Tampilkan postingan dengan label NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2016

KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung

Jakarta, Kitab Kuning Digital

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Nasional melakukan silaturahim ke kantor PBNU di Jakarta, Rabu (16/3). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat organisasi dan melaporkan perkembangan KMNU.

Delegasi KMNU yang diwakili Hasan Bisri (Presidium Nasional 1), Laila Naimatul Muthoharoh (Presidium Nasional 3) dan Achmad Mukhlis Hidayat (Departemen Nasional 5) langsung disambut Sekjen PBNU, Ir H Helmy Faishal Zaini beserta Wasekjen H Masduki Baidlawi.

KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)


KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung

Dalam pertemuan itu, Helmy menyatakan dukungan dan apresiasi atas peran KMNU yang aktif melakukan kajian Islam ahlus sunnah wal jamaah dan melestarikan kegiatan kultural NU di kampus. Lebih dari itu, di tengah pesatnya arus teknologi dan informasi seperti sekarang ini KMNU diharapkan mampu memberikan sumbangsih dalam menangkal masuknya penyebaran paham radikal dan dampak negatif teknologi terhadap masyarakat luas, khusus nya melalui media-media sosial yang ada.

Kitab Kuning Digital

Selain itu juga disinggung terkait rencana peningkatan kualitas mahasiswa NU di tingkat kampus dalam bentuk kaderisasi. Helmy menegaskan bahwa PBNU akan turut berperan aktif dalam kapabilitas KMNU. Kami akan siapkan pemateri ahli yang siap mengisi agenda peningkatan wawasan Aswaja dan ke-NU-an teman-teman KMNU, tegasnya.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan undangan atas kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-2 KMNU yang rencananya dilaksanakan awal April mendatang di Lampung. Menanggapi undangan tersebut, Sekjen PBNU menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir disebabkan ada agenda PBNU di Medan. Namun demikian, ia menyatakan akan mengirim delegasi PBNU di acara tersebut. Di akhir perbincangan, Helmy menyatakan bahwa PBNU siap mendukung dan membuka kesempatan KMNU untuk bekerja sama dalam mensukseskan program-program PBNU di waktu yang akan datang. (Laila/el Naomiy/Zunus)

Kitab Kuning Digital

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66629/kmnu-akan-gelar-rakernas-di-lampung

Kitab Kuning Digital

Sabtu, 22 Agustus 2015

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang

Amalan Bulan Rajab - Bulan Rajab sangat banyak dinanti oleh orang Islam. Sebab bulan ini semakin mendekatkan hadirnya bulan Ramadan yang sangat agung. Oleh sebab itu, perlu kembali kita renungkan bagaimana KH Sholeh bin Umar Assamarani (dikenal Mbah Sholeh Darat) menjelaskan tentang fadlilah bulan Rajab ini.

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang - Kitab Kuning Digital
Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang - Kitab Kuning Digital


Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang

Dalam Kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Sholat karya Mbah Sholeh Darat halaman 83-88 dituliskan bab khusus tentang "Bab Fadlilah Rajab". Kitab yang ditulis dengan pegon dan diterbitkan oleh Thoha Putra Semarang ini sangat detail menjelaskan keutamaan Rajab merujuk pada hadits Nabi.

KH Sholeh menjelaskan: "Nabi bersabda: 'Barang siapa yang mengucapkan kalimat سبحان الحي القيوم sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari awal Rajab, mengucap سبحان الاحد الصمد sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari kedua, dan mengucap سبحان الرؤف sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari ketiga, maka tidak ada orang yang bisa menghitung pahalanya".

Hadits ini memberikan pengertian tentang bacaan atau wirid yang perlu didawamkan untuk dibaca setiap hari di bulan Rajab. Dan pahala yang didapatkan sangat banyak sekali, sehingga tidak bisa dihitung.

Dan Rasulullah Saw juga menyampaikan bahwa bulan Rajab adalah bulannya Allah Swt, sedangkan bulan Sya'ban adalah bulannya Rasulullah, sementara bulan Ramadan merupakan bulannya umat Muhammad. Maka Nabi selanjutnya menegaskan bahwa siapa saja yang menjalankan puasa sehari di bulan Rajab murni karena Allah tanpa niat lainnya, maka akan selalu mendapatkan ridla agung Allah dan dijanjikan tempat surga Firdaus.

Sedangkan pahala puasa Rajab dua hari akan mendapatkan kelipatan dua kali hitungan semua gunung di dunia. Puasa tiga hari mendapat pahala penghalang neraka. Puasa empat hari mendapat pahala diselamatkan dari segala bala' yang menimpa semacam junun, judzam dan barash serta diselamatkan dari fitnah Dajjal.

Sedangkan pahala puasa selama lima hari akan selamat dari siksa kubur. Pahala puasa enam hari adalah jaminan wajahnya bersinar saat keluar dari qubur sebagaimana sinar rembulan tanggal empat belas. (Baca Duta Islam: Keramat Mbah Sholeh Darat)

Adapun puasa tujuh hari adalah ditutupnya tujuh pintu neraka. Untuk pahala puasa di bulan Rajab delapan hari adalah dibukakan delapan pintu surga. Pahala puasa sembilan hari adalah akan bangun dari qubur dengan memanggil kalimat لا اله الا الله dan langsung masuk surga. Dan pahala sepuluh hari berpuasa adalah jalan mulus menuju shiratal mustaqim.

Mbah Sholeh Darat masih melanjutkan pahala puasa sebelas hari adalah tidak akan mendapat tandingan pahala kecuali orang yang sama menjalankan puasa 11 hari. Dan pahala puasa dua belas hari adalah mendapatkan pengakuan sebagai hamba yang mulia dibandingkan dunia dan seisinya. [Kitab Kuning Digital/ab]

Bersambung.....

Oleh M Rikza Chamami, Wakil Ketua KOPISODA (Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat), alumnus Qudsiyyah dan Dosen UIN Walisongo


Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/keutamaan-bulan-rajab-menurut-kh-sholeh-darat-semarang.html

Rabu, 11 Maret 2015

Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar

Kitab Kuning Digital - Polemik tentang pendapat seorang da'i (bukan ulama) yang mengatakan bahwa ayah dan ibu nabi itu kafir serta masuk neraka telah membuat banyak umat Islam yang cinta kepada Nabi tersakiti. Termasuk yang terjadi dalam percakapan antara penanya dan Gus Awy Ali Imron (Lamongan), alumnus Rushaifah Makkah dan juga santri Abuya Assayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki Al Hasani.

Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar - Kitab Kuning Digital
Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar - Kitab Kuning Digital


Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar

Anda boleh simpan hasil percakapan dari WhatsApp ini untuk disebarkan atau digunakan hujjah bagi mereka yang suka usil kemuliaan tauhid dan kemuliaan Nabi Agung Muhammad SAW. Kami edit ejaan saja. Tidak ada tambahan.

Penanya: Ada yang berfatwa bahwa Ibu dan ayah Nabi mati kafir dan di neraka? Mohon penjelasanya Gus!

Gus Awy Ali Imron: Hanya orang kurangajar kepada Nabi yang berani berfatwa seperti itu.

Gus Awy Ali Imron: Permasalahan ini berhubung langsung dengan urusan tauhid. Telah disepakati oleh mayoritas ulama sejak salaf bahwa orang yang hidup di masa tenggang waktu kevakuman antar Nabi, tidaklah disiksa. Termasuk dalam hal ini adalah orang tua Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Tentang hal itu telah ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat al-Isro ayat 15 dan Assyu'aro ayat 219.

Keterangan:

Al-Isra' ayat 15 adalah:

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Artinya:

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

Gus Awy Ali Imron: Lagipula apa ada untung membicarakan hal yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan kita?

Gus Awy Ali Imron: Secara logika saja, kita sendiri, apa mau jika dikatain bahwa orang tua kita masuk neraka? Apalagi kepada Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Jadi, kesimpulannya, orang yang mengatakan bahwa orang tua Nabi di neraka, siapapun orang itu, berlabel ustadz, Lc atau bahkan syaikh sekalipun, adalah orang yang sangat kurangajar dan tidak punya tatakrama kepada Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Ayah Nabi meninggal kala Nabi di kandungan. Ibunya meninggal kala Nabi masih kecil usia 6 tahun. Sementara Nabi baru diangkat jadi Nabi pada usia 40. Lantas, secara logika, dari mana orangtua Nabi menerima dakwah?

Gus Awy Ali Imron: Sementara Nabi terakhir sebelum Nabi Muhammad, yaitu Nabi Isa, telah diangkat pada 33 M, Nabi sendiri lahir pada 571 M, tenggang waktu kekosongan Nabi 5 abad sendiri.

Gus Awy Ali Imron: Ini sudah cukup menjawab akan fatwa bodoh dan kurangajar itu.

********

Polemik pecah belah ini berawal dari penafsiran tesktual wahabi yang diambil dari hadits riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang berisi:

أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِى؟ قَالَ: “فِى النَّارِ.” فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ: إِنَّ أَبِى وَأَبَاكَ فِى النَّارِ

Artinya:

Ada seseorang yang bertanya, “Ya Rasulullah, dimana ayahku?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Di neraka.” Ketika orang ini pergi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memangilnya, dan bersabda, “sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.” (HR. Muslim 521, Ahmad 12192, dan Abu Daud 4720).

Hadits di atas akhir-akhir dimuat di beberapa website wahabi tanpa tafsir dan analisa sejarah, utamanya tentang Fatroh (masa vakum kenabian). Salah satu website wahabi tersebut adalah konsultasisyariah [dot] com. Adapun ustadz wahabi yang menyebut orang tua Nabi kafir adalah Firanda Andirja dan Khalid Basalamah. Videoanya banyak beredar di Youtube.

Percakapan WhatsApp di grup Tanya Jawab Syariah yang terjadi pada Selasa (27/09/2016) di atas itu, kiranya cukup menjawab bahwa yang menyebut orangtua Nabi itu kafir dan di neraka tidak paham sejarah kontinuitas kenabian dari Nabi Isa ke Nabi Muhammad. Sekian. Mohon disebarkan. [Kitab Kuning Digital]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/yang-berfatwa-ayah-ibu-nabi-di-neraka-itu-kurangajar.html

Kamis, 12 Januari 2012

Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat

Bahasa ibu merupakan bahasa pertama kali yang dipelajari atau digunakan seseorang. Misalnya anak Aceh atau Papua, pertama kali menggunakan yang otomatis mempelajari dalam bahasa tersebut, maka anak itu berbahasa ibu Aceh atau Papua. Anak itu kemudian disebut penutur asli bahasa itu.

Karena berbagai faktor, ketahanan bahasa ibu di berbagai daerah di Indonesia semakin terdesak oleh bahasa-bahasa lain. Mulai dari bahasa Indonesia sendiri dan bahasa asing, misalnya Inggris atau Arab. Keterdesakan itu, jika dibiarkan, lama kelamaan menyebabkan bahasa itu hilang.

Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat (Sumber Gambar : Nu Online)


Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat

Terkait bahasa ibu yang biasa diperingati tiap 21 Februari, Abdullah Alawi dari Kitab Kuning Digital berhasil mewaawancarai salah seorang budayawan dan agamawan Sunda, KH Usep Romli HM melalui surat elektronik 21 Februari lalu. Pria yang produktif nulis dan pernah aktif di IPNU dan GP Ansor tersebut mengurai prntingnya bahasa ibu, dan kerugian jika kita kehilangannya.

Kitab Kuning Digital

Pengasuh pesantren Raksa Sarakan di Cibiuk, Garut, Jawa Barat tersebut menjawab hal itu dengan dasar-dasar agama. Berikut petikannya:

Menurut Anda, bagaimana kondisi bahasa ibu secara umum di Indonesia?

Kitab Kuning Digital

Kondisi bahasa Ibu di Indonesia ada yang bertahan, ada yang mengalami kemunduran. Yang bertahan, antara lain bahasa Sunda, Jawa, Bali, dan Lampung. Itu ditunjukkan dari lahirnya karya-karya tulis dalam bahasa itu yang tiap tahun mendapat hadiah dari Yayasan Rancage, baik untuk karya sastra maupun jasa terhadap bahasa dan sastra. Hadiah Yayasan Rancage yang digagas Ajip Rosidi sudah berlangsung 25 tahun.

Bagaimana kecenderungan penggunaan bahasa ibu oleh anak muda sekarang di zaman sosial media?

Mungkin menurun. Tapi bukan bahasa ibu di daerah Indonesia saja. Konon anak-anak muda Spanyol, lebih suka menggunakan bahasa asing Inggris dan Prancis di media sosial. Sehingga Akdemi Keraajaan Spanyol menyelenggarakan berbagai lomba untuk merangsang anak-anak muda berbahasa Spaanyol di media sosiial. Khusus bahasa Sunda, lumayan masih mampu menggunakan bahasa Sunda di media sosial. Di Facebook, banyak dibuka akun berbahasa Sunda, seperti Fiksimini Basa Sunda, Pustaka Sunda, Forum Jurnalis Sunda, Guguyon, dsb.

Apa pentingnya menjaga dan melindungi bahasa ibu?

Bahasa Ibu mengandung filosofi, kearifan dan pandangan hidup masyarakat penggunanya. Untuk menjaga semua itu, baahasa ibu diperlukan hidup dan berkembang. Firman Allah dalam Q S Ar Rum ayat 22. Dan beberapa hadits yang menyangkut antum alamu bi umurid dunyakum.

Bagaimana peran pesantren, khsusnya di wilayah berbahasa Sunda dalam menjaga bahasa ibu?

Ketika lembaga pesantrren masih utuh dan murni berdasarkan prinsif tafwidz (hanya Allah yang merancang), bahasa daerah terpelihara. Hingga tahun 1960-an, santri di Tatar Sunda masih mengaji kitab dengan bahasa Jawa, karena ajengannya ngaji di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Sekarang pesantren telah berubah menajdi lembaga pendidikan umum, yang menganut prinsip tadbir (ditentukan manusia, proposal, subsidi, dlsb), bahasa daerah nyaris hilang dalam kegiatan formal.Kecuali dalam pergaulan sehari-hari yang amat terbatas.

Mungkinkah bahasa ibu itu hilang, dan bagaiamana konseuensinya dalam bahasa agama?

Selama ada yang menggunakan dan memperjuangkan, insya Allah, akan tetap ada. Jika diabaikan, ya nikmat bahasa itu dicabut oleh pemiliknya, Allah SWT. Dia tidak akan mencabut anugrah nikmat-Nya dari suatu kaum, jika kaum itu tidak mengabaikan nikmat tersebut dengan sikap kufur nikmat (tafsir Ath Thabari, Jalalain, Khozin, atas ayat 11 S.Ar Rodu Innallaha laa yughoyyiru ma bi qowmin hatta yughoyyiru ma bi anfusihim. Para mufsir andal tersebut mengkategorikan ayat ini sebagai ayat syukur wa kufur nikmat. Para ulama Orde Baru menganggap ayat ini sebagai ayaat pem bangunan).

Jika bahasa Ibu hilang, kerugian buat kita adalah kerugian yang ditimpakan Allah SWT kepada bangsa kufur nikmat. Dijerumuskan ke Negara Kebinasaan (Q,s.Ibrahim : 28). Manusia kufur nimat mendapat azab pedih (Q.s.Ibrahim : 7). Bahasa Ibu adalah nikmat Allah. Orang yang mensyukuriya dengan memelihara, memajukan, memperjuangkan kelanggengannya, akan ditingkatan nikmatnya (Q.S.Ibrahim : 7).

Bagaimana caranya menjaga bahasa ibu yang efektif?

Pergunakan di lingkungan keluarga. Anak yang mengusai bahasa ibu sejak lahir, setelah masuk sekolah akan menguasai dua bahasaa (bahasa ibu dan bahasa nasional). Pada tingkat pendidikan selanjutnya tambah bahasa asing. Jadi seorang pengguna bahasa ibu akan mampu menguasai minimal dua atau tiga bahasa. Di Kompas kemarin ada berita agar pelajaran bahasa Inggris di SD dihapus, karena tidak efektif dan efesien. Bagus. Sebab belajar sesuatu bahasa , sekalipun tingkat dasar, harus disertai pengenalan filosofi, kearifan, dan wisdom pemilik bahaasa tersebut. Tidak hanya sekadar menguasai spelling, prononcion, idiomatik dsb. Artinya harus mengubah visi dan tatacara hidup sesuai dengan bahasa yang diperlajari.

Apa peran lembaga masyarakat atau pemerintah?

Peran pemerintah memberi ruang seluas-luasnya bagi pendidikan dan pembelajaran bahasa ibu. Itu kalau pemerintah masih menghargai Bhineka Tunggal Ika. Keluarga dan masyarakat juga harus punya kesadaran akan manfaat bahasa ibu bagi ketahanan karakter generasi bangsa.

Profil singkat Usep Romli HM

Usep Romli H. M.

Wartawan, guru, sastrawan, agamawan yang menulis dalam bahasa Sunda dan Indonesia. Lahir di Limbangan, Garut, 16 April 1949. Anggota IPNU (1964-1966), GP Ansor (1966-1972), anggota penasihat Lajnah Talif wan Nasr PWNU Jawa Barat.

Karir Usep dimulai sebagai seorang guru, kemudian menggeluti dunia jurnalistik. Ia menulis di mingguan Fusi (1972), Giwangkara (1972-1976), sk Pelita (1977-1979) sk Sipatahunan (1979-1980) dan Pikiran Rakyat (1984-1991).

Usep menulis sajak dan cerpen dimuat di Kalawarta Kujang, Mangle, Hanjuang, Gondewa, Galura, dll. Sebagai seorang santri, karya-karya Usep sangat kental dengan pesantren, diantaranya Bentang Pasantren (bintang Pesantren, novel, 1983), Cuerik Santri (Tangis Santri, kumpulan Cerpen, 1985) Jiad Ajengan, (Jampi-jampi Kiai, cerpen, 1991), Percikan Hikmah (kumpulan anekdot Islam, 1999), dll.

Usep pernah mendapat penghargaan Hadiah Sastra Mangle (1977), Hadiah Penulisan Buku Depdikbud (1977), Piagam Wisata Budaya Diparda Jabar (1982) serta Hadiah Sastra LBSS (1995).

Dari (Wawancara) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50408/usep-romli-hm-jika-bahasa-ibu-hilang-itu-kufur-nikmat

Kitab Kuning Digital

Jumat, 16 September 2011

Peringati Hari Pluralisme, Jaringan Gusdurian: Bubarkan Ormas Intoleran!

Kitab Kuning Digital - Pemuda yang tergabung dalam Jaringan Gusdurian Kota Semarang bersama pegiat keberagaman kota Semarang berkumpul di pelataran makam Bergota pada Kamis, (17/11/2016). Mereka berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat sebagai bagian agenda pembuka Pekan Hari Toleransi Internasional yang telah ditetapkan PBB sejak 16 November 1995.

Mbah Sholeh Darat merupakan tokoh ulama kharismatik Semarang dan guru dari dua tokoh bangsa, KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan. Rombongan yang terdiri dari Gusdurian, PMII Kota Semarang, KPS, Pelita, PPMI DK Semarang dan Permahi melanjutkan ziarah ke taman makam pahlawan Giri Tunggal makam MGR Soegijapranata. Ikut serta Romo Aloys Budi Purnomo, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang.

Peringatan Hari Toleransi ini menjadi ironi karena dibarengi dengan beberapa tragedi intoleran di beberapa daerah, yang paling menyayat hati adalah wafatnya Intan yang menjadi korban ledakan Bom di Samarinda.

"Adanya agenda ini untuk memelihara toleransi di Indonesia yang kian mendapat tantangan. Semoga Bhinneka Tunggal Ika tetap terjaga," ujar Subhan, koordinator Jaringan Gusdurian Semarang setelah doa dan tabur bunga.

“Semoga benih-benih perdamaian dan kerukunan melalui perjumpaan seperti ini terus mewarnai dan menandai kesejukan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika," tambah romo Budi.

Setelah ziarah, pekan peringatan hari toleransi internasional akan dilanjutkan dengan diskusi dan nonton film tentang keberagaman, aksi damai dan deklarasi di hari Jumat-Sabtu(18-19/11). Subhan koordinator aksi berharap Hari Toleransi Internasional yang ditetapkan PBB sejak 16 November hendaknya jadi titik balik merefleksikan warga Indonesia terhadap keberagaman.

“Pemerintah harus melindungi, menghormati, memenuhi hak asasi manusia sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

Dalam informasi yang diperoleh, jaringan masyarakat Semarang untuk Keberagaman menolak tindakan intoleransi dan diskriminasi atas nama agama, suku, ras, warna kulit, jenis kelamin, pandangan politik, orientasi seksual.

"Negara harus mampu berperan aktif dalam menjaga keberagaman. Lalu bubarkan ormas intoleran dan tutup website dan akun media sosial intoleran agar bisa melindungi kelompok minoritas,” ungkap alumni Universitas Diponegoro ini. [Kitab Kuning Digital/ fahmi/zulfa]



Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/peringati-hari-pluralisme-jaringan-gusdurian-bubarkan-ormas-intoleran.html

Senin, 03 Mei 2010

Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan

Kitab Kuning Digital - Shalat kifarot atau kifarat adalah shalat yang dilaksanakan untuk menebus kewajiban shalat yang lupa atau tertinggal dilaksanakan. Kesempatan untuk mengerjakannya hanya satu kali dalam setahun saja, yaitu setelah shalat Maghrib pada malam Jum'at terakhir di bulan Ramadhan, Kamis, 30 Juni 2016.

Sabda Baginda Nabi Muhammad Saw: Barang siapa yang selama hidupnya pernah meninggalkan shalat, tapi tidak dapat meghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum'at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rok'at dengan satu kali tasyahud akhir, tiap roka'at membaca surat Alfatihah 1 kali, surat al-Qodar 15 kali (Innaa anzalnaahu fii lailatilqodr dst), surat al-Fatihah 1 kali, surat al-Kautsar 15x.

Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan - Kitab Kuning Digital
Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan - Kitab Kuning Digital


Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan

Sahabat sayyidina Abu Bakar Shiddiq Ra berkata: Aku mendengar baginda Rosululloh bersabda, bahwa shalat tersebut sebagai kifarot/pengganti sholat 400 tahun. Menurut Sayyidina Ali, shalat kafarat tersebut sebagai kafarot 1000 tahun.

Maka bertanyalah sahabat: Umur manusia itu hanya 60-100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya?Baginda Rosul Saw menjawab: untuk kedua orang tuanya, istrinya, anak-anaknya, sanak familinya, serta orang-orang sekeliling di lingkungnnya.

Niat shalat kafarat shalat adalah:

Kitab Kuning Digital

"Nawaitu Ushalli Kaffarotan Lima Faatani Minas Shalati Lillahi Ta'ala."

Setelah shalat, membaca istighfar 10 kali:

Kitab Kuning Digital

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُبُوْا إِلَيْكَ

Membaca shalawat 100 kali:

اللَّهُمَّ صَلِّّ عَلَى سَيِّدِنَا محمّد

Lalu do'a khusus di bawah ini dibaca 3 kali.

Do'a yang pertama:

Bacanya: Alloohumma laa tanfa'uka tho'atii, walaa tadhurruka ma'shiyyatii, taqobbal minnii maa laa yan fa'uka, waghfirlii maa laa yadhurruka, yaa man idzaa wa'ada wa fii wa idzaa ta wa'ada tajaa wa za wa'afaa ighfirli 'abdin zhoolama nafsahu wa as'aluka, alloohumma innii a'uudzubika min bathril ghinaa wajahdil faqri, ilaahii kholaqtanii walam aku syai'un, warozaqtanii walam aku syai'an, wartakabtu alma'aashii fa innii mukiirullaka bidzunuubii. Fa in 'afauta 'annii, falaa yanqushu min mulkika syai'an, wa in adzdzabtanii falaa yaziidu fii sulthonika syai'an, ilaahii anta tajidu man tu'adzdzubuhu ghoirii, wa anaa laa ajidu man yarhamanii ghoiroka, faghfirlii maa bainii wabainaka, waghfirlii maa bainii wabaina kholqika, yaa arhamarroohimiin, wayaa rojaa'a saa iliin, wayaa amaanal khoo-ifiina irhamnii birohmatikal waasi'aati, anta arhamurroohimiin, yaa robbal 'aalamiin.

Artinya; Yaa Allah, yang mana segala ketaatanku tiada artinya bagiMu dan segala perbuatan maksiatku tiada merugikanMu. Terimalah diriku yang tiada artinya bagiMu. Dan ampunilah aku yang mana ampunanMu itu tidak merugikan bagiMu. Ya Allah, bila Engkau berjanji pasti Engkau tepati janjiMu. Dan apabila Engkau mengancam, maka Engkau mau mengampuni ancamanMu. Ampunilah hambaMu ini yang telah menyesatkan diriku sendiri, aku telah Engkau beri kekayaan dan aku mengumpat di saat aku Engkau beri miskin. Wahai Tuhanku Engkau ciptakan aku dan aku tak berarti apapun. Dan Engkau beri aku rizki sekalipun aku tak berarti apa-apa, dan aku lakukan perbuatan semua ma’siat dan aku mengaku padaMu dengan segala dosa-dosaku. Apabila Engkau mengampuniku tidak mengurangi keagunganMu sedikitpun, dan bila Kau siksa aku maka tidak akan menambah kekuasaanMu, wahai Tuhanku, bukankah masih banyak orang yang akan Kau siksa selain aku. Namun bagiku hanyaEnakau yang dapat mengampuniku. Ampunilah dosa-dosaku kepadaMu. Dan ampunilah segala kesalahanku di antara aku dengan hamba-hambaMu. Ya Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih dan tempat pengaduan semua pemohon dan tempat berlindung bagi orang yang takut. Kasihanilah aku dengan pengampunanMu yang luas. Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang dan Engkaulah yang memelihara seluruh alam yang ada. Ampunilah segala dosa-dosa orang mu’min dan mu’minat, muslimin dan muslimat dan satukanlah aku dengan mereka dalam kebaikan. Wahai Tuhanku ampunilah dan kasihilah. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Washollallahu ‘Ala sayyidina Muhammadin wa’ala alihi wasohbihi wasalim tasliiman kasiira. Amin.

Do'a yang kedua: Alloohummaghfir lilmu'miniina walmu'minaat, walmuslimiina walmuslimaat, wataabi'bainanaa wabainahum bilkhoiroti robbighfir war ham wa anta khoirur roohimiin, Washollalloohu 'alaa saiyyidinaa Muhammadin wa'alaa aalihi washohbihii wasallama tasliiman katsiiron. Aamiin.

Sampul Kitab A'lal Jawahir Ulama Yaman Banyak yang Melaksanakan

Dalam kitab A’lal

Jawahir disebutkan bahwa walau

shalat kafarat ini masih dalam arus perdebatan para ulama, namun banyak ulama

Yaman yang mengamalkan shalat yang disebut pula dengan shalat baro'ah (pembebasan)

itu. Bahkan, sebagaimana dinukil oleh al-Nasyiri, shalat tersebut tidak banyak

ditinggalkan kecuali oleh hanya sebagian kecil orang saja. (hlm. 98).

Dalam kitab tersebut dijelaskan lebih lanjut kalau shalat

kafarat atau baro'ah itu adalah titik pelebur (muhitd) orang-orang berilmu tinggi dan juga ahli fatwa. Para ahli wara' (wira'i), yang dikenal menguasai

ilmu lahir dan batin melaksanakan shalat kafarot tersebut sesuai daerah dimana

mereka tinggal.

Manusia-manusia mulia yang melaksanakan shalat kafarat itu antara

lain, -yang disebut dalam kitab,- adalah Syeikh Abu Bakar bin Salim, Al-Imam Al

Allamah Ahmad bin Zain al-Habsyi, Habib Umar bin Zain, Habib Ahmad bin Muhammad

al-Muhdlor, Habib Salim bin Hafidz bin Syeikh Abi Bakar bin Salim, Habib Abdullah

bin Abdurrahman bin Syeikh Abu Bakar bin Salim, dan lainnya dari kalangan ulama

Yaman dan Hadramaut.

Perintah melaksanakan shalat juga datang dari Al Imam Al

Hujjah al Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih, yakni seorang ulama yang

pernah disebut sebagai Allamah Ad-Dunya (paling alim seantero jagad) oleh Wali

Qutub bernama Habib Abdullah al-Haddad. [Kitab Kuning Digital

Sumber keterangan:

1. Kitab Fa Firruu Ilallah

2. Kitab A'lal Jawahir

3. Kitab Majmu'atul Mubarokah susunan Syeikh Shodiq al-Qohhani 4. Al Imam Al Hafidz al Musnid Syeikh Abu Bakar bin Salim 5. Habib Qurays bin Qasim bin Ahmad Baharun

6. Habib Umar bin Hafidz

7. Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan

8. Syeikh Muhammad Fathurrahman Thoyyib al-Garwany, dan para ulama pengamal shalat kifarat lainnya yang masih banyak jika disebutkan.

Silakan diamalkan dengan mengetik Qobiltu di kolom komentar di bawah ini.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/cara-qadla-shalat-dengan-shalat-kifarat-malam-jumat-akhir-ramadhan.html

Sabtu, 06 Maret 2010

Bagaimana Hamba Bisa Masuk Neraka?

Suatu ketika Nabi Musa as. mengadu kepada Allah, Wahai Tuhan! Engkau ciptakan makhluk dan Kau berikan kenikmatan rizki. Kau (pula) yang menjadikan (sebagian) pengikutku masuk neraka.

Allah berfirman, Bangkit dan bertanamlah, wahai Musa!

Nabi Musa lalu bercocok tanam dan menyiraminya. Ia melakukan hal itu hingga masa panen tiba.

Bagaimana Hamba Bisa Masuk Neraka? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Hamba Bisa Masuk Neraka? (Sumber Gambar : Nu Online)


Bagaimana Hamba Bisa Masuk Neraka?

Apa yang kau dapat dengan tanamanmu itu, Musa?

Aku telah memanennya,

Apakah sedikit yang tersisa?

Kitab Kuning Digital

Aku tak pernah menyisakan sesuatu yang tak ada kebaikannya,

Allah berfirman, Wahai Musa! Aku memasukkan hamba yang tak mempunyai kebaikan ke dalam neraka,

Siapakah dia?

Dia adalah yang meremehkan kalimat Laa Ilaaha Illa Allah Muhammadur Rasulullah,

Kitab Kuning Digital

(Ajie Najmuddin/ disarikan dari kitab Al-Mawaidh Al-Ushfuriyyah)

Dari (Hikmah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51365/bagaimana-hamba-bisa-masuk-neraka

Kitab Kuning Digital

Senin, 18 Januari 2010

Tujuh Profesi Ini Potensial Jadi Lapangan Perjuangan Pelajar NU

Wonosobo, Kitab Kuning Digital. Ada tujuh bidang profesi dan karier yang paling berpengaruh dan potensial sekali baik di masa sekarang maupun masa depan untuk dijadikan sebagai jalur perjuangan dalam memberi kontribusi konstruktif untuk bangsa. Bila empat saja di antaranya dikuasai suatu kelompok, ia akan menjadi kelompok yang kuat pengaruhnya.

Demikian disampaikan Hairus Salim, salah soerang pendiri Yayasan LKiS Yogyakarta pada Konferensi Cabang XV IPNU-IPPNU Wonosobo dengan tema Optimalisasi Peran Pelajar NU yang Rahmatan lil Alamin dalam Pembangunan Bangsa di kompleks kampus UNSIQ Wonosobo, Sabtu (27/8).

Tujuh Profesi Ini Potensial Jadi Lapangan Perjuangan Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Profesi Ini Potensial Jadi Lapangan Perjuangan Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Tujuh Profesi Ini Potensial Jadi Lapangan Perjuangan Pelajar NU

Tujuh profesi itu meliputi bidang militer, CEO atau profesional, cendekiawan-akademisi, jurnalistik-media penyiaran, parpol dan ormas, LSM dan terakhir birokrat. Demi optimalnya perjuangan dalam menyumbangkan sesuatu yang berarti bagi bangsa, kader IPNU perlu menguasai bidang-bidang itu.

Kitab Kuning Digital

"Jadikan IPNU sebagai wadah pengaderan pelbagai bidang profesi tersebut. Tidak cuma dididik dalam ranah partai saja karena terowongan politisi juga sempit. Kalau semuanya hanya dikader sebagai politisi malah berbahaya, tidak cuma bertengkar dengan lawan partai bahkan bertengkar sesama partai. Juga tidak cuma dididik sebagai aktivis LSM semua, tidak semua orang punya jiwa kesukarelaan," kata Salim yang juga peneliti pada Pengurus Yayasan Tikar Seni Budaya Nuasantara ini.

Menanggapi pertanyaan salah satu peserta yang kesulitan mengidentifikasi bakatnya di sisi apa, Hairus Salim mengimbau supaya kegiatan berorganisasi di IPNU dijadikan pula ajang mengenali bakat dan kelebihan masing-masing pelajar. Bahwa aktualisasi diri tiap kader dalam pelbagai kegiatannya di organisasi yang cukup beragam pasti akan mendatangkan apresiasi atau tanggapan dari rekan-rekannya baik itu bakat berbicara, menulis, diskusi, dan lain sebagainya. Maka di situlah pentingnya saling mengevaluasi sesama rekan di organisasi.

Kitab Kuning Digital

Demikian pula bagi anggota IPNU-IPPNU yang belum berkesempatan mengenyam pendidikan formal sampai tingkat tinggi tidak perlu cemas dan pesimis. Sekolah formal bukan satu-satunya jalan dalam mencapai optimalisasi prestasi pribadi maupun kolektif.

Bahkan tidak sedikit pengusaha atau profesional sukses yang tidak berpendidikan tinggi. Begitu pula untuk masuk ke dalam kelompok intelektual atau ulama yang dapat mencerahkan umat tidak harus memiliki ijazah formal, yang penting kuat dalam membaca dan mencintai ilmu.

Selain Hairus Salim, tampak hadir pada pembukaan Konfrensi IPNU-IPPNU Kabupaten Wonosobo ini Bupati Wonosobo Eko Purnomo, pengurus PCNU Wonosobo serta beberapa pembina dan alumni lintas generasi IPNU-IPPNU Wonosobo. Sedikitnya 350 peserta hadir dalam konfercab berlangsung antara 27-28 Agustus ini. (M Haromain/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70798/tujuh-profesi-ini-potensial-jadi-lapangan-perjuangan-pelajar-nu

Kitab Kuning Digital

Rabu, 12 Agustus 2009

Sambut Siswa Baru, Pelajar Tamirul Islam Gelar Pentas Seni

Solo, Kitab Kuning Digital. Halaman Masjid Tegalsari Surakarta berubah bak pasar rakyat. Tumpah ruah pengunjung meramaikan acara pameran dan pentas karya seni yang digelar SD-MI Tamirul Islam Surakarta, Ahad (31/1) pagi.

Menurut Ketua panitia kegiatan Andang Adiyanto, acara pentas seni dan pameran hasil karya siswa ini diselenggarakan untuk mendorong anak untuk bisa berkreasi lewat karya dan pentas seni.

Sambut Siswa Baru, Pelajar Tamirul Islam Gelar Pentas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Siswa Baru, Pelajar Tamirul Islam Gelar Pentas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)


Sambut Siswa Baru, Pelajar Tamirul Islam Gelar Pentas Seni

Kami ingin mengajak anak-anak agar berani berkreasi dan berkarya. Selain itu juga memperkenalkan mereka pada kesenian Islam, terang Andang saat ditemui di sela-sela acara.

Kitab Kuning Digital

Lomba yang diadakan di antaranya lomba peragaan busana muslim, hafalan surat pendek, dan lomba mewarnai yang diikuti siswa TK/RA se-Solo Raya. Untuk pentas seni anak-anak menampilkan seni rebana dan drama, ujar dia.

Acara ini diadakan setiap tahunnya dan kali ini bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Selain lomba dan pentas seni, panitia juga mengadakan kegiatan bazar. Bazaar yang berisi hasil karya seperti kaligrafi dan lukisan, dan kerajinan tangan lainnya, buatan para siswa.

Kitab Kuning Digital

Roni, salah satu pengunjung mengatakan sangat gembira mengikuti acara ini, Acaranya sangat mengasyikkan.

Kegiatan yang menampilkan pentas seni dan karya anak ini memang bagus untuk memancing kreativitas anak. Selain itu, lewat acara ini juga dapat menumbuhkan keberanian pada anak sehingga dapat memunculkan karakter yang bagus bagi anak. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65471/sambut-siswa-baru-pelajar-tamirul-islam-gelar-pentas-seni

Kitab Kuning Digital

Selasa, 17 April 2007

Porseka Maarif NU Paciran

Paciran, Kitab Kuning Digital. Salam dan tepuk Pramuka membahana di bumi perkemahan Kuwati, Paciran, Kab Lamongan mengawali sambutan Ketua LP Maarif NU MWC Paciran H Misbahul Munir ketika membuka Pekan Olah Raga, Seni, dan Pramuka (Porseka) yang digelar pada tanggal 26-28 Desember 2011.

Kegiatan di penghujung tahun itu dilaksanakan selang tiga tahun pelaksanaan Jamaran di lokasi yang sama. Kegiatan ini merupakan wahana silaturrahim dan taarruf antar lembaga, baik unsur peserta didik maupun pembinanya, ujar Munir dalam sambutannya.

Porseka Maarif NU Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)
Porseka Maarif NU Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)


Porseka Maarif NU Paciran

Kegiatan yang melombakan tiga segmen (olah raga, seni, dan pramuka) itu juga sebagai manifestasi sebuah maqolah Al-aqlus salim fi jismis salim atau otak yang sehat terdapat pada badan yang sehat, atau populer dalam bahasa latinnya mens sana in corpore sano.

Dalam laporannya ketua Panitia Pelaksana, H Ihlal Fauqi melaporkan bahwa kegiatan itu memperlombakan empat cabang olah raga, tujuh cabang kesenian, dan empat cabang kepramukaan dan diikuti lima belas lembaga dari enam belas lembaga di bawah naungan LP Maarif NU MWC Paciran, hanya satu lembaga yang absen yaitu MI Mathlabul Huda Weru dengan total jumlah peserta Porseka 986 andika.

Kitab Kuning Digital

Porseka resmi dibuka setelah prosesi penerbangan puluhan balon ke angkasa. Setelah upacara pembukaan kemudian digelar perlombaan olah raga. Lokasi Porseka dipinggir perkuburan itu tak terkesan angker karena terhapus oleh keceriaan para peserta.

Kitab Kuning Digital

Malah panitia juga sempat menggelar lomba pioneering di perkuburan itu. Bumper Kuwati memang sangat cocok dibuat lokasi perkemahan karena lokasi sebelah utara berbatasan dengan pantai, sebelah barat terdapat perkuburan, sebelah timur terdapat pondok pesantren, dan sebelah selatan terdapat gedung madrasah.

Ditengah pelaksanaan lomba, panitia Porseka dikagetkan dengan kedatangan kontingen kemah dari Ujungpangpah Gresik yang juga mau menempati lokasi bumper yang sama, akhirnya pihak pemerintah desa Banjarwati mencarikan lokasi baru buat mereka yang berada disebelah barat arena Porseka.

Sore harinya hujan deras disertai petir mengguyur lokasi Porseka, tak ayal Panitia dibantu Pembina damping harus mengevakuasi para peserta ke aula MI Mambaul Maarif Banjarwati yang berada sangat dekat dengan lokasi bumper Porseka. Hujan mengguyur sampai larut malam sehingga lomba qosidah yang sedianya digelar malam itu harus ditunda esok harinya.

Malam itu para peserta harus meninggalkan tenda dan tidur di pengungsian. Pagi harinya mulai digelar lagi beberapa perlombaan. Siang harinya Sekretaris Kwarran Paciran ditemani DKR Paciran mengunjungi arena Porseka, mereka memberikan apresiasi kepada jajaran LP. Maarif NU MWC Paciran yang mampu menyelenggarakan Porseka, padahal Kwarran Paciran saat ini sedang mengalami kevakuman. Seperti pada hari pertama, sore itu gerimis kembali mengguyur bumper Porseka.

Para peserta kembali mengemas barang bawaannya untuk bersiap dievakuasi, bersyukur gerimis segera mereda, sehingga perlombaan puisi malam itu dapat berlangsung lagi. Malam itu para peserta bisa menikmati tidur di tendanya.

Hari terakhir digelar karnaval yang melintasi perkampungan, para warga antusias menonton di depan teras rumah mereka karena saat itu hujan kembali turun. Dua grup drumband turut memeriahkan karnaval. Acara sore itu semakin seru ketika seorang anggota Banser melakukan atraksi menarik mobil pick-up dengan rambut dan giginya.

Porseka ditutup dengan pembacaan pengumuman juara oleh ketua Panitia, setelah penghitungan akumulasi nilai medali akhirnya diputuskan MI Mambaul Maarif Banjarwati keluar sebagai juara umum, sedang MI Mazraatul Ulum 01 Paciran sebagai runner-up Porseka.

Sorak-sorai kembali membahana ketika para peserta dan Pembina damping merayakan kemenangannya. Jepretan kamera mengabadikan momen tersebut.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/35541/porseka-maarif-nu-paciran

Kitab Kuning Digital

Minggu, 21 Agustus 2005

Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk Piknik Kegiatan PKK

Jombang, Kitab Kuning Digital. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Kaum Nahdliyin Peduli Desa (KNPD) Jombang mengkritisi penggunaan Dana Desa untuk kegiatan PKK. Kritik ini menyoal dana yang dikucurkan Kemendes digunakan "piknik" rombongan PKK ke TMII di Jakarta beberapa waktu lalu.

"KNPD Jombang akan melayangkan gugatan secara hukum atas keberadaan Perbub No: 12/2016 tentang tata cara pengalokasian, penyaluran, penggunaan dan pertanggung jawaban Dana Desa (DD) yang dinilai salah sasaran," ujar Zainuddin Koordinator KNPD, Kamis (11/8).

Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk Piknik Kegiatan PKK (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk Piknik Kegiatan PKK (Sumber Gambar : Nu Online)


Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk Piknik Kegiatan PKK

Dikatakannya, sejak mencuatnya rombongan PKK se-Jombang beserta rombongan SKPD dan juga dihadiri Bupati Nyono Suharli ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dalam kegiatan yang dikabarkan untuk promosi tersebut, kalangan muda Nahdliyin intensif berdiskusi. "Dan tadi malam kesimpulan diskusi, kita akan lakukan gugatan atas Perbup itu," imbuhnya.

Tidak kurang 40 peserta diskusi dari kalangan muda Nahdliyin yang digelar di kantor Yalatif Foundation, Bandung Diwek Jombang, bersilang pendapat. Dan perlu mengingatkan kepada pemerintah daerah. "Karena dalam Perbup tersebut sudah ada penyebutan nominal angka dalam setiap alokasi penggunaan DD. Ini secara tidak langsung mengebiri kebebasan desa. Padahal desa yang mengetahui kebutuhan dalam menentukan penggunaan anggaran untuk kepentingan warganya," ungkap Zainudin menambahkan.

Kitab Kuning Digital

Karena itu, menurut KNPD, Perbup yang dijadikan cantolan dalam pengalokasian kebutuhan program desa ini dinilai justru mengebiri desa. "Makanya KNPD mengambil kesimpulan, perlu melayangkan gugatan agar Perbup itu dicabut, dan perlu ada pembenahan," tambahnya.

Sekedar diketahui, diskusi tentang dana desa yang ia gelar sebenarnya sebagai tindak lanjut atas santernya kabar tentang acara PKK Kabupaten Jombang ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Jakarata.

Kitab Kuning Digital

Sedikitnya 400 orang lebih yang terdiri, Pengurus TP PKK Kabupaten Jombang, Ketua TP PKK Kecamatan, serta TP PKK Desa se-Kabupaten Jombang yang berjumlah 306 desa serta dari Kepala SKPD Lingkup Pemkab Jombang memenuhi acara pagelaran seni budaya di Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Yang disesalkan, anggaran yang digunakan PKK dalam rangka memenuhi undangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Kantor Perwakilan Pemprov Jatim di Jakarta dengan surat Nomor 005/5423/218/2016 tertanggal 27 Juli 2016 itu berasal dari DD. Rinciannya, masing-masing desa mengalokasikan Rp3 juta untuk kegiatan ini. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70367/nahdliyin-jombang-kritik-penggunaan-dana-desa-untuk-piknik-kegiatan-pkk

Kitab Kuning Digital

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kitab Kuning Digital sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kitab Kuning Digital. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kitab Kuning Digital dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock