Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2016

KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung

Jakarta, Kitab Kuning Digital

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Nasional melakukan silaturahim ke kantor PBNU di Jakarta, Rabu (16/3). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat organisasi dan melaporkan perkembangan KMNU.

Delegasi KMNU yang diwakili Hasan Bisri (Presidium Nasional 1), Laila Naimatul Muthoharoh (Presidium Nasional 3) dan Achmad Mukhlis Hidayat (Departemen Nasional 5) langsung disambut Sekjen PBNU, Ir H Helmy Faishal Zaini beserta Wasekjen H Masduki Baidlawi.

KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)


KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung

Dalam pertemuan itu, Helmy menyatakan dukungan dan apresiasi atas peran KMNU yang aktif melakukan kajian Islam ahlus sunnah wal jamaah dan melestarikan kegiatan kultural NU di kampus. Lebih dari itu, di tengah pesatnya arus teknologi dan informasi seperti sekarang ini KMNU diharapkan mampu memberikan sumbangsih dalam menangkal masuknya penyebaran paham radikal dan dampak negatif teknologi terhadap masyarakat luas, khusus nya melalui media-media sosial yang ada.

Kitab Kuning Digital

Selain itu juga disinggung terkait rencana peningkatan kualitas mahasiswa NU di tingkat kampus dalam bentuk kaderisasi. Helmy menegaskan bahwa PBNU akan turut berperan aktif dalam kapabilitas KMNU. Kami akan siapkan pemateri ahli yang siap mengisi agenda peningkatan wawasan Aswaja dan ke-NU-an teman-teman KMNU, tegasnya.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan undangan atas kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-2 KMNU yang rencananya dilaksanakan awal April mendatang di Lampung. Menanggapi undangan tersebut, Sekjen PBNU menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir disebabkan ada agenda PBNU di Medan. Namun demikian, ia menyatakan akan mengirim delegasi PBNU di acara tersebut. Di akhir perbincangan, Helmy menyatakan bahwa PBNU siap mendukung dan membuka kesempatan KMNU untuk bekerja sama dalam mensukseskan program-program PBNU di waktu yang akan datang. (Laila/el Naomiy/Zunus)

Kitab Kuning Digital

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66629/kmnu-akan-gelar-rakernas-di-lampung

Kitab Kuning Digital

Minggu, 08 Mei 2016

Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella

Kudus, Kitab Kuning Digital. Departeman Keputrian IPPNU kecamatan Jati kabupaten Kudus setiap bulan mengasah keterampilan kadernya di tingkat ranting dan komisariat. Departemen ini mengadakan pelatihan membuat Selai Rosella di TPQ Maslichah, Jati Kulon, Kudus, Jumat (16/1).

Pelatihan sekali sebulan ini melatih para anggota IPPNU untuk membuat berbagai makanan dan kerajinan tangan.

Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella (Sumber Gambar : Nu Online)
Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella (Sumber Gambar : Nu Online)


Keputrian IPPNU Jati Latih Keterampilan Membuat Selai Rosella

Mereka menyediakan berbagai sarana untuk membuat Selai Rosella seperti meja, kompor gas, wajan, panci, dan lain sebagainya. Selain perkakas, bahan-bahan selai juga dihadrikan mulai dari bunga Rosella yang sudah kering, air, tepung Maizena, gula putih, dan vanilla pasta.

Para peserta dipersilakan mengaduk adonan yang sudah ada di atas wajan. Setelah Selai Rosella sudah jadi, mereka mencicipi hasilnya. Mereka mencicipi selai itu dengan mengoleskannya di lembaran roti tawar. Selain anggota IPPNU, sebagian peserta terdiri atas kader IPNU.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Ketua IPPNU Jati Irlina Hikmawati mengatakan, Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara membuat selai Rosella. Pelatihan ini diharapkan untuk diteruskan di tingkat ranting agar produknya segera dipasarkan sebagai pemasukan keuangan bagi ranting.

Irlina menambahkan, pelatihan ini sekurangnya memberikan bekal pengalaman kreatif bagi para calon ibu yang kini menjadi anggota IPPNU. Dengan bekal ini, mereka diharapkan mampu mengembangkan diri agar bisa membuat bermacam-macam makanan dan kerajinan tangan lainnya yang berdaya saing. (Dedi Hemanto/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57042/keputrian-ippnu-jati-latih-keterampilan-membuat-selai-rosella

Kitab Kuning Digital

Senin, 06 Juli 2015

Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh

Jember, Kitab Kuning Digital. Persoalan buruh tak pernah tuntas. Meski pemerintah sudah menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK), namun upah buruh tak pernah jelas. Jika ngotot menuntuk hak, sejumlah sanksi tak bisa ditolak. Buruh sering jadi korban akibat kesewenang-wenangan perusahaan. Kalimat ini menjadi kata kunci dari Pawai Taaruf DPC Sarbumusi Jember saat memperingati Hari Buruh Internasional, Senin (1/5).

Dalam rilisnya, Ketua DPC Sarbumusi Jember Umar Farouq menyorot UMK sebagai persoalan utama buruh. Menunutnya, meskipun pemerintah daerah telah menetapkan UMK, namun secara umum UMK masih belum merata diterapkan oleh perusahaan.

Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)


Hari Buruh, Sarbumusi Jember Soroti Upah dan Jaminan Keselamatan Buruh

"Di Jember sendiri, hanya beberapa perusahaan yang menerapkan UMK. Tidak hanya itu, di salah satu perusahaan perkebunan, gaji buruh malah dibayar rutin telat satu bulan. Misalnya, gaji bulan Januari, dibayar Maret, yang Maret dibayar Mei. Padahal itu perusahaan nasional, kata Umar.

Menurutnya, UMK Jember adalah sebesar Rp.1.763.000. Namun nyatanya angka tersebut tidak diterapkan oleh semua perusahaan.

Kitab Kuning Digital

Persoalan lain, kata Umar, terkait dengan masih banyaknya perusahaan yang belum mengikutsertakan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan. Padahal dua hal tersebut adalah kewajiban yang tidak boleh tidak dan harus dipenuhi oleh perusahaan.

Kitab Kuning Digital

"Karena itu, dalam kesempatan ini kami mohon Pemkab Jember untuk membantu agar sebisa mungkin dua persoalan utama buruh itu difasilitasi," harapnya.

Pawai Taaruh tersebut diikuti oleh 600-an buruh yang tergabung dalam Sarbumsi Jember. Setelah dilepas oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo di halaman Kantor PCNU Jember, mereka dengan menggunakan roda dua dan empat langsung menyusuri jalan-jalan protokol. Rombongan konvoi berakhir di alun-alun kota Jember.

Di alun-alun, Umar Farouq sempat menerima kue tarcis dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember Bambang Edi Santoso sebagai simbol ucapan Selamat Hari Buruh. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77590/hari-buruh-sarbumusi-jember-soroti-upah-dan-jaminan-keselamatan-buruh

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 12 Oktober 2013

Hasyim Muzadi: Keluarga PKI Jangan Membuka Luka Lama

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta keluarga dan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) tak lagi membuka luka lama sejarah tahun 1965 dan 1968, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peryataan kiai yang juga pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok itu merespon adanya bentrokan antara massa Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) dan Forum Komunikasi Putra-Putri TNIPolri (FKPPI) dengan keluarga PKI di Yogyakarta, akhir pekan lalu.

Hasyim Muzadi: Keluarga PKI Jangan Membuka Luka Lama (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Keluarga PKI Jangan Membuka Luka Lama (Sumber Gambar : Nu Online)


Hasyim Muzadi: Keluarga PKI Jangan Membuka Luka Lama

Bentrok antara massa Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) dan keluarga PKI merupakan lampu kuning untuk keselamatan NKRI ke depan. Karena masalah ini menyangkut luka sejarah tahun 1965 dan 1948. Seharusnya kedua kelompok menahan diri, kata Hasyim Muzadi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (31/10).

Menurut Hasyim, era reformasi telah membebaskan mereka dari kungkungan politik Orde Baru. Kebebasan itu sebenarnya sudah cukup bagi mereka. Kini, Keluarga atau keturunan PKI telah mempunyai hak-hak yang sama dengan warganegara yang lain, jelasnya.

Kitab Kuning Digital

Ia menambahkan, kini keluarga dan keturunan PKI telah banyak yang mengisi pos-pos penting di negara ini. Sehingga mereka seharusnya tidak perlu lagi membuka luka lama. Mereka bebas menjadi anggota parlemen, ketua komisi DPR RI, masuk departemen-departemen, jadi pegawai negeri, gubernur, dan masuk istana dan sebagaianya, katanya.

Kitab Kuning Digital

Namun, tambah Hasyim, jika hal tersebut masih kurang diterima dan mereka akan menghidupkan kembali luka lama, maka NKRI akan terkoyak lagi. Tuntutan agar negara maminta maaf kepada PKI, minta ganti rugi, pengadilan jendral dan ulama tertentu mencari gara-gara, tandasnya.

Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini mengungkapkan, Indonesia tak seperti Vietnam dan bukan pula seperti Kamboja. Mereka telah menggunakan HAM sebagai kendaraan strategis, sering melapor ke internasional, serta mampu menggiring publik opini. Itu bukan berarti mereka bebas berbuat semau mereka, kata Hasyim.

Lebih lanjut, mantan Ketua Umum PBNU ini mengatakan, jika keluarga dan keturunan PKI terus membuka luka lama, tak menutup kemungkinan organisasi anti-Komunis akan semakin kuat berdiri di Indonesia. Organisasi seperti FAKI dan FKPPI dapat serentak berdiri dan bergerak di seluruh Indonesia . Dan hal itu pasti menyulitkan mereka, jelasnya.

Hasyim juga berpesan kepada pihak FAKI dan FKPPI agar tidak mudah melakukan kekerasan, kecuali dalam kondisi bahaya. Karena kekerasn itu sendiri yang mereka harapkan. Polisi pun pasti tidak melihat hal tersebut semata sebagai masalah lokal Yogayakarta, atau hanya hukum legal formal, namun berakar dalam, katanya.

Karena itu, Hasyim juga mengimbau agar semua pihak, terutama keluarga PKI agar melukapakan masa lalu. Hilangkan angan-angan mendirikan PKI baru, bersatulah dengan bagsa untuk Ber-NKRI . Karena kalau diteruskan, dalam jangka pendek, hal ini justeru akan memggugah kesadaran masyarakat untuk tidak memilih wakil-wakil rakyat dan pejabat publik dari keturunan PKI, dan jangka panjangnya akan menciptakan konflik ketiga kali di republik ini, pungkasnya. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47943/hasyim-muzadi-keluarga-pki-jangan-membuka-luka-lama

Kitab Kuning Digital

Rabu, 17 Juli 2013

KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya

Kitab Kuning Digital - KH Maimoen Zubair mengatakan, jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah, barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat. Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga. Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia, barangkali itu menjadi sebab kelapangan rejekimu di dunia.

Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu, yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu. Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka, tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti. Setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu.

KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya - Kitab Kuning Digital
KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya - Kitab Kuning Digital


KH Maimoen Zubair: Bisa Jadi, Orang Masuk Surga Bukan Karena Shalatnya

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata: رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ. yang artinya: "Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya".

Kitab Kuning Digital

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya, tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.

Rasulullah bersabda: « لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ », artinya: "jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".(HR. Muslim).

Kitab Kuning Digital

Mari isi hari dengan tidak membuat dan menebarkan fitnah kepada orang lain. Agar tidak ada saling tuduh fitnah. Shihibul fitnah harus dihentikan demi kebaikan bersama, jalan menuju surga dan kelancaran dakwah rahmatan lil alamin. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/kh-maimoen-zubair-bisa-jadi-orang-masuk-surga-bukan-karena-shalatnya.html

Sabtu, 11 Mei 2013

IPNU-IPPNU Kaliori Agendakan Pekan Madaris

Rembang, Kitab Kuning Digital. Puluhan pelajar NU yang tergabung dalam Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (9/3) sore memperingati Hari Lahir (Harlah) IPNU-IPPNU ke-62 dan 61, di balai pertemuan Desa Purworejo Kecamatan Kaliori.

Ketua PAC IPNU Kaliori, Muhammad Lilik Wijanarko mengungkapkan, acara ini sebagai upaya hormat terhadap hari lahir Ke-62 IPNU dan Ke-61 IPPNU. "Selain acara Harlah, kami juga mengemas acara tersebut dengan Rapat Kerja Anak Cabang (Rakerancab) PAC IPNU-IPPNU Kaliori," terangnya.

IPNU-IPPNU Kaliori Agendakan Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kaliori Agendakan Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU-IPPNU Kaliori Agendakan Pekan Madaris

Para perwakilan setiap Ranting yang turut hadir dalam acara tersebut berupaya untuk menyampaikan gagasan terhadap program kerja yang akan dijalankan dalam masa khidmah 2015-2016.

Agenda terdekat, lanjut Lilik, melaksanakan "Pekan Madaris" yang akan kami laksanakan di Desa Dresi Kecamatan Kaliori pada 9-10 April depan. "Kami berharap dengan banyaknya kegiatan yang akan kami lakukan tetap membuat para kader solid dan semangat dalam berjuang," harapnya.

Kitab Kuning Digital

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Wakil I PC GP Ansor Rembang Ahmad Najih, Ketua MWCNU Kaliori KH Ali Armani , Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam, Ketua PC IPPNU Rembang Afaf Muniroh Atid, dan beberapa pengurus harian PC IPNU-IPPNU Rembang.

Kitab Kuning Digital

Ketua MWCNU Kaliori KH Ali Armani dalam sambutannya mengatakan, bagi pelajar NU harus bisa memilih siaran televisi yang tepat. Bukan hanya menikmati siarannya saja, tetapi harus bisa mengambil hikmah dari apa yang disiarkan.

"Kita sebagai warga nahdliyin bukan malah menonton MTA tv, tetapi menonton siaran Ahlussunnah wal Jamaah seperti TV9 dan Aswaja TV," pesannya.

Rangkaian acara tersebut diakhiri dengan meniup lilin dan pemotongan tumpeng oleh Ketua PAC Kaliori dan diberikan kepada Ketua PC IPNU-IPPNU Rembang. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan para peserta. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66420/ipnu-ippnu-kaliori-agendakan-pekan-madaris

Kitab Kuning Digital

Selasa, 07 Agustus 2012

Libur Ramadhan Merupakan Bagian Tausiyah Muktamar Lirboyo

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Sebagai lembaga pendidikan swasta, sekolah yang berada dibawah koordinasi Maarif NU dibolehkan meliburkan diri jika menginginkan libur. Akan tetapi hal ini disertai syarat bahwa tidak mengurangi jam pelajaran yang sudah diatur sekarang ini.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Ketua PP Maarif Nadjid Muhtar berkaitan dengan usulan libur Ramadhan. Usulan libur Ramadhan ini bukan hanya dari MUI, tapi juga bagian dari tausiyah dari muktamar NU ke 30 di Ponpes Lirboyo Kediri. Ini sudah menjadi usul kita. Ini sama dengan usul kita yang lain berupa penambahan jam pelajaran agama sebanyak 4 jam seminggu, namun belum terealisir. tandasnya.

Namun demikian, walaupun sekolah swasta memiliki kebebasan yang lebih luas daripada sekolah negeri, tetapi tampaknya mereka lebih suka mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Libur Ramadhan Merupakan Bagian Tausiyah Muktamar Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Libur Ramadhan Merupakan Bagian Tausiyah Muktamar Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)


Libur Ramadhan Merupakan Bagian Tausiyah Muktamar Lirboyo

Nadjid mengharapkan jika sekolah tidak libur, diisi kegiatan-kegiatan seperti pesantren kilat atau acara-acara yang mendukung ibadah selama bulan Ramadhan sehingga dapat diperdalam nilai-nilai keagamaan bagi siswa.

Libur sekolah waktu Ramdhan dimulai ketika menteri pendidikan dijabat oleh Dr. Daud Yusuf pada zaman Orba. Ketika Presiden RI dijabat oleh Gus Dur juga pernah dilaksanakan libur sekolah selama Ramadhan, tetapi cuma berlangsung sekali. Nadjid menilai bahwa kalangan Diknas dianggap tidak istikomah dalam menentukan kebijakannya.(mkf)

Kitab Kuning Digital

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2227/libur-ramadhan-merupakan-bagian-tausiyah-muktamar-lirboyo

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 18 Februari 2012

Bangkitkan Syiar Kampus Lewat Buletin Kholish

Semarang, Kitab Kuning Digital. Berbagai terobosan baru terus dipacu untuk membuat kampus menjadi "hijau yang syarat dengan lingkungan yang asri dan menyejukkan. Dengan semangat itulah IPNU-IPPNU Komisariat Universitas Negeri Semarang ingin memacu dunia kampus menjadi tempat yang tentram, damai dan menyejukkan.

Lembaga Pers dan Jurnalistik yang merupakan salah satu lembaga di kepengurusan IPNU-IPPNU Komisariat UNNES yang bergerak di bidang tulis-menulis terus berinovasi. Melalui semangat membangkitkan semangat syiar dakwah Islam Rahmatan Lilalamin di dunia kampus. Lembaga ini pada bulan Mei ini menerbitkan sebuah buletin "Kholis".

Bangkitkan Syiar Kampus Lewat Buletin Kholish (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangkitkan Syiar Kampus Lewat Buletin Kholish (Sumber Gambar : Nu Online)


Bangkitkan Syiar Kampus Lewat Buletin Kholish

"Melalui buletin ini, kami berharap agar dunia kampus UNNES menjadi lebih terwarnai dan mahasiswa umum dapat mengetahui tentang informasi terkait kegiatan IPNU-IPPNU Komisariat UNNES sehingga tertarik untuk bergabung, mengabdi dan mengembangkan diri di organisasi ini," ujar Rekanita Wakhidati, Ketua Lembaga Pers dan Jurnalistik, di Semarang, Sabtu (11/5).

Buletin ini disebar di berbagai tempat-tempat strategis di dalam maupun luar kampus, seperti di Mushola dan Masjid serta tempat-tempat strategis agar dapat dibaca oleh mahasiswa maupun warga sekitar, juga akan diberikan kepada pembina IPNU-IPPNU.

Kitab Kuning Digital

Selain Buletin Kholish sebagai salah satu media cetak yang dipakai. Berita kegiatan maupun informasi terkait IPNU-IPPNU Komisariat UNNES dapat diakses melalui facebook, twitter dan blog di www.ipnuunnnes.blogspot.com

Kitab Kuning Digital

Menjadi harapan bersama agar berbagai media yang dimiliki tersebut dapat memberikan manfaat bagi pembaca dalam menelusuri tentang IPNU-IPPNU, NU dan ajaran Islam Ahlussunah Wal Jamaah di dunia kampus pada khususnya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Kridaanto

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44365/bangkitkan-syiar-kampus-lewat-buletin-acirckholishacirc

Kitab Kuning Digital

Kamis, 10 November 2011

Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan

Surabaya, Kitab Kuning Digital. Foto-foto perjuangan Arek-arek Surabaya dalam "Resolusi Jihad" dipamerkan di Atrium Royal Plaza Kota Surabaya pada 5-11 November 2012.

Ketua Panitia Peringatan Resolusi Jihad GP Ansor Surabaya M. Hasyim Asyari mengatakan foto-foto yang dipamerkan berasal dari museum "Resolusi Jihad" Nahdatul Ulama (NU) di Jl. Bubutan, koleksi keluarga Gus Sholah (KH Sholahudin Wahid) Tebu Ireng Jombang, dan koleksi keluarga alm Hasyim Latif, yang dulu pernah menjadi komandan jihad fisabillah nasional.

Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan (Sumber Gambar : Nu Online)


Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan

"Tujuan dari pameran ini, adalah untuk meramaikan perayaan Hari Pahlawan di Surabaya dan membuat masyarakat tahu akan adanya keterlibatan warga NU," kata Hasyim saat pembukaan pameran, Senin.

Kitab Kuning Digital

Ketua PC Ansor Surabaya Muhammad Asrori Muslich mengungkapkan, Ansor sebagai badan otonom Nahdatul Ulama (NU) memiliki kewajiban untuk menginformasikan ke masyarakat mengenai "Resolusi Jihad" sebagai spirit perjuangan melawan kolonialisme saat itu.

"Resolusi Jihad NU itu wajib atau fardu ain untuk masuk dalam sejarah kemerdekaan Indonesia," katanya.

Kitab Kuning Digital

Menurut dia, "Resolusi Jihad" NU yang dilahirkan para kiai Jawa-Madura itu wajib diakui sebagai pencetus semangat perlawanan pada masa kemerdekaan.

Pembukaan pameran itu dihadiri putra kandung Pahlawan Nasional dari Surabaya Bung Tomo, Bambang Sulistomo dan keluarga almarhum K.H. Hasyim Latief selaku Komandan Laskar Hizbullah Jombang.

Sekretaris Rais Syuriah PWNU Jatim dr. Mohammad dalam sambutannya meminta agar generasi muda NU wajib menyerukan pencatatan sejarah tentang Resolusi Jihad NU. Selain itu, generasi muda saat ini juga harus berjiwa patriotisme dan nasionalisme.

"Ketika ada tersangka korupsi, hanya sesaat dilupakan, selanjutnya malah bisa mendapat jabatan lagi. Sementara, pahlawan yang melahirkan bangsa ini, justru dilupakan seterusnya. Kita harus selalu mengingat perjuangan itu sehingga kita selalu memiliki semangat kebangsaan yang jelas," ujar Mohammad.

Sementara Bambang Sulistomo mengingatkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia harus terus dilestarikan. Menurutnya semangat perjuangan pahlawan itulah yang sudah mulai hilang pada generasi muda.

"Semoga dengan acara itu, penghargaan kepada para pahlawan mulai tumbuh," kata Bambang.

Redaktur : Mukafi Niam

Sumber : Antara

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/40647/foto-foto-resolusi-jihad-dipamerkan

Kitab Kuning Digital

Jumat, 18 Februari 2011

Hentakan Tari Zapin di Solo

Solo, Kitab Kuning Digital. Pada malam kedua peringatan haul Habib Ali Al-Habsyi di Masjid Riyadh Solo, para peziarah dapat melihat sebuah tontonan yang menarik, yakni Tari Zapin.

Tari tersebut dimainkan oleh satu orang atau lebih, dengan berjinjit-jinjit mereka menari bergerak ke belakang, kemudian berputar lalu bergerak kembali ke depan.

Setiap acara haul di Solo, penampilan tari Zapin ini salah satu yang saya nantikan, ujar Muhammad, pengunjung asal Pekalongan, , Ahad (3/3) kemarin.

Hentakan Tari Zapin di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Hentakan Tari Zapin di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)


Hentakan Tari Zapin di Solo

Zapin sendiri berasal dari bahasa arab yaitu "zafn" yang mempunyai arti pergerakan kaki cepat mengikut hentak pukulan. Zapin merupakan hasanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh dari Arab. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu Zapin yang didendangkan.

Kitab Kuning Digital

Musik pengiringnya terdiri dari dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marawis. Sebelum tahun 1960, Tari Zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki, namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan.

Di Nusantara, Tari Zapin ini sangat banyak ragam gerak tarinya, walaupun pada dasarnya gerak dasar zapin-nya sama. Tarian ini juga ditarikan oleh rakyat di pesisir timur dan barat Sumatera, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Kep. Riau, Pesisir Kalimantan dan Brunei.

Kitab Kuning Digital

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42908/hentakan-tari-zapin-di-solo

Kitab Kuning Digital

Rabu, 10 Februari 2010

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Boyolali, Kitab Kuning Digital. Sebanyak 30 pondok pesantren di Boyolali mendapatkan bantuan untuk modal pengembangan ekonomi. Bantuan berupa dua ekor kambing dari Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut disalurkan Pengurus Cabang Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Boyolali, di Gedung NU Center Boyolali, Selasa (6/5).

Salah satu perwakilan dari Pengurus Wilayah (PW) RMI-NU Jawa Tengah yang hadir, Munajat, Ph.D, mengatakan, pemberian bantuan ini masih termasuk dalam tahap percobaan.

RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


RMINU Boyolali Salurkan Bantuan Kambing ke 30 Pesantren

Dua kambing yang diberikan ini baru uji coba. Kemungkinan akan diberikan dalam jumlah lebih besar, kalau nantinya uji coba ini dapat berhasil, ujarnya.

Dalam acara tersebut, para peserta perwakilan dari pesantren juga mendapatkan pelatihan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren melalui peternakan kambing dari dosen Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM), Nafiatul Umami, Ph.D.

Kitab Kuning Digital

Salah satu peserta pelatihan, Choirudin Ahmad berharap, bantuan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi pesantren. Sekaligus sebagai bekal keterampilan santri setelah kembali ke daerah masing-masing, ungkap pengurus Pesantren Miftahul Huda Cepogo itu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Kitab Kuning Digital

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51825/rminu-boyolali-salurkan-bantuan-kambing-ke-30-pesantren

Kitab Kuning Digital

Selasa, 28 Juli 2009

Kata Sayyidina Sebelum Menyebut Nama Nabi Muhammad

Menambah kata "Sayyid" sebelum menyebut nama Nabi Muhammad adalah perkara yang dibolehkan di dalam syari’at. Karena pada kenyataannya Rasulullah adalah seorang Sayyid, bahkan beliau adalah Sayyid al-‘Alamin, penghulu dan pimpinan seluruh makhluk. Salah seorang ulama bahasa terkemuka, ar-Raghib al-Ashbahani dalam kitab Mufradat Alfazh al-Qur’an, menuliskan bahwa di antara makna “Sayyid” adalah seorang pemimpin, seorang yang membawahi perkumpulan satu kaum yang dihormati dan dimuliakan (Mu’jam Mufradat Alfazh al-Qur’an, h. 254).

Dalam al-Qur’an, Allah menyebut Nabi Yahya dengan kata “Sayyid”:

وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ (ءال عمران: 39)

“... menjadi pemimpin dan ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”. (QS. Ali ‘Imran: 39)

Nabi Muhammad jauh lebih mulia dari pada Nabi Yahya, karena beliau adalah pimpinan seluruh para nabi dan rasul. Dengan demikian mengatakan “Sayyid” bagi Nabi Muhammad tidak hanya boleh, tapi sudah selayaknya, karena beliau lebih berhak untuk itu. Bahkan dalam sebuah hadits, Rasulullah sendiri menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang “Sayyid”. Beliau bersabda:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ ءَادَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ (رواه الترمذي)

“Saya adalah penghulu manusia di hari kiamat”. (HR. at-Tirmidzi)

Dengan demikian di dalam membaca shalawat boleh bagi kita mengucapkan “Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad”, meskipun tidak ada pada lafazh-lafazh shalawat yang diajarkan oleh Nabi (ash-Shalawat al Ma'tsurah) dengan penambahan kata “Sayyid”. Karena menyusun dzikir tertentu yang tidak ma'tsur boleh selama tidak bertentangan dengan yang ma'tsur.

Sahabat ‘Umar ibn al-Khaththab dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menambah lafazh talbiyah dari yang sudah diajarkan oleh Rasulullah. Lafazh talbiyah yang diajarkan oleh Nabi adalah:

لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Namun kemudian sabahat Umar ibn al-Khaththab menambahkannya. Dalam bacaan beliau:

لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ ، وَالْخَيْرُ فِيْ يَدَيْكَ، وَالرَّغْبَاءُ إِلَيْكَ وَالْعَمَلُ

Dalil lainnya adalah dari sahabat ‘Abdullah ibn ‘Umar bahwa beliau membuat kalimat tambahan pada Tasyahhud di dalamnya shalatnya. Kalimat Tasyahhud dalam shalat yang diajarkan Rasulullah adalah “Asyhadu An La Ilaha Illah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasulullah”. Namun kemudian ‘Abdullah ibn ‘Umar menambahkan Tasyahhud pertamanya menjadi:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ

Tambahan kalimat “Wahdahu La Syarika Lah” sengaja diucapkan oleh beliau. Bahkan tentang ini ‘Abdullah ibn ‘Umar berkata: “Wa Ana Zidtuha...”. Artinya: “Saya sendiri yang menambahkan kalimat “Wahdahu La Syarika Lah”. (HR Abu Dawud)

Dalam sebuah hadits shahih, Imam al-Bukhari meriwayatkan dari sahabat Rifa'ah ibn Rafi', bahwa ia (Rifa'ah ibn Rafi’) berkata: “Suatu hari kami shalat berjama'ah di belakang Rasulullah. Ketika beliau mengangkat kepala setelah ruku' beliau membaca: “Sami’allahu Liman Hamidah”, tiba-tiba salah seorang makmum berkata:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

Setelah selesai shalat Rasulullah bertanya: “Siapakah tadi yang mengatakan kalimat-kalimat itu?". Orang yang yang dimaksud menjawab: “Saya Wahai Rasulullah...”. Lalu Rasulullah berkata:

رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِيْنَ مَلَكًا يَبْتَدِرُوْنَهَا أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلَ

“Aku melihat lebih dari tiga puluh Malaikat berlomba untuk menjadi yang pertama mencatatnya”.

al-Imam al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam kitab Fath al-Bari, dalam menjelaskan hadits sahabat Rifa’ah ibn Rafi ini menuliskan sebagai berikut: “Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan kepada beberapa perkara. Pertama; Menunjukan kebolehan menyusun dzikir yang tidak ma'tsur di dalam shalat selama tidak menyalahi yang ma'tsur. Dua; Boleh mengeraskan suara dzikir selama tidak mengganggu orang lain di dekatnya. Tiga; Bahwa orang yang bersin di dalam shalat diperbolehkan baginya mengucapkan “al-Hamdulillah” tanpa adanya hukum makruh” (Fath al-Bari, j. 2, h. 287).

Dengan demikian boleh hukumnya dan tidak ada masalah sama sekali di dalam bacaan shalawat menambahkan kata “Sayyidina”, baik dibaca di luar shalat maupun di dalam shalat. Karena tambahan kata “Sayyidina” ini adalah tambahan yang sesuai dengan dasar syari’at, dan sama sekali tidak bertentangan dengannya.

Asy-Syaikh al’Allamah Ibn Hajar al-Haitami dalam kitab al-Minhaj al-Qawim, halaman 160, menuliskan sebagai berikut:

وَلاَ بَأْسَ بِزِيَادَةِ سَيِّدِنَا قَبْلَ مُحَمَّدٍ، وَخَبَرُ"لاَ تُسَيِّدُوْنِي فِيْ الصَّلاَةِ" ضَعِيْفٌ بَلْ لاَ أَصْلَ لَهُ

“Dan tidak mengapa menambahkan kata “Sayyidina” sebelum Muhammad. Sedangkan hadits yang berbunyi “La Tusyyiduni Fi ash-Shalat” adalah hadits dla'if bahkan tidak memiliki dasar (hadits maudlu/palsu)”.

Di antara hal yang menunjukan bahwa hadits “La Tusayyiduni Fi ash-Shalat” sebagai hadits palsu (Maudlu’) adalah karena di dalam hadits ini terdapat kaedah kebahasaan yang salah (al-Lahn). Artinya, terdapat kalimat yang ditinjau dari gramatika bahasa Arab adalah sesuatu yang aneh dan asing. Yaitu pada kata “Tusayyiduni”. Di dalam bahasa Arab, dasar kata “Sayyid” adalah berasal dari kata “Saada, Yasuudu”, bukan “Saada, Yasiidu”. Dengan demikian bentuk fi’il Muta'addi (kata kerja yang membutuhkan kepada objek) dari “Saada, Yasuudu” ini adalah “Sawwada, Yusawwidu”, dan bukan “Sayyada, Yusayyidu”.

Dengan demikian, -seandainya hadits di atas benar adanya-, maka bukan dengan kata “La Tasayyiduni”, tapi harus dengan kata “La Tusawwiduni”. Inilah yang dimaksud dengan al-Lahn. Sudah barang tentu Rasulullah tidak akan pernah mengucapkan al-Lahn semacam ini, karena beliau adalah seorang Arab yang sangat fasih (Afshah al-‘Arab).

Bahkan dalam pendapat sebagian ulama, mengucapkan kata “Sayyidina” di depan nama Rasulullah, baik di dalam shalat maupun di luar shalat lebih utama dari pada tidak memakainya. Karena tambahan kata tersebut termasuk penghormatan dan adab terhadap Rasulullah. Dan pendapat ini dinilai sebagai pendapat mu’tamad.

Asy-Syaikh al-‘Allamah al-Bajuri dalam kitab Hasyiah al-Bajuri, menuliskan sebagai berikut:

الأوْلَى ذِكْرُ السِّيَادَةِ لأَنّ الأفْضَلَ سُلُوْكُ الأدَبِ، خِلاَفًا لِمَنْ قَالَ الأوْلَى تَرْكُ السّيَادَةِ إقْتِصَارًا عَلَى الوَارِدِ، وَالمُعْتَمَدُ الأوَّلُ، وَحَدِيْثُ لاَ تُسَوِّدُوْنِي فِي صَلاتِكُمْ بِالوَاوِ لاَ بِاليَاءِ بَاطِلٌ

“Yang lebih utama adalah mengucapkan kata “Sayyid”, karena yang lebih afdlal adalah menjalankan adab. Hal ini berbeda dengan pendapat orang yang mengatakan bahwa lebih utama meninggalkan kata “Sayyid” dengan alasan mencukupkan di atas yang warid saja. Dan pendapat mu’tamad adalah pendapat yang pertama. Adapun hadits “La Tusawwiduni Fi Shalatikum”, yang seharusnya dengan “waw” (Tusawwiduni) bukan dengan “ya” (Tusayyiduni) adalah hadits yang batil” (Hasyiah al-Bajuri, j. 1, h. 156). [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/kata-sayyidina-sebelum-menyebut-nama-nabi-muhammad-saw.html

Selasa, 25 Desember 2007

PBNU: Penanganan Terorisme Jangan Bersifat Represif

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mendesak Densus 88 bertindak lebih profesional dalam menangani sejumlah kasus dugaan terorisme di Tanah Air. Sikap represif yang belakangan justru menimbulkan rasa was-was di masyarakat diminta untuk dihindari.

"Densus 88 harus bisa lebih profesional. Penanganan terorisme tidak bisa dengan cara-cara represif saja," tegas Kang Said di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa (8/1). Kiai Said hari ini melakukan perjalanan ke Kediri, Jawa Timur, dalam rangka pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Kabupaten Kediri.

PBNU: Penanganan Terorisme Jangan Bersifat Represif (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Penanganan Terorisme Jangan Bersifat Represif (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU: Penanganan Terorisme Jangan Bersifat Represif

Desakan ini disampaikan Kiai Said sebagai tindak kedatangan 4 warga Poso, Sulawesi Tengah ke PBNU, Senin (7/1) malam kemarin. Kedatangan ke empat warga Poso yang difasilitasi oleh aktifis Gerakan Pemuda Anshor dan 2 komisioner Komnas HAM, yaitu Imdadun Rahmat dan Siane Indriani, bertujuan melaporkan adanya perasaan was-awas oleh masyarakat sebagai akibat tindakan represif Densus 88 dalam penanganan terorisme belakangan ini.

"Saya akan coba sampaikan ke Presiden mengenai laporan warga Poso ini. Tentu ini bukan untuk menggembosi Densus 88, tapi upaya membantu agar penanganan terorisme bisa lebih baik. Saya tegaskan terorisme harus ditindak tegas, tapi jangan sampai cara-caranya justru menimbulkan trauma bagi masyarakat yang tidak bersalah," kata Kang Said.

Kitab Kuning Digital

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Samsul Hadi

Kitab Kuning Digital

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41659/pbnu-penanganan-terorisme-jangan-bersifat-represif

Kitab Kuning Digital

Kamis, 14 September 2006

Sekjen PBNU 2004-2009 Dikukuhkan sebagai Profesor Riset

Jakarta, Kitab Kuning Digital. Sekjen PBNU masa khidmah 2004-2009 Dr Endang Turmudzi dikukuhkan sebagai profesor riset di bidang sosiologi. Ia dikukuhkan sebagai profesor riset bersama dua ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang lain, Dr Herman Hidayat dan Dr Yanni Sudiyani.

Dalam prosesi pengukuhan di Auditorium LIPI, kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (15/12), Endang Turmudzi menyampaikan orasi ilmiah dengan judul "Dinamika Islamisme dalam Perkembangan Masyarakat Indonesia Modern".

Sekjen PBNU 2004-2009 Dikukuhkan sebagai Profesor Riset (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU 2004-2009 Dikukuhkan sebagai Profesor Riset (Sumber Gambar : Nu Online)


Sekjen PBNU 2004-2009 Dikukuhkan sebagai Profesor Riset

Ia menyampaikan, islamisme berkembang di Indonesia sesuai dengan perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. Perkembangan Islam berlangsung secara dinamis dan umat Islam saat ini telah mempraktekkan Islam secara menyeluruh.

Namun pada sisil yang lain, islamisme di Indonesia telah melahirkan berbagai kelompok di kalangan umat Islam yang seringkali memicu konflik antar satu dengan yang lainnya.

Kitab Kuning Digital

Kitab Kuning Digital

Prof Endang Turmudzi dalam orasinya memberikan catatan khusus kepada para pemimpin organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk membawa islamisme pada persatuan umat Islam dan perdamaian dunia.

Profesor riset lainnya Herman Hidayat juga dikukuhkan menjadi profesor di bidang sosiologi. Keduaanya sama-sama dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan LIPI. Sementara Yanni Sudiyani dari Pusat Penelitian Kimia dikukuhkan menjadi profesor di bidang biologi. (Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56364/sekjen-pbnu-2004-2009-dikukuhkan-sebagai-profesor-riset

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 04 Februari 2006

Menengok Pembentukan PK IPNU-IPPNU MA Al-Falah di Surga

Pamekasan, Kitab Kuning Digital. Pembentukan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MA Al-Falah Kadur Pamekasan berjalan khidmat, Kamis (29/3). Pembentukan yang dipelopori PAC IPNU-IPPNU Kadur tersebut ditempatkan di pesantren Sumber Gayam (Surga), pesantren yang memayungi MA Al-Falah.

Pembentukan tersebut dihadiri langsung oleh Abd Gharib (kepala MA Al-Falah) dan Burhanuddin (pembina OSIS MA Al-Falah). Dari ratusan siswa, sebanyak 35 siswa-siswi MA Al-Falah didaulat sebagai pengurus PK IPNU-IPPNU MA Al-Falah.

Menengok Pembentukan PK IPNU-IPPNU MA Al-Falah di Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Pembentukan PK IPNU-IPPNU MA Al-Falah di Surga (Sumber Gambar : Nu Online)


Menengok Pembentukan PK IPNU-IPPNU MA Al-Falah di Surga

Mereka memang belum secara resmi menjadi pengurus. Tapi sudah dipastikan menjadi pengurus karena pembentukan ini dilakukan secara resmi, kata sekretaris IPPNU Kadur, Baitiyah. Apalagi nantinya mereka bakal dilantik, setelah semua target pembentukan PK di kecamatan ini rampung semua.

Kitab Kuning Digital

Dalam sambutannya, Abd Gharib sangat berharap kepada pengurus IPNU-IPPNU Kadur agar anak didiknya betul-betul diayomi, digembleng untuk bisa berorganisasi secara baik.

Saya juga berharap agar program kerja yang nantinya dirumuskan tidak berbenturan dengan kegiatan sekolah, ujarnya.

Kitab Kuning Digital

Selain itu, atas permintaan peserta yang bersumber dari pertanyaan-pertanyaan, akhirnya PAC IPNU-IPPNU Kadur juga menyosialisasikan program kerja yang telah dirumuskannya. Sekretaris PAC IPPNU Kadur Baitiyah berperan aktif dalam hal itu.

Acara tersebut berakhir saat azan dzuhur berkumandang. Dari awal hingga akhir, tak satu pun peserta yang keluar ruangan. Ini tak lain karena suasana pembentukan tersebut berjalan tidak terlalu kaku, lentur, dan penuh dengan rasa persaudaraan yang tinggi.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Hairul Anam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37223/menengok-pembentukan-pk-ipnu-ippnu-ma-al-falah-di-surga

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock