Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juli 2015

Santri Bisa Belajar Gratis di Prancis

Jombang, Kitab Kuning Digital. Pondok pesantren harus terus membuka diri dengan dunia luar. Di samping mendapatkan masukan, pada saat yang sama juga dapat memperkenalkan diri dan potensinya kepada dunia luar. Kesempatan untuk berinteraksi tersebut telah terbuka lebar, apalagi banyak negara yang ingin memperkanalkan diri, termasuk negara Prancis.

Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang diselenggarakan open hause Lesehan Prancis, Kamis (4/4). Acara tersebut menghadirkan sejumlah siswa dan siswi dari seluruh sekolah SMA, MA serta mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Jombang.

"Kita berharap semua kalangan dapat memiliki gambaran yang utuh seputar potensi Prancis," kata Dr. Afifa Syamsun Zulfikar, Direktur Pusat Studi Bahasa (PSB) Unipdu pada Kitab Kuning Digital.

Santri Bisa Belajar Gratis di Prancis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Bisa Belajar Gratis di Prancis (Sumber Gambar : Nu Online)


Santri Bisa Belajar Gratis di Prancis

Alumnus Master of Science Program Ledership and Management in Education dari University Kingdom ini menandaskan bahwa selama ini banyak pihak yang memiliki persepsi kurang memadai bagi studi di luar negeri.

Kitab Kuning Digital

"Yang mengemuka adalah ketakutan dan image negatif, mulai dari biaya yang tidak terjangkau hingga kekhawatiran akan terancamnya aqidah atau keyakinan," kata Ibu Afifa, sapaan akrabnya.

Padahal anggapan seperti itu tidak semuanya benar. Lewat open house ini para siswa dan mahasiswa mendapatkan penjelasan secara detail dan mendalam berbagai hal tentang Prancis.

Kitab Kuning Digital

Pada kegiatan ini disediakan berbagai hal tentang pernak-pernik bernuasa Prancis. Ada demo masak Prancis, mencicipi masakan, kelas perkenalan bahasa, pengenalan bahasa dan budaya, quis pengetahuan umum, pemutaran film hingga kunjungan ke lesehan Prancis. "Semuanya serba Prancis," katanya.

Bahkan di kesempatan ini ada juga kesempatan bea siswa untuk bekerja dan belajar bahasa Prancis. "Semuanya bisa didapatkan secara gratis," katanya sedikit berpromosi.

Lesehan Prancis di Unipdu yang juga berada di area Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang ini telah berdiri dan dibuka secara umum pada 28 Januari lalu. Dan dalam perjalanannya, lembaga ini telah memberikan banyak kemudahan dan informasi kepada sejumlah kalangan yang ingin mendapatkan gambaran Prancis secara utuh.

"Ini kesempatan yang sayang kalau tidak dioptimalkan," kata istri dari Dr. H Zulfikar Asad, salah seorang pengasuh di pesantren ini. "Semoga akan kian banyak para pelajar dan mahasiswa yang bisa memanfaatkan kesempatan ini," katanya penuh harap.

Kontributor: Syaifullah

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43570/santri-bisa-belajar-gratis-di-prancis

Kitab Kuning Digital

Selasa, 21 April 2015

Nonton Charlie Chaplin, Santri Diajak Peka Keadaan

Pandeglang, Kitab Kuning Digital. Santri peserta jurnalistik dari 3 kabupaten yaitu Pandeglang, Lebak, dan Serang (Banten) menonton film Charlie Chaplin oleh panitia kegiatan tersebut di aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mathlaul Anwar Linahdlotil Ulama (MALNU ) Menes, Pandeglang, pada Sabtu malam (23/1).

Menurut narasumber, Abdullah Alawi, film yang berjudul Sunnyside ini dirilis tahun 1919 ketika Indonesia masih dijajah sementara di negaranya, Charlie Chaplin sudah membuat karya yang baik.

Nonton Charlie Chaplin, Santri Diajak Peka Keadaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nonton Charlie Chaplin, Santri Diajak Peka Keadaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Nonton Charlie Chaplin, Santri Diajak Peka Keadaan

Dia menambahkan, tujuan menonton film ini agar para santri mengetahui ada tokoh yang hidupnya sampai 88 tahun sarat dengan karya yang menarik. Karya yang banyak dengan kualitas yang baik, membutuhkan kepekaan yang baik juga. Termasuk kepada hal-hal yang remeh.

Dalam tradisi pesantren nusantara, ada ulama terkemuka asal Banten yang produktif menulis karya, yaitu Syekh Nawawi Al-Bantani. Jadi santri tidak kalah dalam memproduksi karya. Hal itu harus diikuti santri sekarang. Bekalnya adalah terus belajar dan peka kepada keadaan, jelasnya.

Kitab Kuning Digital

Kembali ke film itu, Charlie Chaplin memerankan karakter lucu yang mengundang ketawa. Meskipun film itu bisu, orang tidak bosan melihat gerak-geriknya.

Tujuan dari menonton film Charlie Chaplin ini, menurut wartawan Kitab Kuning Digital tersebut, adalah menampilkan hal-hal yang biasa dalam keseharian, tapi sangat menarik ketika disajikan dengan cara yang menarik.

Kitab Kuning Digital

Begitu pula dengan jurnalistik, sambung dia, hal-hal yang biasa, tapi jika diolah, dituliskan dengan menarik, tentu akan menghasilkan karya tulis yang menarik pula. (Resti Yuliana/AA)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65229/nonton-charlie-chaplin-santri-diajak-peka-keadaan

Kitab Kuning Digital

Selasa, 12 November 2013

FPI: Tanpa Habib Rizieq, Allah Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa

Kitab Kuning Digital - Gejala mitologisasi dan glorifikasi atas ketokohan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) makin tak terkontrol dan mengarah kepada penyesatan akidah. Salah satu akun facebook bernama Enjum Juhana, terang-terangan akan menantang siapa saja yang menghina junjungan "Sang Baginda Habib Riziek" (mengikuti sebutannya).

Enjum, akun yang di keterangan profilnya menulis sebagai alumni Jurusan Teknik Listrik Undip Semarang ini bahkan serampangan mengatakan kepada pemilik akun Uus (yang ditantang karena menghina HRS) kalau junjungan besar HRS adalah "manusia paling sempurna yang diciptakan oleh Allah Swt untuk umat manusia". Naudzubillah.

Bahkan secara membabi buta, dukungan kepada HRS tersebut diteruskan dengan pernyataan, "dengan adanya sang Baginda Habib Riziek, Allah akan tenang di sana karena tidak ada yang mengganggu, karena kami laskar FPI siap membela Allah Swt," tulisnya. Tentu hal itu membuat geger netizen.

FPI: Tanpa Habib Rizieq, Allah Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa - Kitab Kuning Digital
FPI: Tanpa Habib Rizieq, Allah Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa - Kitab Kuning Digital


FPI: Tanpa Habib Rizieq, Allah Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa

Ia bahkan menyebut begini: tanpa Habib Riziek, Allah tidak bisa berbuat apa-apa. "Camkan itu..!!", ancam akun yang menggunakan profile foto dengan seragam khas PKI, eh salah, FPI.

Status Enjum Juhana diarahkan ke Uus Secara tauhid, semua glorifikasi atau menganggap suci HRS di atas jelas sudah jatuh pada kekufuran. Pertama, ia sudah menyebut HRS sebagai makhluk paling sempurna. Lalu, dibandingankan dengan Nabi Muhammad, bandingan HRS seberapa besar? Bukankah Nabi adalah ahsani taqwim dari semua manusia di bumi?

Kitab Kuning Digital

Kedua, Allah itu hayyun la yamuut, tanpa membutuhkan manusia. Justru sebaliknya, manusia lah yang membutuhkan (ihtiyaj) kepada lainnya (lighoirihi). Menyebut Allah sudah tenang atas hadirnya HRS, apa dia menganggap tanpa FPI kemungkaran tidak akan berhenti.

Kitab Kuning Digital

Apa dia tidak ngaji kalau Allah Swt yang menciptakan kebaikan dan keburukan sekaligus, walau Allah mengingkari keburukan. Itulah adanya perintah nahi munkar. Makanya, Allah tidak butuh dibela. Yang dibela itu masusianya. Allah yang memutuskan segalanya kok dibela. Camkan itu!

Ketiga, ini yang parah, ia menyebut, tanpa HRS, Allah tidak bisa berbuat apa-apa. Ini sudah kufur (bukan kafir) yang sesungguhnya. Seakan-akan, FPI dan HRS adalah Duta Allah, bukan hanya Dutaislam, utusan Islam. Apa Allah pernah merugi tanpa FPI? Sebelum FPI, apa Allah butuh laskar? Tidak, tidak dan tidak.

Ketiga hal itulah hasil dari peremajaan pemahaman ala media sosial kita sejak FPI dianggap sebagai the only helper of holly quran. Satu sisi, Habib Rizieq dipuja, sisi lain, tokoh muslim liyan dihujat. Dalam akun lain, Kiai Said malah dihujat sebagai pendeta. Ya Allah, ini apalagi. Ini bukti yang didapatkan Kitab Kuning Digital.

Status menghina Kiai Said

Jika Anda teliti, akun yang menyamakan HRS dengan manusia paling sempurna di dunia ini, Kanjeng Nabi Muhammad bisa jadi adalah akun provokator. Artinya, itu akun dibuat untuk membuat orang lain makin panas. Buktinya, antara nama profile Facebooknya, Enjum Juhana, dengan url link akun, berbeda. Ini linknya: https://www.facebook.com/gerry.sahetapy.50

Bisa jadi, dulu akun tersebut dimiliki oleh Gerry Sahetaphy, lalu dihack oleh pemilik akun diganti Enjum Juhana. Bisa jadi juga, statusnya tentang FPI dan HRS adalah status satir (menyindir sebelah), bisa jadi pula itu memang pandangan pribadi yang sudah kelewat batas.

Hati-hatilah menerima informasi berbau provokasi seperti di atas. Laporan Kitab Kuning Digital ini hanya untuk dokumentasi, betapa medsos itu bukan lagi dunia maya, tapi sudah menjelma jadi dunia nyata yang bisa mengobok-obok keyakinan, opini, serta naluri kritis pembaca. Salam waras! [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/parah-orang-ini-bilang-tanpa-habib-rizieq-allah-tidak-bisa-berbuat-apa-apa.html

Rabu, 09 Oktober 2013

Habib Ali bin Abdullah Alhamid, Ketua Ansor Jember yang Dibunuh PKI

Kitab Kuning Digital - Habib Ali bin Abdullah Alhamid terhitung masih keponakan Habib Sholeh Tanggul, Jember. Beliau meninggal secara syahid di usia muda, sekitar 32 tahun, setelah diculik dan dieksekusi mati oleh kawanan PKI di kawasan Hutan Kumitir, sekitar tahun 1965. Hutan itu jadi saksi bisu kekejaman PKI kepada para ulama.

Habib Ali bin Abdullah Alhamid, Ketua Ansor Jember yang Dibunuh PKI - Kitab Kuning Digital
Habib Ali bin Abdullah Alhamid, Ketua Ansor Jember yang Dibunuh PKI - Kitab Kuning Digital


Habib Ali bin Abdullah Alhamid, Ketua Ansor Jember yang Dibunuh PKI

Setelah ditembak mati, jasad Habib Ali Alhamid pertama kali ditemukan oleh perempuan paruh baya yang sedang mencari kayu bakar. "Ono wong mati Arab, ono wong mati Arab, ono wong mati Arab," teriak perempuan itu sambil berlari memberitahu suami dan warga lain di sekitar hutan. Saksi hidup anak yang menemukan jasad habib masih ada hingga tulisan ini dibuat.

Habib Ali bin Abdullah Alhamid pada waktu itu adalah Ketua GP Ansor Jember. Tragedi pembunuhan bermula dari kunjungan seorang tamu yang memberitahukan kalau jamaah dan santri beliau, saat itu, tengah ditangkap dan diamankan di kantor kepolisian setempat.

Mendengar kabar mengejutkan tersebut, Habib Ali langsung berkemas menuju kantor kepolisian untuk memastikan kebenaran informasinya, karena memang saat itu situasi negara sedang tidak menentu. Tidak aman dan tidak kondusif.

Di tengah perjalanan, ternyata Habib Ali diculik oleh gerombolan PKI, lalu diseret ke Gunung Kumitir atau Gunung Mrawan, yang terletak di perbatasan antara Jember dan Banyuwangi, Jatim. Tamu tersebut ternyata adalah suruhan PKI.

Di lokasi yang telah ditentukan itu, Habib Ali hendak dieksekusi tembak oleh komplotan kejam PKI. Namun, peluru yang dihujamkan berkali-kali oleh PKI tidak mempan menembus dada sang habib. Habib Ali ternyata memiliki karomah kebal senjata. Tidak mempan senjata tembak.

Pusing, tim eksekutor mengancam habib, yang isinya "jika pelurunya tidak tembus, maka, istri, anak dan semua keluarganya akan dibantai habis oleh PKI". Dengan pelbagai pertimbangan, Habib Ali akhirnya hanya tersenyum dan menyerah, bersedia ikhlash dieksekusi mati.

Namun, sebelum ditembak, Habib Ali bin Abdullah Alhamid berpesan agar setelah wafat nanti, jasadnya tidak dicampur dengan yang lain, sebagaimana kebiasaan PKI yang menumpuk mayat korbannya saat itu pasca eksekusi. Habib minta jasadnya disendirikan.

Sebelum ditembak, Habib Ali mohon ijin untuk melaksanakan ibadah shalat sunnah dan berdoa. Usai shalat, habib memasrahkan dirinya ditembak demi menyelamatkan keluarga, para pengikut serta santri dan jama'ahnya. Atas kehendak Allah, peluru akhirnya bisa tembus dan Habib Ali Alhamid wafat dalam keadaan syahid di tangan PKI.

Riwayat pembunuhan ini menjadi gamblang dan terang sejak ada seorang laki-laki tua yang ziarah ke makam Habib Ali lalu menangis sejadi-jadinya di sana. Sekitar tahun 2000-an. Ia datang ke makam untuk meminta ampunan dan mohon maaf kepada habib beserta seluruh keluarganya karena telah menembak mati sang habib.

Ia datang ziarah setelah merasakan kalau hidupnya tidak tenang dan dirundung penyesalan tanpa akhir. Kepada keluarga, ia menceritakan kronologi tragedi tersebut dari awal hingga akhir. Keterangan yang didapatkan Kitab Kuning Digital menyebutkan kalau laki-laki itu adalah seorang muslim yang terpaksa menuruti perintah PKI menembak Habib Ali.

Saat ekseskusi, katanya, telinga kiri laki-laki itu sudah dicung senapan oleh anggota PKI. Jika dia tidak menembak habib, maka peluru di senapan yang dekat telinganya tersebut akan segera menyasar kepalanya sendiri. Karena takut atas ancaman tersebut, terpaksa dia mengeksekusi tembak Habib Ali.

Foto dibawah ini adalah makam Habib Ali bin Abdullah Alhamid yang didapatkan Kitab Kuning Digital dari Group Thariqh Sarkubiyah. Peta makam, silakan klik SINI. Alfatihah untuk beliau. [Kitab Kuning Digital]

Ket:

Tulisan ini dirangkum dari laporan ziarah Sarkub Thariqah Sarkubiyah, pada Sabtu, (13/11/2016).

Makam Habib Ali bin Abdullah Alhamid Jember Mbah Sarkub Ziarah ke Makam Habib Ali bin Abdullah Alhamid

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/habib-ali-bin-abdullah-alhamid-ketua-ansor-jember-yang-dibunuh-pki.html

Rabu, 29 Mei 2013

Nama-Nama Kitab Kuning yang Banyak Dikaji di Pesantren

Kitab Kuning Digital - Di bawah ini adalah judul dari kitab kuning yang biasa dipakai oleh pondok pesantren di nusantara. Ada yang bertema hadits, tafsir, politik, fiqih, adab, tibb, hukmah, tauhid, tajwid, nahwu, qowaid fiqih, tasawwuf, thariqah, wasiyat, tarikh nubuwwah, rumah tangga, dan lainnya. Berikut nama-nama kitab tersebut.

1. Abi Jamroh 13.500

Nama-Nama Kitab Kuning yang Banyak Dikaji di Pesantren - Kitab Kuning Digital
Nama-Nama Kitab Kuning yang Banyak Dikaji di Pesantren - Kitab Kuning Digital


Nama-Nama Kitab Kuning yang Banyak Dikaji di Pesantren

2. Adabud-dunia 66.500

Kitab Kuning Digital

3. Adzkar Nawawi 46.500

4. Afdholu Sholawat 42.000

Kitab Kuning Digital

5. Ahkam Sulthoniyya 69.500

6. Al-Qur'an 75.500

7. Anwarul Masalik 71.000

8. Arba'in Nawawi 13.500

9. Asybah Wannadhoir 75.500

10. Asymawi 13.500

11. At-tadzhib 53.00

12. At-targhib 19.000

13. Aufaq 13.500

14. Bahjatul Wasa'il 13.000

15. Bajuri 181.500

16. Barzanji 28.500

17. Bidayah Hidayah 21.000

18. Bidayatul Mujtahid 121.000

19. Bughyah 75.500

20. Bulugul Marom 41.000

21. Busyrol Karim 57.500

22. Da`watut Tammah 17.000

23. Dahlan Al-fiyah 55.000

24. Dairobi 20.000

25. Dala'il Khoirot 20.000

26. Daqo'iqul Akbar 13.000

27. Dardiri Mi'roj 12.000

28. Dasuqi 58.000

29. Durotun Nasihin 46.000

30. Fathul Jawad 17.000

31. Fathul Majid 15.000

32. Fathul Mu'in 26.500

33. Fathul Qorib 8.500

34. Fathul Wahab 107.000

35. Ghoyatul Wusul 46.000

36. Hidayatul Mustafid 9.500

37. Hikam 52.500

38. Hikmatut Tasyre` 86.000

39. Husunul Hamidiyah 20.000

40. I'anatut Tholibin 458.000

41. Ibanatul Ahkam 217.500

42. Ibnu Aqil 52.500

43. Ibnu Hamdun 121.000

44. Idhotun Nasi`in 21.000

45. Ihya' Ulummuddin 424.500

46. Imriti (Fathurobbil Bariyah) 14.500

47. Inarotud Duja 55.000

48. Iqna' 113.500

49. Irsyadul Ibad 21.000

50. Is'adur-rofiq 55.000

51. Itmamu Diroyah (Ilmu tafsir) 9.500

52. Jami'us-shoghir79.000

53. Jawahirul Bukhori 99.500

54. Jawahirul Kalamiyah 9.500

55. Kaba’ir 45.000

56. Kafrowi 24.000

57. Kailani 11.500

58. Kasyifatus-saja21.000

59. Kawakibu Duriyah 69.500

60. Kholasoh Nurul Yakin 25.000

61. Khozinatul Asror 52.500

62. Kifayatul Ahyar 75.500

63. Kifayatul Ashab 14.500

64. Kifayatul Awam 16.000

65. Kifayatul Atqiyak 20.000

66. Lato'iful Isyaroh 13.500

67. Mabadi Fiqh 16.000

68. Madarijus-su'ud15.500

69. Mahally 87.500

70. Majalisus Saniyah 37.500

71. Majmu'Ma'na (Nadoman) 17.500

72. Majmu' Tebal (Nadoman) 17.500

73. Makudi 11.500

74. Mamba' usululul Hikmah 65.000

75. Manaqib 9.500

76. Maqsud 18.000

77. Mauidhotul Mu'minin 72.500

78. Mawahibusshomad/Zubad 70.500

79. Minahus Saniyah 9.500

80. Minhajul Abidin 16.000

81. Minhajul Qowim 31.500

82. Minhatul Mughits 12.500

83. Mizan Kubro 100.000

84. Mughni Labib 114.500

85. Muhadzab 169.500

86. Muhtarul Ahadits 31.500

87. Muhtasor jidan 7.500

88. Mutamimah 23.000

89. Muwatho` 139.500

90. Naso'ihul Ibad 14.500

91. Naso'ihud-diniyah 24.000

92. Nihayatut zain 83.000

93. Nurud-dholam 12.500

94. Qomi'ut thugyan 9.500

95. Qurtubi 38.000

96. Risalatul Mu'awanah 7.500

97. Risalatul Qusairiyah 102.000

98. Riyadul Badi'ah 20.000

99. Riyadus-sholihin 102.000

100. Sab`atu Kutub Mufidah 63.000

101. Shohih Bukhori 475.000

102. Shohih Muslim 170.000

103. Sirojut Tholibin 182.000

104. Sirul Jalil 12.500

105. Sitina Mas'alah 19.000106. Sulam Taufiq 11.500

107. Sulam Munajah 6.500

108. Sunan Abi Dawud 217.500

109. Sunan Ibnu Majah 260.000

110. Sunan Turmudzi 369.000

111. Syamsul Ma`arif 112.000

112. Tafsir Baidhowi 220.000

113. Tafsir Ibnu Abas 86.000

114. Tafsir Jalalain 66.500

115. Tafsir Munir 207.000

116. Tafsir Showi 440.000

117. Tafsir Yasin 7.500

118. Tahrir 24.000

119. Tahliyah 11.500

120. Taisirul Kholaq 6.500

121. Tajridus Shorih 75.000

122. Talhisul Asas 13.500

123. Ta'limul Mutalim 7.500

124. Tambihul Ghofilin 63.000

125. Tambihul Mughtarin 26.000

126. Tanwirul Qulub 87.500

127. Tanqihul Qoul 16.000

128. Tarekh Tasyre’ 59.000

129. Targhibul Musytaqin 11.500

130. Tashilul Amani 12.500

131. Taswiqul Khilan 63.000

132. Tausyeh 75.000

133. Tibun-Nabawi 75.000

134. Tibyan 42.500

135. Tijan Durori 9.500

136. Umdatus Shalik 13.500

137. Uqudilijain 6.500

138. Uqudul Juman 39.000

139. Usfuriyah 11.500

140. Wajis 110.000

141. Waroqot 7.500

142. Washoya 6.000

Jika kitab kuning yang Anda cari tidak ada dalam daftar kitab kuning di atas, silakan cari di daftar yang disediakan Duta Islam di bawah ini. Ada ribuan judul kitab kuning yang disediakan, baik yang diterbitkan di dalam maupun luar negeri.

Jaringan kitab dalam daftar di bawah ini sifatnya internasional, utamanya yang tersebar di Timur Tengah. Kitab kuning yang sulit didapatkan di Indonesia, insyaallah ada. Bahkan kitab madzhab selain madzhab populer di Indonesia juga ada. Tidak percaya, silakan discroll sampai ketemu judul kitabnya.

Jika Anda ingin memilikinya, caranya mudah. Cari judulnya, lalu kirim format order dalam bentuk SMS ke nomor 085-868-862-862 (Ustadz Akhid). Ini format pemesanan kitab yang Anda cari:

Kitab Kuning Digital # Judul Kitab # Nama Pengarang # Jumlah pesanan # Nama Lengkap # Alamat Lengkap # Nomor Hp # Keterangan atau pertanyaan jika ada.

Contoh:

Kitab Kuning Digital # Ushul fit Tafsir # Ibnu Taimiyah # 3 eks # Abu Ma'la # Jl. Jend Sudirman No. 106, Kel. Rangga, Kec. Cinta, Kab. Garut, Jawa Barat 16577 # 0818867*** # Jika ada kitab Masa'il Ilmiyah karya Shan'any, sekalian dikirim juga boleh. Mohon info stok dan ongkirnya ke alamat. Terimakasih.

Anda akan segera menerima balasan berupa stok kitab tersedia, harga (jika belum terdata), beserta ongkos kirim ke alamat sesuai berat barang yang dipesan. Bisa dikirim pakai pos Indonesia maupun JNE. Jika dikirim ke luar negenri, kami kirim pakai EMS. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/nama-nama-kitab-kuning-yang-banyak-dikaji-di-pesantren.html

Kamis, 06 Desember 2012

Hukum Wanita Hilang Keperawanan

Assalamu’alaikum wr. wb. Redaksi bahtsul masail yang saya hormati. Saya ingin menanyakan tentang status seorang perempuan yang belum pernah menikah, tetapi sudah tidak perawan lagi karena waktu pacaran dengan seseorang melakukan hubungan badan sehingga menyebabkan hilangnya keperawanannya. Begitu juga bagaimana kalau seorang perempuan yang hilang keperawananya bukan karena melakukan hubungan badan, seperti akibat mastrubasi dengan tangannya sendiri? Dikatakan perawan tetapi sudah tidak perawan lagi, dikatakan janda tetapi belum pernah menikah. Lantas, bagaimana status hukumnya? Atas pejelasannya saya ucapkan terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb. (Ahmad/Banten)

JAWABAN :

Wassalamu’alaikum wr. wb

Hukum Wanita Hilang Keperawanan - Kitab Kuning Digital
Hukum Wanita Hilang Keperawanan - Kitab Kuning Digital


Hukum Wanita Hilang Keperawanan

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt.

Keperawanan adalah sesuatu yang paling berharga bagi seorang perempuan. Karenanya, menjaga keperawanan adalah keniscayaan, dan tak bisa ditawar lagi. Bahkan dalam salah satu sabdanya Rasulullah saw menganjurkan untuk menikah dengan perempuan yang masih perawan.

ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻷَﺑْﻜَﺎﺭِ ﻓَﺈِﻧَّﻬُﻦَّ ﺃَﻋْﺬَﺏُ ﺃَﻓْﻮَﺍﻫًﺎ ﻭَﺃَﻧْﺘَﻖُ ﺃَﺭْﺣَﺎﻣًﺎ ﻭَﺃَﺭْﺿَﻰ ﺑِﺎﻟْﻴَﺴِﻴﺮِ

Kitab Kuning Digital

“Hendaklah kalian menikah dengan gadis karena mereka lebih segar baunya, lebih banyak anaknya (subur), dan lebih rela dengan yang sedikit” (H.R. Baihaqi).

Lantas siapakah perempuan yang dikategorikan sebagai perawan? Perempuan perawan adalah perempuan yang keperawanannya atau selaput daranya masih utuh. Hal ini sebagaimana disinggung oleh Imam al-Haramain al-Juwaini dalam kitab Nihayah al-Mathlab fi Dirayah al-Madzhab. Menurutnya, keperawanan itu menggambarkan atau mengandaikan tentang selaput dara atau hymen. Lantas apakah yang menyebabkan keperawanan itu bisa hilang?

Setidaknya ada dua kategori hal-hal yang bisa menyebabkan keperawanan itu hilang. Kategori pertama hilangnya keperawanan karena hubungan badan.

Kitab Kuning Digital

Hubungan badan dalam konteks ini meliputi hubungan badan yang halal, yang haram, atau yang syubhat (wathi syubhah). Dalam hal ini perempuan yang melakukan hubungan badan, baik hubungan badan yang halal atau yang tidak halal maka statusnya adalah bukan perawan (tsayyib).

ﻭَﺍﻟْﺒِﻜَﺎﺭَﺓُ ﻋِﺒَﺎﺭَﺓٌ ﻋَﻦِ ﺟِﻠْﺪَﺓِ ﺍﻟْﻌُﺬْﺭَﺓِ ﻓَﺈِﻥْ ﺯَﺍﻟَﺖْ ﺑِﺠِﻤَﺎﻉِ ﺣَﻠَﺎﻝٍ ﺃَﻭْ ﺣَﺮَﺍﻡٍ ﺃَﻭْ ﻭَﻁْﺀِ ﺷُﺒْﻬَﺔٍ ﺻَﺎﺭَﺕْ ﺛَﻴِّﺒًﺎ

“Keperawanan adalah menggambarkan tentang selaput dara (hymen). Jika keperawanan seorang perempuan hilang sebab hubungan badan yang halal atau haram atau wathi` syubhat maka ia menjadi tidak perawan” (Imam al-Haramain al-Juwaini, Nihayah al-Mathlab fi Dirayah al-Madzhab, tahqiq, Abdul Azhim Mahmud ad-Dib, Bairut-Dar al-Minhaj, cet ke-1, 1428 H/2007 M, juz, 12, h. 43)

Ketegori kedua, hilangnya keperawanan di luar hubungan badan. Misalnya seorang perempuan bisa hilang keperawanannya karena melakukan lompatan, memasukan jari-jemarinya ke dalam kemaluannya, atau bisa juga karena terlalu lama melajang. Lantas, apakah perempuan yang hilang keperwanannya bukan karena disebabkan melakukan hubungan badan masih bisa dikategorikan sebagai perawan?

Dalam kasus ini Imam al-Haraiman al-Juwaini menghadirkan dua pendapat.

Dalam kasus ini Imam al-Haraiman al-Juwaini menghadirkan dua pendapat. Pertama:, ia masuk dalam kategori tidak perawan karena hilangnya keperawananya. Sedang pendapat kedua mengatakan bahwa ia masih masuk kategori sebagai perawan karena faktanya ia tidak pengalaman berhubungan dengan laki-laki.

ﻭَﻟَﻮْ ﺯَﺍﻟَﺖْ ﺑِﻘَﻔْﺰَﺓٍ ﺃَﻭْ ﻭَﺛْﺒَﺔٍ ﺃﻭْ ﺑِﺄَﺻْﺒَﻊٍ ﺃَﻭْ ﺑِﻄُﻮﻝِ ﺍﻟﺘَّﻌْﻨِﻴﺲِ ﻭَﺍﻟﺘَّﻌَﺰُّﺏِ ﻓَﻔِﻴﻬَﺎ ﻭَﺟْﻬَﺎﻥِ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺛَﻴِّﺐٌ ﻟِﺰَﻭَﺍﻝِ ﺍﻟْﺒِﻜَﺎﺭَﺓِ ﻭَﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻲ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺑِﻜْﺮٌ ﻟِﺄَﻥَّ ﺍﻟْﺒِﻜَﺎﺭَﺓَ ﻋِﺒَﺎﺭَﺓٌ ﻋَﻦْ ﻋَﺪَﻡِ ﺍﻟْﻤُﻤَﺎﺭَﺳَﺔِ ﻭَﺍﺧْﺘِﺒَﺎﺭِ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﻟْﻢْ ﻳَﺤْﺼُﻞْ

“Dan seandainya keperawanan itu hilang karena melompat-lompat, terkena jari-jemari, lama tidak mau menikah (perawan tua) atau melajang maka dalam kasus ini ada dua pendapat. Pertama, ia dikategorikan sebagai janda karena hilangnya keperawanan. Kedua,: ia tetapi dianggap sebagai perawan karena keperawanan itu mengandaikan ketiadaan pengalamannya dalam berhubungan dengan laki-laki, sedangkan hal ini (pengalaman berhubungan dengan laki-laki) tidak ada.

(Nihayah al-Mathlab fi Dirayah al-Madzhab, juz, 12, h. 43)

Perbedaan antara perempuan yang masih perawan dan perempuan yang sudah tidak perawan ini tentunya berimplikasi status yang melekat pada keduanya. Misalnya, dalam hal menikah perempuan yang sudah tidak perawan lebih berhak atas dirinya di banding walinya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda;

ﺍﻟﺜَّﻴِّﺐُ ﺃَﺣَﻖُّ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻭَﻟِﻴِّﻬَﺎ ﻭَﺍﻟْﺒِﻜْﺮُ ﺗُﺴْﺘَﺄْﻣَﺮُ ﻭَﺇِﺫْﻧُﻬَﺎ ﺳُﻜُﻮﺗُﻬَﺎ

“Perempuan yang sudah tidak perawan lebih berhak dengan dirinya dibanding walinya, dan perempuan yang masih perawan dimintai ijinnya, sedang ijinnya adalah diamnya” (H.R. Muslim)

Muhyiddin Syarf an-Nawawi menjelaskan bahwa kata “ahaqqu” (lebih berhak) dalam hadits tersebut mengandaikan adanya persekutuan dalam hak. Artinya, baik pihak perempuan atau walinya sama-sama memilik hak. Perempuan memiliki hak atas dirinya dalam menentukan pasangan hidupnya, sedang wali memiliki hak untuk menikahkannya. Namun hak si perempuan tersebut lebih diutamakan atau diunggulkan daripada walinya.

Akibatnya apabila terjadi perselisihan dalam memilih pasangan hidup, maka pilihan si perempuan didahulukan. Misalnya, pihak wali menginginkan untuk menikahkan anaknya yang sudah tidak perawan lagi dengan laki-laki sekufu, tetapi si perempuan tidak mau, maka dalam hal ini ia tidak boleh dipaksa. Atau sebaliknya, si perempuan sudah memilih pasangan hidupnya yang sekufu tetapi walinya tidak mau menikahkannya, maka dalam hal ini wali boleh dipaksa untuk menikahkannya, dan apabila tidak mau maka hakim yang menikahkannya.

ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﻟَﻔْﻈَﺔَ ﺃَﺣَﻖُّ ﻫُﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺸَﺎﺭَﻛَﺔِ ﻣَﻌْﻨَﺎﻩُ ﺃَﻥَّ ﻟَﻬَﺎ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨِّﻜَﺎﺡِ ﺣَﻘًّﺎ ﻭَﻟِﻮَﻟِﻴِّﻬَﺎ ﺣَﻘًّﺎ ﻭَﺣَﻘُّﻬَﺎ ﺃَﻭْﻛَﺪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻘِّﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻮْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺗَﺰْﻭِﻳﺠَﻬَﺎ ﻛُﻔْﺆًﺍ ﻭَﺍﻣْﺘَﻨَﻌَﺖْ ﻟَﻢْ ﺗُﺠْﺒَﺮْ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﺭَﺍﺩَﺕْ ﺃَﻥْ ﺗَﺘَﺰَﻭَّﺝَ ﻛُﻔْﺆًﺍ ﻓَﺎﻣْﺘَﻨَﻊَ ﺍﻟْﻮَﻟِﻲُّ ﺃُﺟْﺒِﺮَ ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﺻَﺮَّ ﺯَﻭَّﺟَﻬَﺎ ﺍﻟْﻘَﺎﺿِﻲ ﻓَﺪَﻝَّ ﻋَﻠَﻰ ﺗَﺄْﻛِﻴﺪِ ﺣَﻘِّﻬَﺎ ﻭَﺭُﺟْﺤَﺎﻧِﻪِ

“Ketahuilah bahwa kata ahaqqu (lebih berhak) yang terdapat dalam hadits ini adalah untuk menunjukkan adanya persekutuan, artinya bahwa perempuan yang sudah tidak perawan memiliki hak atas dirinya dalam menikah, begitu juga walinya memiliki hak (untuk menikahkannya). Akan tetapi hak perempuan tersebut lebih kuat daripada haknya walinya. Karenanya, jika ingin wali menikahkannya dengan lelaki yang sekufu tetapi ia menolak maka ia tidak boleh dipaksa. Sedang apabila ia ingin menikah dengan lelaki (pilihannya) yang sekufu, tetapi walinya tidak mau menikahkannya maka walinya boleh dipaksa. Oleh sebab itu jika walinya tetap keukeh tidak mau menikahkannya maka hakim yang menikahkan. Hal ini menujukkan kuat dan unggulnya hak perempuan yang sudah tidak perawan” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Minhaj Syarhu Shahihi Muslim bin al-Hajjaj, Bairut-Daru Ihya`i Turats al-‘Arabi, cet ke-2, 1392 H, juz, 9, h. 204)

Demikian penjelasan yang dapat kami kemukakan.

Semoga bisa diapahami dengan baik. Sarran kami, sudah seharusnya para remaja puteri untuk selalu berhati-hati dalam pergaulan dan menjaga kehormatannya. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/12/hukum-wanita-hilang-keperawanan.html

Selasa, 24 Juli 2012

Dua Pelajar Thailand Perdalam Aswaja di Pesantren Nuris

Jember, Kitab Kuning Digital. Kerja sama Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember dengan sejumlah negara Asia Tenggara, mulai membuahkan hasil. Selama tiga tahun ke depan misalnya, dua pelajar asal Thailand akan mengenyam pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Nuris.

Menurut salah seorang pengasuh Pesantren Nuris, Ustadz Robith Qashidi, kedatangan dua santri itu adalah bagian dari program pertukaran pelajar antara Nuris dan sejumla negara di Asia Tenggara.

Dua Pelajar Thailand Perdalam Aswaja di Pesantren Nuris (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Pelajar Thailand Perdalam Aswaja di Pesantren Nuris (Sumber Gambar : Nu Online)


Dua Pelajar Thailand Perdalam Aswaja di Pesantren Nuris

"Ini tahap pertama, nanti disusul oleh negara lain mengirimkan pelajarnya. Dan Nuris kelak juga melakukan hal yang sama," tukasnya di kompleks Pesantren Nuris, Selasa (11/8).

Lulusan Universitas al-Azhar, Cairo, Mesir itu menambahkan, misi besar dari program tersebut adalah menjalin sekaligus mengokohkan paham Ahlussunnah wal Jamaah lintas negara.

Kitab Kuning Digital

Sebab, kata Gus Robith, Islam Indonesia dengan Thailand, Malaysia, Filipina dan sebagainya mempunyai kesamaan dalam kultur dan amaliahnya. "Mereka amaliahnya sama dengan amaliah warga nahdliyyin. Karena itu, kesamaan tersebut perlu terus kita bangun melalui kader-kader Ahlussunnah wal Jamaah masing-masing negara. Dan keinginan mereka memang memperdalam Ahlussunnah wal Jamaah," ucapnya.

Kitab Kuning Digital

Kedua nama pelajar asal Thailand itu, masing-masing bernama Asfandee Yamalae (16 tahun) dan Sulfa Mani (16 tahun). Keduanya sama-sama berasal dari Provinsi Narathiwat.

Dalam pengamatan Kitab Kuning Digital, kedua pelajar itu sudah bisa beradaptasi dengan santri-santri lokal meski baru datang 4 hari lalu. Walaupun tidak bisa berbahsa Indonesia, tapi mereka tampak mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar bahasa Indonesia agar lancar dalam menimba ilmu di pesantren tersebut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61560/dua-pelajar-thailand-perdalam-aswaja-di-pesantren-nuris

Kitab Kuning Digital

Kamis, 17 Mei 2012

Jidat Hitam Tanda Khawarij, Bukan Keshalihan

Imam Muhammad bin Ahmad As-Showi Al-Maliki dalam kitabnya Hasyiah As-Showi ‘Ala Tafsir Al-Jalalain Juz: 4 hlm. 134 cet. al-Haromain Li At-Thoba’ah Wa An-Nashr Wa At-Tauzi’, Singapura QS. Al-Fath: 29 menjelaskan maksud ayat yg berbunyi: (سيماهم فى زجوههم من اثر السجود) وليس المراد به ما يصنعه بعض الجهلة المرائين من العﻻمة فى الجبهة، فأنه من فعل الخوارج، وفى الحديث: اني ﻻبغض الرجل واكرهه اذا رايت بين عينيه اثر السجود.

(Tanda-tanda mereka di wajahnya (terlihat) dari bekas sujudnya) Dan maksud darinya bukanlah apa yang dilakukan oleh sebagian orang bodoh yang merasa riya’ (pamer) dari tanda-tanda di jidat. Itu sesungguhnya pekerjaan kaum khawarij Dalam hadits, Rosulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku sangat marah dan sangat tidak menyukai jika aku melihat seorang lelaki yang diantara kedua matanya ada tanda bekas sujudnya.”

Jidat Hitam Tanda Khawarij, Bukan Keshalihan - Kitab Kuning Digital
Jidat Hitam Tanda Khawarij, Bukan Keshalihan - Kitab Kuning Digital


Jidat Hitam Tanda Khawarij, Bukan Keshalihan

Al-Khothib As-Syarbini dalam Tafsirnya Sirojul Munir juz 4 hal. 31 menjelaskan maksud ayat سيماهم فى وجوههم من تثر السجود mengutip perkataan Imam Al-Baghowi sebagai berikut:

وقال البغاوى: وﻻ يظن من السيما مايصنعه بعض المرائين من اثر هيئة السجود فى جبهة فأن ذالك من سيماالخوارج “Jangan menyangka sesungguhnya dari tanda-tanda yang dilakukan sebagian orang-orang yang riya (muroo’iin) itu termasuk tanda bekas saat sujud di jidat, karena sesungguhnya hal itu adalah tanda-tanda khowarij

Kitab Kuning Digital

Dewasa ini banyak orang mengukur keshalihan seseorang dari ketebalan kapal hitam yang ada di jidatnya. Semakin hitam dan tebal jidat seseorang maka semakin dia dianggap sebagai orang yang ahli ibadah dan ahli sujud. Hal ini berdasarkan pemahaman sempit mereka terhadap ayat yang berbunyi :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ Yang artinya, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS. Al-Fath:29.

Banyak orang yang tidak mengetahui makna ayat ini dengan baik, sehingga mereka menafsirkan ayat di atas dengan pemahaman yang keliru. Dan anehnya, pemahaman yang salah itu diklaim sebagai pendapat yang paling benar. Mereka menyangka bahwa maksud dari bekas sujud itu adalah tanda hitam di dahi karena sujud. Bahkan ada sebagian dari mereka yang mencemooh seorang ulama’ sholih hanya karena jidatnya tidak hitam. Ulama tanpa jidat hitam tidak sholih sebab jidatnya seperti kaleng. Padahal bukan demikian yang dimaksudkan dari ayat tersebut.

Kitab Kuning Digital

Pakar tafsir Imam At-Thabari meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan ‘tanda mereka…” adalah perilaku yang baik. Dalam sebuah riwayat lain yang beliau nukil juga dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan bekas sujud adalah kekhusyu'an. Juga diriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Qatadah, beliau berkata, “Ciri mereka adalah shalat” (Tafsir Mukhtashar Shahih hal 546).

Sementara itu dalam Sunan Kubro karangan Imam Baihaqi diterangkan:

عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟

Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut. Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

Dalam redaksi lain dari Ibnu Umar juga:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.

Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699)

عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.

Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).

عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ. Dari Manshur, aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah? Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapal’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapal’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).

Bahkan Ahmad ash Showi mengatakan: “Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat tersebut adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan tukang riya’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij” (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).

Dari al Azroq bin Qois, Syarik bin Syihab berkata, “Aku berharap bisa bertemu dengan salah seorang shahabat Muhammad yang bisa menceritakan hadits tentang Khawarij kepadaku. Suatu hari aku berjumpa dengan Abu Barzah yang berada bersama satu rombongan para shahabat. Aku berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepadaku hadits yang kau dengar dari Rasulullah tentang Khawarij!”. Beliau berkata: “Akan kuceritakan kepada kalian suatu hadits yang didengar sendiri oleh kedua telingaku dan dilihat oleh kedua mataku. Sejumlah uang dinar diserahkan kepada Rasulullah lalu beliau membaginya. Ada seorang yang plontos kepalanya dan ada hitam-hitam bekas sujud di antara kedua matanya. Dia mengenakan dua lembar kain berwarna putih. Dia mendatangi Nabi dari arah sebelah kanan dengan harapan agar Nabi memberikan dinar kepadanya namun beliau tidak memberinya. Dia lantas berkata, “Hai Muhammad hari ini engkau tidak membagi dengan adil”. Mendengar ucapannya, Nabi marah besar. Beliau bersabda, “Demi Allah, setelah aku meninggal dunia kalian tidak akan menemukan orang yang lebih adil dibandingkan diriku”. Demikian beliau ulangi sebanyak tiga kali. Kemudian beliau bersabda:

يَخْرُجُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ رِجَالٌ كَانَ هَذَا مِنْهُمْ هَدْيُهُمْ هَكَذَا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ثُمَّ لاَ يَرْجِعُونَ فِيهِ سِيمَاهُمُ التَّحْلِيقُ لاَ يَزَالُونَ يَخْرُجُونَ

“Akan keluar dari arah Timur orang-orang yang seperti itu penampilan mereka. Dia adalah bagian dari mereka. Mereka membaca al Qur’an namun al-Qur’an tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari binatang sasarannya setelah menembusnya kemudian mereka tidak akan kembali kepada agama. Ciri khas mereka adalah plontos kepala. Mereka akan selalul muncul” (HR Ahmad no 19798, dengan sanad Hasan).

Oleh karena itu, ketika kita sujud hendaknya proporsonal dan sewajarnya saja, yang penting antara lambung dan paha agak renggang serta ketiak sedikit dibuka, jangan terlalu berlebih-lebihan sehingga hampir seperti orang yang telungkup. Tindakan inilah yang sering menjadi sebab timbulnya bekas hitam di dahi, meskipun sebenarnya belum tentu orang tersebut benar-benar ahli sujud

Jadi, bagi yang jidatnya pada kapalan janganlah merasa paling ‘abid dan shalih, kemudian menyalahkan orang lain. Boleh jadi Anda lah kaum khawarij masa kini. Na’udzubillahi min dzalik. Wallahu a’lam dan smg bermanfa’at. Aamiin

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/jidat-hitam-tanda-khawarij-bukan.html

Jumat, 28 Mei 2010

PBNU Dukung Langkah FKB Kaji Ulang UUD 1945

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penuh langkah Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk mengkaji ulang Undang-undang Dasar 1945. Langkah tersebut dinilai cukup baik dalam upaya mengatasi kontroversi seputar amandemen UUD yang sudah dilakukan empat kali.

Saya berharap UUD itu tidak disakralkan, apalagi amandemennya. Oleh karena itu, saya mendukung langkah FKB MPR untuk mempelajari dan mendalami dulu, kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi usai menerima kunjungan anggota FKB MPR di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (19/2).

Anggota FKB MPR yang bertemu dengan KH Hasyim Muzadi di antaranya adalah Cecep Syarifudin (Ketua FKB MPR), Sekretaris FKB MPR Effendy Choirie, Mahfudz MD (Ketua Tim Pengkaji UUD 1945), Abdullah Azwar Anas, Arsa Sutresna dan Fuad Anwar.

PBNU Dukung Langkah FKB Kaji Ulang UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Langkah FKB Kaji Ulang UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Dukung Langkah FKB Kaji Ulang UUD 1945

Namun demikian, Hasyim menambahkan, pengkajian ulang amandemen tersebut hendaknya mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya tentang keberadaan amandemen itu apakah merupakan bagian dari solusi konstitusi, rekonstruksi atau sekedar reaksi terhadap perubahan sistem politik dari orde baru ke era reformasi.

Kalau di jaman Bung Karno (Orde Lama-Red), UUD itu jadi revolusi. Kalau di jaman Pak Harto (Orde Baru) jadi sentralisme. Nah, kalau di jaman reformasi ini jadi apa, tidak jelas, terang Hasyim yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur itu

Hal lain yang perlu dijadikan pertimbangan, lanjutnya, tingkat produktifitas daripada amandemen tersebut. Harus seimbang produktifitasnya baik di dalam struktur maupun kultur. Produktif dalam pengertian perlu atau nggak untuk bangsa dan negara, ujarnya.

Kitab Kuning Digital

Sementara Ketua Tim Pengkaji UUD 1945 Mahfudz MD mengatakan, pertemuan dengan Hasyim membahas berbagai persoalan, termasuk wacana amandemen. Sebab sudah ada perintah dari Ketua Umum Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk mendalami wacana itu.

"Saya datang ke sini untuk minta tausiyah, dan apakah pendapat Gus Dur cocok dengan Hasyim, ternyata sama," ujar Mahfud.

Hal senada dikatakan Sekretaris FKB MPR Effendy Choirie. Menurutnya, pengkajian UUD 1945 merupakan amanat Gus Dur. Karena itu, masukan dari berbagai pihak diperlukan agar proses pengkajian yang dilakukan menghasilkan kajian yang komprehensif. "FKB juga akan terus menjalin komunikasi spiritual, batin, fungsional dan kepentingan dengan NU," katanya. (rif)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/8222/pbnu-dukung-langkah-fkb-kaji-ulang-uud-1945

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Kamis, 25 Februari 2010

Berkah UNU Indonesia, Mimpi ke Korea Terwujud

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Berkeliling ke Seoul, ibukota Korea Selatan adalah salah satu mimpi saya dua tahun lalu tepatnya ketika saya duduk di bangku kelas 2 SMK. Mimpi tersebut tercapai ketika saya berstatus sebagai mahasiswi generasi pertama di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta jurusan Psikologi.

Kesempatan tersebut datang melalui The 17th ASEAN Korean Future Oriented Youth Program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang diselenggarakan selama tujuh hari mulai 27 Januari - 2 Februari 2016. Saya merupakan bagian dari tujuh anggota delegasi Indonesia.

Berkah UNU Indonesia, Mimpi ke Korea Terwujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkah UNU Indonesia, Mimpi ke Korea Terwujud (Sumber Gambar : Nu Online)


Berkah UNU Indonesia, Mimpi ke Korea Terwujud

Pada pukul 07.00, Rabu, 27 Januari 2016 kami menginjakkan kaki di Incheon airport dengan perasaan yang begitu bahagia. Akhirnya saya juga sampai di kota impian. Tujuh jam perjalanan menggunakan pesawat Korean Air tidak membuat saya merasa lelah. Musim dingin membuat udara dingin dengan segera menyelinap ke sekujur tubuh yang lama-lama tubuh menjadi kedinginan dan menggigil. Kini, saya juga merasakan bagaimana hidup di negara dengan empat musim. Kondisinya sangat berbeda dengan di Indonesia yang merupakan negara tropis.

Kitab Kuning Digital

Begitu urusan imigrasi di bandara selesai, kami disambut hangat oleh dua orang pemandu, yaitu Joo Woon dan Sofia. Mereka menjadi pendamping delegasi Indonesia selama di Korsel.

Kitab Kuning Digital

Para peserta menginap di International Youth Center. Karena waktu check in agak siang, maka dua pemandu tersebut mengajak kami berkeliling ke kota Seoul selama beberapa jam. Ibukota Korsel ini merupakan salah satu kota metropolitan dengan gedung-gedung pencakar langit. Tetapi tetap saja ada hal yang berbeda yang bisa dinikmati. Seoul merupakan kota yang bersih dan rapi dengan warga yang disiplin. Ini membuat kota menjadi tertib.

Pergi ke negara asing tentu tak lengkap tanpa menikmati kulinernya. Saya mencoba makan kimchi, sayuran khas Korea yang rasanya agar getir, aneh bagi lidah Indonesia. Saat musim dingin, tak ada sayuran yang bisa tumbuh, kimchi merupakan sayuran yang diawetkan sehingga kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi selama musim dingin tersebut. Tentu saja saya juga mencoba teh ginseng yang terkenal itu serta es krim salju. Tak lupa, di berbagai sudut kota yang menarik, kami mengabdikan momen tersebut untuk mengambil foto yang akan menjadi kenangan menarik sepanjang hidup.

Mengingat acara tersebut mengambil tema pertukaran budaya, seluruh anggota delegasi Indonesia sepakat untuk mengenakan batik saat acara pembukaan. Kami memperkenalkan Indonesia kepada delegasi dari 17 negara. Kepada mereka kami tunjukkan budaya adiluhung seperti wayang, angklung, kebaya, dan lain-lain pada saat sesi festival booth. Pada saat sesi fashion show kami membawakan tarian Betawi. Kepulauan Seribu yang kini menjadi destinasi wisata yang menarik juga kami tunjukkan.

Salah satu pengalaman yang sangat mengesankan adalah saat mengikuti winter sport. Uuntuk pertama kalinya saya dan delegasi dari Indonesia merasakan dan bermain salju. Kami bermain sliding dan ice skating dengan udara minus10 celcius. Dingin tapi seru karena ini pengalaman pertama.

Sebagai acara pertukaran budaya, kami diajak mengunjungi Museum Korea untuk melihat perjalanan sejarah negara di semenanjung yang kini terpecah menjadi Korea Selatan dan Korea Utara ini.

Untuk mempererat hubungan antaranggota delegasi, rombongan dari delegasi Indonesia dipecah dan digabungkan dengan anggota dari delegasi negara lain sehingga kami menjadi mengenal peserta dari negara lain. Rombongan yang saya ikuti pergi ke Namsan Tower, Dondaengmun, Insa-dong, Myondong, dan tempat menarik lainya.

Korea Selatan kini sudah resmi bergabung dalam ASEAN Plus Three, yaitu negara-negara ASEAN ditambah dengan China, Jepang, dan Korea Selatan. Negara ini sudah sangat maju meskipun sebelumnya pernah dijajah Jepang dan mengalami perang saudara pada tahun 1950-an. Semua itu berkat kerja keras dan tradisi inovasinya. Budaya Korea kini berkembang pesat ke seluruh dunia, yang disebut dengan korean wave. Seluruh dunia kini mengenal film drama Korea, makanan Korea, fashion Korea dan lainnya. Bahkan pada 2012, muncul tarian Gangnam Style yang menghebohkan dan menjadi trend dunia. Videonya di youtube ditonton lebih dari 1 miliar kali.

Selama saya di Korea ada satu hal yang ingin saya contoh dan saya terapkan di negera kelahiran saya yaitu nasionalisme. Rasa nasionalisme mereka begitu kuat. Mereka memang menerima budaya asing tetapi mereka menyaring itu semua. Mereka mencoba mengenalkan budaya mereka, berusaha menawarkan produk-produk buatan mereka hingga gaya mereka, dan bahasa mereka. (Agnes Annisa Utami)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66659/berkah-unu-indonesia-mimpi-ke-korea-terwujud-

Kitab Kuning Digital

Rabu, 10 Februari 2010

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Boyolali, Kitab Kuning Digital. Sebanyak 30 pondok pesantren di Boyolali mendapatkan bantuan untuk modal pengembangan ekonomi. Bantuan berupa dua ekor kambing dari Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut disalurkan Pengurus Cabang Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Boyolali, di Gedung NU Center Boyolali, Selasa (6/5).

Salah satu perwakilan dari Pengurus Wilayah (PW) RMI-NU Jawa Tengah yang hadir, Munajat, Ph.D, mengatakan, pemberian bantuan ini masih termasuk dalam tahap percobaan.

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Dua kambing yang diberikan ini baru uji coba. Kemungkinan akan diberikan dalam jumlah lebih besar, kalau nantinya uji coba ini dapat berhasil, ujarnya.

Dalam acara tersebut, para peserta perwakilan dari pesantren juga mendapatkan pelatihan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren melalui peternakan kambing dari dosen Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM), Nafiatul Umami, Ph.D.

Kitab Kuning Digital

Salah satu peserta pelatihan, Choirudin Ahmad berharap, bantuan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi pesantren. Sekaligus sebagai bekal keterampilan santri setelah kembali ke daerah masing-masing, ungkap pengurus Pesantren Miftahul Huda Cepogo itu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Kitab Kuning Digital

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51825/rminu-boyolali-salurkan-bantuan-kambing-ke-30-pesantren

Kitab Kuning Digital

Senin, 18 Januari 2010

Kelas Menulis Santri Kunjungi Kantor Redaksi Koran di Kudus

Pati, Kitab Kuning Digital. Para santri yang mengikuti Kelas Menulis Santri (KMS) mengunjungi dapur redaksi Radar Kudus. Panitia memilih Radar Kudus karena jaraknya paling dekat dari Pati. Pada kunjungan tersebut par santri berdiskusi bagaimana caranya memproduksi informasi menjadi berita layak tayang di media.

Kunjungan KMS pada Jumat (16/1) tersebut disambut Ris Andi Kusuma selaku redaktur pelaksana. Ia menyampaikan materi secara garis besar mengenai pemberitaan. "Kita saling mempererat komunikasi teman-teman santri dan Nahdlatul Ulama", ungkap Ris. Kerja sama antara media dengan NU masih terjaga baik dan harus dipertahankan, lanjutnya.

Kelas Menulis Santri Kunjungi Kantor Redaksi Koran di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelas Menulis Santri Kunjungi Kantor Redaksi Koran di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)


Kelas Menulis Santri Kunjungi Kantor Redaksi Koran di Kudus

Ris juga memberikan komentar dengan adanya komunikasi seperti ini Radar Kudus butuh masukan, saran dan kritik dari pembaca.

Kitab Kuning Digital

Ris menjelaskan setidaknya terdapat tiga rubrik yang bisa menjadi ajang santri untuk berekspresi mulai tulisan yang bernafaskan Islam di hari Jumat yaitu Cermin Hati. Kedua, cerpen terbit tiap Minggu. Ketiga, rubrik Kiprah Anda.

Kolom yang disebut terakhir ini seperti citizen journalism yang bisa diisi santriwan-santriwati dengan kegiatan dari pesantren masing-masing. Ini menjadi media untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dalam KMS.

Sebelumnya, para santri belajar bersama Imam Shofwan dari Yayasan Pantau. Pada kesempatan itu mereka belajar tentang editing naskah. Dari Materi ini, mereka juga belajar bareng tentang evaluasi tulisan yang mereka buat. (M. Zulfa//Abdullah Alawi)

Kitab Kuning Digital

Keterangan gambar:

peserta KMS berfoto bersama dengan Imam Shofwan (yayasan Pantau), Munawir Aziz (RMI NU Jateng) dan Ris Andi Kusuma

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57066/kelas-menulis-santri-kunjungi-kantor-redaksi-koran-di-kudus

Kitab Kuning Digital

Senin, 05 Oktober 2009

Harlah Ke-63, Ini Pesan Wakil Bupati Sidoarjo kepada IPNU

Sidoarjo, Kitab Kuning Digital. Wakil Bupati Sidoarjo, H Nur Achmad Syaifuddin mengatakan bahwa, yang harus dilakukan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) saat ini adalah meneguhkan ke-Aswajaan dan menguatkan pemahaman terhadap seluruh kader anggota IPNU sendiri. Pasalnya, dengan menguatkan ajaran aswaja, IPNU akan terhindar dari budaya asing yang ingin merusak kedaulatan NKRI.

"Kader IPNU hendaknya dibekali dengan kecintaannya dengan ke-Bhinekaan Tunggal Ika agar tidak bisa terjerumus ke faham lainya, selain dari Nahdlatul Ulama," kata pria yang akrap disapa Cak Nur usai menghadiri acara MoU Unsuri dengan Wako University Tokyo Jepang, di aula Rektorat Unsuri, Waru, Sidoarjo, Jumat (24/2).

Harlah Ke-63, Ini Pesan Wakil Bupati Sidoarjo kepada IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-63, Ini Pesan Wakil Bupati Sidoarjo kepada IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Harlah Ke-63, Ini Pesan Wakil Bupati Sidoarjo kepada IPNU

Cak Nur mengimbau kepada penerus bangsa yaitu organisasi IPNU hendaknya mampu melindungi bangsa Indonesia dari faham radikalisme. Salah satunya yang perlu diperhatikan adalah tidak mengikuti budaya dari luar yang ingin merusak generasi bangsa.

Kitab Kuning Digital

Agar tak terjerumus ke dalam aliran radikal, Cak Nur menegaskan bahwa, IPNU harus merekrut kader dan anggota IPNU baru yang militan dan berakhlak karimah. Hal ini untuk menangkal calon radikalisme di sekolah maupun di kampus-kampus.

"Melalui momen Harlah ke-63 IPNU ini, saya mengucapkan selamat Harlah, semoga program-program IPNU ke depan betul-betul diaktualisasikan sesuai dengan kondisi saat ini," harapnya.

Gerakan radikalisme yang kian marak menyebarkan faham aliran keras hingga sesat disejumlah musholla hingga pusat pendidikan, menjadi tantangan besar bagi kalangan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama.

Kitab Kuning Digital

Pasalnya, tantangan yang sedang dihadapi sangat besar dengan tekad melindugi NKRI dari bahaya radikalisme. Dengan tantangan tersebut, IPNU diharapkan mampu menepis budaya dari luar dengan mengkuatkan aswaja ke anggota maupun kadernya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75673/harlah-ke-63-ini-pesan-wakil-bupati-sidoarjo-kepada-ipnu

Rabu, 03 Agustus 2005

Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo Gelar Shalawat dari Rumah ke Rumah

Sidoarjo, Kitab Kuning Digital. Pondok Pesantren Roudlotul Ulum desa Pilang Timur, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar acara pembacaan shalawat Al-Habsyi Simthud Durar, Ahad (27/12) malam.

Acara yang digelar di Desa Banjarbendo RT 05 RW 03 Kecamatan Sidoarjo kota itu berjalan penuh khidmat. Hujan yang sempat mengguyur daerah setempat tak menyurutkan semangat Nahdliyin untuk berbondong-bondong hadir di acara tersebut.

Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo Gelar Shalawat dari Rumah ke Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo Gelar Shalawat dari Rumah ke Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo Gelar Shalawat dari Rumah ke Rumah

"Jamiyah shalawat ini tidak lain adalah untuk menanamkan kebaikan, berdakwah, dan belajar min riyadil jannah (dari taman surga alias majelis ilmu, red). Jamiyah shalawat ini kali pertamanya diadakan di luar pesantren (dari rumah ke rumah)," kata pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Ustadz Moch Mukhlis Daim.

Kitab Kuning Digital

Pesantren Roudlotul Ulum setiap hari mengadakan shalawat dan diikuti oleh para santri. Namun, shalawat Al-Habsyi Simthud Durar kali ini juga dihadiri para alumni Pesantren Roudlotul Ulum serta diadakan di luar pesantren alias dari rumah ke rumah.

Ustadz Mukhlis menjelaskan, dalam satu bulan, jumlah kegiatan yang diadakan Pesantren Roudlotul Ulum terhitung ada 17 macam, baik itu kegiatan yang diadakan di area pesantren maupun di luar pesantren.

"Kegiatan yang diadakan di dalam pesantren seperti istighotsah rutin setiap hari badha Subuh, setiap minggunya kami menggelar jamiyah shalawat, di luar pesantren seperti jamiyah thariqah dan kegiatan islami lainnya," jelas Ustadz Mukhlis.

Kitab Kuning Digital

M Toib (30) alumni santri Roudlotul Ulum mengapersiasi terselenggaranya jamiyah shalawat Al-Habsyi Simthud Durar. Dirinya mengaku senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan tersebut. "Semoga ke depannya yang hadir semakin banyak. Karena ini jamiyah juga termasuk mensyiarkan shalawat agar masyarakat mengetahui akan pentingnya bershalawat," ucap Toib. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64599/pesantren-roudlotul-ulum-sidoarjo-gelar-shalawat-dari-rumah-ke-rumah

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock