Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Desember 2015

Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU

Waktu itu, Rais Aam PBNU KH Bisri Syansuri menginap di rumah putrinya, Nyai Sholihah, atau ibunda Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terletak di kawasan Matraman Jakarta Pusat. Ada Gus Dur juga di rumah itu. Sekitar pukul 08.00 WIB, KH Bisri memanggil sang cucu.

Dur antarkan saya ke kantor PBNU sekarang! kata sang kakek.

Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Bisri dan Gus Dur Soal Kebiasaan Telat di NU

Kenapa pagi-pagi sudah ke PBNU Mbah?, jawab Gus Dur.

Kitab Kuning Digital

Mau ada rapat gabungan.

Lho kan masih pagi Mbah?

Rapatnya jam sembilan.

Kitab Kuning Digital

Ah paling juga pada telat datangnya Mbah.

Biar saja. Biar ada bedanya antara yang tepat waktu dan yang telat.

Jarak antara rumah Nyai Sholihah dengan kantor PBNU dl Kramat Raya tidak begitu jauh, sekitar 2,5 km saja. Tahun 1970-an Jakarta juga belum macet.

KH Bisri Syansuri sampai di kantor PBNU sebelum pukul 09.00 WIB. Kira-kira 10 menit sebelum jam rapat, mereka berdua bergegas masuk ke ruangan rapat. Benar saja, belum ada satu pun pengurus NU yang datang.

Belum ada yang datang Mbah, kata Gus Dur.

Biar saja. Kita tunggu di sini saja, kata Kiai Bisri. Kemudian beliau duduk di kursi Rais Aam. Sebentar kemudian bibir sang kiai terlihat komat-kamit, seperti sedang membaca wirid atau dzikir, sambil menunggu pengurus PBNU yang lain. Gus Dur bergegas ke ruang samping menyiapkan minuman untuk kakeknya. (A. Khoirul Anam)

* Cerita ini disampaikan oleh KH Muhammad Musthofa, pengasuh pondok pesantren Al-Quran di Parung Bogor, yang pernah mendampingi Gus Dur di kediaman Jl Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Dari (Fragmen) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70057/kiai-bisri-dan-gus-dur-soal-kebiasaan-telat-di-nu

Kamis, 22 Oktober 2015

NU Pasca 212 dan Glorifikasi Politik Rasial Pilkada DKI

Kitab Kuning Digital - Sebutan aksi super damai Jumat 12 Desember 2016 di kawasan Monas Jakarta-- konon mencengangkan dunia. Aksi massa yang biasanya dalam hitungan puluhan ribu orang, 212 memobilisasi ratusan ribu. Aksi massa besar yang biasanya dibumbui praktek rusuh, 212 berlangsung sangat damai.

Aksi massa akbar yang biasanya menyisakan sampah dan pengrusakan taman, 212 berakhir dengan kesan bersih dan rapih. 212 banjir pujian publik. Ingat sambutan dan pekik takbir Presiden Joko Widodo usai Jumatan bersama jamaah Aksi?

Masih misteri bagaimana 212 bisa terorganisasi. Adakah karena FPI Habib Rizieq? Selama ini pengerahan massa FPI dalam berbagai momen hanya bergerombol dan terkenal anarkis atas nama nahi munkar. Adakah karena isu penistaan agama? Bukan kali ini saja isu penistaan kitab suci mengemuka. Adakah karena semangat khilafah?

Dalam urusan ancaman atas NKRI, Polri dan TNI tidak mungkin mentoleransi. Adakah karena sentimen Wahabi? Aliran ini tidak lazim dengan demo dan festival shalawatan. Adakah karena kepentingan Pilkada DKI? Massa 212 melibatkan peserta dari berbagai daerah yang tidak ada hubungannya dengan DKI.

Demikian misteri sehingga 212 diglorifikasi sebagai gerakan suci atas nama Tuhan. Konsekuensinya, upaya merasionalisasikan 212 atau apatis dengan 212 --apalagi mengkritisinya-- menjadi sasaran buli.

Adalah Nahdlatul Ulama (NU) korbannya. NU dibuli habis di medsos. Seabreg sebutan negatif menyasar para tokoh dan pengurus NU. Resonansi Islam Nusantara yang menjadi trade-mark NU bagai tenggelam dalam kubangan hina versus Islam militan. Aktifis NU merasa kewalahan dengan arus cacian dan olok-olok. Bahkan tidak sedikit di antara nahdliyyin sendiri pun termakan dan larut dalam tradisi buli --melupakan martabat kyai.

Jamiyyah NU memang tidak mendorong warganya untuk ikut dalam 212. PBNU melalui Lembaga Bahtsul Masailnya mengeluarkan simpulan tidak sah bershalat jumat di jalan umum. Salah seorang tokohnya men-tweet kalau rencana shalat di sepanjang jalan MH Thamrin itu bid'ah besar. Alih-alih ikut 212, pesantren-pesantren nahdliyyin seperti Lirboyo, Tebu Ireng, Langitan, Sarang, Lasem, Kajen, dan Babakan Ciwaringin lebih asyik mengaji sebagaimana kesehariannya.

212 sudah berlalu. Apa akan ada aksi serupa atau aksi lanjutan ke depan? Belum ada berita resmi. Bagaimana dengan NU? Apa akan ada reposisi sebagai adjustment atas dampak 212? Ataukah NU akan terpolarisasi antara NU Rais Am dan NU Ketua Umum? Ataukah NU akan semakin mengkristal dalam watak kebangsaannya? Sambil menuggu perkembangan apa yang akan terjadi dengan NU paska 212, beberapa catatan kecil berikut mungkin bisa diperhatikan.

Tradisi konflik dalam sejarah NU sudah menjadi watak. Pernyataan ini jangan buru-buru diterima. Ada catatannya, yakni bahwa konflik dalam tradisi NU bukanlah pertengkaran atau perseteruan, tetapi lebih pada perbedaan pendekatan dalam merespons permasalahan. Sebabnya sederhana, yakni adanya independensi pada setiap kyai, karena satu sama lain tidak ada pretensi saling menguasai. Bukankah jamiyyah bertugas untuk menyatukan? Memang. Tetapi dalam NU, persatuan tidak menafikan kemandirian dan perbedaan. Fenomena inilah yang sering difahami di permukaan sebagai konflik.

Tidak dipungkiri NU lekat dengan kultur Jawa-santri. Ciri menonjol kultur ini adalah respek terhadap habaib di satu sisi dan respek terhadap budaya lokal di sisi lain. Apa yang diminta dan diperintah Habaib hampir pasti dijalankan. Namun dalam keseharian nahdliyyin berbaur dengan kehidupan masyarakat sebagaimana adanya.

Para kyai bersedia menemani kalangan yang minimalis dalam beragama. Tidak heran jika simbol kekiyaian tidak selalu identik dengan nuansa Arab. Santrinisasi yang dilakukan kyai lebih bersifat substantif sehingga terkesan membela budaya lokal dari pada budaya Arab. Corak pemikiran keagamaan di kalangan NU sederhananya bergerak antara fiqh dan tasawwuf. Interaksi antara dua pendekatan yang menonjol ini membuat produk pemikiran NU tegas tetapi lentur. Tegas dalam kedudukan hukumnya, tetapi lentur dalam proses penerapannya. Dalam banyak kasus, kesan lentur lebih dominan sehingga dianggap plin-plan oleh kalangan yang ketat dengan syariah. Walaupun, dalam kenyataannya, kelenturan itu justru menguntungkan kepentingan orang banyak.

Pola politik NU lebih menekankan komitmen kebangsaan. Ini berbeda dengan pola politik Islam-puritan yang bersikeras menerapkàn syariah sebagaimana difahaminya. Bagi kelompok ini, sebuah negara-bangsa harus tunduk pada formalitas Islam. Sementara bagi NU, Pancasila adalah azaz final NKRI. Menjalankan Pancasila adalah menjalankan Islam.

Walau bernama Pancasila, ideologi negara ini sejalan dengan ajaran Islam sebagaimana diperjuangkan para kyai yang ikut menyusun konstitusi negara ini. Sebaliknya, menjalankan apa yang disebut syariat Islam dengan menentang Pancasila, akan membahayakan NKRI dan pada gilirannya merugikan perjuangan Islam yang sebenarnya. Dengan Pancasila, hubungan Islam dan negara dipandang sudah selesai. Posisi ini bukan tanpa argumen Al-Quran dan al-Hadits sebagaimana lazimnya para kyai berfikir dan bertindak.

Demikian total komitmen NU terhadap Pancasila dan NKRI sehingga siapa saja yang menyelewengkan atau berusaha memecah belahnya, akan dilawan habis. Dalam sejarah, NU tidak ragu berjihad untuk mengusir penjajah yang melanggar kedaulatan NKRI. Sejarah juga mencatat kegigihan relawan nahdliyyin dalam mengganyang PKI yang mempreteli Pancasila.

Begitupun NU tidak mentoleransi gerakan pendirian Negara Islam yang akan menggantikan NKRI. NU sangat sadar mana gerakan Islam sebagai sebuah dakwah amar makruf nahi munkar dan mana gerakan Islam sebagai alat pemburu kepentingan.

Gerakan politik Islam dimungkinkan muncul dalam alam demokrasi. Bahkan tidak jarang resonansinya mencuat begitu kuat dan memukau. Kalangan a-historis mudah termakan dan larut begitu saja dalam jargon-jargon kitab suci yang diusung politik Islam ini.

Dalam waktu bersamaan, gerakan kebangsaan berbasis budaya lokal tidak jarang menunjukan posisi alergi terhadap peran agama. Arti dan peran ajaran agama direduksi dan bahkan cenderung dinafikan. Kekuatan moral agama pun cenderung terabaikan alias dijauhkan dari Pancasila.

Dua arus dan pola politik ekstrim ini akan terus bertarung dan seringkali mempertaruhkan keberlangsungan NKRI. Adalah NU --dari kalangan Islam-- yang mengambil posisi penyeimbang dan pemersatu, konsisten dengan Pancasila dan setia dengan NKRI.

Dinamika dan konstalasi politik terus bergerak. Kehadiran NU sangat vital dan menjadi target perhatian semua faksi. Dengan pengalamannya yang panjang dan pola keberagamaannya yang istiqamah dan toleran, NU harus semakin cerdas dan berani.

Penetrasi politik Islam belakangan sangat tinggi sebagai reaksi atas kekuatan politik kebangsaan yang mendominasi berbagai lini pemerintahan. Sangat mungkin muncul reaksi balik yang menekan politik Islam pada gilirannya.

Pertarungan boleh jadi akan terus memanas, tetapi politik adiluhung NU harus terus hidup dan menjadi pemersatu semua elemen bangsa. Tidak dalam posisi terjepit, melainkan dalam posisi terdepan untuk mengawal Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI. Wallahu a'lam bish-shawab. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/nu-pasca-212-dan-glorifikasi-politik-rasial-pilkada-dki.html

Sabtu, 06 Juni 2015

Hadapi Radikalisme, Komunitas Pesantren Harus Terdepan

Probolinggo, Kitab Kuning DigitalSalah satu ancaman luar yang saat ini jadi fenomena adalah ancaman radikalisasi agama yang muncul karena adanya pemahaman agama yang sempit dan sepihak. Serta, adanya penafsiran Al-Quran dan hadits sesuai dengan kepentingannya. Baik itu kepentingan politik, ekonomi, ideologi yang dikemas dalam dalih pemurnian ajaran Islam.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Zainul Hasan (YPPZH) Genggong KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan hal ini di sela acara perayaan wisuda Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (Inzah), Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH), dan program profesi D 1 I-TECH Zainul Hasan Genggon, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (21/01).

Hadapi Radikalisme, Komunitas Pesantren Harus Terdepan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Radikalisme, Komunitas Pesantren Harus Terdepan (Sumber Gambar : Nu Online)


Hadapi Radikalisme, Komunitas Pesantren Harus Terdepan

Kemasannya macam-macam, bisa konstitusi, ekonomi dan sosial budaya. Perubahan politik luar negeri juga akan mempengaruhi kita. Di sinilah peran para sarjana santri dan komunitas pesantren memegang peran penting. Yakni dengan menjadi garda terdepan, ujarnnya.

Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur ini berpesan kepada para wisudawan untuk piawai memanfaatkan keilmuannya dalam memproteksi dan mewaspadai berbagai ancaman, baik eksternal maupun internal. Sebab Indonesia merupakan bangsa yang besar, bangsa yang jadi perhatian dunia dan cukup disegani dunia. Kita jangan sampai lengah, kata Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Kiai Mutawakkil juga berharap agar para wisudawan bisa lebih dekat kepada Allah SWT, bertanggung jawab, jujur dan disiplin terhadap keilmuannya.

Ilmu itu akan bermanfaat dan akan dirasakan manfaatnya, hanya dengan memiliki jiwa juang yang disertai keyakinan bahwa Allah SWT tidak akan pernah menelantarkan pejuang. Tanda-tanda pejuang ia mampu memberikan manfaat bagi orang lain, ujarnya.

Tahun ini, ada sebanyak 389 mahasiswa dari tiga lembaga tersebut yang diwisuda di Gedung Islamic Centre (GIC) Kota Kraksaan. Fakultas Tarbiyah Inzah mewisuda 301 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 17 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Serta, 18 mahasiswa dari Fakultas Syariah, Prodi Perbandingan Madzhab (PM).

STIH tahun ini mewisuda sebanyak 33 mahasiswa Prodi Ilmu hukum dan Program profesi D 1 I-TECH mewisuda 20 mahasiswanya. Prosesi wisuda yang disaksikan jajaran pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong ini berlangsung khidmat dalam suasana akrab penuh kekeluargaan.

Hadir dalam prosesi wisuda tersebut Ketua Yayasan Pondok Pesantren Zainul Hasan (YPPZH) Genggong KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua STIH Hj. Khusnul Hitamimah, Rektor Inzah DR Abdul Aziz Wahab dan Ketua I-TECH Novi Hendra Wirawan. Serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo H Asyari.

Pada wisuda ini, lulusan terbaik dari INZAH untuk prodi PAI diraih Sri Wahyuningsih dengan IPK 3,69, prodi PM diraih Moch. Fahmi M dengan IPK 3,55 dan prodi PBA diraih Nafisatul Rohmah dengan IPK 3,65.

Sedangkan dari STIH, lulusan terbaik untuk prodi Ilmu Hukum diraih Firman Juniartanto dengan IPK 3,73 dan I-TECH prodi Adm Perkantoran diraih Jevi Lutfiyah dengan IPK 3,51. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65177/hadapi-radikalisme-komunitas-pesantren-harus-terdepan

Kitab Kuning Digital

Selasa, 30 Desember 2014

Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Akan Berqurban

Kitab Kuning Digital - Peringatan bagi yang hendak berqurban, jika sudah masuk tanggal satu Dzul Hijjah agar tidak memotong rambut dan kukunya hingga hewan qurban disembelih. Ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah RA yang dikeluarkan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya;

Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Akan Berqurban - Kitab Kuning Digital
Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Akan Berqurban - Kitab Kuning Digital


Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Akan Berqurban

عَنْ أُمِّ سَلَمةَ رضِيَ اللَّه عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ، فَإِذا أُهِلَّ هِلالُ ذِي الحِجَّة، فَلا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْره وَلا منْ أَظْفَارهِ شَيْئاً حَتَّى يُضَحِّيَ “رَواهُ مُسْلِم

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah Shallallahu alaihu wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memilihi sembelihan yang akan disembelihnya, maka jika sudah masuk hilal Dzul Hijjah, jangan sekali-kali mengambil (memotong) rambutnya dan kuku-kukunya sedikitpun sehingga ia menyembelih” (HR. Muslim)

Hadits Ummu Salamah tersebut derajat hukumnya dipastikan shahih, namun para ulama’ dalam mengambil kesimpulan membandingkan dan mencocokkan dengan hadits lainnya. Di antaranya hadits dari ‘Aisyah ra. yang meneyebutkan bahwa Rasulullah saw mengirimkan hadyu (hewan sembelihan) melalui Abu Bakar ke Baitullah, dan Nabi saw masih muqim di Madinah. Nabi saw tidak mengharamkan apapun sebagaimana hal yang harus dihindari oleh orang yang sedang berihram.

Peristiwa ini diriwayatkan oleh Aisyah, istri dan sahabat yang paling mengetahui seluk beluk Nabi saw di rumahnya. Oleh karenanya, Imam Syafi’i berkomentar: “Dan mengirimkan hadyu (hewan qurban) lebih dari sekedar ingin berqurban, maka ini menjadi dalil bahwa hal itu (memotong rambut dan kuku) tidak diharamkan”.

Di samping itu, riwayat Aisyah ini demikian masyhur di kalangan sahabat dan tabi’in bahkan kemasyhuran riwayat ini sampai pada derajat mutawatir, berbeda dengan riwayat Ummu Salamah di atas.

Karena itulah, Imam al-Laith bin Sa’d ketika sampai kepadanya soal Ummu Salamah ra itu, ia berkata: “(Hadits) ini telah diriwayatkan, namun orang-orang melakukan selain yang terkandung dalam hadits ini”.

Imam al-Laits sepertinya ingin berkesimpulan, meskipun hadits ini shahih tapi orang-orang mengamalkan hadits shahih yang lain. Ini menunjukkan kalau maksud dan kandungan hadits Ummu Salamah kurang kuat jika dibandingkan dengan riwayat-riwayat yang lain, dan bahkan banyak ulama’ hadits yang tidak mengamalkan isi kandungan hadits Ummu Salamah.

Hasilnya, para ulama berbeda dalam memutuskan hukum memotong rambut dan kuku bagi orang yang ingin berqurban jika hilal bulan Dzul Hijjah sudah terlihat. Ada empat pendapat yang bisa dikabarkan di sini:

1. Abu Hanifah dan jumhur Hanafiyyah: Hukumnya boleh, tidak makruh dan tidak ada masalah apapun.

2. Pengikut Abu Hanifah yang muta’akkhirin: Tidak apa-apa, tidak makruh namun khilaful aula (meninggalkan yang mustahabb).

3. Al-Malikiyyah dan As-Syafi’iyyah: Disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan tidak memotong kuku bagi yang hendak berqurban dan jika memotongnya termasuk makruh tanzih, namun bukan haram.

4. Imam Ahmad, Dawud ad-Dzahiri dan beberapa ulama lain menyatakan hukumnya haram jika memotong rambut dan kuku.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum memotong kuku dan memotong rambut bagi orang yang hendak berkurban dan memasuk bulan Dzul hijjah adalah makruh (tidak disukai oleh Allah namun tidak mendapatkan ancaman siksa).

Sedangkan memeliharanya sampai memotong hewan kurban hukumnya sunnah. Itu karena hukum kurban adalah Sunnah yang menunjukkan bahwa turunan hukum lainnya juga sunnah. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/hukum-potong-kuku-dan-rambut-bagi-yang-akan-berqurban.html

Rabu, 01 Januari 2014

Doa Untuk Penyakit Stroke

Kitab Kuning Digital - Agar terhindar dari penyakit stroke, ada doa yang perlu diamalkan setiap pagi dan sore. Mewabahnya penyakit stroke sudah pernah diramalkan Nabi sebagai bagian dari tanda akhir zaman. Dalam sebuah hadist, Nabi bersabda:

Doa Untuk Penyakit Stroke - Kitab Kuning Digital
Doa Untuk Penyakit Stroke - Kitab Kuning Digital


Doa Untuk Penyakit Stroke

من اقتراب الساعة اذا كثر الفالج وموت الفجأة

Artinya: "Diantara tanda dekatnya kiamat adalah apabila banyak penyakit stroke dan mati mendadak" (HR Ibnu Abd Razzaq)

Apa terjemahan Falij ini? Beberapa syarah hadis menyebutkan:

اﺳﺘﺮﺧﺎء ﻷﺣﺪ ﺷﻘﻲ اﻟﺒﺪﻥ ﻻﻧﺼﺒﺎﺏ ﺧﻠﻂ ﺑﻠﻐﻤﻲ ﺗﻨﺴﺪ ﻣﻨﻪ ﻣﺴﺎﻟﻚ اﻟﺮﻭﺡ

Artinya: "Yaitu kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh karena mengalirnya campuran lemak yang dapat menutup saluran ruh" (Tuhfatul Ahwadzi).

Boleh jadi temuan definisi ini berbeda dengan ilmu medis modern saat ini. Namun intinya terjadi kelumpuhan pada separuh tubuh. Doa agar terhindar dari penyakit tersebut adalah:

ﻋﻦ ﺃﺑﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﻔﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: " ﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺻﺒﺎﺡ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ، ﻭﻣﺴﺎء ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ: ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻀﺮ ﻣﻊ اﺳﻤﻪ ﺷﻲء ﻓﻲ اﻷﺭﺽ ﻭﻻ ﻓﻲ اﻟﺴﻤﺎء، ﻭﻫﻮ اﻟﺴﻤﻴﻊ اﻟﻌﻠﻴﻢ، ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻓﻴﻀﺮﻩ ﺷﻲء " ﻗﺎﻝ: ﻭﻛﺎﻥ ﺃﺑﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺻﺎﺑﻪ ﻃﺮﻑ ﻣﻦ اﻟﻔﺎﻟﺞ، ﻓﺠﻌﻞ اﻟﺮﺟﻞ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺃﺑﺎﻥ: «ﻣﺎ ﺗﻨﻈﺮ ﺇﻟﻲ؟ ﺃﻣﺎ ﺇﻥ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﻤﺎ ﻗﺪ ﺣﺪﺛﺘﻚ، ﻭﻟﻜﻨﻲ ﻟﻢ ﺃﻗﻠﻪ ﻳﻮﻣﺌﺬ، ﻟﻴﻤﻀﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻲ ﻗﺪﺭﻩ»

Artinya: Aban bin Utsman berkata bahwa Utsman bin Affan mendengar Nabi bersabda: "Tidak ada seorang hamba yang membaca tiap pagi dan sore hari sebanyak 3x "Bismillah alladzi laa yadlurru ma'a ismihi syaiun fil ardli wa laa fis samaa' wa huwa as-samii'u al-aliim" maka tidak ada yang membahayakan padanya.

Aban ini sakit stroke, lalu orang lain melihatnya dan Aban berkata: "Apa yang kamu lihat? Hadist ini adalah seperti yang aku sampaikan padamu. Namun aku tidak membacanya agar takdir Allah terjadi padaku" (HR Tirmidz)

Dalam riwayat Abu Dawud berbunyi:

من قالها ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء، ﺣﺘﻰ ﻳﺼﺒﺢ، ﻭﻣﻦ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﺣﻴﻦ ﻳﺼﺒﺢ ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء ﺣﺘﻰ ﻳﻤﺴﻲ

"Barang siapa membacanya 3x, maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga pagi. Dan barang siapa membacanya ketika pagi 3x maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga sore"

اللهم نعوذ بك من الستروك (الفالج)

Ma'ruf Khozin, pengasuh kajian fikih bersama KMNU Fak. Kedokteran Unair Surabaya

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/doa-untuk-penyakit-stroke.html

Kamis, 28 November 2013

PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wonosobo mengadakan pertemuan perdana dengan pengurus MWCNU Wadaslintang berikut ranting-ranting NU di SMA Maarif NU Wadaslintang pada Ahad (27/9). Mereka membahas hasil-hasil putusan Muktamar Ke-33 NU awal Agustus lalu.

Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Khalim Alhafidzmenyatakan bahwa NU di Wonosobo tetap rukun dan solid. Implementasi Islam Nusantara di Wonosobo sangat tepat untuk menyikapi paham-paham radikal yang mengancam keutuhan NKRI.

PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU

Rencananya sosialisasi hasil-hasil muktamar ke-33 NU akan dilaksanakan secara berurutan dengan mendatangi setiap MWCNU dan mengundang ranting-ranting di lingkungan MWC setempat.

PCNU Wonosobo, Sekretaris PCNU Wonosobo Nurcholismenambahkan, menyambut baik penerapan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi. Dengan sistem ini, NU menjunjung tinggi maruah ulama.

Kitab Kuning Digital

Secara personal merasa sangat bangga karena embrio Ahlul Halli dicetuskan dalam Rapat Pleno PBNU tahun 2013 yang diselenggarakan di Wonosobo. Dengan demikian warga NU Wonoosbo selayaknya merasakan kebanggaan sebagai bagian dari sejarah besar NU, kata Sekretaris PCNU Wonosobo. (Red Alhafiz K)

Kitab Kuning Digital

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62513/pcnu-wonosobo-sosialisasikan-hasil-hasil-muktamar-ke-33-nu

Kitab Kuning Digital

Rabu, 04 September 2013

Aswaja Harus Diperjuangkan Sampai Kapanpun

Demak, Kitab Kuning Digital. Anggota maupun pengurus NU dituntut untuk selalu komitmen serta eksis memperjuangkan dan mempertahankan ideologi organisasi dalam kondisi apapun dan di manapun. Mereka juga bertanggung jawab untuk menggerakkan organisasi.

Kita sebagai warga NU wajib memperjuangkan ajaran Ahlus Sunah wal jamaah di manapun dan sampai kapan. Kita harus melestarikan ajaran yang ditinggalkan para ulama NU, kata pengurus LDNU Demak KH Imam Ghozali saat memberikan taushiyah pada halal bihalal yang diselenggarakan Muslimat NU di halaman Masjid Jami Ploso Desa Temuroso Kecamatan Guntur Kabupaten Demak, Ahad (14/8).

Aswaja Harus Diperjuangkan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Harus Diperjuangkan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)


Aswaja Harus Diperjuangkan Sampai Kapanpun

Kiai Ghozali mengingatkan anggota Muslimat NU sudah sewajarnya bila dalam keseharian mengamalkan ajaran Aswaja dan menyebarkannya. Hanya saja di dalam memperjuangkan itu semua harus disesuaikan dengan kemampuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam keluarga masing-masing.

Anggota Muslimat itu wajib memperjuangkan Aswaja di tengah masyarakat, namun perjuangan panjenengan semua itu harus disesuaikan dengan kemampuan yang perlu izin dan dukungan dari keluarga terutama suami, tegas kiai Ghozali.

Kitab Kuning Digital

Sementara itu Ketua Muslimat NU Guntur Hj Isfinadhiroh di sela-sela acara kepada Kitab Kuning Digital mengatakan, pihaknya sengaja mengundang ulama NU pada acara tersebut untuk memberikan pencerahan dan motivasi pada pengurus dan anggota Muslimat NU agar semakin giat dalam berorganisasi.

Kitab Kuning Digital

Mumpung pengurus dan anggota Muslimat NU sekecamatan ini kumpul, sengaja pak kiai rawuh-kan untuk memberikan motivasi dan pencerahan pada anggota akan kesadaran membesarkan NU, tutur Isfinadhiroh.

Hahal bihalal ini diikuti oleh pengurus anak cabang dan ranting Muslimat NU sekecamatan Guntur. Tampak hadir pengurus MWCNU, lembaga dan banom NU tingkat kecamatan serta dihadiri warga sekitar. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70488/aswaja-harus-diperjuangkan-sampai-kapanpun

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 22 Desember 2012

Mengusap Kepala Anak Yatim di Hari Asyuro Bukan Bidah

Kitab Kuning Digital - Sebagian kalangan umat Islam anyaran menyebut bid'ah amalan kaum muslimin ahlus sunnah wal jamaah yang sudah dilakukan ratusan tahun lamanya. Di antara yang dituduh bid'ah itu adalah mengusap kepala anak yatim pada hari ke 10 bulan Muharram (Asyuro) karena haditsnya dianggap palsu. Mengenai hal itu, Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan:

ﻭﻗﺪ ﻭﺭﺩﺕ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻓﻲ اﻟﺼﻮﻡ ﻭاﻟﺘﻮﺳﻌﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻌﻴﺎﻝ ﻭﺃﻣﺎ ﻏﻴﺮﻫﻤﺎ ﻓﻠﻢ ﻳﺮﺩ ﻓﻲ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ

Mengusap Kepala Anak Yatim di Hari Asyuro Bukan Bidah - Kitab Kuning Digital
Mengusap Kepala Anak Yatim di Hari Asyuro Bukan Bidah - Kitab Kuning Digital


Mengusap Kepala Anak Yatim di Hari Asyuro Bukan Bidah

Hadis-hadis yang menjelaskan anjuran di hari Asyuro adalah puasa dan melapangkan nafkah untuk keluarga. Selain dua hal tersebut, tidak dijelaskan dalam hadist (Nihayat Zain 196).

Namun, Syekh Nawawi menjelaskan bahwa ada 10 amalan lain yang sudah dilakukan oleh ulama kita di hari Asyuro, diantaranya adalah:

ﻭﻣﺴﺢ ﺭﺃﺱ اﻟﻴﺘﻴﻢ

Kitab Kuning Digital

"Mengusap kepala anak yatim."

Kitab Kuning Digital

Apa dalil dan dasar di hari Asyuro memberi sedekah kepada fakir-miskin (termasuk yatim) dan mengusap kepala anak yatim?

Mufti al-Azhar menyampaikan riwayat hadist berikut:

"ﻣﻦ ﻭﺳﻊ ﻋﻠﻰ ﻋﻴﺎﻟﻪ ﻓﻰ ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭاء ﻭﺳﻊ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺴﻨﺔ ﻛﻠﻬﺎ" ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻰ ﻭاﻟﺒﻴﻬﻘﻰ ﻭﺃﺑﻮ اﻟﺸﻴﺦ، ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺒﻴﻬﻘﻰ ﺇﻥ ﺃﺳﺎﻧﻴﺪﻩ ﻛﻠﻬﺎ ﺿﻌﻴﻔﺔ، ﻭﻟﻜﻦ ﺇﺫا ﺿﻢ ﺑﻌﻀﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺑﻌﺾ ﺃﻓﺎﺩ ﻗﻮﺓ

"Barang siapa melapangkan nafkah kepada keluarganya di hari Asyuro, maka Allah akan melapangkan rezeki baginya selama setahun". (HR ath-Thabrani, al-Baihaqi dan Abu Syekh. Al-Baihaqi berkata bahwa sanadnya keseluruhan adalah dlaif. Namun jika dikumpulkan dapat menguatkan hadis tersebut).

Dari riwayat tersebut Syekh Athiyah berkata:

ﻭﺭﺃﻯ ﺑﻌﺾ اﻟﻤﻔﻜﺮﻳﻦ ﺃﻥ " اﻟﻌﻴﺎﻝ " اﻟﻤﺬﻛﻮﺭﻳﻦ ﻓﻰ ﻫﺬا اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻫﻢ ﻋﻴﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﻭﻫﻢ اﻟﻔﻘﺮاء، ﻭﻫﻨﺎ ﺗﻈﻬﺮ اﻟﺤﻜﻤﺔ ﻓﻰ اﻟﺘﻮﺳﻌﺔ ﻣﻊ اﻟﺼﻴﺎﻡ

"Sebagian ulama menafsirkan bahwa al-Iyal dalam hadis di atas adalah orang-orang fakir. Penafsiran ini menjadi selaras dengan hikmah sedekah bersama anjuran puasa" (Fatawa al-Azhar 9/256).

Dan hadist yang menganjurkan mengusap kepala anak yatim adalah:

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ «ﺃﻥ ﺭﺟﻼ ﺷﻜﺎ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻗﺴﻮﺓ ﻗﻠﺒﻪ ﻓﻘﺎﻝ: " اﻣﺴﺢ ﺭﺃﺱ اﻟﻴﺘﻴﻢ ﻭﺃﻃﻌﻢ اﻟﻤﺴﻜﻴﻦ». ﺭﻭاﻩ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺭﺟﺎﻝ اﻟﺼﺤﻴﺢ.

Dari Abu Hurairah bahwa seseorang mengadu kepada Rasulullah perihal hatinya yang keras. Nabi bersabda: "Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin" (HR Ahmad, para perawinya sahih).

Mengamalkan beberapa hadist sehingga dapat dipraktikkan dalam satu amalan adalah diperbolehkan dan bukan bidah. [Kitab Kuning Digital]

Ma'ruf Khozin, pengasuh kajian Aswaja Majalah AULA

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/mengusap-kepala-anak-yatim-di-hari-asyuro-bukan-bidah.html

Jumat, 20 April 2012

Ketika KH Hasyim Asyari Mengharamkan Kenthongan Masjid

Kitab Kuning Digital - KH Hasyim Asy’ari pernah menulis sebuah artikel dalam majalah Suara Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 M, beberapa bulan setelah NU didirikan.

Dalam artikel tersebut, beliau mengajukan argumentasi tentang hukum menggunakan kenthongan. Karena kentongan tidak disebutkan dalam hadis Nabi, maka tentunya diharamkan dan tidak dapat digunakan untuk menandakan waktu shalat. Demikian pendapat Mbah Hasyim.

Sebulan setelah dipublikasikan, seorang kiai senior lainnya, yakni Kiai Faqih Maskumambang (Guru Kyai Zubair Sarang) menulis sebuah artikel untuk menentang artikel Kiai Hasyim itu. Beliau berpendapat, Kiai Hasyim dianggap salah karena prinsip yang digunakan dalam masalah ini adalah masalah qiyas, atau kesimpulan yang didasarkan atas prinsip yang sudah ada. Atas dasar ini, maka kentongan di Asia Tenggara memenuhi syarat untuk digunakan sebagai penanda masuknya waktu shalat.

Ketika KH Hasyim Asyari Mengharamkan Kenthongan Masjid - Kitab Kuning Digital
Ketika KH Hasyim Asyari Mengharamkan Kenthongan Masjid - Kitab Kuning Digital


Ketika KH Hasyim Asyari Mengharamkan Kenthongan Masjid

Kitab Kuning Digital

Sebagai tanggapannya, Kiai Hasyim mengundang ulama Jombang untuk bertemu dengan beliau di rumahnya dan kemudian meminta agar kedua artikel itu dibaca keras. Ketika hal itu dilakukan, beliau mengumumkan kepada mereka yang hadir.

“Anda bebas mengikuti pendapat yang mana saja, karena kedua-duanya benar. tetapi saya tekankan bahwa di pesantren saya kentongan tidak digunakan,” kata Kiai Hasyim.

Beberapa bulan kemudian, Kiai Hasyim diundang untuk menghadiri perayaan Maulid Nabi di Gresik. Tiga hari sebelum tiba, Kiai Faqih yang merupakan kiai senior di Gresik, membagikan surat kepada semua masjid dan mushalla untuk meminta mereka menurunkan kentongan demi menghormati Kiai Hasyim dan tidak menggunakannya selama kunjungan Kiai Hasyim di Gresik.

Kitab Kuning Digital

Ulama dulu telah memberikan tauladan bagaimana pola pikir saat menyikapi perbedaan. Perbedaan bukan media pertengkaran dan permusuhan, tetapi sebagai perekat ukhuwah dan memupuk sikap toleransi dan menghargai pendapat orang lain.

Sungguh indah jika para pemimpin dan elit politik di negara kita tercinta ini bisa meneladani pesan moral dari kisah di atas. Kisah ini dikutip dari Biografi Gus Dur karya Greg Barton. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/ketika-kh-hasyim-asyari-mengharamkan-kenthongan-masjid.html

Jumat, 06 Mei 2011

Membongkar Daftar Tokoh Pemecah Belah NU

Kitab Kuning Digital - NU kini terpecah menjadi dua kelompok, ada NU Gusdur dan NU Mbah Hasyim, sebagaimana yang telah disindir keras oleh Habib Luthfi bin Yahya dalam video yang saya unggah beberapa hari yang lalu.

Berikut teks sindiran dari Habib Luthfi untuk GL: Habib Luthfi: Anti Maulid Lebih Berbahaya Daripada Anti Sahabat.

Membongkar Daftar Tokoh Pemecah Belah NU - Kitab Kuning Digital
Membongkar Daftar Tokoh Pemecah Belah NU - Kitab Kuning Digital


Membongkar Daftar Tokoh Pemecah Belah NU

Mereka selama ini selalu menutup-nutupi keterlibatannya dalam kelompok NUGL, termasuk Ust Idrus Ramli dan KH Luthfi Bashori yang setiap kali ditabayyuni selalu mengelak bahwa mereka berdua bukan dari bagian NU GL (Gagal Lurus)

(Setelah Dibongkar, Zain Sujai Diancam Carok dan Bocor, Percakapan Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang)

Namun faktanya, mereka yang menutup-nutupi dirinya dari publik terlihat membuat acara terbuka dengan tema "Gerakan Kultural Aswaja Dalam Membendung Aliran Sesat" di kediaman Buya Yahya. Ini linknya:

Kitab Kuning Digital

http://www.nugarislurus.com/2016/04/gerakan-kultural-aswaja-dalam-membendung-aliran-sesat.html

Kitab Kuning Digital

Berikut nama-nama tokoh dibalik NU GL yang selama ini selalu memprovokasi aswaja, khususnya warga NU. KH. Luthfi Bashori.

Buya Yahya.

Muhammad Idrus Ramli.

Jakfar Shodiq.

Muhammad Lutfi Rochman

Toha Luqoni.

Habib Ali Hinduan.

Habib Hisyam Al Habsy.

Habib Habibi Haddad.

Muhammad Kanzul Firdaus.

Adam Bin Ridlwan.

Faiz Al Amri.

Toha Luqoni.

Muhammad Saad.

Abbas R Mawardi.

Naquib. Dari deretan nama di atas, ada beberapa orang yang terlibat debat dan caci maki di Group WA NU GL (Brigade Aswaja). Group yang isinya hanya mencaci maki serta menghina para ulama sepuh NU. Pendiri Group BRIGADE ASWAJA : Adam Ibnu Ridhwan.

Admin Group : Moh Luthfi Rohman, Muhammad Saad dll.

Ja'far Shodiq pernah mengintimidasi saya pada saat saya bongkar status Ust Idrus Ramli yang bergabung ke dalam MIUMI. Ja'far mengaku sebagai deklarator acara AUMA yang dilaksanakan di Ponpes Nurul Kholil, Bangkalan, beberapa bulan yang lalu.

Keberadaan mereka selama ini telah berhasil membuat para warga NU saling hujat dan saling menjatuhkan, khususnya kepada para petinggi NU. Habib Luthfi disebut mufsid (perusak), Gus Mus disebut liberal, KH Sa'id Aqil Siroj disebut sesat dan murtad. (Baca Kitab Kuning Digital: Teguran untuk Garis Lurus dari Habib Abu Bakar Assegaf)

Sudah saatnya kita rapatkan barisan untuk membendung kelompok yang mengaku dirinya NU tapi tingkah lakunya justru merusak dan merongrong NU, agar keberadaan mereka ini tidak semakin luas dan dimanfaatkan oleh Wahabi. [Kitab Kuning Digital/badri] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/membongkar-daftar-tokoh-pemecah-belah-nu.html

Selasa, 14 September 2010

IPNU-IPPNU- BNI Syariah Santuni Yatim

Kudus, Kitab Kuning Digital. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus bekerjasama BNI Syariah memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu pada Selasa (30/7). Santunan yang berupa dana, bingkisan dan paket sekolah diserahkan di Kantor BNI Syariah Jl Ahmad Yani.

Ketua PC IPNU Kudus Dwi Syaifullah mengatakan umat Islam terutama yang mempunyai kelebihan harta benda wajib memberikan sebagian untuk anak yatim piatu.

Momentum Ramadhan ini kita semua sangat tepat memberikan santunan sehingga IPNU-IPPNU-BNI Syariah terpanggil berbagi kebahagiaan kepada sesama, katanya kepada Kitab Kuning Digital.

Dwi menjelaskan seratus yatim piatu ini yang mendapat santunan berasal dari desa-desa se Kabupaten Kudus. Sementara bingkisan yang dibagikan dipersiapkan oleh BNI Syariah.

IPNU-IPPNU- BNI Syariah Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU- BNI Syariah Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU-IPPNU- BNI Syariah Santuni Yatim

Kerjasama IPNU-IPPNU dengan BNI Syariah menjadi berkah tersendiri untuk anak yatim piatu. Semoga saja ke depan, kerjasama ini bisa terjalin terus dengan baik, harapnya.

Suasana acara santunan sore itu, berjalan meriah. Sebelum penyerahan, para yatim piatu piatu diajak bergembira ria bernyayi bersama. sehingga terlihat keceriaan diantara mereka.

Kitab Kuning Digital

Jajaran BNI Syariah yang diwakili Muttaqin merasa bangga bisa bersama-sama dengan yatim piatu. Semoga saja apa yang diberikan BNI Syariah ini membawa berkah untuk kita semua, harapnya.

Acara dihadiri puluhan pengurus PC IPNU-IPPNU Kudus dan jajaran direksi, pegawai BNI Syariah. Usai santunan, acara diakhiri dengan buka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaah.

Kitab Kuning Digital

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46242/ipnu-ippnu--bni-syariah-santuni-yatim

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 24 Juli 2010

Hukum Panitia Zakat, Lembaga Zakat dan Amil Zakat

Ada pertanyaan masuk, bagaimana Hukum Panitia Zakat yang Dibentuk Kelurahan? Mari kita simak penjelasannya berikut ini

Soal: Bagaimana pendapat muktamar mengenai panitia-panitia zakat yang ada; panitia yang dibentuk kelurahan misalnya, dapatkah disebut amil zakat yang berhak menerima zakat?

Hukum Panitia Zakat, Lembaga Zakat dan Amil Zakat - Kitab Kuning Digital
Hukum Panitia Zakat, Lembaga Zakat dan Amil Zakat - Kitab Kuning Digital


Hukum Panitia Zakat, Lembaga Zakat dan Amil Zakat

Jawab: Dapat disebut amil zakat, bila memenuhi persyaratan-persyaratan yang antara lain: adanya pengangkatan langsung dari imam.

Keterangan, dari kitab : Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Fath al Qarib juz II halaman 301-302:

قوله العامل من استعمله الإمام إلخ أي كساع يجبيها وكاتب يكتب ما أعطاه أرباب الأموال

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Pernyataan Ibnu Qasim al Ghazi: Amil yaitu orang yang dipekejakan imam, maksudnya seperti sa’i yang menarik zakat atau katib yang mencatat harta zakat yang diberikan pemiliknya (selaku wajib zakat).

Diambil dari "Ahkamul Fuqaha', Solusi Poblematika Aktual Hukum Islam" (halaman 400)

-------------------------------------------

Pengurus Panitia Zakat Tidak Termasuk Amil

Soal: Apakah pengurus panitia pembagian zakat yang didirikan oleh satu organisasi Islam itu termasuk amil menurut syara’?

Jawab : panitia pembagian zakat yang pada waktu ini tidak termasuk amil zakat menurut agama Islam, sebab mereka tidak diangkat oleh imam (kepala negara).

Keterangan, dari kitab:

1. Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Fath al Qarib juz II halaman 301-302:

قوله العامل من استعمله الإمام إلخ أي كساع يجبيها وكاتب يكتب ما أعطاه أرباب الأموال وقاسم يقسمها على المستحقين وحاشر يجمعها

"Yang disebut dengan amil ialah orang yang diangkat oleh pemerintah seperti sa’i yang menarik zakat, katib pencatat zakat yang diserahkan pemilik harta, qasim yang membagikan zakat kepada para mustahiq dan hasyir yang mengumpulkan mereka (untuk diberi zakat)."

2. Al Muhadzdzab 1/168 (Maktabah Syamilah)

ويجب على الإمام أن يبعث السعاة لاخذ الصدقة لان النبي صلى الله عليه وسلم والخلفاء من بعده كانوا يبعثون السعاة

"Wajib atas imam mengangkat penarik-penarik (zakat) untuk mengambil shadaqah (zakat), karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan khalifah-khalifah sesudah beliau, mereka mengangkat penarik-penarik (zakat)."

3. I’anatuththaalibiin juz II halaman 190

قوله وهو من يبعثه الإمام إلخ ) وهذا البعث واجب

"Ucapan mushannif (pengarang kitab Fat-hul Mu’in, syeikh Zainuddin al Malibari. Pen) : dia (amil) yaitu orang yang diangkat oleh imam, Pengangkatan ini hukumnya wajib."

4. Al ‘Inayah Syarhul Hidayah, Fiqh Madzhab Hanafi, 3/194 (Maktabah Syamilah)

الْعَامِلُ هُوَ الَّذِي يَبْعَثُهُ الْإِمَامُ لِجِبَايَةِ الصَّدَقَاتِ

"Amil yaitu orang yang diangkat oleh imam untuk menarik / mengumpulkan zakat"

5. Kitaabul Kaafi fii Fiqhil Imaam ahmad ibn Hanbal 1/420 (Maktabah Syamilah)

ويجب على الإمام أن يبعث السعاة لقبض الصدقات

"Wajib atas imam mengangkat penarik-penarik (zakat) untuk menerima shadaqah (zakat)"

Diambil dari "Ahkamul Fuqaha', Solusi Poblematika Aktual Hukum Islam" (halaman 304 – 305)

---------------------------------------

Kedudukan Amil Zakat Menurut Hukum Fiqih

Soal: Bagaimana kedudukan hukum /status syar’i lembaga zakat yang dibentuk oleh pemerintah daerah dihubungkan dengan ketentuan-ketentuan fiqh tentang amil?

Jawab: Hukumnya lembaga zakat yang dibentuk oleh pemerintah daerah adalah sah, karena pemerintah Indonesia mempunyai hak syar’i untuk membentuk amil.

Keterangan, dari kitab: 1. Mauhibah Dzi al- Fadhal juz IV halaman 130

و) الصنف الخامس (والعاملون عليها) ومنهم الساعي الذي يبعثه الإمام لأخذ الزكوات وبعثه واجب (قوله والعاملون عليها) أي الزكاة يعنى من نصبه الإمام فى أخذ العمالة من الزكوات

"Bagian kelima adalah para amil, mereka antara lain adalah sa’i yang diutus penguasa untuk menarik zakat, dan pengangkatannya itu wajib. Amil zakat adalah orang yang diangkat imam untuk menjadi pegawai penarik zakat"

2. Ihya ‘Ulum al-Din juz I halaman 157

الأصل العاشر أنه لو تعذر وجود الورع والعلم فيمن يتصدى للإمامة وكان في صرفه إثارة فتنة لا تطاق حكمنا بانعقاد إمامته لأنا بين أن نحرك فتنة بالاستبدال فما يلقى المسلمون فيه من الضرر يزيد على ما يفوتهم من نقصان هذه الشروط التي أثبتت لمزية المصلحة فلا يهدم أصل المصلحة شغفا بمزاياها كالذي يبني قصرا ويهدم مصرا وبين أن نحكم بخلو البلاد عن الإمام وبفساد الأقضية وذلك محال

ونحن نقضي بنفوذ قضاء أهل البغي في بلادهم لمسيس حاجتهم فكيف لا نقضي بصحة الإمامة عند الحاجة والضرورة

3. . Kifayatu Al-Ahyar, II : 159

قال الغزالى : واجتماع هذه الشروط متئذر فى عصرنا لخلو العصر عن المجتهد المستقل، فالوجه تنفيذ قضاء كل من ولاه سلطان ذوشوكة وإن كان جاهلا أوفاسقا لئلا تتعطل مصالح المسلمين. قال الإمام الرافعى وهذا أحسن.

"Imam Ghazali berkata lengkaplah persyaratan ini, pada zaman sekarang sulit, karena tidak adanya yang mencapai derajat mujtahid mustaqil maka konsekuensinya sah pemerintahnya orang yang mempunyai syaukah (kekuatan) meskipun bodoh, agar tidak terjadi kekosongan atas kemaslahatan orang-orang muslim. Dan imam Ar-Rofi’i mengatkan hal itu lebih baik."

Diambil dari "Ahkamul Fuqaha', Solusi Poblematika Aktual Hukum Islam" (halaman 376).

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/hukum-panitia-zakat-lembaga-zakat-dan-amil-zakat.html

Jumat, 30 April 2010

Doa Sholat Istikharah Lengkap Dengan Cara Baca Audio

Kitab Kuning Digital - Shalat Istikharah merupakan shalat sunnah dengan jumlah dua rakaat yang dikerjakan untuk meminta petunjuk kebaikan kepada Allah SWT, misalnya untuk meminta 1 diantara 3 calon jodoh yang akan dinikahi. Atau, bingung meneruskan kuliah dimana, sholat istikharah bisa dikerjakan untuk meminta yang terbaik kepada Allah.

Sholat Istiqoroh (tulisan yang benar istikharah atau istikhoroh) sangat penting sebagai solusi kebingungan-kebingungan duniawi dan ukhrawi. Sebab, kadang apa yang kita anggap baik, belum tentu di kemudian hari baik apa adanya. Apa yang kita anggap buruk, seringkali kenyataannya tidak selalu demikian.

Doa Sholat Istikharah Lengkap Dengan Cara Baca Audio - Kitab Kuning Digital
Doa Sholat Istikharah Lengkap Dengan Cara Baca Audio - Kitab Kuning Digital


Doa Sholat Istikharah Lengkap Dengan Cara Baca Audio

Karena itulah, manfaat shalat istikharah sangat berpengaruh terhadap masa depan keputusan yang kita ambil saat ini. Nabi Muhammad Saw bersabda: "Jika salah seorang diantara kalian berniat dalam suatu

urusan, maka lakukanlah shalat sunah dua rakaat bukan wajib, kemudian bedoalah meminta kepada Allah (HR. Bukhari)”.

Waktu sholat istikhoroh itu bisa dilakukan siang atau malam hari. Namun lebih utama dikerjakan pada saat manusia-manusia lain sedang terlelap, yakni di waktu sepertiga malam setelah Anda mengerjakan sholat Isya. Antara pukul 00.01-03.30 waktu Indonesia.

Kitab Kuning Digital

Cara sholat istikharah sama dengan sholat wajib. Cuma, ia hanya dikerjakan 2 rakaat. Setelah membaca Al-Fatihah pada waktu i'tidal rakaat pertama, sebaiknya Anda memilih membaca surat Al-Kafirun.  Selanjutnya, pada rakaat kedua setelah al-Fatihah, surat yang dibaca adalah Qulqu atau Al-Ikhlash. Dilanjutkan ruku, i'tidal, sujud, lalu diakhiri salam.

Kitab Kuning Digital

Niat Sholat Istikharah Ini bacaan niat Sholat Istikharah yang kami kutip dari beberapa kitab fiqih shalat ulama salaf ahlussunnah wal jama'ah.

Cara baca:

"USHALLI SUNNATAL ISTIKHAAROTI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA”.

Dalam hati, Anda memantapkan artinya: "Aku niat shalat sunah istikharah dua raka’at karena Allah Ta’ala."

Doa Setelah Shalat Istikharah Terlengkap Doa sholat istikhoroh ini Anda baca setelah selesai sholat istiqoroh dan dzikir-dzikirinya, yakni istighfar (membaca astaghfirullah), sholawat nabi, tahmid (membaca alhamdulillah), tasbih (subhanallah) sebanyak-banyaknya, dan mengirim al-Fatihah kepada ayah-ibu, kakek-nenek dan guru-guru yang sudah meninggal. Insyallah sampai dan harapan Anda didengarkan mereka di alam barzakh.

Berikut ini adalah doa sholat istikhoroh yang mutawatir diriwayatkan langsung dari Rasulullah oleh sahabat Jabir bin Abdullah:

Kami foto dari kitab Ta'birur Ru'ya yang biasa dikaji di pesantren Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya aku berbisik mendalam kepada Mu, dengan ilmu Mu. Aku juga meminta ketentuan yang baik atas kuasa Mu, dan aku memohon kepada Mu dari anugerah Agung Mu. Sesungguhnya Engkau berkuasa dan aku tidak. Engkau lebih tahu dan aku tidak. Dan Engkau Maha Tahu dari segala yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara yang sedang saya hapai ini (sebutkan hajatnya) baik bagiku, duniaku, kehidupanku dan akhir dari keputusanku ini, maka takdirkanlah itu padaku, lapangkanlah jalan nya padaku serta berkahilah. Dan jika menurut Engkau perkara yang sedang saya hapai ini (sebutkan hajatnya) tidak baik bagiku, duniaku, kehidupanku dan akhir dari keputusan nantinya, maka jauhkanlah ia dariku, dan jauhkan aku darinya juga. Kemudian takdirkanlah kepada sesuatu yang baik dan ridloi lah, Ya Allah ya Kariiim"

Cara membaca: ALLOOHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI'ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL 'ADZHIIMI. FAINNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU, WA A'LAMU WA LA A'LAM. WA ANTA 'AL-LAAMULGHUYUUB. ALLOOHUMMA INGKUNTA TA'LAMU ANNA HAADZAL AMRO -(LALU MENYEBUT HAJATNYA)- KHOIRUN LII FII DIINII WA DUNYAYA WAMA'AASYII WA QIBATI AMRI, FAQDURHU LII WA YASSIRHU LII TSUMMA BAARIKLII FIIHI. WA INKUNTA TA'LAMU ANNA HAADZAL AMRO -(LALU MENYEBUT HAJATNYA)- SYARRUN LII FII DIINII WA DUNYAYA WAMA'AASYII WA QIBATI AMRI FASHRIFHU 'ANNII WASHRIFNII 'ANHU. WAQDURL LI ALKHOIRO HAITSU KAANA TSUMMARDLINII BIHI YAA KARIIM.

Jika Anda masih ragu cara bacanya, klik listen in browser dari akun Souncloud Kitab Kuning Digital tentang doa istikharah. Dengarkan sambil tetap scroll ke atas melihat foto doa istikharah yang sudah kami sebutkan.

Catatan: Lakukanlah sholat istikharah ini setiap malam hingga ada getaran dari hati Anda yang terdalam untuk melakukan sesuatu yang lebih mantap daripada sebelumnya. Paling tidak dilakukan selama 3 hari. Jika masih belum ada pencerahan di hati, mana yang harus dipilih, lakukan hingga 7 malam.

Untuk lebih memantapkan hati, sebelum sholat istikharah, lakukan sholat hajat dua rakaat. Tidak semua tanda dari Allah berupa mimpi. Allah bukan saudara Anda, jika mengharap mimpi sehabis sholat istikharah, itu artinya sama saja mendekte Allah sebagai bawahan. Allah punya cara yang terbaik untuk memberikan petunjuk bagi hambanya yang sedang kebingungan. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/doa-sholat-istikharah-lengkap-dengan-cara-baca-audio.html

Rabu, 08 April 2009

Dengan Akhlak dan Tanggung Jawab, Pergamanas Tempa Generasi Penerus Bangsa

Cirebon, Kitab Kuning Digital. Sebanyak 4000 peserta Perkemahan Regu Penggalang Maarif NU Nasional (Pergamanas) 2015 ini, akan ditempa dengan pendidikan akhlak dan tanggung jawab secara lebih mendalam. Mereka selama sepekan ke depan, diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dalam kedisiplinan dan integritas penuh.

Demikian disampaikan Ketua Umum LP Maarif NU H Z Arifin Junaidi di hadapan para penggiat media saat jumpa pers di Media Center Pergamanas 2015, di pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Rabu (7/1).

Dengan Akhlak dan Tanggung Jawab, Pergamanas Tempa Generasi Penerus Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dengan Akhlak dan Tanggung Jawab, Pergamanas Tempa Generasi Penerus Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)


Dengan Akhlak dan Tanggung Jawab, Pergamanas Tempa Generasi Penerus Bangsa

Pergamanas diharap bisa melahirkan generasi-generasi muda atau tunas-tunas bangsa yang tangguh dan bertanggung-jawab, katanya.

Kitab Kuning Digital

H Arifin juga mengatakan, pekan perkemahan yang akan digelar hingga tanggal 12 Januari 2015 ini tidak hanya menghadirkan tradisi kegiatan kepanduan yang biasa ditemukan dalam Jambore-Jambore nasional lainnya. Dalam Pergamanas, lanjut H Arifin, para peserta akan dilibatkan dalam tradisi ke-NUan seperti ziarah kubur, serta olimpiade pengetahuan tentang paham Aswaja.

Dari 4000 peserta yang turut serta ini nantinya akan diberikan pengetahuan dan praktik secara bergilir atau per kelompok, tambahnya.

Kitab Kuning Digital

Dalam konferensi pers tersebut dijelaskan, Pergamanas 2015 akan dibuka secara resmi pada Kamis (8/1) oleh beberapa menteri yang hadir dan diberi amanat oleh Wakil Presiden RI, H Moh. Jusuf Kalla. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56876/dengan-akhlak-dan-tanggung-jawab-pergamanas-tempa-generasi-penerus-bangsa

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock