan aksi super damai Jumat 12 Desember 2016 di kawasan Monas Jakarta-- konon mencengangkan dunia. Aksi massa yang biasanya dalam hitungan puluhan ribu orang, 212 memobilisasi ratusan ribu. Aksi massa besar yang biasanya dibumbui praktek rusuh, 212 berlangsung sangat damai.

Aksi massa akbar yang biasanya menyisakan sampah dan pengrusakan taman, 212 berakhir dengan kesan bersih dan rapih. 212 banjir pujian publik. Ingat sambutan dan pekik takbir Presiden Joko Widodo usai Jumatan bersama jamaah Aksi?

Masih misteri bagaimana 212 bisa terorganisasi. Adakah karena FPI Habib Rizieq? Selama ini pengerahan massa FPI dalam berbagai momen hanya bergerombol dan terkenal anarkis atas nama nahi munkar. Adakah karena isu penistaan agama? Bukan kali ini saja isu penistaan kitab suci mengemuka. Adakah karena semangat khilafah?

Dalam urusan ancaman atas NKRI, Polri dan TNI tidak mungkin mentoleransi. Adakah karena sentimen Wahabi? Aliran ini tidak lazim dengan demo dan festival shalawatan. Adakah karena kepentingan Pilkada DKI? Massa 212 melibatkan peserta dari berbagai daerah yang tidak ada hubungannya dengan DKI.

Demikian misteri sehingga 212 diglorifikasi sebagai gerakan suci atas nama Tuhan. Konsekuensinya, upaya merasionalisasikan 212 atau apatis dengan 212 --apalagi mengkritisinya-- menjadi sasaran buli.

Adalah Nahdlatul Ulama (NU) korbannya. NU dibuli habis di medsos. Seabreg sebutan negatif menyasar para tokoh dan pengurus NU. Resonansi Islam Nusantara yang menjadi trade-mark NU bagai tenggelam dalam kubangan hina versus Islam militan. Aktifis NU merasa kewalahan dengan arus cacian dan olok-olok. Bahkan tidak sedikit di antara nahdliyyin sendiri pun termakan dan larut dalam tradisi buli --melupakan martabat kyai.

Jamiyyah NU memang tidak mendorong warganya untuk ikut dalam 212. PBNU melalui Lembaga Bahtsul Masailnya mengeluarkan simpulan tidak sah bershalat jumat di jalan umum. Salah seorang tokohnya men-tweet kalau rencana shalat di sepanjang jalan MH Thamrin itu bid'ah besar. Alih-alih ikut 212, pesantren-pesantren nahdliyyin seperti Lirboyo, Tebu Ireng, Langitan, Sarang, Lasem, Kajen, dan Babakan Ciwaringin lebih asyik mengaji sebagaimana kesehariannya.

212 sudah berlalu. Apa akan ada aksi serupa atau aksi lanjutan ke depan? Belum ada berita resmi. Bagaimana dengan NU? Apa akan ada reposisi sebagai adjustment atas dampak 212? Ataukah NU akan terpolarisasi antara NU Rais Am dan NU Ketua Umum? Ataukah NU akan semakin mengkristal dalam watak kebangsaannya? Sambil menuggu perkembangan apa yang akan terjadi dengan NU paska 212, beberapa catatan kecil berikut mungkin bisa diperhatikan.

Tradisi konflik dalam sejarah NU sudah menjadi watak. Pernyataan ini jangan buru-buru diterima. Ada catatannya, yakni bahwa konflik dalam tradisi NU bukanlah pertengkaran atau perseteruan, tetapi lebih pada perbedaan pendekatan dalam merespons permasalahan. Sebabnya sederhana, yakni adanya independensi pada setiap kyai, karena satu sama lain tidak ada pretensi saling menguasai. Bukankah jamiyyah bertugas untuk menyatukan? Memang. Tetapi dalam NU, persatuan tidak menafikan kemandirian dan perbedaan. Fenomena inilah yang sering difahami di permukaan sebagai konflik.

Tidak dipungkiri NU lekat dengan kultur Jawa-santri. Ciri menonjol kultur ini adalah respek terhadap habaib di satu sisi dan respek terhadap budaya lokal di sisi lain. Apa yang diminta dan diperintah Habaib hampir pasti dijalankan. Namun dalam keseharian nahdliyyin berbaur dengan kehidupan masyarakat sebagaimana adanya.

Para kyai bersedia menemani kalangan yang minimalis dalam beragama. Tidak heran jika simbol kekiyaian tidak selalu identik dengan nuansa Arab. Santrinisasi yang dilakukan kyai lebih bersifat substantif sehingga terkesan membela budaya lokal dari pada budaya Arab. Corak pemikiran keagamaan di kalangan NU sederhananya bergerak antara fiqh dan tasawwuf. Interaksi antara dua pendekatan yang menonjol ini membuat produk pemikiran NU tegas tetapi lentur. Tegas dalam kedudukan hukumnya, tetapi lentur dalam proses penerapannya. Dalam banyak kasus, kesan lentur lebih dominan sehingga dianggap plin-plan oleh kalangan yang ketat dengan syariah. Walaupun, dalam kenyataannya, kelenturan itu justru menguntungkan kepentingan orang banyak.

Pola politik NU lebih menekankan komitmen kebangsaan. Ini berbeda dengan pola politik Islam-puritan yang bersikeras menerapkàn syariah sebagaimana difahaminya. Bagi kelompok ini, sebuah negara-bangsa harus tunduk pada formalitas Islam. Sementara bagi NU, Pancasila adalah azaz final NKRI. Menjalankan Pancasila adalah menjalankan Islam.

Walau bernama Pancasila, ideologi negara ini sejalan dengan ajaran Islam sebagaimana diperjuangkan para kyai yang ikut menyusun konstitusi negara ini. Sebaliknya, menjalankan apa yang disebut syariat Islam dengan menentang Pancasila, akan membahayakan NKRI dan pada gilirannya merugikan perjuangan Islam yang sebenarnya. Dengan Pancasila, hubungan Islam dan negara dipandang sudah selesai. Posisi ini bukan tanpa argumen Al-Quran dan al-Hadits sebagaimana lazimnya para kyai berfikir dan bertindak.

Demikian total komitmen NU terhadap Pancasila dan NKRI sehingga siapa saja yang menyelewengkan atau berusaha memecah belahnya, akan dilawan habis. Dalam sejarah, NU tidak ragu berjihad untuk mengusir penjajah yang melanggar kedaulatan NKRI. Sejarah juga mencatat kegigihan relawan nahdliyyin dalam mengganyang PKI yang mempreteli Pancasila.

Begitupun NU tidak mentoleransi gerakan pendirian Negara Islam yang akan menggantikan NKRI. NU sangat sadar mana gerakan Islam sebagai sebuah dakwah amar makruf nahi munkar dan mana gerakan Islam sebagai alat pemburu kepentingan.

Gerakan politik Islam dimungkinkan muncul dalam alam demokrasi. Bahkan tidak jarang resonansinya mencuat begitu kuat dan memukau. Kalangan a-historis mudah termakan dan larut begitu saja dalam jargon-jargon kitab suci yang diusung politik Islam ini.

Dalam waktu bersamaan, gerakan kebangsaan berbasis budaya lokal tidak jarang menunjukan posisi alergi terhadap peran agama. Arti dan peran ajaran agama direduksi dan bahkan cenderung dinafikan. Kekuatan moral agama pun cenderung terabaikan alias dijauhkan dari Pancasila.

Dua arus dan pola politik ekstrim ini akan terus bertarung dan seringkali mempertaruhkan keberlangsungan NKRI. Adalah NU --dari kalangan Islam-- yang mengambil posisi penyeimbang dan pemersatu, konsisten dengan Pancasila dan setia dengan NKRI.

Dinamika dan konstalasi politik terus bergerak. Kehadiran NU sangat vital dan menjadi target perhatian semua faksi. Dengan pengalamannya yang panjang dan pola keberagamaannya yang istiqamah dan toleran, NU harus semakin cerdas dan berani.

Penetrasi politik Islam belakangan sangat tinggi sebagai reaksi atas kekuatan politik kebangsaan yang mendominasi berbagai lini pemerintahan. Sangat mungkin muncul reaksi balik yang menekan politik Islam pada gilirannya.

Pertarungan boleh jadi akan terus memanas, tetapi politik adiluhung NU harus terus hidup dan menjadi pemersatu semua elemen bangsa. Tidak dalam posisi terjepit, melainkan dalam posisi terdepan untuk mengawal Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI. Wallahu a'lam bish-shawab. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/nu-pasca-212-dan-glorifikasi-politik-rasial-pilkada-dki.html

Jumat, 05 Juni 2015

Kumpulan Situs Islam Radikal dan Hoax yang Dihimpun Cyber NU Bersama LTN PBNU

Kitab Kuning Digital - Situs islam radikal di Indonesia kini jumlahnya ratusan hingga ribuan. Banyak diantaranya sudah diblokir oleh Menkominfo karena dianggap melakukan provokasi via online. Misalnya posmetro.co dan juga habibrizieq.com. Namun, situs macam suara-islam.com, jurnalmuslim.com dan juga nahimunkar.com, baru-baru ini sudah kembali dibuka.

Ada yang menduga, Menkominfo kini sudah disusupi oleh para pemilik jaringan situs islam radikal di indonesia. Padahal, banyak kumpulan situs islam terbaik yang bisa dikampanyekan untuk menangkal radikalisme agama, yang saat ini sedang menguat di tengah sentimen berbau SARA serta tiada henti menyerang sendi-sendi kerukuman umat beragama.

Berikut adalah kumpulan situs islam radikal yang berhasil dikumpulkan oleh tim cyber NU dan LTNNU PBNU. Anda harus waspada terhadap kumpulan nama situs islam yang biasa membuat postingan barbau SARA, anti Cina, Anti NKRI dan anti pemerintah.

LEVEL I

Arrahmah Media http://arrahmah.com

Voa Islam http://voa-islam.com

Al Mustaqbal Media http://al-mustaqbal.net (ISIS)

Daulah Islamiyah http://daulahislamiyah.com (ISIS)

Nahi Munkar http://nahimunkar.com

Salam Online http://salam-online.com

Shautus Salam http://shoutussalam.com (ISIS)

Muqawamah Media http://muqawamah.com

Kajian Mujahid http://www.kafilahmujahid.com

WA Islama http://www.waislama.net (ISIS)

Jihad News http://jihad-news.com

Syam Organizer http://www.syamorganizer.com/

Ashhabul Kahfi http://www.ashhabulkahfi.com/ (ISIS)

LEVEL II

Hidayatullah Online http://hidayatullah.com

Under Ground Tauhid http://undergroundtauhid.com (afiliasi Hidayatullah)

Suara Islam http://suara-islam.com

Suara Media http://suaramedia.com

Media Islam Net http://mediaislamnet.com

Gema Islam http://gemaislam.com

Kompas Islam http://kompasislam.com

LASDIPO http://www.lasdipo.com (ISIS)

Jurnal Islam http://www.jurnalislam.com

Kabar Suriah versi Wahhabi http://www.kabarsuriah.com

Sunnah Care http://www.sunnahcare.com

Daulah Islam http://daulahislam.com

LEVEL III

Solusi Islam http://www.solusiislam.com

Kiblat Net http://kiblat.net

Dakwah Islam http://dakwah-islam.org

Thariquna http://www.thoriquna.com

Millah Ibrahim News http://millahibrahim-news.com

Anti Liberal News http://antiliberalnews.com

Era Muslim http://eramuslim.com

AQL Center http://aqlislamiccenter.com

Wahdah Islamiyah http://wahdahmakassar.org

Liputan Kita http://www.liputan-kita.com

Syamina http://www.syamina.com/

LEVEL IV .

Dunia Terkini http://www.duniaterkini.com/

Panji Mas http://panjimas.com/

HTI DAN WEB YANG BERAFILIASI

Tribun Islam http://www.tribunislam.com/

Angkringan Dakwah http://angkringandakwah.com

Hizbut Tahrir Indonesia http://hizbut-tahrir.or.id

Visi Muslim http://visimuslim.com

Detik Islam http://detikislam.com

Syabab Indonesia http://syababindonesia.com

Banua Syariah http://banuasyariah.com

Al Khilafah http://al-khilafah.org

Global Muslim http://globalmuslim.web.id

Media Umat HTI http://mediaumat.com

Bring Islam Syabab HTI http://bringislam.web.id

Felix Y Siauw / Felix Yanwar http://felixsiauw.com

Dakwah Media http://dakwahmedia.com

Syabab http://syabab.com

Berita Islam BIZ http://beritaislam.biz

Syariah Publications http://syariahpublications.com

Liputan 6 Islam http://liputan6islam.blogspot.com ganti menjadi

Liputan 6 Islam http://www.liputan6islam.com

Muslim Media News http://muslim-medianews.blogspot.com (cloning)

Cangkrukan Politik HTI http://www.cangkrukanpolitik.com

Dakwah UII http://www.dakwahuii.com

Save Islam http://save-islam.com

Heni Putra http://heniputra.biz

Irfan Abu Naveed http://irfanabunaveed.com

Fahmi Amhar http://www.fahmiamhar.com

Muslimah Syahidah http://www.syahidah.web.id

Bisyarah http://bisyarah.com

Dakwah Tangerang http://dakwahtangerang.com/

Samudera News http://www.samudra-news.com/

Suara Khilafah http://www.suarakhilafah.com

PKS DAN WEB YANG BERAFILIASI

PKS Piyungan http://portalpiyungan.co`

Dakwatuna http://dakwatuna.com

Islam Pos http://islampos.com

Intelijen http://http://www.intelijen.co.id

Tarqiyah Online http://tarqiyahonline.com

Suara News http://suaranews.com

Bersama Dakwah http://bersamadakwah.com

Fimadani http://fimadani.com

Islamedia http://islamedia.web.id pindah ke

Islamedia http://islamedia.co

PKPU http://pkpu.or.id

Nabawia http://nabawia.com

Al Intima http://www.al-intima.com

Intrik News http://www.intriknews.com

Islamia News http://islamianews.com

Izza Media http://www.izzamedia.com

Media Islamia http://www.mediaislamia.com

Al Ikhwan http://www.al-ikhwan.net

PKS Nongsa http://www.pksnongsa.org

PKS Karimun http://www.pkskarimun.org

PKS Sumatera Utarahttp://www.pkssumut.or.id

Kabar PKS http://www.kabarpks.com

PKS Bekasi http://pks-kotabekasi.org

PKS Bandung http://www.pksbandungkota.com

PKS Balikpapan http://pksbalikpapan.org

Akhina http://www.akhina.com

Sinai Mesir http://www.sinaimesir.net (&)

Indonesia Al Youm http://www.indonesiaalyoum.com

Islamic Geo http://www.islamicgeo.com

Syuhada R4biah http://syuhadar4biah.com

WAHABI TULEN

Konsultan Syariah http://konsultasisyariah.com

Rumaysho / Muhammad Abduh Tausikal http://rumaysho.com

Rodja Radio http://radiorodja.com

Asy-Syari’ah http://asysyariah.com

Kajian http://kajian.net

Muslim Daily http://muslimdaily.net

Muslimah http://muslimah.or.id

Penguasaha Musim http://pengusahamuslim.com

An-Najah http://an-najah.net

Al Manhaj http://almanhaj.or.id

Pustaka Al Kautsar http://kautsar.co.id

Koepas http://koepas.org

HASMI http://www.hasmi.org

Muslim http://muslim.or.id

Salafy http://www.salafy.or.id

Salafy Balikpapan ttp://www.salafybpp.com

Salafy Cileungsi http://salafycileungsi.info

Salafy Cirebon http://salafycirebon.com

Salafy In http://salafy.in

Salafy Semarang http://salafysemarang.com

Salafy Makassar http://salafymakassar.net

Salafy Bulukumba http://salafybulukumba.com

Ahlussunnah Sukabumi http://ahlussunnahsukabumi.com

Ahlussunnah Webid http://www.ahlussunnah.web.id

Ahlussunnah Slipi http://ahlussunnahslipi.com

Ahlussunnah Kendari http://ahlussunnahkendari.com

Ma’had An Nur http://mahad-annur.com

Ma’had Al Faruq http://www.mahad-alfaruq.com

Ma’had Darus Salaf http://www.darussalaf.or.id

Ma’had As-Salafy http://mahad-assalafy.com

Korps Muballigh Salafy http://www.korpsmuballighsalafy.com

Forum Salafy http://forumsalafy.net

Adhwaus Salaf http://adhwaus-salaf.or.id

Al Manshuroh Cilacap http://almanshurohcilacap.com

Bismillah US http://bismillah.us

Kajian Wahhabi Banjar http://kajianbanjar.info

Ash-Showowaky (Papua) http://ash-shorowaky.net

Ibnu Taimiyah http://www.ibnutaimiyah.org

Bin Abbas http://binabbas.org/buletin

Al Mamujuwy http://al-mamujuwy.com

Al Muwahhidin http://www.almuwahhidiin.com

Daarul Hadits Sumbar http://www.daarulhaditssumbar.or.id

Pondok Jamil http://pondokjamil.com

Al Makassari http://almakassari.com

Al Bayyinah http://www.albayyinah.or.id

Tuk Pencari Al Haq http://tukpencarialhaq.com

Sunnah http://sunnah.or.id

LPPI Makassar http://www.lppimakassar.com

Pustaka Imam Syafi’i ala Wahhabi http://pustakaimamsyafii.com

Markaz Dakwah http://markazdakwah.com

Muslimafiyah http://muslimafiyah.com

Al Islamu http://alislamu.com

Syi’ar Tauhid http://syiartauhid.info

Yufid TV http://yufid.tv

Risalah Islam http://www.risalahislam.com

Oke Berdakwah http://www.okeberdakwah.org

Artikel Muslim http://www.artikelmuslim.com

Syi’ar Islam Aswaja http://www.syiarislamaswaja.com (Aswaja Palsu)

Info Kajian Sunnah http://infokajiansunnah.com

Al Ummah http://alummah.or.id

Tashfiyah http://tashfiyah.net

Ibnul Qayyim http://www.ibnulqoyyim.com

An-Nashihah http:://an-nashihah.com

Al Manshurah Purbalingga http://almanshuroh.net

Study Islam http://www.study-islam.web.id

Darul Ilmi http://www.darul-ilmi.com

Belajar Islam http://www.belajarislam.com

Gema Madinah http://gemamadinah.com

As-Sunnah Qatar http://assunnah-qatar.com

Kajian UNS http://www.kajian-uns.com

An-Nas Radio http://annashradio.com

Rindu Sunnah http://rindusunnah.com

Kajian Salaf http://kajiansalaf.com

Media Salafy http://mediasalaf.com

Fosma http://fosma.org

KaSurau http://www.kasurau.com

Salam Dakwah http://salamdakwah.com

Gen Syi’ah buatan Wahhabi http://www.gensyiah.com

Radio Muslim http://radiomuslim.com

Insan TV http://www.insantv.com

Firanda Al Wahhabi http://firanda.com

Aris Munandar Al Wahhabi http://ustadzaris.com

Abu Mushlih http://abumushlih.com

Novi Effendi http://www.novieffendi.com

Dzikra / Ali Musri Semjan http://dzikra.com

Manisnya Iman / Abdullah Taslim http://manisnyaiman.com

Tunas Ilmu / Abdullah Zen http://tunasilmu.com

Dzulqarnait NET http://dzulqarnain.net

Abu Fawwaz / Muhammad Washito Asy-Syirboony http://abufawaz.wordpress.com

Cinta Sunnai / Abu Yahya Badrussalam http://cintasunnah.com

Dakwah Sunnah / Ahmad Zainuddin http://www.dakwahsunnah.com

Kholid Syamhudi http://ustadzkholid.com

Kajian Islam ala Wahhabi / Abdullah Shaleh Hadrami http://kajianislam.net

Addariny’s — Centre / Musyaffa Ad Darini http://addariny.wordpress.com

Telaga Hati Online / Abu Zubair http://abuzubair.net

Kajian Said / Sa’id Yai Ardiyansyah http://kajiansaid.wordpress.com

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi http://abiubaidah.com

Muslim Al Atsari http://ustadzmuslim.com

Dony Arif Wibowo / Abul Jauzaa http://abul-jauzaa.blogspot.com

Dakwah Tauhid / Abu Mushlih Ari Wahyudi, SSi. http://abumushlih.com

Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST http://ikhwanmuslim.com

Abu Salma Al Atsari http://abusalma.wordpress.com

Abu Salma Al Atsari http://abusalma.net (versi baru)

Kang Aswad / Yulian Purnama (http://kangaswad.wordpress.com

Didik Suyadi / Abu Karimah http://abukarimah.wordpress.com

Abu Khaleed Resa Gunarsa http://sabilulilmi.wordpress.com

Majelis Ilmu http://www.majelisilmu.comp

Dakwah Satu http://dakwahsatu.com

Tanya Syi’ah http://www.tanyasyiah.com

Jumlah situs islam radikal di atas semuanya ada 208. Dan banyak dibaca oleh jutaan netizen. Tidak jarang menyerang kiai, ulama, NU dan simbol negara serta falsafah negara Indonesia karena memang anti nasionalisme dan suka membuat postingan rusuh. Ada yang berafiliasi ke ISIS langsung, ke partai-partai radikal di Indonesia, juga ada yang berkedok memurnikan agama Islam, wahabi. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kumpulan-situs-islam-radikal-dan-hoax-yang-dihimpun-tim-cyber-nu.html

Selasa, 30 Desember 2014

Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Akan Berqurban

Kitab Kuning Digital - Peringatan bagi yang hendak berqurban, jika sudah masuk tanggal satu Dzul Hijjah agar tidak memotong rambut dan kukunya hingga hewan qurban disembelih. Ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah RA yang dikeluarkan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya;

Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Akan Berqurban - Kitab Kuning Digital
Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Akan Berqurban - Kitab Kuning Digital


Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Akan Berqurban

عَنْ أُمِّ سَلَمةَ رضِيَ اللَّه عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ، فَإِذا أُهِلَّ هِلالُ ذِي الحِجَّة، فَلا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْره وَلا منْ أَظْفَارهِ شَيْئاً حَتَّى يُضَحِّيَ “رَواهُ مُسْلِم

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah Shallallahu alaihu wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memilihi sembelihan yang akan disembelihnya, maka jika sudah masuk hilal Dzul Hijjah, jangan sekali-kali mengambil (memotong) rambutnya dan kuku-kukunya sedikitpun sehingga ia menyembelih” (HR. Muslim)

Hadits Ummu Salamah tersebut derajat hukumnya dipastikan shahih, namun para ulama’ dalam mengambil kesimpulan membandingkan dan mencocokkan dengan hadits lainnya. Di antaranya hadits dari ‘Aisyah ra. yang meneyebutkan bahwa Rasulullah saw mengirimkan hadyu (hewan sembelihan) melalui Abu Bakar ke Baitullah, dan Nabi saw masih muqim di Madinah. Nabi saw tidak mengharamkan apapun sebagaimana hal yang harus dihindari oleh orang yang sedang berihram.

Peristiwa ini diriwayatkan oleh Aisyah, istri dan sahabat yang paling mengetahui seluk beluk Nabi saw di rumahnya. Oleh karenanya, Imam Syafi’i berkomentar: “Dan mengirimkan hadyu (hewan qurban) lebih dari sekedar ingin berqurban, maka ini menjadi dalil bahwa hal itu (memotong rambut dan kuku) tidak diharamkan”.

Di samping itu, riwayat Aisyah ini demikian masyhur di kalangan sahabat dan tabi’in bahkan kemasyhuran riwayat ini sampai pada derajat mutawatir, berbeda dengan riwayat Ummu Salamah di atas.

Karena itulah, Imam al-Laith bin Sa’d ketika sampai kepadanya soal Ummu Salamah ra itu, ia berkata: “(Hadits) ini telah diriwayatkan, namun orang-orang melakukan selain yang terkandung dalam hadits ini”.

Imam al-Laits sepertinya ingin berkesimpulan, meskipun hadits ini shahih tapi orang-orang mengamalkan hadits shahih yang lain. Ini menunjukkan kalau maksud dan kandungan hadits Ummu Salamah kurang kuat jika dibandingkan dengan riwayat-riwayat yang lain, dan bahkan banyak ulama’ hadits yang tidak mengamalkan isi kandungan hadits Ummu Salamah.

Hasilnya, para ulama berbeda dalam memutuskan hukum memotong rambut dan kuku bagi orang yang ingin berqurban jika hilal bulan Dzul Hijjah sudah terlihat. Ada empat pendapat yang bisa dikabarkan di sini:

1. Abu Hanifah dan jumhur Hanafiyyah: Hukumnya boleh, tidak makruh dan tidak ada masalah apapun.

2. Pengikut Abu Hanifah yang muta’akkhirin: Tidak apa-apa, tidak makruh namun khilaful aula (meninggalkan yang mustahabb).

3. Al-Malikiyyah dan As-Syafi’iyyah: Disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan tidak memotong kuku bagi yang hendak berqurban dan jika memotongnya termasuk makruh tanzih, namun bukan haram.

4. Imam Ahmad, Dawud ad-Dzahiri dan beberapa ulama lain menyatakan hukumnya haram jika memotong rambut dan kuku.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum memotong kuku dan memotong rambut bagi orang yang hendak berkurban dan memasuk bulan Dzul hijjah adalah makruh (tidak disukai oleh Allah namun tidak mendapatkan ancaman siksa).

Sedangkan memeliharanya sampai memotong hewan kurban hukumnya sunnah. Itu karena hukum kurban adalah Sunnah yang menunjukkan bahwa turunan hukum lainnya juga sunnah. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/hukum-potong-kuku-dan-rambut-bagi-yang-akan-berqurban.html

Minggu, 28 September 2014

Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) H Arief Mudatsir Mandan meninggal dunia Senin (10/11) tadi pagi sekitar 05.45 WIB. Sahabat Arief Mudatsir dipanggil kehadirat-Nya setelah menjalani perwatan di RS OMNI Alam Sutera BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus sahabat dekat almarhum H. Arvin Hakim Thoha. Menurut Arvin, jenazah disemayamkan di Fontaineblue Residence No 81 Bumi Serpong Damai Tangerang.

Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)


Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia

Rencananya jenazah baru akan dimakamkan pada Selasa (11/10) besok pada pukul 08.00 WIB di Pemakaman Tanah Kusir Jakarta Selatan.

Kitab Kuning Digital

Dr. H. Arief Mudatsir Mandan, M.Si. lahir di Jepara pada 11 November 1956. Selain memimpin IKA-PMII menggantikan H Ahmad Bagdja, ia aktif sebagai politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Di NU, ia pernah menjadi Direktur Pengurus Pusat Lakpesdam NU dan ketua Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor. Sahabat Arif adalah Ketua Forum Indonesia Satu, salah satu lembaga kajian strategis yang menjadi tempat berkumpul para alumni PMII dan telah menghasilkan banyak karya. (A. Khoirul Anam)

Kitab Kuning Digital

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55635/innalillah-ketua-ika-pmii-meninggal-dunia

Rabu, 17 Juli 2013

KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya

Kitab Kuning Digital - KH Maimoen Zubair mengatakan, jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah, barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat. Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga. Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia, barangkali itu menjadi sebab kelapangan rejekimu di dunia.

Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu, yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu. Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka, tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti. Setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu.

KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya - Kitab Kuning Digital
KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya - Kitab Kuning Digital


KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata: رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ. yang artinya: "Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya".

Kitab Kuning Digital

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya, tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.

Rasulullah bersabda: « لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ », artinya: "jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".(HR. Muslim).

Kitab Kuning Digital

Mari isi hari dengan tidak membuat dan menebarkan fitnah kepada orang lain. Agar tidak ada saling tuduh fitnah. Shihibul fitnah harus dihentikan demi kebaikan bersama, jalan menuju surga dan kelancaran dakwah rahmatan lil alamin. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/kh-maimoen-zubair-bisa-jadi-orang-masuk-surga-bukan-karena-shalatnya.html

Sabtu, 23 Maret 2013

Dialog Santri Soal Pacaran

Kitab Kuning Digital - Sebuah dialog antara santri mengenai pacaran, karena sekarang ini sedang heboh sekali tentang hukum pacaran. Bagaimana hukum islam mengenai pacaran, dan bagaimana itu?

A : Kang, sampeyan itu santri tapi kok malah pacaran to?!

B : Lha memangnya kenapa, kang?

Dialog Santri Soal Pacaran - Kitab Kuning Digital
Dialog Santri Soal Pacaran - Kitab Kuning Digital


Dialog Santri Soal Pacaran

Kitab Kuning Digital

A : Mendekati zina itu dosa kang.. dan dosa itu haram..

B : Oh.. berarti jadi pejabat itu juga haram ya kang.. karena mendekati korupsi.. korupsi itu dosa.. dan dosa itu haram..!

Kitab Kuning Digital

A : Pejabat itu kan tidak semuanya korupsi kang..

B : Pacaran juga tidak semuanya zina kang..

A : Tapi kan sudah terbukti banyak yang berzina..!

B : Pejabat juga sudah terbukti banyak yang ketangkap KPK..!

A : Zina itu dosa besar kang..

B : Korupsi malah lebih besar kang.. udah nyolong, melalaikan amanah masih menyengsarakan rakyat..

A : Kalau pejabat itu kan ada tujuannya kang.. untuk mengatur negara..

B : Pacaran juga ada tujuannya kang.. untuk mengatur rumah tangga..

A : Kok bisa?

B : Memangnya sampeyan mau membeli kucing dalam karung?

A : Kalau maksud sampeyan untuk saling mengenal, kan sudah ada ajarannya kang.. Ta'arufan..

B : Memangnya sampeyan wali? Yang sekali lihat bisa langsung mengerti. Bagiku semua itu butuh proses panjang.

A : Wah.. berarti sampeyan tidak percaya dengan pilihan guru dan orangtuamu ya kang..

B : Bukan tidak percaya. Tapi semua orang bisa bersikap manis di hadapan siapa saja. kecuali di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, aku pacaran untuk membuktikan apakah dia benar-benar pantas untuk menjadi penyempurna Iman.

A : Berarti sampeyan sudah su'udzon itu kang..

B : Memangnya sampeyan masuk Islam hanya karna "katanya" ya kang? Bukan karena membuktikan sendiri kebenarannya?

A : Hm.. lha trus solusi sampeyan untuk masalah ini gimana?

B : Rosul selalu mengajarkan untuk bersikap adil. Aku tidak bisa mengharamkan hal yang lebih berat. Oleh karena itu aku tidak pernah mengharamkan hal yg lebih ringan.

A : Ya sudah kang.. tapi aku tidak mau ikutan..

B : Tenang aja.. aku juga gak pernah mau memaksa..

Dan akhirnya keduanya bisa saling menghargai...

#TAMAT

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/dialog-santri-soal-pacaran.html

Rabu, 08 Agustus 2012

Minat Kaum Perempuan untuk Studi Al-Quran Meningkat

Depok, NU Onlline

Rektor Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Prof. Dr. Hj. Huzaemah T. Yanggo. MA mengungkapkan, peminat bidang studi ilmu-ilmu Al-Quran dari kalangan kaum perempuan pada tahun ajaran 2015/2016 mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Demikian disampakan Rektor IIQ yang juga Awan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu dalam prosesi wisuda sarjana dan pascasarjana serta diesnatalis IIQ yang ke-38 di Pusdiklat Kemendikbud, Jalan Cinangka Bojongsari Depok, Sabtu (29/8).

Minat Kaum Perempuan untuk Studi Al-Quran Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Minat Kaum Perempuan untuk Studi Al-Quran Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)


Minat Kaum Perempuan untuk Studi Al-Quran Meningkat

Menurut Huzaemah, calon mahasiswa baru di IIQ sendiri untuk tahun ajaran 2014/2015 kemarin berjumlah 305 orang, dan yang diterima 275 mahasiswa baru. Sementara untuk tahun ajaran 2015/2016 ini, ada 400 pendaftar dan pihak IIQ hanya menerima 346 mahasiswa baru.

Kitab Kuning Digital

Meningkatnya jumlah mahasiswa baru IIQ dari tahun ke tahun ini adalah tanda bahwa kesadaran orang tua mengirim anak-anak guna belajar agama di kampus IIQ adalah bentuk pengakuan dan kepercayaan pada lembaga IIQ, tambahnya.

Disampaikannya, IIQ adalah satu-satunya lembaga Pendidikan Tinggi Islam Swasta di Indonesia pada tingkat satuan pendidikan S1 yang secara khusus mendidik kaum perempuan dan berkonsentrasi dalam bidang ilmu-ilmu Al-Quran, yang meliputi ilmu syariah, ilmu ushuluddin dan ilmu tarbiyah, khususnya dalam pendalaman dan pengembangan ilmu nagham, tahfizh, tafsir, rasm dan qiraat Al-Quran.

Kitab Kuning Digital

Inilah dimensi keunggulan dan distingsi IIQ di tengah beragamnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di negeri ini. Pada tingkat satuan Pendidikan S2 IIQ Program pascasarjana konsentrasi ulumul quran dan Ulumul Hadist, IlmuSyariah, danIlmu Tarbiyah, katanya.

Disampaikan, IIQ memiliki 3 Fakultas yaitu Fakultas Syariah dengan Prodi Muamalah (terakreditasi B) dan Prodi Zakat Wakaf; Fakultas Ushuluddin dengan Prodi Tafsir Hadist (terakreditasi B) dan Prodi baru Komunikasi Penyiaran Islam; Fakultas Tarbiyah dengan Prodi Pendidikan Agama Islam yang meraih nilai akreditasi A dan pada tahun 2014. Sementara Program S-2 Pascasarjana IIQ juga telah meraih nilai akreditasi A dari BAN-PT.

Selain kurikulum nasional, IIQ memiliki kurikulum lokal yang merupakan ciri khas takhassus lembaga ini. Diantaranya adalah pendalaman dalam bidang tahfizh, tilawah, khat, tafsir, ilmu qiraat dan karya ilmiah Al-Quran.

Dalam Bidang Tahfizh, Lembaga Tilawah dan Qiraatul Quran (LTQQ) menjadi tulang punggung pelaksanaan Tahfizh di IIQ. Seluruh mahasiswa IIQ wajib tahfizh. Lulus tahfizh adalah syarat mutlak bagi mahasiswa untuk bisa ikut ujian akhir semester dan ujian akhir perkuliahan. Pembinaan tahfizh dilaksanakan secara reguler dan intensif, didampingi para instruktur tahfizh yang mahir dan profesional, yang dikoordinir oleh lembaga tahfizh dan Qiroatil Quran (LTQQ).

Bidang Khath dan Tilawah, dikordinasikan dan dibina melalui Lembaga Khath dan Tilawah Al-Quran (LKTQ). Pembinaan Tilawah, dibedakan menjadi pembinaan untuk pemula, menengah dan mahir. Sementara pembinaan khath dibedakan menjadi pembinaan untuk pemula dan untuk yang sudah mahir.

Bidang Tafsir dan Karya Ilmiah Al-Quran, dikordinasikan oleh Lembaga Tafsir dan Karya Ilmiah Al-Quran (LTKIQ), kegiatannya meliputi pembinaan rutin tafsir bahasa Arab dan pembinaan karya ilmiah Al-Quran. (Red: Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61885/minat-kaum-perempuan-untuk-studi-al-qurrsquoan-meningkat

Kitab Kuning Digital

Kamis, 25 Februari 2010

Berkah UNU Indonesia, Mimpi ke Korea Terwujud

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Berkeliling ke Seoul, ibukota Korea Selatan adalah salah satu mimpi saya dua tahun lalu tepatnya ketika saya duduk di bangku kelas 2 SMK. Mimpi tersebut tercapai ketika saya berstatus sebagai mahasiswi generasi pertama di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta jurusan Psikologi.

Kesempatan tersebut datang melalui The 17th ASEAN Korean Future Oriented Youth Program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang diselenggarakan selama tujuh hari mulai 27 Januari - 2 Februari 2016. Saya merupakan bagian dari tujuh anggota delegasi Indonesia.

Berkah UNU Indonesia, Mimpi ke Korea Terwujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkah UNU Indonesia, Mimpi ke Korea Terwujud (Sumber Gambar : Nu Online)


Berkah UNU Indonesia, Mimpi ke Korea Terwujud

Pada pukul 07.00, Rabu, 27 Januari 2016 kami menginjakkan kaki di Incheon airport dengan perasaan yang begitu bahagia. Akhirnya saya juga sampai di kota impian. Tujuh jam perjalanan menggunakan pesawat Korean Air tidak membuat saya merasa lelah. Musim dingin membuat udara dingin dengan segera menyelinap ke sekujur tubuh yang lama-lama tubuh menjadi kedinginan dan menggigil. Kini, saya juga merasakan bagaimana hidup di negara dengan empat musim. Kondisinya sangat berbeda dengan di Indonesia yang merupakan negara tropis.

Kitab Kuning Digital

Begitu urusan imigrasi di bandara selesai, kami disambut hangat oleh dua orang pemandu, yaitu Joo Woon dan Sofia. Mereka menjadi pendamping delegasi Indonesia selama di Korsel.

Kitab Kuning Digital

Para peserta menginap di International Youth Center. Karena waktu check in agak siang, maka dua pemandu tersebut mengajak kami berkeliling ke kota Seoul selama beberapa jam. Ibukota Korsel ini merupakan salah satu kota metropolitan dengan gedung-gedung pencakar langit. Tetapi tetap saja ada hal yang berbeda yang bisa dinikmati. Seoul merupakan kota yang bersih dan rapi dengan warga yang disiplin. Ini membuat kota menjadi tertib.

Pergi ke negara asing tentu tak lengkap tanpa menikmati kulinernya. Saya mencoba makan kimchi, sayuran khas Korea yang rasanya agar getir, aneh bagi lidah Indonesia. Saat musim dingin, tak ada sayuran yang bisa tumbuh, kimchi merupakan sayuran yang diawetkan sehingga kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi selama musim dingin tersebut. Tentu saja saya juga mencoba teh ginseng yang terkenal itu serta es krim salju. Tak lupa, di berbagai sudut kota yang menarik, kami mengabdikan momen tersebut untuk mengambil foto yang akan menjadi kenangan menarik sepanjang hidup.

Mengingat acara tersebut mengambil tema pertukaran budaya, seluruh anggota delegasi Indonesia sepakat untuk mengenakan batik saat acara pembukaan. Kami memperkenalkan Indonesia kepada delegasi dari 17 negara. Kepada mereka kami tunjukkan budaya adiluhung seperti wayang, angklung, kebaya, dan lain-lain pada saat sesi festival booth. Pada saat sesi fashion show kami membawakan tarian Betawi. Kepulauan Seribu yang kini menjadi destinasi wisata yang menarik juga kami tunjukkan.

Salah satu pengalaman yang sangat mengesankan adalah saat mengikuti winter sport. Uuntuk pertama kalinya saya dan delegasi dari Indonesia merasakan dan bermain salju. Kami bermain sliding dan ice skating dengan udara minus10 celcius. Dingin tapi seru karena ini pengalaman pertama.

Sebagai acara pertukaran budaya, kami diajak mengunjungi Museum Korea untuk melihat perjalanan sejarah negara di semenanjung yang kini terpecah menjadi Korea Selatan dan Korea Utara ini.

Untuk mempererat hubungan antaranggota delegasi, rombongan dari delegasi Indonesia dipecah dan digabungkan dengan anggota dari delegasi negara lain sehingga kami menjadi mengenal peserta dari negara lain. Rombongan yang saya ikuti pergi ke Namsan Tower, Dondaengmun, Insa-dong, Myondong, dan tempat menarik lainya.

Korea Selatan kini sudah resmi bergabung dalam ASEAN Plus Three, yaitu negara-negara ASEAN ditambah dengan China, Jepang, dan Korea Selatan. Negara ini sudah sangat maju meskipun sebelumnya pernah dijajah Jepang dan mengalami perang saudara pada tahun 1950-an. Semua itu berkat kerja keras dan tradisi inovasinya. Budaya Korea kini berkembang pesat ke seluruh dunia, yang disebut dengan korean wave. Seluruh dunia kini mengenal film drama Korea, makanan Korea, fashion Korea dan lainnya. Bahkan pada 2012, muncul tarian Gangnam Style yang menghebohkan dan menjadi trend dunia. Videonya di youtube ditonton lebih dari 1 miliar kali.

Selama saya di Korea ada satu hal yang ingin saya contoh dan saya terapkan di negera kelahiran saya yaitu nasionalisme. Rasa nasionalisme mereka begitu kuat. Mereka memang menerima budaya asing tetapi mereka menyaring itu semua. Mereka mencoba mengenalkan budaya mereka, berusaha menawarkan produk-produk buatan mereka hingga gaya mereka, dan bahasa mereka. (Agnes Annisa Utami)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66659/berkah-unu-indonesia-mimpi-ke-korea-terwujud-

Kitab Kuning Digital

Jumat, 23 Oktober 2009

Stop Share Video Percakapan Habib Rizieq yang Sangat Tidak Pantas Dibaca

Kitab Kuning Digital - Beredarnya video yang mencatut nama imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait berita miring (perselingkuhan?) yang sangat tidak pantas dibaca dan ditonton oleh pembaca Kitab Kuning Digital, sungguh memprihatinkan.

Netizen NU yang selama ini sering melakukan counter kelompok radikal menghimbau kepada masyarakat luas, utamanya nahdliyyin, agar tidak ikut terlarut dalam arena yang dibuat kelompok-kelompok yang pada dasarnya tidak peduli NU, apalagi peduli kesatuan bangsa.

"Kita kritik FPI, tapi kita tidak anti Wan Rizieq. Kita tetap wajib menghormati beliau sebagai dzurriyah Nabi. Warga NU tetap wajib menahan diri untuk tidak terjebak ke dalam arena perang pembunuhan karakter," kata Zain, salah satu Netizen NU, Ahad (29/01/2017) di Jakarta.

Stop Share Video Percakapan Habib Rizieq yang Sangat Tidak Pantas Dibaca - Kitab Kuning Digital
Stop Share Video Percakapan Habib Rizieq yang Sangat Tidak Pantas Dibaca - Kitab Kuning Digital


Stop Share Video Percakapan Habib Rizieq yang Sangat Tidak Pantas Dibaca

Zain yang selama ini juga getol melakukan kritik dakwah ala FPI pun menyangsikan orisinalistas percakapan WhatsApp antara HRS dan Firza Husen (FH), Ketua Yayasan Solidaritas Keluarga Cendana.

Kitab Kuning Digital

Menurutnya, pengunggah video percakapan yang mengarah kepada perz1na4n tersebut mengajak pembaca untuk melakukan tabayun (klarifikasi) kepada pihak terkait, tapi lucunya, nomor berakhiran 770 yang ada di screenshoot chatingan sudah diberi nama terang Habib Rizieq.

Kitab Kuning Digital

"Yang nyecreenshoot kurang canggih. Harusnya dihapus dulu nama kontaknya," tandas Zain. Ia meyakini kalau hape yang digunakan upaya screenshoot percakapan itu hanya satu, "menunjukkan kalau ini 60% hoax," imbuhnya kepada Kitab Kuning Digital.

Netizen NU yang lain juga menyangsikan keaslian percakapan yang menghebohkan tersebut, "screen shoot percakapan WA itu mudah sekali dibuat. Jangan mudah percaya screen shoot yang tampak asli," ujar Ali, yang juga menyarankan agar aktivis dumay nahdliyyin tidak ikut menyebarkan video kurang ajar tersebut.

Walaupun tidak setuju dengan FPI dan HRS, walaupun HRS juga pernah menghina Gus Dur sebagai buta mata dan buta hati serta menyebut Islam Nusantara dengan akronim jelek "Anus", namun cara menghadapinya harus menggunakan etika agar tidak kebablasan kepada fitnah dan pembunuhan karakter.

"Walaupun saya tidak setuju sama HRS dan marah atas perbuatannya selama ini, termasuk hinaan HRS pada Gus Dur, menyebar video ini malah membuat khawatir kalau mereka juga akan membalas dengan memfitnah kiai-kiai NU dengan cara keji," tutur Okan, Netizen NU juga.

Kalaupun berita miring tentang HRS dan FH itu benar, pembaca juga tidak selayaknya ikut menyebarluaskan, "yang bisa negur dzurriyah Nabi ya dzurriyah Nabi sendiri," jelas Netizen NU lainnya, yang juga ustadz.

Kata ustadz tersebut, dulu pernah diceritakan ada seorang ustadz di Jakarta Timur yang marah kepada Habib Rizieq karena menghina Gus Dur, "tetapi oleh Gus Dur ya ditahan, karena darahnya Habib Rizieq harus dihormati, sedangkan Habib Mahdi keras mengkritisi Habib Rizieq," terang. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/stop-share-video-percakapan-habib-rizieq.html

Jumat, 14 November 2008

NU: Jokowi should put aside his partys interests

Jakarta, Kitab Kuning Digital. General Chairman of the countrys largest Muslim organization, Nahdlatul Ulama (NU), KH Said Aqil Siroj said that Joko Widodo was a president democratically elected by the people and had to determine the direction of his peoples fate. Although he was nominated by a particular party, he should not be subject to the interests of the party. "The interests of the people should be a priority over the interests of others."

"What happened (and) we watch every day is a great touchstone for the current administration. It is really difficult, but if Mr. Jokowi could overcome this problem, it would be easy. But if he could not, then his popularity will continue to decline," he told Kitab Kuning Digital here on Tuesday (17/2).

NU: Jokowi should put aside his partys interests (Sumber Gambar : Nu Online)
NU: Jokowi should put aside his partys interests (Sumber Gambar : Nu Online)


NU: Jokowi should put aside his partys interests

Regarding the pre-trial ruling in favor of the Police chief candidate Budi Gunawan, he respected the decision.

Kitab Kuning Digital

"The decision should be respected, whether Budi Gunawan will be sworn in or not, that is the presidents prerogaative power," he said.

Separately, political expert Karel Susetyo has said that President Joko Jokowi Widodo must immediately inaugurate Comr. Gen. Budi Gunawan as National Police chief after South Jakarta District Court judge Sarpin Rizaldi fulfilled a pretrial request filed by Budi to invalidate the Corruption Eradication Commissions (KPK) move to name the latter a graft suspect.

Kitab Kuning Digital

All parties must honor the judges decision over the pretrial request and respect President Jokowis decision to inaugurate Budi as new National Police chief. The inauguration will end the political polemics and chaos of the last few weeks, said Karel, who is also POINT Indonesia executive director, as quoted by Antara news agency in Jakarta on Monday.

In the court hearing this morning, Sarpin ruled that Budis status as a graft suspect was invalid.

The determining of the plaintiff [Budi] as a suspect by the accused [the KPK] is not valid and not based upon the law, he said.

The judge said the antigraft bodys Sprindik (letter ordering the start of an investigation) No. 03/01/01/2005 was not legal. A further investigation into the case conducted by the KPK was thus invalid, as neither Budis suspect status nor the Sprindik were legal, he added.

Karel said that with todays pretrial request decision, there was no more excuse for Jokowi to delay Budis inauguration.

The analyst further said that the decision offered an opportunity for the President to rearrange the National Police, as it had lost solidity over the last several weeks. Moreover, there are indications that several generals had played roles in the prolonged conflict between the KPK and the National Police.

With a definitive chief, the National Police will have to be solid again to continue carrying out its main duties, said Karel.

He further said that Jokowi did not need to intervene in the legal cases involving KPK leaders. Instead, he said, the President must let the legal process continue to run, as Budi did when he chose to file a pretrial request to challenge his being named a graft suspect.

We have spent too much energy on the debate over the installation of a new National Police chief. Now its over and President Jokowi must continue to focus his attention on other issues, developing peoples prosperity as mandated in the Nawa Cita [Jokowis nine-point development program], said Karel.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57688/nu-jokowi-should-put-aside-his-party039s-interests

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock